• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masa-masa remaja adalah masa dimana individu sedang dalam pencarian jati diri atau identitas diri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Masa-masa remaja adalah masa dimana individu sedang dalam pencarian jati diri atau identitas diri"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masa remaja merupakan masa yang selalu dialami oleh setiap manusia.

Namun, pada masa ini manusia sedang mengalami proses pembentukan diri menjadi dewasa. Masa remaja pada umumnya berada pada rentang usia 12-21 tahun. Para ahli kemudian membaginya menjadi remaja awal (usia 12-15) tahun, remaja tengah (usia 15-18) tahun dan remaja akhir (usia 18-21) tahun. Pada masa remaja tidak hanya terjadi perubahan secara emosional saja, tetapi juga perubahan secara fisik dan perkembangan seksual remaja. Remaja memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat membedakan masa remaja dengan masa pertumbuhan yang lain seperti adanya perkembangan fisik, rasa keingintahuan yang besar, memiliki keinginan untuk dapat berkomunikasi dan mendapat kepercayaan dari orang-orang yang lebih dewasa darinya karena merasa sudah dapat bertanggung jawab, adanya perkembangan intelektualtual, dan sudah mulai berpikir mandiri (Robert A Baron, dan Donn Byrne 2013).

Masa-masa remaja adalah masa dimana individu sedang dalam pencarian jati diri atau identitas diri. Dalam pencarian jati diri tersebut remaja memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar tentang lingkungan sekitarnya yang mereka anggap sebagai hal-hal yang baru. Dalam keadaan pencarian identitas ini, remaja lebih sering berpatokan pada dunia luar dan lingkungan sosial di sekitar mereka, sehingga dengan keadaan emosional yang masih labil remaja mudah terpengaruh oleh dunia luar yang akan membentuk kepribadian mereka kelak

(2)

Dalam kajian pisikologi perkembangan remaja antara lain dapat diamati dari perbuatan atau tingkah laku manusia dalam rangka berinteraksi dengan lingkungan kehidupannya. Perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar.

Perilaku merupakan aktivitas atau tindakan yang terbentuk karena pengaruh dari faktor perkembangan dalam diri dan factor perkembangan sosial individu di lingkungan sekitarnya (Mohammad Asrori, 2008).

Menurut Sunanto ( 2011) Perilaku sosial merupakan suatu kegiatan yang memiliki hubungan dengan orang lain ataupun dengan pihak lain dimana individu yang melakukannya perlu bersosialisasi dalam hal bertingkah laku, berinteraksi, belajar memainkan peran sosial, serta mengembangkan sikap sosial yang dapat diterima oleh orang lain. Suatu perilaku tidak dibawa ketika manusia itu dilahirkan akan tetapi perilaku sosial ini terbentuk melalui proses interaksi antar individu dengan lingkungan sosialnya. Soetjipto Wirosarjono berpendapat bahwa bentuk-bentuk perilaku sosial adalah hasil dari tiruan dan adaptasi dari pengaruh kenyataan sosial yang ada. Terbentuknya Perilaku diakibatkan karena manusia melihat dan memperhatikan hal-hal yang terjadi di sekitarnya dan lingkunganya.

Ada beberapa faktor dianggap sebagai penyebab adanya perilaku sosial remaja. Menurut Mash & Wolfn dalam Notoatmodjo (2013) prilaku sosial remaja disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup faktor biologis berupa faktor genetik dan motif biologis seperti kebutuhan makan dan minum, kebutuhan seksual serta kebutuhan melindungi diri dari bahaya.

Selanjutnya faktor sosio psikologis berupa kemampuan afektif yang berhubungan dengan emosional manusia, kemampuan kognitif, yang merupakan aspek

(3)

intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia serta kemampuan konatif yang merupakan aspek yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.

Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri seseorang atau individu, antara lain keluarga, sekolah, lingkungan dan media massa. Pengaruh lingkungan terhadap perilaku individu dapat berupa kondisi masyarakat, perubahan iklim, dan cuaca serta faktor ekonomi individu. Kondisi masyarakat yang baik dan stabil akan berdampak baik pada perilaku seseorang.

Begitu juga jika kondisi masyarakat yang tidak kondusif akan menimbulkan perilaku yang buruk sebagai bentuk perwujudan dari perasaan dan emosional.

Perubahan iklim dan cuaca juga mempengaruhi perilaku seseorang. Disini perilaku timbul sebagai bentuk penyesuaian diri yang sedang berlangsung.

Selanjutnya adalah faktor ekonomi dari individu, faktor ini merupakan faktor dalam perilaku seseorang, keadaan ekonomi yang kurang dan sulit akan menjadikan seseorang berbuat nekat dan semaunya tanpa memperdulikan orang lain. Seseorang akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhannya dengan melakukan pelanggaran terhadap norma dan aturan yang berlaku.

Kabupaten Lingga adalah salah satu kabupaten di provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kabupaten Lingga memiliki 13 kecamatan, 7 kelurahan, dan 82 desa. Rejai merupakan sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Dengan jumlah penduduk Desa terbanyak di kecamatan Bakung Serumpun yakni 1.803 Jiwa pada tahun 2020.

(4)

Berdasarkan jumlah data penduduk diatas maka jumlah remaja dengan rentang usia 15-21 tahun yang ada di Desa Rejai mencapai 478 Jiwa. Dengan angka tersebut remaja di Desa Rejai memiliki potensi yang besar sekitar 5-10 tahun yang akan dating. Namun hal itu akan tercapai apabila kondisi remaja di Desa Rejai mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana penunjang.

Tabel 1.1

Kelompok Berdasarkan Usia

No Kelompok Usia Jumlah

1 0-6 Tahun 222 Orang

2 7-15 Tahun 266 Orang

3 16-21 Tahun 212 Orang

4 22-59 Tahun 959 Orang

5 60 Tahun ke atas 117 Orang

Jumlah 1776 Orang

Sumber : Data Monografi Desa 2022

Dari hasil hasil yang ditemukan dilapangan peneliti menelaah bahwa ada faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku remaja yaitu internal dan eksternal. faktor internal mencangkup keinginan individu remaja itu sendiri untuk berubah. Sedangkan faktor eksternal berhubunagn dengan media massa yang dikonsumsi oleh remaja. Media massa yang dimaksud berkaitan dengan program siaran televisi. Televisi sendiri merupakan media massa yang mengalami perkembangan paling populer di lingkungan masyarakat Desa Rejai kemudian dilanjutkan dengan media lainnya seperti handpone. Televisi sangatkah mudah diakses oleh masyarakat Desa Rejai baik dari kalangan atas maupun bawah, baik

(5)

anak-anak maupun orang tua. Menonton televisi adalah tindakan yang tidak lepas dari dorongan individu masing- masing untuk menikmati apa yang ditayangkan oleh media televisi. Televisi suatu media massa yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Desa Rejai, hal ini dikarenakan tidak ada media hiburan di Desa Rejai selain menonton televisi itu sendiri. Masyarakat rata-rata berprofesi sebagai nelayan, disiang harinya mereka bekerja dan dimalam harinya mereka menonton televisi untuk mancari hiburan dan melepas penat. Televisi mulai menjamur di lingkunagan masyarakat Desa Rejai sikitaran tahun 2000-an keatas.

Sebelumya, sudah ada beberapa masyarakat yang sudah memiliki televisi. Namun, pada masa itu masyarakat masih menggunakan antena untuk mendapat siaran televisi. Dimasa ini juga tidak begitu banyak masyarakat menonton sinetron, karena tidak banyak siaran Indonesia yang dapat diakses oleh antena tersebut.

Siaran yang ditonton masyarakat ialah siaran yang didapatkan dari TV Malaysia yang menampilkan cerita lawas seperti cerita P. Ramlee dan film-film India, hal ini dikarenakan letak geografis Lingga dekat dengan Negara perbatasan yaitu Malasyia.(wawancara tokoh masyarakat, 2022).

