• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN KEUANGAN - sipeg unj

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MANAJEMEN KEUANGAN - sipeg unj"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

Risiko keuangan bergantung pada keputusan struktur modal yang diambil oleh manajemen dan keputusan tersebut dipengaruhi oleh risiko bisnis yang dihadapi perusahaan. Koefisien variasi mengukur risiko relatif terhadap EPS yang diharapkan dan digunakan untuk membandingkan struktur modal.

Tabel 1.4 menunjukkan tingkat hutang, tingkat bunga dan bunga tahunan.
Tabel 1.4 menunjukkan tingkat hutang, tingkat bunga dan bunga tahunan.

NOPAT K

T V EBIT

Pendekatan EBIT-EPS terhadap struktur modal

Perhitungan 3 struktur modal—rasio utang 0%, 30%, dan 60%—untuk Cooke Company disajikan pada Tabel 1.5. Dengan menggunakan nilai EBIT $100.000 dan $200.000, nilai EPS yang sesuai dihitung dan dibuat grafiknya pada Gambar 1.2.

Gambar  1.3  menunjukkan  tingkat  EPS  yang  diharapkan  dari  masing-masing  tingkat  EBIT
Gambar 1.3 menunjukkan tingkat EPS yang diharapkan dari masing-masing tingkat EBIT

Memilih Struktur Modal yang Optimal

Analisis EBIT-EPS adalah teknik yang cenderung berfokus pada maksimalisasi pendapatan daripada maksimalisasi kekayaan pemilik. Karena premi risiko meningkat seiring dengan meningkatnya leverage, memaksimalkan EPS tidak menjamin memaksimalkan kekayaan pemilik.

P  EPS

Dengan memasukkan perkiraan tingkat laba per saham dan return yang diinginkan, kita dapat memperkirakan nilai saham perusahaan.

PVIFA k D

Maksimalisasi Nilai Saham dibandingkan dengan Maksimalisasi EPS Sasaran manajer keuangan adalah maksimalisasi kekayaan pemilik dan

Kekayaan pemilik yang tercermin dari estimasi nilai saham dapat dijadikan kriteria dalam memilih struktur modal terbaik.

Teori Struktur Modal

  • Modigliani-miller (mm) tanpa pajak

V EBITV

Namun semakin besar penggunaan utang, maka semakin besar pula risiko peningkatan biaya modal ekuitas (COE). Jadi penggunaan utang tidak akan meningkatkan nilai perusahaan karena keuntungan dan biaya utang yang lebih kecil (lebih murah) tertutupi oleh kenaikan biaya modal itu sendiri.

KV EBIT

WACC

MODEL MODIGLIANI-MILLER (MM) TANPA PAJAK

Dengan pajak tersebut MM menyimpulkan bahwa penggunaan utang (leverage) akan meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga utang merupakan biaya yang mengurangi pembayaran pajak. Nilai perusahaan yang tidak menggunakan hutang sama sekali sama dengan nilai modal sendiri (S) perusahaan tersebut.

MODEL MILLER

  • Metode dalam Manajemen Struktur Modal
  • Pengertian Risiko Dan Tingkat Pengembalian Risiko (Risk)
  • Jenis-Jenis Risiko Preferensi Risiko
  • Penilaian Terhadap Risiko

PT ANTARIKSA MERDEKA berharap dapat memperoleh return dari dua mesin bubut yang dimilikinya yaitu merek A dan merek B. Bagi manajer yang mengabaikan risiko maka pendapatan yang diinginkan tidak berubah, artinya tidak ada perubahan return yang diperlukan untuk peningkatan risiko. .

Analisis Statistik (Statistic Analysis)

  • Risiko Portfolio (Portfolio Risk)
  • Risiko Dan Tingkat Pengembalian Model The CAPM
    • Tipe-tipe Risiko

Pengukuran statistik untuk korelasi ini (koefisien korelasi) mempunyai rentang dari +1 untuk korelasi positif sempurna (berkorelasi positif sempurna) hingga -1 untuk korelasi negatif sempurna (berkorelasi negatif sempurna). Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan model keseimbangan yang berguna untuk menjelaskan hubungan antara risiko dan return pada setiap aset.

