• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen program entrepreneurship

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "manajemen program entrepreneurship"

Copied!
166
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Konteks Penelitian

Sangat disayangkan jika lingkungan pesantren mempunyai potensi sumber daya manusia yang besar jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Dengan adanya pendidikan kewirausahaan di pesantren diharapkan dapat menjadi solusi terhadap terbatasnya lapangan kerja.

Fokus Penelitian

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengambil tema penelitian dengan judul “Manajemen Program Kewirausahaan Dalam Mengembangkan Jiwa Mandiri Santri (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo)”.

Tujuan Penelitian

Merencanakan program kewirausahaan dalam mengembangkan jiwa kemandirian santri di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo. Evaluasi program kewirausahaan dalam mengembangkan jiwa kemandirian santri di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo.

Manfaat Penelitian

Implementasi program kewirausahaan dalam mengembangkan jiwa kemandirian santri di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo. Bagi pengelola asrama Islam, penelitian ini dapat dijadikan pedoman dan pertimbangan untuk membuat program kegiatan guna meningkatkan kualitas kewirausahaan mahasiswa pada tahun berikutnya.

Kajian Terdahulu

Mengembangkan Jiwa Wirausaha Santri melalui pengembangan budaya wirausaha berbasis syariah di Pondok Pesantren Mambaul Hikam (MMH) Jombang. Perbedaan dalam penelitian ini adalah pengembangan pendidikan kewirausahaan dari semangat kewirausahaan pada pendidikan pesantren dengan pengelolaan unit usaha pesantren.

Tabel 1.1 Persamaan dan Perbedaan Kajian terdahulu   dengan penelitian sekarang
Tabel 1.1 Persamaan dan Perbedaan Kajian terdahulu dengan penelitian sekarang

Definisi Operasional1

Bahwa prestasi dalam penerapan pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan kemandirian peserta didik dalam mengelola unit usaha yang dikelolanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari peserta didik. Keterampilan santri dalam mengelola unit usaha dapat diberikan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. baik di bidang industri, perdagangan, kesehatan dan pendidikan.

Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORETIK

Manajemen Pendidikan Entrepreneurship

  • Definisi Manajemen
  • Pendidikan Entrepreneurship
  • Pengembangan Jiwa Entrepreneurship
  • Esensi Pendidikan Entrepreneurship Santri

11 Rahmat Shodiqin dan Daud Yahya, Kewirausahaan dan Pendidikan Pondok Pesantren Kalimantan Selatan, (Banjarmasin: Antasari Press, 2018), 21. 27 Makna kewirausahaan di pondok pesantren adalah kemampuan dan semangat pondok pesantren untuk menjadi generasi yang mandiri di bidang perekonomian. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan kewirausahaan santri adalah upaya sadar dan terencana yang dilakukan pondok pesantren untuk memperbaikinya.

Perumahan Islam sampai batas tertentu tergolong lembaga pendidikan terkemuka, artinya berhasil merintis dan menunjukkan pemberdayaan, baik dari segi penyelenggaraan mandiri maupun pendanaan (self financing). Selain menjalankan tugas pokoknya sebagai lembaga pendidikan Islam yang bertujuan untuk memulihkan keulamaan, pondok pesantren menjadi pusat kegiatan pendidikan yang konsisten dan relatif berhasil dalam membangun semangat kemandirian.

Tabel 2.1 Indikator Karakter Entrepreneur  Kualitas  sumber  daya  manusia  bisa  dilakukan  kepala  madrasah melalui kegiatan yang memunculkan kreativitas sebagai
Tabel 2.1 Indikator Karakter Entrepreneur Kualitas sumber daya manusia bisa dilakukan kepala madrasah melalui kegiatan yang memunculkan kreativitas sebagai

Pondok Pesantren

  • Unsur-Unsur Pondok Pesantren
  • Nilai-Nilai Pendidikan Pesantren

Sebagai lembaga pendidikan dan pembelajaran, pesantren dapat beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan zaman, sehingga diharapkan santri mempunyai langkah-langkah dasar dalam berinteraksi dengan dunia luar ketika menyelesaikan studi di pesantren.44. Untuk melatih santri berwirausaha, pesantren umumnya mempunyai koperasi (kopontren) yang dipimpin oleh santri senior. Masjid merupakan pusat pendidikan dalam tradisi pesantren, sehingga tidak dapat dipisahkan dari unsur pesantren.

Pokok-pokok pedoman dan acuan sistem pendidikan yang dikembangkan di pesantren adalah nilai-nilai moral, sehingga pendidikan di pesantren selalu menampilkan wajah yang terkesan tradisional, klasik dan apa adanya. Pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan intelektual saja, namun juga pendidikan spiritual, moral dan juga lembaga pendidikan sosial dan kemasyarakatan.56.