Seiring berjalannya waktu ditahun 2000-an keatas masyarakat sudah mulai menggunakan parabola untuk memperoleh siaran televisi. Dengan adanya parabola sangat membantu masyarakat melihat berbagai jendela informasi dunia yang bisa diakses dari setiap kediaman masyarakat. Tentunya dengan hal ini masyarakatn bisa memilih banyak siaran lokal dibandingkan saat menggunakan antena hanya beberapa siaran saja yang bisa diakses.

Media massa yang paling pertama dimiliki setiap masyarakat ialah televisi kemudian dilanjutkan dengan handpone. Stasiun televisi menyajikan banyak

(6)

pilihan program acara, seperti program berita, reality show, talk show, variety show sinetron/film, acara anak-anak, komedi, religi, serta wisata budaya. Dari berbagai macam acara yang disajikan televisi, sinetron merupakan salah satu program acara yang senangi masyarakat terkhusus kaum remaja. Karena sinetron merupakan program hiburan yang mengisahkan kehidupan sehari-hari sehingga yang menonton merasa terbawa suasana dalam adegan yang ditonton dan cenderung imajinatif.

Cerita yang sering ditayangkan sinetron banyak mengandung unsur-unsur kekerasan, pergaulan bebas, percintaan, bullying, serta unsur pornografi yang mengisahkan tentang kehidupan remaja, sehingga menarik minat remaja untuk mengetahui hal tersebut. Sinetron menimbulkan dampak yang sangat tinggi bagi remaja karena gambarnya yang bersifat adegan hidup sehingga dapat tertanam dan tersimpan didalam ingatan pemirsa (Sugiarto B, 2008: 40-49).

Hurlock dalam Muhammad Ali (2010) mengungkapkan bahwa masa remaja adalah masa dimana terjadi gejolak yang meningkat yang biasanya dialami oleh setiap orang. Masa ini dikenal sebagai masa peralihan dimana terjadinya perubahan-perubahan yang sangat menonjol dialami oleh remaja.

Perubahan-perubahan itu terjadi, baik dalam aspek jasmaniah maupun rohaniah, atau dalam bidang fisik emosinal, sosial, dan personal, sehingga pada gilirannya menimbulkan perubahan yang drastis pada tingkah laku remaja berkaitan dengan tantangan yang dihadapi.

Media massa yang paling berpengaruh dalam kehidupan saat ini adalah televisi, televisi merupakan media yang membawakan suara dan gambar sekaligus. Media televisi menyibukkan dua indera sekaligus yaitu pendengaran

(7)

dan penglihatan, ia mampu memukau para konsumen media dengan sempurna pada materi media yang dihidangkan. Karakteristik media audio visual atau televisi adalah dapat didengar dan dilihat bila ada siaran, daya rangsang sangat tinggi, tayangan programnya 24 jam, dan jangkauannya yang sangat luas.

(Morisan, 2008:4).

Seperti yang kita ketahui pertelevisian sekarang telah mengalami perubahan, banyak yang keluar dari konten yang mendidik dan informatif dan mulai didominasi oleh unsur-unsur kekerasan, perselingkuhan, perebutan harta, tidak hormat pada orang tua dan tayangan lain yang tidak patut untuk di contoh.

Tayangan televisi sekarang penyajiannya kurang selektif, seperti sekarang yang secara tidak sadar bisa dijadikan tontonan atau disajikan secara rutin di rumah mereka masing-masing.

Televisi merupakan jenis media yang berbentuk audio visual, sehingga masyarakat Desa Rejai lebih menyukai dan menikmatinya di bandingkan dengan media massa yang lain. Walapun zaman telah berkembang dan berubah ke ranah digital, namun televisi tetap diminati oleh masyarakat Desa Rejai, baik orang tua, remaja bahkan anak-anak.Siaran televisi dapat dikatakan merupakan salah satu media hiburan dan informasi yang banyak digunakan oleh masyarakat tersebut dan memiliki jumlah penonton yang tidak sedikit. Media televisi sekarang ini tidak mengenal batas usia, kelamin, maupun status sosial penontonnya.

