• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mandat Pemuridan Keluarga: Kolaborasi

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Mandat Pemuridan Keluarga: Kolaborasi"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

Buku “Amanat Pemuridan Keluarga – Kolaborasi” merupakan kumpulan kesaksian dari gereja-gereja yang mengikuti gerakan Ulangan 6 yang diselenggarakan oleh Eunice Foundation sejak tahun 2013. Gereja-gereja ini adalah gereja-gereja yang memiliki pemimpin/aktivis yang ditugaskan untuk memulai pemuridan keluarga di dalamnya. Gereja. Alhamdulillah, setidaknya ada 8 perwakilan gereja yang telah membuka diri untuk berbagi suka duka dalam mengimplementasikan visi dan misi “Amanat Pemuridan Keluarga” ini.

Dalam seminar tersebut, Pendeta kami menangkap Visi Pemuridan Keluarga, yang sangat penting dalam membangun jemaat.

DARI MENGARAHKAN PERSEKUTUAN YANG SUDAH ADA KEPADA PERJUANGAN

YANG TIDAK DIBATASI WAKTU DAN TEMPAT

Gereja harus bermitra dengan keluarga dan harus benar-benar memiliki fokus yang jelas pada proses, manajemen dan tujuan yang ingin dicapai oleh pelayanan itu sendiri. Ketiga, Gereja harus menciptakan sistem pelayanan yang jelas: tujuan, gambaran siswa yang ingin dijangkau, proses untuk menghasilkan siswa di setiap fase usia dan antar usia. Gereja harus berani menghapus kegiatan rohani yang dianggap baik tetapi tidak menghasilkan proses pemuridan.

Ini tidak mudah karena menjadi tidak populer, bertentangan dengan arus, kegiatan lama yang dianggap baik dan harus ada di gereja harus ditinggalkan.

KEBERANIAN MEMULAI PENDAMPINGAN UNTUK CALON PASANGAN SUAMI ISTRI

SECARA KOMPREHENSIF DAN INTENSIF

Satu hal yang sangat menarik jika kita melihat anak-anak generasi sekarang yang rata-rata hidup intensif dengan gadget adalah mereka sangat antusias menanggapi diskusi di kelas. Awalnya kami merasa diskusinya tidak menarik dan berdampak kecil, bahkan mereka sangat bersemangat ketika interaksinya langsung dan didengarkan. Mereka sangat haus akan hubungan interaktif dan mendapatkan informasi tentang apa yang akan mereka hadapi dalam kehidupan berumah tangga.

Untuk bahan guide, kami telah meminta ijin kepada GKY untuk menggunakan bahan yang digunakan di PMC GKY Green Ville. Dampak dari perubahan sebelum dan sesudah bergabung dengan PMC dapat dilihat pada hubungan antara calon pasangan. Melalui pekerjaan rumah dan diskusi yang intens tentang masalah kehidupan pernikahan, mereka menjadi lebih percaya diri untuk memasuki hubungan yang matang dan bertanggung jawab.

Jika mentor menyadari bahwa pelayanan ini adalah panggilan dan bukan pilihan, maka dia juga memiliki hati untuk melayani calon pasangan ini. Biasanya lebih mudah untuk area yang berbeda, seperti paduan suara, penjaga gawang, dan lainnya. Kami bersyukur bahwa Tuhan mengirimkan pasangan yang bersedia untuk berkomitmen satu hati untuk melayani pasangan masa depan memasuki kehidupan berumah tangga.

Gereja harus memperjuangkan program-program yang dibutuhkan saat ini, karena dilandasi kenyataan bahwa kehidupan pernikahan di zaman “sekarang” semakin sulit dan semakin menjurus pada kegagalan-kegagalan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Semangat mempersiapkan calon pasangan suami istri akan muncul jika kita benar-benar memahami apa rencana besar Tuhan untuk pernikahan.

MEMULAI DENGAN LANGKAH SEDERHANA

Namun dengan pembinaan, khotbah keluarga di setiap akhir bulan, Anda membantu jemaat memahami pentingnya menerapkan Firman Tuhan dalam keluarga. Mendorong setiap keluarga untuk menerapkan langkah paling sederhana (perubahan 2 derajat), melalui pengumuman, khotbah, seminar keluarga yang disampaikan oleh pembicara Eunike Foundation. Gerakan amanat keluarga dalam Ulangan 6 ini harus baik karena merupakan perintah dari Firman Tuhan ketika bangsa Israel memasuki tanah Kanaan.

