• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATA KULIAH: FIQIH HAJI DAN UMROH

N/A
N/A
Lupa Akun

Academic year: 2023

Membagikan "MATA KULIAH: FIQIH HAJI DAN UMROH"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

BAB 1 : PENGERTIAN & MASYRU’IYAH BAB 2 : HAJI & UMRAH RASULULLAH SAW BAB 3 : QIRAN IFRAD & TAMATTU’

BAB 4 : SYARAT & MAWANI'

Disusun untuk memenuhi tugas

MATA KULIAH : FIQIH HAJI DAN UMROH

DOSEN PENGAMPU : LUTFI HERY RAHMAWAN, S.E.I. M.E

DISUSUN OLEH : BAHRONI

JURUSAN EKONOMI SYARIYAH

UNIVERSITAS ISLAM AN-NUR LAMPUNG

(2)

BAB 1 : PENGERTIAN & MASYRU’IYAH

A. Pengertian Haji & Umrah

1. Pengertian Haji

Kita mulai terlebih dahulu dengan pengertian haji, karena yang merupakan rukun Islam adalah ibadah haji. a. Bahasa

Secara bahasa, kata haji bermakna (

د

ص

ق

لا

) al-qashdu, yang artinya menyengaja, atau menyengaja melakukan sesuatu yang agung. Dikatakan hajja ilaina fulan (انلف انیلإ ّجح) artinya fulan mendatangi kita. Dan makna rajulun mahjuj (جوجحم لجر) adalah orang yang dimaksud. b. Istilah

Berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu dan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah. 1

Dari definisi di atas dapat diuraikan bahwa ibadah haji tidak terlepas dari hal-hal berikut ini :

Ziarah :

Yang dimaksud dengan ziarah adalah mengadakan perjalanan (safar) dengan menempuh jarak yang biasanya cukup jauh hingga meninggalkan negeri atau kampung halaman, kecuali buat penduduk Mekkah.

Tempat tertentu :

Yang dimaksud dengan tempat tertentu antara lain adalah Ka’bah di Baitullah Kota Makkah Al- Mukarramah, Padang Arafah, Muzdalifah dan Mina,.

Waktu tertentu :

Yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bahwa ibadah haji hanya dikerjakan pada bulan- bulan haji, yaitu bulan Syawal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Amalan Tertentu :

Yang dimaksud dengan amalan tertentu adalah rukun haji, wajib haji dan sunnah seperti thawaf, wuquf, sai, mabit di Mina dan Muzdalifah dan amalan lainnya.

Dengan Niat Ibadah :

Semua itu tidak bernilai haji kalau pelakunya tidak meniatkannya sebagai ritual ibadah kepada Allah SWT

2. Pengertian Umrah

Sedangkan ibadah umrah memang sekilas sangat mirip dengan ibadah haji, namun tetap saja umrah bukan ibadah haji. Kalau dirinci lebih jauh, umrah adalah haji kecil, dimana sebagian ritual haji dikerjakan di dalam ibadah umrah. Sehingga boleh dikatakan bahwa ibadah umrah adalah ibadah haji yang dikurangi

1

(3)

B. Perbedaan Haji dan Umrah

HAJI UMRAH

Waktu Tanggal 10-13 Dzulhijjah Setiap saat Tempat Miqat - Mekkah (Masjid Al-

Haram) - Arafah - Muzdalifah - Mina

Miqat - Mekkah (Masjid Al-Haram)

Hukum

Wajib Secara Ijma’ Wajib : Hanafi Maliki Sunnah : Syafi’i Hambali

Durasi 4-5 hari 2-3 jam

Praktek  Wuquf di Arafah

 Mabid di Muzdalifah

 Melontar Jumrah Aqabah di Mina

 Tawaf Ifadhah, Sa’i di Masjid Al-Haram

 Melontar Jumrah di Mina di hari Tasyrik

 Mabid di Mina di hari Tasyrik

Tawaf dan Sa’i di Masjid Al- Haram

C. Masyru'iyah Haji & Umrah 1. Al-Quran

Dalam syariat Islam, ibadah haji adalah ibadah yang disyariatkan di masa ketika Rasululah SAW telah berhijrah meinggalkan kota kelahiran beliau Mekkah Al-Mukaramah menuju ke tempat tinggal yang baru, Al-Madinah AlMunawwarah. Selama 13 tahun beliau diangkat menjadi pembawa risalah, Allah SWT tidak memerintahkannya untuk melaksanakan manasik haji. Barulah setelah Rasulullah SAW pergi berhijrah, turun ayat berikut ini :

