KMKB
LO
• Memahami tantangan yang dihadapi dalam implementasi JKN:
disparitas dan eskalasi biaya
• Memahami strategi pengendalian biaya dalam pelaksanaan JKN
• Memahami strategi pengendalian mutu dalam pelaksanaan JKN
Masalah Pembiayaan JKN: Disparitas
dan Eskalasi Biaya
Pemerataan: Supply vs Demand
• Supply permasalahan pembiayaan JKN terkait: (i) anggaran pemerintah baik APBN maupun APBD untuk membangun dan
menempatkan SDM kesehatan di Puskesmas, RSUD kelas D, C, B dan A, dan (ii) anggaran sektor swasta membangun dan menempatkan tenaga di praktek dokter perorangan, klinik swasta dan RS swasta.
• Demand permasalahan pembiayaan JKN antara lain terkait: (i) subisidi premi bagi penduduk miskin (PBI), (ii) pengumpulan premi dari
pekerja penerima upah, (iii) pengumpulan premi dari peserta sektor non-formal.
Prof Hasbullah Thabrany
Supply Side
• Ketidakmeratan distribusi APBD di Indonesia: demografi dan kepadatan penduduk
• Rekomendasi: perencanaan 5 tahunan, alokasi khusus minimal 10%
dari APBD
Disparitas Akses
• Ketidakmeratan distribusi SDM Kesehatan di
Fasilitas Kesehatan
• Profil Kesehatan Indonesia 2014
• BPJS memberikan kebebasan untuk peserta BPJS memilih FKTP, maka baiknya BPJS membatasi jumlah peserta per-FKTP, termasuk 50
Puskesmas.
• Data terakhir, tahun 2015, tercatat bahwa banyak Puskesmas yang
diberi peserta lebih dari 20.000 orang, meskipun jumlah dokter hanya dua orang.
• Padahal idealnya, rasio peserta per dokter umum tidak boleh lebih dari 3.500 orang. Dengan demikian, maka FKTP tersebut baik
Puskesmas maupun klinik yang hanya memiki 2 dokter primer (dokter umum) tidak boleh mendapatkan peserta lebih dari 7.1 orang
• Dunlop (2014) menyebutkan bahwa (1) ada baiknya ada regulasi mengenai penempatan SDM kesehatan misalnya tenaga kesehatan harus tinggal di suatu daerah untuk jangka waktu tertentu, atau
sampai ada Surat Keputusan untuk kembali, (2) Memberikan beasiswa pendidikan kesehatan untuk anak-anak daerah asal agar kelak bisa
mengabdi ke daerahnya, (3) Penurunan bunga pinjaman Bank kepada tenaga kesehatan di daerah
Demand Side
• besaran premi yang ditetapkan selam aini tidak memenuhi syarat adekuasi dalam prinsip asuransi. Hal ini akan berisiko terhadap kecukupan dana (likuiditas) BPJS.
Eskalasi Biaya (Penyesuaian Biaya)
• Besaran kapitasi dan CBG yang disamakan antara RS Swasta dan RS pemerintah.
• Jumlah penduduk Indonesia dengan umur tua meningkat dimana penduduk Indonesia usia lanjut rentan terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) yang secara tidak langsung
• Mahalnya biaya alat-alat kesehatan dengan tekhnologi canggih serta obat-obatan dengan harga mahal
• Supply Induced Demand yang salah satunya dikarenakan kurangnya informasi yang benar yang dimiliki oleh pasien terkait diagnosis
permasalahan kesehatannya.
Pencegahan eskalasi biaya dalam sistem JKN antara lain dengan cara:
• a. pembayaran FKTRL dengan CBGs
• b. pembayaran FKTP melalui kapitasi
• c. mendorong audit medik
• d. mencegah fraud
• e. melakukan verifikasi klaim
• f. mengefektifkan sistem rujukan
• g. meningkatkan promosi dan pencegahan kesehatan perorangan
Pelaku Pengendalian Biaya JKN
• (i) peserta,
• (ii) Penyedia Pelayanan Kesehatan (PPK) baik tingkat primer, sekunder maupun tersier,
• (iii) Badan Penyelenggaran Jaminan Kesehatan (BPJS), dan
• (iv) regulator sebagai pembuat regulasi guna menjaga sustainabilitas program JKN.
Pengendaliaan Eskalasi Biaya Secara Menyeluruh
• memperkuat promosi kesehatan , PHBS serta kerjasama lintas sektor
• mengintensifkan pencegahan diagnosis dini dan pengobatan segera
• Puskesmas skrining masal untuk gangguan kesehatan secara menyeluruh