Yang Tuhan perintahkan bukan bagaimana memperkuat pertahanan, pertanian, ekonomi, perdagangan, kekuatan militer, tetapi para ayah harus mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada anak-anaknya. Jemaat saya kebanyakan adalah pedagang dan buruh, sehingga jarang membicarakan masalah pribadi atau membicarakan Firman Tuhan di tengah keluarga. Gerakan ini mengingatkan para ayah akan tugas dan tanggung jawabnya agar dapat mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada keluarganya.

Saat kami melakukan ibadah bersama, kami mulai dengan anak-anak dan remaja duduk bersama orang tua mereka dan menyanyikan lagu pujian bersama sebagai satu keluarga. Setelah penyampaian Firman Tuhan, anak-anak pergi ke kelas Sekolah Minggu, para remaja bergabung dengan orang tua mereka. Sewaktu tema keluarga dimasukkan dalam khotbah gabungan kebaktian, ada protes awal dari para penatua yang berusia 60 tahun ke atas.

Di gereja kami, kelompok sel dibentuk berdasarkan keluarga, pasangan suami istri, remaja, ada juga yang berdasarkan kelompok umur tergantung seberapa nyaman mereka. Jika ada gereja yang ingin memulai pemuridan keluarga, yang terpenting adalah hamba Tuhan dan pengurus sepakat untuk memimpinnya agar program ini lebih mudah dijalankan.

KEBERANIAN MEMUTAR KAPAL BESAR

Apalagi untuk anak kecil tentu membutuhkan orang tua di rumah karena tidak bisa. Pertanyaan ini kemudian akan mendorong orang tua untuk terus mengikuti anaknya dalam membaca Alkitab. Kami juga memiliki grup whatsapp untuk orang tua sehingga orang tua dapat mengajukan pertanyaan yang muncul dari anak-anak, dibahas di grup dan dijawab oleh para hamba Allah di grup.

Dengan cara ini, gereja memperlengkapi orang tua yang berusaha menjawab pertanyaan anak-anak mereka dalam proses pembacaan Alkitab keluarga secara teratur. Setelah memulai program ini, kami melihat dampak positif bagaimana percakapan rohani antara orang tua dan anak mulai berkembang. Selain itu, orang tua dianjurkan untuk membaca Alkitab lebih dalam agar bisa berdiskusi tentang Firman Tuhan dengan anak-anak mereka.

Membekali orang tua untuk membesarkan anaknya sesuai Firman Tuhan dengan materi yang terintegrasi dan komprehensif. Dampak dari program pemuridan keluarga ini terlihat pada meningkatnya kepedulian orang tua terhadap kegiatan yang biasa dilakukan oleh anak, misalnya: paduan suara dan ansambel anak. Para orang tua kini lebih mau bertanya tentang masalah-masalah yang mereka hadapi, terutama yang berkaitan dengan pertumbuhan rohani anak-anak mereka.

Jaman dimana anak-anak punya dunianya sendiri, remaja punya dunianya sendiri, lalu orang tua punya dunianya sendiri. Itu harus kita perjuangkan karena itu adalah tanggung jawab dari Tuhan yang diberikan kepada orang tua kepada anak yang dititipkan oleh Tuhan.

DUA RODA BERJALAN BERSAMA ORANG TUA & MENTOR DALAM MEMBINA IMAN

REMAJA

Menyadari hal tersebut, kami mulai merekrut beberapa orang tua yang memiliki pengalaman membesarkan remaja. Dua hal inilah yang menjadi pendorong nyata untuk mengajak orang tua berpartisipasi dalam parenting education bagi anak remajanya. Pertama, orang tua belum terbiasa dengan program baru ini, sehingga tugas dan tanggung jawab yang diberikan terasa membebani.

Namun, kami tetap mendorong orang tua untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang sebenarnya karena mereka juga memilikinya. Sehingga hiruk pikuk orang tua yang sudah tua biasanya terserap di luar, saat harus menyelesaikan tugas. Namun kami tidak putus asa, kami terus berusaha hingga akhirnya kami berhasil mendapatkan satu hari untuk kegiatan orang tua dan remaja.

Selain proyek Klik, kami juga sedang merencanakan proyek untuk membangun hubungan orang tua-remaja yang kami namakan Proyek Cinta. Oleh karena itu peran orang tua sangat kuat dalam hal ini yaitu pada saat anak masih duduk di bangku kelas 7. Biasanya, anak dari orang tua yang mengikuti kelas parenting lebih berkomitmen untuk berpartisipasi dalam kelompok kecil mereka.