ِو ع ِه ّلِل

ل

ﹶ نلا ى جِِح ِسا

لا

ﹾ ب ي

م ِت

سا ِان

طت



ﹶ عا

ﹶ لِإ ي س ِه

لیِب

ﹰ و م

ان

ك

ﹶ ﹶ ف ر ف

ّانِِإ ﹶ

ه ّللا يِن غ ع ع لا ِن نيِم لا

Mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah . Siapa mengingkari, maka sesungguhnya Allah

Maha Kaya dari semesta alam.(QS. Ali Imran : 97)

Sementara sebagian ulama yang lainnya mengatakan turunnya di tahun kesembilan atau kesepuluh hijriyah. Mereka berpendapat Rasululullah SAW tidak menunda pelaksanaan ibadah haji meski hanya setahun.

(4)

يِنب سلِِلا م ل ع خ ى ل م و : اهنم ... ٍس ح لا ج

Islam itu ditegakkan di atas lima perkara . . . haji. (HR. Bukhari dan Muslim)

ﹶ أ ي ه

نلا ا

سا

ق

ﹶ د ف

ﹶ ر ض

ه ّللا

ع

ل

ﹶ ي ك

ﹸ م لا

ﹾ ح

ج

ف

ﹶ ح ج

ف او

ﹶ ﹶ ق ر لا ج

ل

ﹲ ﹶ أ : ﹸ ك ع ل ٍما

ر اي

س

لو

ف ؟ ِه ّللا ﹶ

س ك

ﹶ ت ح

ق ىت



ﹶ ﹶ لا ه ث ا

ﹶ ﹶ ل ﹰ ث ف . ا ﹶ

ﹶ ق ر لا س

ص ِه ّللا لو

ه ّللا ى ّل

ع

ل

ﹶ ي و ِه

س

م ّل

ل

ﹶ و ق

ﹸ ﹾ ل ت

عن

م

ل

ﹶ و ج

تب



و

ل

ﹶ م سا ا

طت



ﹶ ع مت



Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian ibadah haji, maka

berangkatlah menunaikan ibadah haji. Seseorang bertanya,"Apakah tiap tahun ya Rasulallah?".

Beliau Saw pun diam, sampai orang itu bertanya lagi hingga tiga kali. Akhirnya beliau Saw menjawab,"Seandainya Aku bilang 'ya', pastilah kalian tidak akan mampu". (HR. Muslim) Hadits ini menegaskan bahwa kewajiban berhaji bukan setiap tahun, namun cukup sekali saja dalam seumur hidup.

3. Ijma’

Umat Islam sejak masa Rasulullah SAW hingga 14 abad kemudian secara ijma’ keseluruhnya, bahwa menunaikan ibadah haji adalah salah satu dari rukun Islam yang lima, dan merupakan kewajiban setiap mukallaf yang diberikan keluasan dan kemampuan lahir dan batin oleh Allah SWT untuk mengerjakannya.

Dan para ulama juga telah berijma’ atas pensyariatan ibadah umrah, baik yang berpendapat hukumnya wajib atau pun sunnah.

D. Hukum

1. Harus Segera

Sebagian ulama menegaskan bahwa ibadah haji langsung wajib dikerjakan begitu seseorang

dianggap telah memenuhi syarat wajib, tidak boleh ditunda-tunda. Dalam istilah yang sering dipakai oleh para ulama sering disebut dengan alwujubu ‘ala al- fauri (روفلا ىلع بوجولا ).

Mazhab Hanafi dalam riwayat yang lebih shahih, mazhab Maliki dalam pendapat yang lebih rajih dan mazhab Hanbali termasuk yang berpendapat bahwa ibadah haji tidak boleh ditunda-tunda, harus segera dilaksanakan begitu semua syarat sah terpenuhi.2

2. Boleh Ditunda

Namun sebagian ulama lain menyebutkan bahwa kewajiban melaksanakan ibadah haji boleh diakhirkan atau ditunda pelaksanaannya sampai waktu tertentu, meski sesungguhnya telah terpenuhi semua syarat wajib. Istilah lainnya yang juga sering dipakai untuk menyebutkan hal ini adalah al- wujubu’ala at-tarakhi (يخارتلا ىلع بوجولا).

