• Tidak ada hasil yang ditemukan

Marsupialization is the surgical technique of cutting a slit into an abscess or cyst and suturing the edges of the slit to form a continuous surface from the exterior surface to the interior surface

N/A
N/A
Taufik Qurohman

Academic year: 2024

Membagikan "Marsupialization is the surgical technique of cutting a slit into an abscess or cyst and suturing the edges of the slit to form a continuous surface from the exterior surface to the interior surface"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

CONTOH PENERAPAN 3 S (SDKI, SIKI, SLKI) DALAM KHANZA

SUBJEK OBJEK ASSESMEN PLAN INSTRUKSI KONDISI KLINIS

TERKAIT 1 - Mengeluh sulit

menggerakkan ekstremitas - Nyeri saat

bergerak - Enggan /

cemas melakukan pergerakan

- Kekuatan otot ektremitas - Rentang gerak

(ROM) menurun - Sendi kaku - Gerakan terbatas

- Gangguan mobilitas

fisik - Kekuatan otot

meningkat 4/4

- Rentang gerak (ROM) meningkat

- Pergerakan

ekstremitas meningkat - Nyeri 0-2

Observasi :

- Identifikasi adanya nyeri/kel fisik

- Identifikasi toleransi fisik saat ambulasi

- Monitor kondisi umum selama ambulasi

Terapeutik :

- Fasilitasi melakukan mobilisasi fisik jika perlu dg menggunakan alat bantu - Libatkan klg untuk membantu

dlm meningkatkan ambulasi Edukasi :

- Jelaskan tujuan dan prosedur ambulasi

- Ajarkan ambulasi sederhana yg hrs dilakukan (berjalan sesuai toleransi)

-STROKE -TRAUMA -FRAKTUR

-CEDERA MEDULA SPINALIS

2 -Subjek (-) sesuai kondisi pasien : DEFINISI : BERISIKO MENGALAMI PENURUNAN SIRKULASI DARAH KE OTAK

- Kesadaran : - GCS : - TTV - Skala nyeri - SPO2 : - Reflek syaraf :

- Risiko perfusi serebral

tidak efektif - Tingkat kesadaran meningkat Kesadaran composmetis

- Nyeri kepala 0-2 - Tidak gelisah

Observasi :

- Monitor tingkat kesaran - Monitor status kardiopulmonal - Monitor status oksigenasi - Monitor status cairan Terapeutik :

- Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi - Lakukan hidrasi

Edukasi :

- Informasikan tanda dan gejala darurat yg hrs dilaporkan

-STROKE

-CEDERA KEPALA -TUMOR OTAK -HIPERTENSI -IMA

dll

(2)

(mis. Nyeri hebat, penurunan kesadaran, dll)

Kolaborasi : - Pemberian cairan - Pemberian produk darah - Pemberian obat pengontrol

perdarahan 3 Mengeluh lelah,

lemah Merasa tdk nyaman setelah beraktivitas Sesak saat/setelah aktivitas

T=N = SPO2=

( frekuensi jtg meningkat >20%

kondisi istirahat, TD berubah >20% kondisi istirahat)

- Sianosis - Gambaran EKG

menunjukkan iskemia/ aritmia saat/setelah aktivitas

- Intoleransi aktivitas -Saturasi oksigen meningkat SPO2= 90- 98

-TD dan nadi dalam batas normal

-Keluhan lelah saat beraktifitas menurun -Tidak sesak saat/setelah

beraktivitas -Gambaran EKG tdk

iskemik/aritmia

Observasi :

- Monitor kelelahan fisik dan emosional

- Monitor pola dan jam tidur - Monitor lokasi dan

ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas Terapeutik :

- Lakukan latihan rentang gerak pasif/aktif

- Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan Edukasi :

- Anjurkan aktivitas secara bertahap

- Anjurkan tirah baring

- Ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan Kolaborasi :

- Dengan ahli gizi ttg

peningkatan asupan makanan - Terapis dalam program

aktivitas

-GG JANTUNG -PENYAKIT JTG

KORONER -ANEMIA -PPOK

-GG METABOLIK -GG

MUSKULOSKELETAL

4 - Mengeluh mudah lelah, sesak, batuk

- Edema - Distensi vena

jugularis

- Penurunan curah

jantung - Edema menurun

- Distensi vena jugularis menurun

Observasi :

- Monitor tanda gejala penurunan curah jantung (dispnea, kelelahan, edema,

-GAGAL JANTUNG KONGESTIF -PJB

(3)

- TD

meningkat/menurun - Bradi/takikardi - CRT >3 dtk - Kulit pucat/sianosis - Terdengan bunyi jtg

S3 dan atau S4 - Gambaran EKG

aritmia / gg konduksi

- CRT < 3dtk

- Tdk bradi/takikardi: N=

60 – 100 x/mnt

orthopnea)

- Monitor tekanan darah - Monitor intake dan output - Monitor saturasi oksigen - Monitor EKG

Terapeutik :

