• Tidak ada hasil yang ditemukan

malu sebagai ciri khas akhlak islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "malu sebagai ciri khas akhlak islam"

Copied!
211
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai penelitian komparatif dengan penelitian-penelitian selanjutnya dan menjadi acuan dalam melakukan penelitian sejenis. Secara praktis, penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dasar bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian serupa dan dapat digunakan sebagai acuan dalam pengajaran terkait dengan topik penelitian ini.

Kajian Pustaka

Dampak layanan konseling kelompok menggunakan teknik sosiodrama untuk mengurangi rasa malu dalam interaksi sosial siswa di SMP Negeri 15 Bandar Lampung TP. Penelitian Rima Nasir Basalamah dalam Jurnal Ilmiah, Vol.3 No.2 Tahun 2014 bertajuk “Al haya’ Sebagai Solusi Permasalahan Akhlak Bangsa”.13. 12 Puri Aprillia, Pengaruh konseling kelompok menggunakan teknik sosiodrama untuk mengurangi rasa malu dalam interaksi sosial siswa di SMP Negeri 15 Bandar Lampung TP 2018/2019.

Al-Haya' juga merupakan kata malu positif, namun kata malu dengan arti yang sama hampir tidak ditemukan dalam bahasa Inggris, sehingga cukup sulit untuk menerjemahkannya. 18. 18 Rima Nasir Basalamah, Al haya' sebagai solusi permasalahan moral bangsa, Vol. 3, tidak. 2 (Purwokerto: Januari 2014), 103. 19 Puri Aprillia, Pengaruh Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Sosiodrama Untuk Mengurangi Perasaan Malu Dalam Interaksi Sosial Siswa di SMP Negeri 15 Bandar Lampung TP 2018/2019.

21 Rima Nasir Basalamah, Al haya' sebagai penyelesaian kepada masalah akhlak bangsa Jld.3 No.2 (Purwokerto: Januari 2014), 105. 23 Rima Nasir Basalamah, Al haya' sebagai penyelesaian kepada masalah akhlak bangsa, 106. telah bersabda : "Hendaklah kamu malu kepada Allah."

Metode Penelitian

Akhlak terhadap masyarakat meliputi menghormati tamu, menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, saling membantu dalam kebaikan dan lain sebagainya. f) Moralitas terhadap tetangga. Data penelitian ini berasal dari literatur yang penulis klasifikasikan menjadi dua sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer disini yang menjadi rujukan utama dalam skripsi ini, yaitu kitab hadis karya Sunan Ibnu Majah, beserta kitab syarahnya.

Kemudian, untuk mengelola data primer dan mempertajam analisis pemahaman, penulis menggunakan sumber sekunder berupa buku, artikel, karya atau tulisan ilmiah dan lain sebagainya yang dapat menunjang pembahasan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah teknik dokumentasi yaitu penulis mencari data tentang suatu hal atau variabel berupa catatan, buku, surat atau artikel, jurnal dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pembahasan tentang rasa malu sebagai ciri Islam. . moralitas. Metode analisis meta hadis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fiqhul-hadits atau yang sering dikenal.

Kritikan sejarah, iaitu dengan menentukan kesahihan dan kesahihan hadis menggunakan kaedah kesahihan hadis, yang merangkumi pertalian sanad, semua riwayat adalah adil, semua riwayat adalah dabit, dan ketiadaan syaaz dan 'illat. 34 Pada pendapat penulis, kaedah yang ditawarkan oleh Musahadi HAM merupakan kaedah yang mudah difahami kerana melalui peringkat yang terperinci.

Sistematika Pembahasan

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa nakdul-hadits adalah seleksi terhadap hadits-hadits Nabi SAW, yang umumnya didasarkan pada alat-alat keilmuan yang relevan untuk menentukan hadis-hadis shahih dari hadis-hadis palsu.36. Hadits yang lebih kuat dapat diposisikan sebagai rajhih (lebih kuat dan diamalkan) dan hadis yang tingkat keabsahannya lebih rendah dapat diposisikan sebagai marjuh (dilemahkan).39. - Pendekatan ini dirumuskan berdasarkan fakta bahwa hadis Nabi SAW. mempunyai ciri dan sifat tersendiri, hadis ada yang bersifat universal, lokal, dan temporal.