2

(5)

Kalau segera dikerjakan hukumnya sunnah dan lebih utama, sedangkan mengakhirkannya asalkan dengan azam (tekad kuat) untuk melaksanakan haji pada saat tertentu nanti, hukumnya boleh dan tidak berdosa.

Dan bila sangat tidak yakin apakah nanti masih bisa berangkat haji, entah karena takut hartanya hilang atau takut nanti terlanjur sakit dan sebagainya, maka menundanya haram.

E. Keutamaan Haji & Umrah

Ada banyak nash yang menyebutkan berbagai keutamaan ibadah haji, diantaranya : 1. Menjauhkan Kefakiran dan Menghapus Dosa

2. Sebanding dengan jihad di jalan Allah 3. Haji mabrur balasannya adalah surga

4. Menghapus dosa Seperti baru dilahirkan

5. Haji merupakan amal terbaik setelah iman dan jihad.

6. Jamaah haji dan umrah adalah tamu Allah 7. Allah Membanggakan di Depan Malaikat

BAB 2 : HAJI & UMRAH RASULULLAH SAW

A. Umrah Rasulullah SAW

1. Umrah Pertama

Umrah beliau SAW yang pertama terjadi di tahun keenam hijriyah, namun gagal masuk ke kota Mekkah karena di halangi oleh orang-orang Quraisy yang masih belum bisa membedakan secara proporsioal antara permusuhan dan ritual ibadah. Sehingga akhirnya umrah pertama ini gagal dilaksanakan dan akhirnya terjadi perjanjian Hudaibiyah

(6)

Umrah yang kedua ini terjadi ketika umat Islam telah melaksanakan perjanjian damai dengan pemuka Mekkah untuk rentang waktu 10 tahun. Selama masa itu, kedua belah pihak terikat perjanjian untuk tidak boleh saling berperang, saling membunuh dan saling mengkhianati.

Kedua belah pihak sepakat membolehkan umat Islam dari Madinah masuk dengan aman ke Mekkah dan menjalankan ritual agama yang sudah lazim di kalangan bangsa Arab, dan menjadi hak seluruh umat manusia untuk diterima dengan aman di kota Mekkah.

3. Umrah Ketiga

Umrah yang ketiga terjadi di tahun kedelapan hijriyah, yaitu bertepatan dengan peristiwa dibebaskannya kota Mekkah (fathu Mekkah).

Saat itu Rasulullah SAW berhasil menaklukkan kota Mekkah dengan pasukan yang teramat besar untuk ukuran kota Mekkah. Tidak kurang dari 10.000 pasukan mengepung lembah kota Mekkah dari empat penjuru mata angit, sambil menabuh genderang perang dan lantunan takbir yang membahana.

Otomatis Mekkah dan penduduknya menyerah tanpa syarat. Tidak ada lagi yang bisa mereka jadikan sebagai alat pertahanan, sebab di seluruh bukit kota Mekkah, 10.000 pasukan itu

menyalakan api unggun. Suasanya berbalik 180 derajat dari 2 tahun sebelumnya, ketika pasukan Mekkah mengepung 1500-an shahabat di Hudaibiyah.

Namun Rasulullah SAW bukan seorang pendendam. Misi suci yang dibawanya bukan untuk menjadi pemenang apalagi pembantai. Misi sucinya sekedar mengajak kepada iman kepada Allah dan berserah-diri kepada-Nya. Manakala manusia sudah mau menerima ajakannya, sudha selesai tugasnya, baik mereka beriman atau tidak beriman.

Sikap agung dan mulia inilah yang kemudian membuat nyaris hampir semuanya pada akhirnya masuk Islam.

4. Umrah Keempat

Sedangkan umrah yang keempat atau yang terakhir, adalah umrah yang beliau lakukan bersamaan dengan haji di tahun kesepuluh hijriyah.