Dilihat dari kebiasaan remaja yang suka melihat sinetron, hal ini yang yang menjadi faktor terbentuknya perilaku remaja Desa Rejai. Sinetron memiliki pengaruh negatif bagi para remaja. Terdapat kasus yang ditemukan dilapangan bahwa remaja Desa Rejai mulai mengenal yang namanya pacaran dan

(8)

melakukan adegan mesra dengan pacarnya baik di masyarakat maupun media.

Setelah ditelusuri oleh peneliti ternayata remaja termotivasi dengan sinetron yang mereka saksikan sehingga membuat remaja penasaran untuk melakukan hal yang sama. Berdasarkan kasus yang ditemukan tersebut, terlihat sangan besar minat remaja dalam mengikuti setiap alur cerita sinetron yang membuat mereka menirukan kebiasaan-kebiasaan tokoh yang diidolakannya dalam sinetron.

Adapun perilaku lainnya ditiru oleh remaja yang mengikuti alur cerita sinetron, seperti meniru gaya rambut, pakaian, maupun perilaku idola mereka yang ada dalam sinetron. (Wawancara Remaja, 2022)

Dari temuan peneliti tersebut, bisa dijelaskan bahwan ada perbedaan antara remaja ditahun 2000-an ke bawah dengan remaja tahun 2000-an ke atas.

Dilihat dari perilaku remaja yang disebabkan oleh sinetron. Perubahan perilaku akibat sinetron lebih besar terjadi pada remaja tahun 2000-an ke atas. Hal ini terjadi karena pada tahun 2000-an ke atas parabola sudah masuk di lingkungan masyarakat. Dengan adanya parabola tersebut, masyarakat mudah untuk mengakses siaran yang diinginkan. Karena palabola banyak menampilkan siaran lokal maupun internasional. Berbeda dengan remaja tahun 2000-an ke bawah sinetron tidak begitu menjamur di kalangan remaja. Kesulitan dalam mengakses siaran televisi adalah salah satunya. Karena pada masa itu masyarakat mengakses siaran televisi menggunakan antena dan siaran yang didapatkan hanya beberapa saja, berbeda dengan parabola yang menampilkan begitu banyak siaran yang bisa diakses oleh masyarakat.

Sinetron merupakan media televisi yang sering dinikmati oleh remaja.

Adegan sinetron cenderung memperlihatkan kebiasaan-kebiasaan yang hampir

(9)

sama dengan kehidupan nyata. Intensitas dalam menonton sinetron bagi para remaja sangat berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan psikolog mereka. Remaja merasa apapun yang dilihat adalah suatu hal yang menarik untuk diikuti, jika tidak mereka akan merasa ketinggalan zaman. dikarenakan manusia adalah makhluk peniru.

Berlandaskan kasus dan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Bentuk-bentuk Perilaku Remaja Desa Rejai Kecamatan Bakung Serumpun.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Bagaimana bentuk-bentuk perilaku remaja Desa Rejai?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku remaja Desa Rejai.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta dapat memperkaya ilmu pengetahuan dalam bildang sosiologi, serta menjadi acuan dalam penelitian-penelitian berikutnya dengan permasalahan yang sama serta menjadi referensi pustaka bagi penelitian lanjutan.

b. Secara praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi saran bagi yang gemar menonton

(10)

sinetron khususnya remaja di desa Rejai Kecamatan Bakung Serumpun agar bias memilih tontonan yang baik dan memberikan bermanfaat bagi mereka. Dengan mengangkat penelitian ini maka orang tua bisa mengetahui dampak atau makna apa saja yang terkandung dalam sinetron tersebut apakah itu baik konsumsi atau tidak.

Referensi

Dokumen terkait