Selama kehamilan, ligamen, diafragma panggul, dan fasia meregang dan akhirnya menyusut secara bertahap hingga kembali normal selama periode pascapersalinan. Beberapa wanita mengeluh rahimnya kolaps setelah melahirkan karena ligamen, fasia, dan jaringan penyangga alat kelamin menjadi kendur. Pada masa nifas, lokea mengalami perubahan warna dan volume yang dipengaruhi oleh proses involusi rahim.
Kandung kemih postpartum mempunyai kapasitas yang meningkat dan relatif tidak sensitif terhadap tekanan cairan intravesika. Setelah melahirkan, dinding perut kendur karena diregangkan terlalu lama, namun biasanya pulih dalam waktu 6 minggu. Denyut nadi normal selama masa nifas kecuali akibat persalinan lama, persalinan sulit, dan kehilangan darah.
Denyut jantung setelah melahirkan biasanya akan menjadi lebih cepat dan mulai menurun dengan frekuensi yang tidak diketahui. Setelah melahirkan, hormon prolaktin dalam tubuh akan meningkat pesat, sedangkan pada wanita yang tidak menyusui, hormon prolaktin akan menurun dalam waktu 2 minggu. Hormon ini akan mempengaruhi berapa lama seorang wanita menjalani siklus menstruasinya, baik pada wanita menyusui maupun tidak menyusui.
Sementara itu, 40% wanita yang tidak menyusui akan mengalami menstruasi setelah 6 minggu pasca melahirkan dan sekitar 90% setelah 24 minggu pasca melahirkan.
PERUBAHAN PSIKOLOGIS MASA NIFAS
Ketidaknyamanan akibat perubahan fisik yang dialami ibu, seperti mual karena rahim berkontraksi untuk kembali ke keadaan semula, payudara bengkak, nyeri akibat jahitan. Suami atau keluarga mengkritik ibu tentang cara merawat anak dan cenderung hanya menonton tanpa membantu. Pada tahap ini ibu akan merasakan ketidakmampuan dan tanggung jawabnya dalam merawat bayinya, dan perasaan ibu sangat sensitif.
Dukungan moral sangat diperlukan bagi ibu untuk meningkatkan rasa percaya diri terhadap peran barunya sebagai orang tua. Tugas kita sebagai tenaga kesehatan adalah mempelajari cara merawat bayi, cara menyusui yang benar, cara merawat luka yang dijahit, melakukan senam nifas dan memberikan pendidikan kesehatan yang diperlukan ibu seperti gizi, istirahat dan kebersihan diri. Fase ini adalah saat seorang wanita bersedia dan mampu menerima tanggung jawab dan peran barunya sebagai seorang ibu.
Ibu sadar akan tugasnya dalam merawat bayinya dan harus beradaptasi dengan segala kebutuhan bayi yang sangat bergantung padanya, seperti kebutuhan bayi untuk disusui meski di malam hari.
KEBUTUHAN IBU MASA NIFAS a. Kebutuhan gizi ibu menyusui
Keuntungan ambulasi dini adalah sebagai berikut: 1) Ibu merasa lebih sehat dan kuat dengan ambulasi dini. Hormon ini berperan penting dalam pelepasan awal dan pemeliharaan suplai ASI selama menyusui. Berkurangnya rangsangan menyusui pada bayi, seperti daya isap yang berkurang, frekuensi isapan yang berkurang, dan waktu menyusui yang lebih singkat, berarti pelepasan prolaktin yang cukup untuk mempertahankan produksi ASI dimulai pada minggu pertama kelahiran.
Kandungan susu ibu sangat bermanfaat untuk bayi Kandungan susu ibu adalah seperti berikut: a) Protein dalam susu ibu. Whey ialah protein halus, manakala kasein ialah protein kasar berketul-ketul, dan sukar untuk dihadamkan oleh usus kanak-kanak. Susu ibu mengandungi alpha-lactalbumin, manakala susu lembu mengandungi lactoglobulin dan albumin serum lembu, yang sering menyebabkan alahan pada bayi.
Selain whey, ASI memiliki protein lain seperti taurin yang hanya terdapat pada ASI dan laktoferin. Kadar lemak ASI dapat bervariasi sesuai dengan jumlah kalori yang dibutuhkan bayi dalam masa pertumbuhan. Salah satu keunggulan lemak ASI adalah mengandung asam lemak esensial, asam docosahexaenoic (DHA) dan asam arachnoid (AA) yang berperan penting dalam pertumbuhan otak sejak trimester pertama kehamilan hingga usia 1 tahun. anak. d) Vitamin dan mineral ASI.
ASI rebus mengandung 280 IU vitamin A dan mengandung kolostrum dua kali lebih banyak, sedangkan susu sapi hanya mengandung 18 IU. Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin A, D, E dan vitamin K, sedangkan vitamin yang tidak larut dalam air adalah vitamin C, asam nikotinat, B12, B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B6 (piridoksin). Jumlah mineral pada ASI lebih sedikit dibandingkan mineral pada susu sapi.
Namun mineral seperti seng dan tembaga terdapat dalam jumlah besar dan zat besi pada ASI lebih mudah diserap usus bayi dibandingkan zat besi pada susu buatan. Oleh karena itu, ibu memerlukan latihan fisik tertentu untuk mengembalikan kondisinya seperti sebelum hamil. Senam nifas adalah senam yang dilakukan setiap hari sejak hari pertama kelahiran hingga hari kesepuluh dan terdiri dari serangkaian gerakan tubuh yang dilakukan untuk mempercepat kesembuhan ibu.