Diriwayatkan saat itu Rasulullah SAW melakukan haji dan berangkat dari kota Madinah Al-

Munawwarah. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa orang-orang yang mendengar khutbah wada’

di padang Arafah saat itu tidak kurang dari 124.000 shahabat.

Pada saat itu turun ayat yang menyatakan bahwa agama Islam telah turun secara sempurna, kenikmatan Allah SWT juga sudah paripurna, serta dinyatakan bahwa agama yang diridhai Allah SWT hanyalah agama Islam.

B. Haji Rasulullah SAW

Haji pertama Rasulullah Muhammad adalah pada tahun 629 Masehi, yang juga dikenal

sebagai Haji Wada' atau Haji Perpisahan. Ini adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam,

di mana Rasulullah pergi ke Mekah bersama ribuan pengikutnya untuk melaksanakan

ibadah haji.

(7)

Haji Wada' terjadi setelah sejumlah perjanjian damai antara Rasulullah dan orang-orang Quraisy yang memerintah di Mekah. Rasulullah dan para sahabatnya memanfaatkan kesempatan ini untuk melaksanakan haji, meskipun sebelumnya mereka pernah dicegah oleh orang-orang Quraisy.

Selama haji ini, Rasulullah memberikan khutbah penting yang dikenal sebagai Khutbah Haji Wada'. Dalam khutbah ini, beliau menyampaikan pesan-pesan penting tentang persatuan umat Islam, hak-hak manusia, larangan berperang, dan pentingnya menjaga kedamaian. Khutbah ini adalah salah satu pidato terakhir yang disampaikan oleh Nabi Muhammad sebelum beliau wafat beberapa bulan kemudian.

Haji Wada' adalah salah satu momen bersejarah dalam sejarah Islam dan memiliki banyak pelajaran moral dan ajaran yang relevan bagi umat Islam hingga hari ini.

BAB 3 : QIRAN IFRAD & TAMATTU’

Qiran, Ifrad, dan Tamattu' adalah istilah-istilah yang digunakan dalam haji dan umrah, dua ibadah penting dalam agama Islam. Mari kita bahas masing-masing konsep ini:

1.

Qiran (نارق): Qiran adalah salah satu jenis haji atau umrah di mana seorang

peziarah melakukan kedua ritual tersebut secara bersamaan. Artinya, peziarah yang

melakukan haji Qiran akan memasukkan umrah ke dalam ibadah hajinya. Dalam haji Qiran, peziarah harus memakai pakaian ihram dan melaksanakan semua tindakan dan rukun-rukun yang diperlukan untuk haji dan umrah sejak awal hingga akhir. Setelah menyelesaikan tugas haji dan umrah, peziarah dapat melepaskan pakaian ihram dan kembali ke kehidupan normal mereka.

2.

Ifrad (دارفإ): Ifrad adalah jenis haji atau umrah di mana seseorang hanya melakukan

salah satu dari kedua ibadah tersebut. Dalam haji Ifrad, seorang peziarah akan hanya

(8)

3.

Tamattu' (عتمت): Tamattu' adalah jenis haji atau umrah di mana peziarah melakukan

umrah terlebih dahulu dan kemudian haji pada musim haji yang sama. Dalam Tamattu', peziarah pertama-tama melakukan umrah dan kemudian melepaskan pakaian ihram. Setelah itu, mereka akan kembali ke kehidupan normal mereka hingga waktu haji tiba. Pada waktu haji, mereka akan memakai pakaian ihram lagi dan melaksanakan haji. Tamattu' adalah pilihan yang lebih umum karena mengharuskan peziarah menggabungkan umrah dan haji, sehingga memungkinkan mereka untuk merasakan kedua ibadah ini dalam satu perjalanan.

Pilihan antara Qiran, Ifrad, atau Tamattu' tergantung pada preferensi pribadi, situasi, dan niat peziarah. Selain itu, peziarah harus memahami aturan dan tata cara yang berlaku untuk setiap jenis haji atau umrah agar mereka dapat melaksanakannya dengan benar sesuai dengan ajaran Islam.