Faktanya, seperti kitab-kitab Sunan lainnya, kitab ini tidak hanya memuat hadis-hadis yang berkualitas shaḥīh dan/atau ḥasan saja, tetapi juga hadis-hadisnya. Beliau tidak memberikan tanda atau penjelasan khusus di antara hadis-hadis yang terkandung di dalamnya. Tidak jelas mengapa Ibnu Mājah lebih suka bertindak seperti ini terhadap hadis-hadis yang dianggap berkualitas ḍa'īf.

Imam Ibnu Majah dalam kitabnya tidak memberikan tanda-tanda dan penjelasan khusus terhadap hadis-hadis yang terkandung di dalamnya. Tidak jelas mengapa Ibnu Mājah lebih suka bertindak seperti ini terkait hadis-hadis yang dianggap memiliki kualitas ḍa'if. Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh Ibnu Mājah sendiri yang kurang tegas dalam memberikan kriteria pemilihan kualitas hadits-hadits dalam kitab Sunannya.

Dari penjelasan di atas dapat diketahui data hadis yang menunjukkan rasa malu sebagai ciri akhlak Islam no. Ulama mengemukakan pelbagai hadis yang disampaikan oleh guru hadis, atau pelbagai lagi kitab yang disusun di dalamnya. Mengenai pendapat menurut pengkritik hadis, Said bin Muhammad a-Warraq adalah ahli hadis yang tidak tsiqah, menurut Abu Dawud dia adalah perawi yang lemah.

Kedua-duanya adalah perawi yang lemah, sebahagian hadith yang diriwayatkan adalah maudhu', munkaral-hadith, matruk al-hadith dan mungkin terdapat kesilapan dalam periwayatan hadith tersebut. Kerana tidak semua hadis yang sanadnya sahih juga sahih, oleh itu perlu diteliti kesahihan hadis tersebut. Kejelasan, kepekatan dan ketumpatan nas seperti ini sudah pasti hadis yang disabdakan oleh Rasulullah SAW.

Pada baris hadis lainnya, pasal pokok matan tidak berbeda dengan hadis matan yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah. Namun pada baris hadits lainnya, pasal pokok matan tersebut tidak berbeda dengan hadits matan yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah.

METODE PEMAHAMAN DAN PENDEKATAN DALAM

Metode Pemahaman Hadis

Pendekatan Dalam Pengkajian Hadis

Ibn Majah dan Kitab Sunannya

Hadis Malu Sebagai Ciri Akhlak Islam

ANALISIS HADIS TENTANG MALU SEBAGAI CIRI KHAS

Analisis Kualitas Hadis

Beliau menerima hadis daripada Said bin Muhammad al-Warraq yang tidak diketahui tahun kelahiran dan kematiannya. Di antara guru-gurunya yang banyak, Said bin Muhammad al-Warraq adalah salah seorang guru yang darinya beliau mendapat hadis ini, hanya tahun kematiannya tidak diketahui. Namun begitu, hubungan kedua-duanya tidak terputus, seperti yang dapat dilihat daripada hubungan antara mereka iaitu guru dan murid atau sebaliknya.

Dan menurut pengkritik hadis, Abdullah bin Sa'id, beliau adalah seorang perawi yang tsiqah dan shaduq (boleh dipercayai). c) Said bin Muhammad al-Warraq. Dilihat dari lambang riwayatnya, Said bin Muhammad al-Warraq meriwayatkan hadis dengan menggunakan hadadtsana iaitu simbol diterima menggunakan kaedah al-sima' iaitu cara penyampaian hadis melalui cara seseorang murid mendengar secara langsung. daripada gurunya. Dan di sini Said bin Muhammad al-Warraq mendengar terus daripada gurunya, Salih bin Hassan.