Oleh karena itu, bagi para orang tua yang mengikuti kelas parenting remaja, anak-anak merekalah yang kami prioritaskan untuk bergabung dalam kelompok kecil remaja. Para orang tua melihat hal ini secara positif karena spiritualitas anak-anak mereka tumbuh dalam kelompok-kelompok kecil.

SATU GERBONG dalam PERJALANAN PERNIKAHAN – DARI SATU FASE KE FASE

LAINNYA

Pelatihan melalui Life Group sebenarnya merupakan bagian dari tahap demi tahap yang sedang kami selenggarakan untuk meningkatkan keimanan anggota gereja. Untuk itu, Family Development di gereja kami dibedakan menurut tahapan perkembangan usia pernikahan masing-masing keluarga. Kelompok Pernikahan Dini melebarkan sayapnya dengan melayani teman-teman Perkembangan Pranikah dengan tujuan mempersiapkan mereka untuk memasuki realitas kehidupan pernikahan yang sebenarnya.

Kelompok Kawin Madya juga melayani teman-teman di Nikah Dini sebagai bagian dari komitmen mereka untuk regenerasi dalam pelayanan dan pembinaan. Kelompok Pernikahan Lanjutan lebih berkonsentrasi melakukan pembinaan dasar mengenai komunikasi kepada setiap pasangan pada usia pernikahan yang berbeda, terutama melalui acara retret: pasangan akhir pekan. Selain life group leader, kami juga menyediakan 'pemain cadangan' yang siap menggantikan pasangan lain yang tidak bisa memimpin group.

Life Group yang diadakan di gereja sebulan sekali ini selalu dihadiri oleh anak-anak. Kami akan mengadakan retret pemulihan silsilah keluarga yang berkelanjutan setelah melakukan retret Penyembuhan di kelompok Pernikahan Dini. Oleh karena itu 2 kali dalam setahun para penggiat pasangan Nikah Dini akan mengikuti Retret Perkembangan Pra Nikah di gereja kami.

Dalam kasus tertentu, ada pasangan yang sulit melanjutkan Life Group (LG) mereka karena memiliki konflik internal di dalam keluarga. Kami sedang mendekati seorang pendeta emeritus untuk membimbing pasangan ini karena usia pernikahan mereka sekitar 25 tahun ke atas.

DI MANA ADA KERINDUAN DAN USAHA, DI SITU ADA PERTUMBUHAN

Melihat hal tersebut, saya memutuskan untuk terus menjalani tantangan ini karena saya yakin masih ada keluarga yang mendapat manfaat dari pembelajaran ini. Jika ada kerjasama, mis. anak-anak disimpan oleh Komisi Sekolah Minggu pada pertemuan ini, dan orang tua berada di ruangan lain pada waktu yang sama, tentu akan sangat baik. Jadi selama ini yang kami lakukan adalah para orang tua dijamah dulu dan berharap nanti para orang tua mempraktekkannya bersama anak-anaknya di rumah.

Dampak yang paling jelas adalah pertumbuhan dalam pasangan dan keluarga yang berpartisipasi. Melalui grup GKGW ini, keluarga yang biasanya tidak memiliki mentor memiliki mentor, kelompok dan komunitas yang tumbuh bersama. Gereja adalah tubuh Kristus, setiap kegiatan harus bersatu dalam tujuan yang sama, yaitu pertumbuhan.

Ketika keluarga muda tumbuh, keluarga yang lebih tua perlu memberikan bimbingan. Seberapa besar komitmennya, selain dukungan dari panitia lain, misalnya panitia anak, juga memperhatikan anak dari orang tua yang mengikuti kelas bimbingan ini. Jadi ketika kita belajar cara membesarkan anak, sebenarnya kita belajar bagaimana menjadi orang tua.

GKGW mengajak kita untuk melihat apa prinsip Firman Tuhan dan apa yang Tuhan kehendaki dari kita sebagai orang tua. Ketika gereja dapat memupuk semangat ini dalam diri orang tua, maka orang tua akan menjadi orang tua yang berpengharapan kepada Tuhan, tidak mudah menyerah, dan terus belajar dan bertumbuh dalam Firman.

Referensi

Dokumen terkait

The implementation of the HT-el System at the Karanganyar Regency Land Office is carried out based on the Regulation of the Minister of Agrarian and Spatial