- Berikan posisi semi fowler/fowler atau posisi nyaman

- Berikan oksigen untuk mempertahan SPO2 > 94%

- Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi stres jika perlu Edukasi :

- Anjurkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi - Anjurkan untuk modifikasi

pola hidup sehat Kolaborasi :

- Rujuk ke program rehabilitasi jantung

- Pemberian antiaritmia jika perlu

-SINDROM KORONER AKUT

-ARITMIA -dll

5 - mengeluh terasa sensasi spt kesemutan / mati rasa di lengan, tangan atau kaki - nyeri ektremitas

- CRT > 3dtk - Akral dingin - Kulit pucat

- Turgor kulit menurun - Hb = ....(penurunan

hemoglobin)

- Perfusi perifer tidak

efektif - Sensasi rasa

meningkat : tdk kesemutan - Sirkulasi perifer

membaik (nadi perifer kuat)

- CRT < 3 dtk - Akral hangat

- Nyeri ekstremitas 0-2 - Turgor kulit baik - Hb > 10

Observasi :

- Periksa sirkulasi perifer (edema, pengisian kapiler, warna, suhu)

- Identifikasi penyebab perubahan sensasi - Monitor panas, nyeri atau

bengkak ekstremitas Terapeutik :

- Lakukan hidrasi

-DM -VARISES

-TROMBOFLEBITIS -ANEMIA

-dll

(4)

- Lakukan pencegahan infeksi - Hindari pengukuran TD,

pemasangan infus atau pengambilan darah di area keterbatasan perfusi Edukasi :

- Anjurkan memakai sepatu lembut dan bertumit rendah - Informasikan tanda gejala

darurat yg hrs dilaporkan (rasa nyeri, hilang rasa) - Edukasi peningkatan nutrisi Kolaborasi :

- Pemberian analgesik dan kortikosteroid, bila perlu - Pemberian pruduk darah, bila

perlu 6 - Subjek (-)

sesuai keluhan : mengeluh badan panas

- TTV khususnya peningkatan suhu tubuh

- Takikardi - takipnea - Kulit trs hangat - Kulit merah - Kejang

- Hipertermi - Suhu tubuh norma S=

36,5 – 37 - N=

- RR=

Observasi :

- Monitor TTV khususnya suhu tubuh

- Monitor intake dan output - Identifikasi penyebab

hipertermi Terapeutik :

- Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi adequat

- Berikan kompres

- Sediakan lingkungan yang dingin / nyaman

Edukasi :

- Anjurkan tirah baring Kolaborasi :

- Pemberian cairan dan elektrolit intra vena, bila perlu

-PROSES INFEKSI -DEHIDRASI -TRAUMA -STROKE -HIPERTIROID -PREMATURITAS -dll

(5)

- Pemberian antipiretik, bila perlu

7 - - Kulit dingin/hangat

- Menggigil

- Suhu tubuh fluktuatif - Pucat

- CRT > 3 dtk - Kejang

- Termoregulasi tidak

efektif - Suhu normal S= 36,5

– 37

- Tdk menggigil - Tidak kejang

Observasi :

-Monitor suhu tubuh sampai stabil

-Monitor tekanan darah, nadi dan pernapasan

-Monitor warna dan suhu kulit -Monitor dan catat tanda dan

gejala hipotermi atau hipertermia

Terapeutik :

- Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi yang adequat

- Sesuaikan suhu lingkungan dengan kebutuhan pasien - Bedong bayi segera setelah

lahir untuk mencegah kehilangan panas

- Masukkan bayi dengan BBLR ke dalam plastik segera setelah lahir (mis. Bahan polyethilene, polyurethane) Edukasi :

- Jelaskan cara pencegahan heat exhaustion dan head stroke

- Jelaskan cara pencegahan hipotermi karena terpapar udara dingin

- Demonstrasikan tehnik perawatan kanguru untuk bai dengan BBLR

Kolaborasi

- Pemberian antipiretik, jika

-INFEKSI / SEPSIS -CEDERA MEDULA

SPINALIS -PEMBEDAHAN -TRAUMA

-CEDERA OTAK AKUT

(6)

perlu 8 - Batuk

- Sesak

- Batuk tidak efektif/

tdk mampu batuk - Sputum berlebih - Whezing dan atau

ronkhi kering - Mekonium di jln

napas pd neonatus

- Bersihan jalan nafas

tidak efektif - Batuk efektif meningkat - Produksi sputum

menurun - Wheezing -/- - Frekuensi nafas

membaik RR= 12-20 x/mnt)

Observasi

- Identifikasi Kemampuan Batuk

- Monitor Adanya Retensi Sputum

- Monitor Tanda Dan Gejala Infeksi Saluran Napas - Monitor Input Dan Output

Cairan Terapeutik

- Atur Posisi semi-Fowler Atau Fowler

- Berikan minuman hangat - Berikan oksigen, bila perlu Edukasi

- Jelaskan Tujuan Dan Prosedur Batuk Efektif Kolaborasi

-Kolaborasi Pemberian Mukoliti Atau Ekspektoran, Jika Perlu

-

9 - Mengeluh sesak - Rasa tdk

nyaman saat bernafas (orthopnea)