Dengan demikian hubungan keduanya tidak putus, namun terlihat pada hubungan keduanya yaitu guru dan siswa atau sebaliknya. Dari lambang riwayat Muhammad bin Ka’ab al-Quradzi terlihat jelas bahwa “yang satu” itulah lambangnya. Penyambutannya menggunakan metode al-sima, sebagaimana dikatakan para ulama hadis dalam narasi hadis. metode dapat membuat hadis menjadi tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hadits yang sanadnya dipelajari diterima langsung oleh Ibnu Abbas dari Rasulullah SAW, oleh karena itu Ibnu Abbas dan Rasulullah sebenarnya mempunyai ittisal al-sanad atau kelanjutan sanad.

Hal ini terlihat dari pendapat para pengkritik hadis tentang perawi hadits Imam Ibnu Majah no. Jadi, dari semua perawi yang dikritik oleh para ulama pengkritik hadis, dapat disimpulkan bahwa perawi jalur sanad Ibnu Majah adalah adil, namun ada dua perawi yang patut dipertanyakan kewajarannya, yaitu Salih bin Hassan dan Said bin Muhammad al-Warraq. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa para ulama pengkritik hadis mengenai semua perawi hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah semuanya adalah perawi hadis dhabit, hanya dua perawi hadis tersebut yaitu Salih bin Hassan dan Said bin Muhammad al-Warraq.

Namun bagi Said bin Muhammad al-Warraq, ada salah satu kritikus hadis yaitu Abu Hatim bin Hibban yang mengatakan bahwa Said bin Muhammad al-Warraq adalah seorang perawi tsiqah. Banyak sekali hadis yang menjelaskan tentang hakikat rasa malu, karena sifat rasa malu ini pasti benar-benar ada dalam diri setiap pribadi muslim. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hadis yang dikaji penulis tidak bertentangan dengan hadis lain; Faktanya, masih banyak hadis yang mendukung pentingnya rasa malu bagi setiap manusia.

Analisis Pemaknaan Hadis

Mengingat kedudukan hadis sangat penting, maka hadis tersebut harus benar-benar sahih dan dapat dipastikan keabsahannya oleh Rasulullah a.s. 3. Oleh karena itu, penelitian dalam skripsi ini lebih menekankan pada aspek kebenaran makna sebuah hadis. Secara umum fiqh al-hadits mempunyai dua metode; yaitu metode hadis yang diterapkan dalam kaitannya dengan tadu' al-hadits (kodifikasi hadis).

Melihat dari sejumlah hadis yang dikumpulkan oleh Ibnu Majah sendiri, terlihat jelas bahwa ia tidak membeda-bedakan kriteria hadis/kualitas hadis yang termasuk dalam Sunnahnya. Namun mereka memberi tanda khusus pada hadis yang mempunyai sifat ha'if untuk menunjukkan keha'ifannya. Sedangkan karya ulama lainnya yang juga mengkaji hadits-hadits yang terdapat dalam Sunan Ibnu Majah adalah Syarḥ al-Dibājah karya al-Dārīmi yang wafat pada tahun 808 H, yang mana kitab tersebut berjumlah 15 jilid.

Ini disebabkan oleh perbezaan pandangan dan pendirian ulama yang berbeza dalam menilai kualiti hadith di dalam kitab tersebut. Terdapat juga beberapa ulama yang mencelanya, seperti kritikan al-Mizzi yang mengatakan: 'Sesungguhnya semua hadis dalam Ibn Mājah yang tidak terdapat dalam al-Kutub al-Khamsah adalah dhaif'. Menunjukkan asal usul hadis dan mengemukakan sumber himpunan daripada pelbagai kitab hadis yang disusun secara langsung oleh mukharrij.

Dalam hal ini, untuk memudahkan dalam menelusuri dan menemukan hadis yang diteliti, maka ditemukan dalam Jawami' al-Kalim dengan menggunakan kata kunci اقلخ نيد كلك.

Analisis Tentang Hadis Malu Sebagai Ciri Khas Akhlak Islam

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Dengan ilmu ini, seseorang akan mengetahui siapakah perawi hadis, hadis mana yang boleh diterima dan hadis mana yang mesti ditolak.

Referensi

Dokumen terkait