Kemandirian

  • Konsep Kemandirian
  • Indikator Kemandirian
  • Kemandirian Santri

Kemandirian emosional, yaitu kemampuan mengendalikan emosi sendiri dan tidak bergantung pada kebutuhan emosional orang lain. Kemandirian finansial, yaitu kemampuan mengelola keuangan sendiri dan tidak bergantung pada kebutuhan keuangan orang lain. Kemandirian sosial, yaitu kemampuan berinteraksi dengan orang lain dan tidak bergantung pada tindakan orang lain.

Indikator kemandirian santri dapat ditunjukkan sebagai berikut: 1) rasa percaya diri santri yang tinggi merupakan modal utama dalam menciptakan kemandirian, 2) santri mempunyai tingkat kepercayaan yang cukup tinggi baik terhadap dirinya maupun lembaganya, 3) santri dapat mengontrol dirinya menentang pelarangan pesantren, 4) santri dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya baik dalam tinggal maupun belajar di pesantren, 5) santri mempunyai tanggung jawab yang baik terhadap dirinya dan pesantren, 6) santri saling membantu dalam permasalahan , 7) siswa mempunyai harapan yang tinggi terhadap keberhasilannya di masa depan, 8) kreativitas dan inovasi siswa terlihat dalam kegiatan pengelolaan unit usaha, 9) siswa menunjukkan tingkat kemandirian yang baik dalam belajar mandiri, 10) siswa memiliki keterampilan tertentu dalam mengatur kehidupan.68. Model pengembangan kemandirian santri diawali dengan proses internalisasi nilai-nilai yang dibentuk oleh proses dinamis yang dimulai dari masuknya santri ke pesantren, pembelajaran sejawat, tugas pengelolaan aktivitas, pemberian kecakapan hidup untuk mengembangkan karakter mandiri dan memiliki karakter yang mandiri. semangat kewirausahaan.

METODE PENELITIAN

Metode dan Pendekatan

Penelitian ini bermula dari kasus dimana jiwa kewirausahaan santri ditumbuhkan sejak dini melalui sikap mandiri dalam hidup di pondok pesantren dan upaya pondok pesantren dalam memberikan pelayanan mandiri kepada santrinya guna meningkatkan sistem pembelajaran. dan kelangsungan hidup. Berawal dari situlah Pondok Pesantren Darul Huda mendirikan beberapa unit usaha yang melayani segala kebutuhan hidup dan belajar para santri. Kemudian unit usaha menjadi wadah untuk mengembangkan jiwa kemandirian mahasiswa menjadi jiwa wirausaha untuk melatih keterampilan dan kreativitas dalam pengelolaan unit usaha.

Data dan Sumber Data

Data sekunder yang berkaitan dengan penelitian ini berasal dari dokumen atau data yang berkaitan dengan penelitian. Misalnya saja dokumen santri yang mendapat pelatihan terkait pendidikan kewirausahaan yang didukung oleh visi dan misi Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo, dokumen pelaksanaan pendidikan kewirausahaan, dokumen sejarah berdirinya, dokumentasi letak geografis, pemasaran. dokumentasi, dokumen tentang sarana dan prasarana serta dokumen tentang jumlah peserta didik.

Teknik Pengumpulan Data

Dari para informan tersebut akan diambil data mengenai konsep manajemen pendidikan kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Darul Huda. Dari informan tersebut akan dikumpulkan data tentang proses pelaksanaan pendidikan kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Darul Huda. Dari para informan tersebut dapat digali data tentang pengelolaan pendidikan kewirausahaan yang dijalankan oleh pengurus pondok pesantren.

Dari para informan tersebut dapat digali data tentang bagaimana unit usaha tersebut mampu mengembangkan semangat kemandirian yang sudah dimiliki mahasiswa. Dari para informan tersebut akan diambil data mengenai pengelolaan pendidikan kewirausahaan yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja.

Analisis Data

Data yang dikumpulkan melalui dokumentasi berkaitan dengan dokumen profil pondok pesantren dan foto-foto yang relevan dengan penelitian yang memuat seluruh komponen pengelolaan program kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Darul Huda berupa kegiatan pengelolaan unit usaha, pelatihan kerja. pusat pelatihan, pengawasan kepala dinas, wisma Islam dan jumlah unit usaha yang dikelola. Pada tahap awal peneliti melakukan eksplorasi di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak mengenai latar belakang didirikannya unit usaha, penentuan pegawai atau santri yang terlibat dalam pengelolaan unit usaha, penetapan unit usaha. program unit, pelaksanaan dan evaluasi unit usaha sebagai wadah pendidikan wirausaha mahasiswa. Peneliti memilih, memfokuskan, menyederhanakan, mengekstraksi dan mentransformasikan data yang ada di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak mengenai pengelolaan program kewirausahaan.

Dalam model teknik analisis data ini, yang paling banyak digunakan untuk menyajikan data adalah teks narasi terkait program kewirausahaan yang dijalankan di Pondok Pesantren Darul Huda. Peneliti mereduksi dan menyajikan data dalam satuan yang saling terhubung sebelum, pada saat dan setelah pengumpulan data di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak karena peneliti ingin memperkuat hasil kesimpulan dalam penelitian ini.