Diversifiable risk (unsistematic risk)

Nondiversifiable risk (sistematic risk)

  • Model CAPM Beta Coefficient (b)
  • Komentar Umum mengenai CAPM
  • SAHAM PREFEREN
    • Pengertian Saham Pereferen
    • Karakteristik Saham Preferen 1. Bersifat Callable and Convertible
    • Beberapa Karakteristik lain Saham Preferen yang jarang Digunakan yaitu
    • Penilaian Saham Preferen (Valuation of Preferred Stocks)
  • SAHAM BIASA
    • Karakteristik saham biasa (Common Stock)
    • Penilaian Saham Biasa (Valuation of Common Stocks)

Biasanya setelah 5 atau 6 tahun, jika semuanya berjalan baik bagi perusahaan penerbit, dividen tunai akan menggantikan dividen saham preferen. Meskipun saham preferen tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo tertentu, perusahaan penerbit biasanya menyediakan beberapa jenis metode pensiun. Jika saham preferen tidak dapat dihentikan, perusahaan penerbit tidak dapat memperoleh keuntungan dari penurunan suku bunga.

Ketentuan penarikan juga memungkinkan perusahaan penerbit untuk merencanakan penghentian saham preferen pada harga yang telah ditentukan. Meskipun obligasi memiliki jatuh tempo tetap, sebagian besar saham preferen bersifat abadi (tidak jatuh tempo). Pemegang saham biasa berhak atas sisa pendapatan dari obligasi, sedangkan pemegang saham preferen mendapat bayaran.

Model Pertumbuhan Nol (Zero Growth)

Dengan besar kecilnya saham biasa yang didasarkan pada pendapatan perusahaan, maka konsekuensinya adalah aliran dividen cenderung meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan perusahaan. Dt = Dividen per saham yang diharapkan pada akhir tahun T Ks = Return yang dibutuhkan atas saham biasa.

DPVIFA

Model Pertumbuhan Konstan (Constant Growth)

Model Pertumbuhan Variabel (Variable Growth)

P g PVIF

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi Penilaian Saham Biasa
  • Liquidation Value
  • Price/Earning (P/E) Multiples
  • Decision Making and Common Stock Value
    • PENGERTIAN OBLIGASI
    • MACAM-MACAM OBLIGASI (Type of Bonds) 1. Surat Utang (Debentures)
    • KARAKTERISTIK OBLIGASI
    • PENILAIAN SUATU ASET ATAU OBLIGASI (Value of asset) 1. Nilai buku (Book value)
    • PENILAIAN OBLIGASI .1 Penilaian Dasar Asset
    • LIMA HUBUNGAN PENILAIAN OBLIGASI

Jika harga pasar saham tersebut saat ini adalah Rp 50.000, berapakah tingkat pengembalian yang diharapkan dari saham tersebut. Tingkat pengembalian yang diharapkan pemegang saham adalah tingkat pengembalian yang dibutuhkan oleh investor yang bersedia membayar nilai pasar saat ini untuk sekuritas tersebut. Nilai kini dari arus kas yang diharapkan terjadi di masa depan dan didiskontokan pada tingkat pengembalian yang wajar dan minimal.

Menetapkan nilai pada suatu aset dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas masa depan yang diharapkan menggunakan tingkat pengembalian yang diinginkan sebagai tingkat diskonto. Pengembalian yang diinginkan investor (k) ditentukan oleh besarnya tingkat bebas risiko dan premi risiko yang dirasakan yang diperlukan untuk mengkompensasi risiko kepemilikan aset. Nilai pasar suatu obligasi akan lebih kecil dari nilai nominalnya jika tingkat pengembalian yang diinginkan (Tingkat diskonto) lebih besar dari tingkat bunga obligasi (Coupon Bond); Namun obligasi akan dinilai lebih tinggi dari nilai nominalnya jika imbal hasil yang diinginkan investor lebih kecil dari tingkat bunga obligasi.

PVIFA  M  PVIF

LEVERAGE

  • KONSEP DASAR LEVERAGE
  • Operating Leverage berkaitan dengan hubungan Penjualan dan Laba Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT)
  • Financial Leverage berkaitan dengan hubungan antara Laba Sebelum Bunga dan Pajak serta Pendapatan Per Saham (Earning Per Share)
  • Total Leverage berkaitan dengan hubungan antara penjualan dan Pendapatan Per Saham (Earning Per Share)
    • METODE ANALISIS LEVERAGE 1) Pendekatan Breakeven Analysis
  • Pendekatan Aljabar
  • Pendekatan Grafik
    • OPERATING LEVERAGE
    • FINANCIAL LEVERAGE
    • TOTAL LEVERAGE
  • Menentukan DOL
  • Financial Leverage

Titik impas operasi (OBP) suatu perusahaan adalah tingkat penjualan yang diperlukan untuk menutupi seluruh biaya operasi. Untuk menghitung OBP, klasifikasikan harga pokok penjualan (COGS) dan beban operasional menjadi komponen biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap merupakan fungsi waktu, bukan jumlah penjualan, dan biasanya ditetapkan berdasarkan kontrak, seperti biaya sewa gedung.