- Pola nafas abnormal (takipnea, bradipnea, - Penggunaan otot

bantu pernafasan - Fase ekspirasi

memanjang - Pernafasan cuping

hidung

- Pola nafas tidak efektif - Pola nafas normal dg RR= 12-20 x/mnt - Tdk ada penggunaan

otot bantu nafas - Tdk ada pernafasan

cuping hidung

Observasi

- Monitor pola napas - Monitor bunyi napas - Monitor sputum Terapeutik

-Pertahankan kepatenan jalan napas

-Posisikan semi fowler atau fowler

-Berikan minum hangat -Lakukan fisioterapi dada, jika

perlu

-DEPRESI SSP -CEDERA KEPALA -TRAUMA THORAKS -STROKE

-dll

(7)

-Lakukan penghisapan lendir kurang dari 15 detik -Lakukan hiperoksigenasi

sebelum penghisapan endotrakeal

-Keluarkan sumbatan benda padat dengan forsep McGill -Berikan oksigen, jika perlu

Edukasi

- Anjurkan asupan cairan, jika tidak kontradiksi

- Ajarkan teknik batuk efektif Kolaborasi

- Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran, mukolitik, jika perlu.

10 Mengeluh nyeri T= 120/80 N= 100 x/mnt Skala nyeri= 4 Tampak meringis Gelisah

Sulit tidur

- Nyeri Akut Skala nyeri= 0-2 Pasien tampak tenang Tdk mengalami kesulitan tidur

Observasi

- Identifikasi lokasi, karakteristik, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri - Identifikasi skala nyeri - Identifikasi respon nyeri non

verbal

- Identifikasi faktor yang

memperberat dan

memperingan nyeri Terapeutik

-Berikan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri

-Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri -Fasilitasi istirahat tidur

-Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam

-KONDISI PEMBEDAHAN -CEDERA TRAUMATIS -INFEKSI

-SINDROMA KORONER AKUT

-GLAUKOMA

(8)

pemilihan strategi meredakan nyeri

Edukasi

-Jelaskan penyebab periode dan pemicu nyeri

-Jelaskan strategi meredakan nyeri

-Ajarkan teknik

nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri

Kolaborasi

- Kolaborasi pemberian analgetik jika perlu

11 Mengeluh tidak nyaman, sulit tidur, lelah, gatal

- TTV - Gelisah - Tampak

merintih/menangis

- Gangguan rasa

nyaman -Keluhan tdk nyaman

menurun -Tidak gelisah

-Tidak merintih/menangis

Observasi:

-Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri

-Identifikasi skala nyeri -Identifikasi respon nyeri non

verbal

-Identifikasi faktor yang memperberat dan memperringan nyeri Terapiutik:

-Berikan teknik non farmakologi untuk mengurangi nyeri (mis:TENS, kompres hangat/

dingin, terapi pijat) -Kontrol lingkungan yang

memperberat nyeri -Fasilitasi istirahat tidur -Pertimbangkan jenis dan

sumber nyeri dalam pemilihan

-PENYAKIT KRONIS -KEGANASAN -DISSTRES

PSIKOLOGIS -KEHAMILAN

(9)

strategi meredakan nyeri Edukasi:

-Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri

-Jelaskan strategi meredakan nyeri

-Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri

-Anjurkan menggunakan analgetik secara tepat -Ajarkan teknik non farmakologi

untuk mengurangi rasa nyeri Kolaborasi

-Kolaborasi pemberian anlgetik jika perlu

12 Mengeluh mual, ingin muntah, nafsu makan menurun, mulut terasa asam

TTVPorsi makan tdk habis - Nausea Keluhan mual muntah menurun

Nafsu makan meningkat Porsi makan habis

Observasi

-Identifikasi pengalaman mual&

muntah

-Identifikasi faktor penyebab mual (mis: pengobatan dan prosedur)

-Identifikasi antiemetik untuk mencegah mual (kecuali mual pada kehamilan)

-Monitor mual (mis: frekuensi, durasi, dan tingkat keparahan)

-Monitor asupan nutrisi dan kalori -Monitor keseimbangan cairan

dan elektrolit Terapeutik

-Kendalikan faktor lingkungan penyebab mual (mis: bau tidak sedap, suara, dan rangsangan visual yang tidak menyenangkan)

(10)

-Kurangi atau hilangkan keadaan penyebab mual& muntah (mis: kecemasan, ketakutan, kelelahan)

-Berikan makanan dalam jumlah kecil dan menarik

Edukasi

-Anjurkan istirahat dan tidur yang cukup

-Anjurkan sering membersihkan mulut, kecuali jika

merangsang mual -Anjurkan makanan tinggi

karbohidrat, dan rendah lemak

-Ajarkan penggunaan teknik non farmakologis untuk mengatasi mual (mis: biofeedback, hipnosis, relaksasi, terapi musik, akupresur) Kolaborasi

-Kolaborasi pemberian obat antiemetik, jika perlu

Referensi

Dokumen terkait