Teknik Pengecekan Data

Berdirinya unit usaha di lingkungan Pondok Pesantren Darul Huda menjadi titik awal terlaksananya kegiatan pendidikan kewirausahaan. 75 Mengembangkan jiwa kemandirian santri melalui pendidikan kewirausahaan merupakan program utama unit usaha pondok pesantren Darul Huda. Semangat kemandirian santri Pondok Pesantren Darul Huda Mayak dikembangkan dalam pengelolaan unit usaha sebagai sarana pendidikan kewirausahaan santri.

Di bawah ini adalah dokumentasi yang ditemukan peneliti yang mempertegas sebaran penanggung jawab unit usaha di Pondok Pesantren Darul Huda.5. Koordinator merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di unit usaha Pondok Pesantren Darul Huda Mayak. Pendidikan kewirausahaan yang dikembangkan di Pondok Pesantren Darul Huda lebih berfokus pada keterampilan dan kemampuan santri dalam mengelola unit usaha.

Pengelola unit usaha Pondok Pesantren Darul Huda harus melayani segala kebutuhan santri dengan sepenuh hati.

PERENCANAAN PENDIDIKAN

Analisis Data

Sinkronisasi dan Transformatif

PELAKSANAAN PENDIDIKAN

Paparan Data

Hal ini terkait dengan pendidikan kewirausahaan dalam mengelola unit usaha sebagai bentuk upaya mengembangkan kemandirian pikiran peserta didik. Berdasarkan hasil observasi pada unit usaha Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, pendidikan kewirausahaan meliputi pengelolaan usaha, penugasan dan pembinaan. Pengembangan jiwa kemandirian santri melalui pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Darul Huda dilakukan secara terprogram dalam pengelolaan unit usaha dan balai pelatihan kerja.

Koordinator masing-masing unit usaha akan bertanggung jawab terhadap proses pelaksanaan unit usaha di Pondok Pesantren Darul Huda. Pelaporan keuangan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban yang memberikan laporan untuk mencapai maksud dan tujuan unit usaha di Pondok Pesantren Darul Huda. Perencanaan dalam pengelolaan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak dilakukan dengan penetapan unit usaha, penetapan sistem dan kebijakan, serta perencanaan untuk mengembangkan jiwa kemandirian santri melalui pengelolaan unit usaha.

Penerapan manajemen pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak diawali dengan pembentukan jiwa kewirausahaan dari jiwa kemandirian santri, kemudian pemberian jiwa kemandirian dalam upaya pengelolaan unit usaha.

Analisis Data

Sinkronisasi dan Transformatif

EVALUASI PENDIDIKAN

PENUTUP

Kesimpulan

Semangat kemandirian yang tertanam dalam diri santri dikembangkan dalam pengelolaan unit usaha yang melatih inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan dan menjalankan unit usaha yang dimiliki pesantren. Bimbingan dan arahan diberikan oleh pengurus Asatidz dan didukung oleh pelatihan dari pihak luar yang berkualifikasi. Evaluasi dalam pengelolaan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak dilakukan secara bertahap, dimulai dari lingkup pengurus unit usaha itu sendiri, kemudian hasilnya dilaporkan oleh penanggung jawab unit usaha kepada bagian keuangan pusat. . departemen dan kepala bagian pondok pesantren.

Evaluasi dilakukan sebulan sekali terhadap anggota pimpinan unit usaha, sedangkan evaluasi terhadap pimpinan pesantren dilakukan setiap 6 bulan sekali atau pada akhir tahun ajaran baru. Sehingga kekurangan yang ada dapat diperbaiki berdasarkan saran dan petunjuk dari pengurus Asatidz dan juga pengurus villa.

Saran

87 penanggung jawab unit usaha dengan mahasiswa menutupi kekurangan informasi dengan mengikutsertakan mahasiswa dalam unit usaha. Oleh karena itu, perlu adanya keterbukaan informasi antara pengurus unit usaha dengan mahasiswa mengenai tata cara bergabung dengan unit usaha asrama, sehingga pengurus unit usaha tidak kekurangan anggota. Setiap unit usaha mempunyai penanggung jawab sebagai pengawas dan pengawas, namun kurangnya kedisiplinan baik dalam bekerja maupun kerjasama dengan unit usaha lain menyebabkan terhambatnya pengembangan unit usaha dan kritik dari pengurus mahasiswa.

Oleh karena itu, sebaiknya penanggung jawab meningkatkan kontrolnya terhadap kedisiplinan mahasiswa demi kemajuan unit usaha dan kepuasan pelanggan. Penilaian terhadap manajemen pendidikan kewirausahaan yang dilakukan di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak sangat baik.

Referensi

Dokumen terkait