Hasil dari penggunaan biaya operasional tetap untuk memperbesar pengaruh perubahan pendapatan terhadap laba sebelum bunga dan pajak (EBIT). Dengan membandingkan DOL=2.2 dan DOL=2.0, menjadi jelas bahwa semakin tinggi biaya operasional tetap perusahaan terkait dengan biaya variabel, semakin besar DOLnya. Adalah penggunaan biaya tetap, biaya operasional tetap dan biaya modal tetap, untuk memperbesar pengaruh perubahan Penjualan terhadap EPS.

BIAYA MODAL

  • DASAR-DASAR BIAYA MODAL
  • ASUMSI-ASUMSI DASAR BIAYA MODAL
  • BIAYA RATA-RATA MODAL JANGKA PANJANG
    • Biaya Hutang Jangka Panjang (Cost of Long-Term Debt) (K d )
    • Biaya Saham Preferen (The Cost of Preferred Stock) (K p )
    • Biaya Modal Saham Biasa (The Cost of Common Stock)(K s )
    • Biaya Laba Ditahan (Cost of Retained Earnings)(K r )
    • Biaya Penerbitan Saham Biasa Baru (Cost of New Equity)(K n )
  • BIAYA MODAL RATA-RATA TERTIMBANG (The Weighted Average Cost of Capital (WACC))

Perbedaan antara penggunaan model CAPM dan penilaian dividen adalah pada pertimbangan langsung risiko perusahaan yang tercermin dari beta untuk menentukan return atau biaya ekuitas biasa yang diinginkan. Jika Anda menggunakan model penilaian dividen untuk mengetahui biaya modal saham biasa, Anda dapat dengan mudah menyesuaikan biaya penerbitan sekuritas untuk mengetahui biaya saham biasa baru. Laba ditahan sebagai pengeluaran penuh tambahan saham biasa, maka biaya laba ditahan sama dengan biaya modal saham biasa.

Melanjutkan contoh sebelumnya, berapa biaya penerbitan saham biasa baru jika biaya penerbitan efek (flotation cost) sebesar Rp 4,00 per saham? saham. Jika laba ditahan digunakan untuk pembiayaan, WACC akan meningkat dengan penambahan saham biasa baru yang lebih mahal. Jadi perusahaan harus menggunakan pembiayaan ekuitas biasa yang baru dan lebih mahal untuk memenuhi kebutuhan modal saham biasanya.

WACC for Ranges of Total New Financing

Initial Cumulative Project IRR Ivestment Investment

Pengertian Derivatif

Instrumen keuangan derivatif adalah kontrak yang sebagian besar nilainya berasal dari suatu aset, suku bunga acuan, atau indeks sebagai acuan awal (basis). Menurut John C. Instrumen keuangan derivatif adalah instrumen keuangan yang nilainya bergantung atau berasal dari variabel nilai kontrak lain atau lebih tepatnya dari mana kontrak derivatif tersebut berasal (dasar). Telah disebutkan bahwa sering kali variabel yang mendasari derivatif adalah harga aset yang diperdagangkan.

Chisholm dalam bukunya Derivatives Demystified, A Step-by-Step Guide to Forwards, Futures, Swaps and Options: 'Derivatif adalah aset yang nilainya diturunkan dari nilai beberapa aset lainnya, yang dikenal dengan istilah Underlying. Menurut Joe Duarte MD dalam bukunya “Futures and Options for Dummies”, derivatif adalah instrumen keuangan yang memperoleh nilainya bukan dari nilai intrinsiknya sendiri, namun dari keamanan dan waktu yang mendasarinya. Kontrak berjangka Suatu kontrak keuangan yang memungkinkan pembeli kontrak untuk membeli aset tertentu pada harga tertentu pada tanggal tertentu di masa depan.

Macam Derivatif

Kontrak Mata Uang Forward adalah ketika salah satu pihak berkomitmen untuk membeli atau menjual mata uang tertentu dengan nilai tukar tertentu, dengan jumlah tertentu, pada tanggal tertentu di masa depan. Kontrak berjangka ekuitas berarti suatu pihak berkewajiban untuk membeli atau menjual instrumen ekuitas atau indeks saham pada waktu tertentu di masa depan. Commodity Forward Contract adalah kontrak dengan aset dasar berupa komoditas seperti minyak, emas, jagung dan lain-lain.