DETEKSI DINI KOMPLIKASI NIFAS a. Perdarahan pervaginam
Selama kehamilan dan persalinan, ibu banyak mengalami perubahan fisik, seperti mengendurnya dinding perut, mengendurnya saluran seksual, dan mengendurnya otot dasar panggul. Untuk hasil pemulihan otot yang maksimal, sebaiknya senam nifas dilakukan sedini mungkin, asalkan ibu melahirkan secara normal dan tidak terdapat komplikasi pasca melahirkan. Infeksi masa bersalin adalah infeksi inflamasi pada seluruh alat kelamin pada masa nifas, apapun penyebabnya, dengan syarat suhu tubuh meningkat diatas 38oC, tidak termasuk hari pertama dan selama 2 (dua) hari berturut-turut (Icesmi dkk, 2013). ).
Infeksi saat melahirkan bisa terjadi karena berbagai sebab. Berikut mekanisme terjadinya infeksi pada masa nifas. Bidan sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika menemui ibu menyusui dan mastitis atau abses payudara. D. Dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan hingga sekitar satu tahun setelah melahirkan, ibu cenderung mengalami perasaan yang tidak biasa, seperti perasaan sedih dan tidak mampu merawat diri sendiri dan bayinya.
KEBIJAKAN PROGRAM NASIONAL MASA NIFAS
KONSEP MANAJEMEN MASA NIFAS .1 PENGKAJIAN DATA
Data subjektif 1. Biodata
Alamat : Mengetahui lingkungan ibu dan adat istiadat masyarakat mengenai masa nifas dan untuk kunjungan rumah bila diperlukan (Hani, Ummi, dkk. 2011). Mengetahui kondisi ibu saat datang, maka keluhan yang sering terjadi pada ibu pada masa nifas adalah rasa mual akibat kontraksi rahim, nyeri pada jahitan perineum, takut buang air besar atau kecil akibat luka jahitan, tidak sepengetahuan ibu. tentang cara menyusui yang benar. Tidak/sedang menderita penyakit menahun, menular dan menahun seperti DM, jantung, TBC, anemia, infeksi lain terutama saluran reproduksi, cacat bawaan/didapat yang dapat mengganggu proses nifas.
Dalam keluarga tidak ada seorang pun yang menderita penyakit menahun, menular, menahun atau menahun seperti penyakit jantung, DM, hepatitis, malaria, PMS. Untuk mengetahui kondisi ibu pada kehamilan sebelumnya dan masa nifas serta kondisi anak saat dilahirkan. Untuk mengetahui apakah ibu mempunyai keluhan selama kehamilannya, periksalah ibu hamil dimana dan berapa kali.
Untuk mengetahui tanggal berapa ibu melahirkan, jam berapa, dengan jenis persalinan spontan di belakang kepala/pantat, hidup/mati, BB, PB, jenis kehamilan, AS, kelainan bawaan, lahirnya plasenta lengkap atau tidak. , ada perdarahan, episiotomi/tidak. Diminta untuk mengetahui sudah berapa lama ibu menggunakan alat kontrasepsi, apakah ibu mempunyai keluhan selama menggunakan alat kontrasepsi, apakah ibu pernah beralih ke alat kontrasepsi lain, dan alasan ibu mengganti metode KB. Bagaimana keadaan rumah tangga yang harmonis atau tidak, apakah hubungan ibu dengan suami serta keluarga dan orang lain baik/tidak, apakah ada/tidaknya kepercayaan terhadap mitos pada masa nifas, adakah budaya pantang menyerah? mengonsumsi makanan tertentu.
Data objektif
IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH AKTUAL A. Diagnosa kebidanan
P : Jumlah kehamilan yang berakhir dengan lahirnya janin yang memenuhi syarat untuk menopang kehidupan P1 : Berisi jumlah kelahiran cukup bulan (> 36 mg/> 2500 gr).
Masalah
- IDEKTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau
- IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
- INTERVENSI
- Masalah 3
- Masalah 4
- IMPLEMENTASI
- EVALUASI
Pada langkah ini bidan menentukan perlunya tindakan segera, menentukan konsultasi dan kerjasama dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien. TFU menurut hari nifas 3. Keadaan umum dan TTV normal 5. Gangguan rasa nyaman dan nyeri berhubungan dengan episiotomi/laserasi jalan lahir, involusi uterus, nyeri tekan payudara. R/ Pada 12 jam pertama pasca melahirkan, kontraksi rahim kuat dan teratur, dan berlanjut hingga 2-3 hari berikutnya.
R/ Dalam waktu 24 jam setelah melahirkan, payudara sudah terasa lembut dan tidak perih serta puting sudah bebas retak dan kemerahan. Pembesaran payudara, nyeri pada puting, atau puting pecah-pecah dapat terjadi pada hari ke 2 hingga 3 pascapersalinan. R/ Mulai memberikan ASI pada payudara yang tidak nyeri akan mengurangi nyeri dan dapat meningkatkan penyembuhan.
R/ Membantu menjamin kecukupan suplai ASI, mencegah puting pecah-pecah dan cedera, memberikan kenyamanan dan mendukung peran ibu menyusui. R/ Identifikasi dan intervensi dini dapat mencegah/membatasi terjadinya luka atau retakan pada puting susu yang dapat mengganggu proses menyusui. Kegagalan miometrium untuk berinvolusi pada kecepatan ini atau munculnya nyeri tekan yang ekstrim menunjukkan kemungkinan tertahannya jaringan plasenta atau infeksi.
R/ Lochea biasanya berbau amis, namun pada endometritis sekretnya mungkin bernanah dan berbau busuk, dan mungkin tidak menunjukkan perkembangan normal dari rubra ke serosa ke alba. Pada Langkah 6, rencana perawatan komprehensif seperti yang dijelaskan pada Langkah 5 diterapkan secara efektif dan aman.