Kontrak ini memungkinkan pelanggan untuk membeli atau menjual barang dengan harga tertentu di masa depan. Obligasi berjangka hampir sama dengan saham berjangka, hanya saja obligasi mempunyai tanggal kadaluarsa, sehingga kontrak berjangka dijamin akan habis masa berlakunya sebelum tanggal kadaluwarsanya. Kontrak kurs forward juga disebut kontrak kurs forward (FRA), yang alat pembayaran utamanya adalah bunga dalam mata uang tertentu.

Perhitungan Derivatif

Untuk SWAP Mata Uang, masing-masing pihak membayar tingkat bunga tetap tetapi dalam mata uang yang berbeda. Harga saham teoritis dari HMETD (Pm1) =. PMO Untuk pembangunan, dana sebesar Rp. RUPSLB memutuskan untuk melakukan right issue dengan harga pelaksanaan Rp. Jumlah saham baru yang dapat diterbitkan.

Harga teoritis HMETD dan harga teoritis saham eks HMETD d. Kapitalisasi pasar saham PT ADR setelah Rights Issue. Harga kontrak berjangka saat ini untuk pengiriman dalam tiga bulan adalah Rp 50.000 per ons. Untuk posisi long Ny. Tia menerima kiriman emas seberat 500 ons dengan harga Rp 50.000 dan langsung menjual emas tersebut dengan harga pasar Rp.

Opsi

  • Pengertian Manajemen Risiko
  • Macam -macam Risiko
  • Pengertian dan Macam Pembiayaan Campuran
  • Saham Preferen
  • Leasing
  • Warrant
  • Saham Konvertible
  • Pengertian Merger dan Akuisisi
  • Jenis-Jenis Merger dan Akuisisi

Karena investor S mempunyai opsi untuk membeli saham ACDS, maka ia berhak membeli saham tersebut seharga Rp di pasar. 100 lalu bisa menjualnya seharga Rp. Dalam hal ini, investor S berhasil mengantongi laba kotor sebesar Rp. Rp. 150-100) dan setelah dikurangi premi dibayar di muka maka keuntungan bersih atau keuntungan investor S adalah Rp. Ia meminjam saham dan membeli put option sebanyak 20 lot saham dengan strike price Rp 13.000. Ia dikenakan biaya (harga opsi Rp 300 dan biaya pinjaman saham Rp 600 per saham). Namun jika saham preferen tidak mempunyai nilai pari, dividen harus dinyatakan dalam satuan moneter.

Jadi pemegang saham biasa tidak akan menerima dividen sampai pemegang saham preferen menerima dividen sebesar Rp. Saham konversi adalah obligasi atau saham preferen atau utang yang dapat dikonversi menjadi saham biasa pada perusahaan yang sama dengan melaksanakan hak pemegang opsi. Saham preferen yang dapat dikonversi adalah saham preferen yang dapat dikonversi menjadi sejumlah saham biasa di masa depan.

Akuisisi Saham

Penggabungan dua perusahaan atau lebih yang tidak mempunyai hubungan usaha satu sama lain. Ini adalah akuisisi suatu perusahaan yang masih berkaitan dengan tahapan proses produksi atau operasional. Ini adalah pengambilalihan perusahaan yang tidak memiliki hubungan operasional atau timbal balik.

Akuisisi Aset

  • Alasan Melakukan Merger dan Akuisisi
  • Kelebihan dan Kekurangan Merger dan Akuisisi a. Kelebihan Merger
  • Reverse Acquisition

Para pemegang saham ini memilih untuk menerima penawaran tender atas sahamnya dengan menukarkan uang tunai atau surat berharga lainnya tergantung pada penawaran tersebut. Harus ada persetujuan dari para pemegang saham di setiap perusahaan, sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut memerlukan waktu yang cukup lama (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642). Pengambilalihan aset memerlukan suara pemegang saham, namun tidak memerlukan suara pemegang saham mayoritas seperti pada pengambilalihan saham, sehingga tidak ada hambatan bagi pemegang saham minoritas jika tidak menyetujui pengambilalihan tersebut (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644).

Sebuah per 30 September 20X6 sama dengan nilai tercatatnya, kecuali nilai wajar aset tidak lancar perusahaan. Jika kombinasi bisnis dilakukan dalam bentuk entitas B mengeluarkan tambahan saham biasa kepada pemegang saham entitas A sebagai. Selanjutnya diasumsikan bahwa tidak terdapat perubahan dalam jumlah saham biasa yang diterbitkan oleh entitas B pada tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X5 dan pada periode dari 1 Januari hingga tanggal akuisisi terbalik pada tanggal 30 September 20X6.

Referensi

Dokumen terkait