BAB 4 : SYARAT & MAWANI'

A. Syarat Umum

Syarat umum adalah syarat yang berlaku untuk setiap orang yang ingin mengerjakan haji dan berharap ibadahnya itu punya nilai serta diterima di sisi Allah Swt. Maka syarat umum itu adalah : 1. Islam

Islam adalah syarat utama diterimanya ibadah ritual seseorang, termasuk juga ibadah haji. Seorang yang statusnya bukan muslim, maka walaupun dia mengerjakan semua bentuk ritual haji, tetap saja tidak sah ibadahnya. Dan tentunya, apa yang dikerjakannya itu juga tidak akan diterima Allah Swt sebagai bentuk kebaikan.

2. Aqil

Di antara sekian banyak jenis makhluk Allah di dunia ini, manusia adalah satu-satunya (selain jin) yang diberi akal. Maka dengan akalnya itu manusia diberi taklif (beban) untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

(9)

3. Baligh

Syarat baligh ini merupakan syarat wajib dan bukan syarat sah. Maksudnya, anak kecil yang belum baligh tidak dituntut untuk mengerjakan haji, meski dia punya harta yang cukup untuk membiayai perjalanan ibadah haji ke Mekkah.

4. Merdeka

Seorang budak tentu tidak diwajibkan untuk mengerjakan ibadah haji, meski pun kalau dia diberi kesempatan untuk melakukannya, hukumnya sah.

5. Mampu

Pembahasan tentang syarat mampu adalah pembahasan yang cukup banyak menghabiskan lembar- lembar kitab para ulama. Tapi itu wajar mengingat memang syarat mampu itu secara khusus Allah sebutkan dengan eksplisit tatkala mewajibkan hamba-hamba-Nya menunaikan ibadah haji.

B. Syarat Khusus Wanita

Khusus buat wanita, syarat istithaah (mampu) masih ada tambahan lagi, yaitu adanya mahram dan izin dari suami atau ayah :

1. Bersama Suami atau Mahram

Syarat bagi seorang wanita agar diwajibkan pergi haji adalah adanya suami atau mahram yang menemani selama perjalanan haji.

Mahram secara syar'i adalah orang yang hukumnya haram untuk menikahinya, seperti ayah, kakek, paman, saudara, anak, cucu, keponakan, bahkan termasuk mertua dan saudara sesusuan.

2. Tidak Dalam Masa Iddah

Seorang wanita yang dicerai oleh suaminya, wajib melaksanakan iddah selama 3 kali masa suci dari hadits, atau 3 kali masa haidh. Sedangkan wanita yang suaminya meninggal dunia, masa iddahnya adalah 4 bulan 10 hari.

Selama masa iddah itu, seorang wanita diharamkan menerima lamaran dari orang lain, dan tentunya diharamkan meninkah.

C. Mawani'

Dari syarat-syarat yang disebutkan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ada beberapa pihak yang bisa menjadi pencegah dari kewajiban haji, di antaranya : 3

1. Ubuwah

Yang dimaksud dengan ubuwah adalah ayah, kakek, ayahnya kakek dan seterusnya ke atas. Mereka itu adalah pihak yang dibutuhkan izinnya bagi seorang yang ingin melaksanakan ibadah haji.

Izin ini dibutuhkan khususnya dalam ibadah haji yang hukumnya sunnah, yaitu haji kedua ketiga dan seterusnya.

(10)

Namun untuk haji yang wajib, hanya disunnahkan saja untuk mendapatkan izin dalam melaksanakan haji yang sunnah.

2. Zaujiyah

Makna zaujiyah adalah hubungan antara suami dengan istri, dimana seorang suami berhak untuk melarang istrinya berangkat haji.

Jumhur ulama mengatakan bahwa larangan suami agar istrinya tidak berangkat haji hanya berlaku dalam haji yang hukumnya sunnah. Sedangkan haji yang hukumnya wajib, seorang istri tidak membutuhkan izin dari suaminya, hanya disunnahkan saja.

Sedangkan dalam pandangan mazhab Asy-Syafi’iyah, baik untuk haji wajib maupun haji sunnah, tetap dibutuhkan izin dari suami. Sehingga bila suami tidak mengizinkan istrinya untuk berangkat haji, maka tidak wajib bagi istri untuk menunaikan ibadah tersebut, dengan alasan bahwa wanita itu tidak memiliki istitha’ah (kemampuan).

3. Perbudakan

Seorang tuan berhak untuk melarang budaknya dari berangkat menunaikan ibadah haji. Izin dari tuan dibutuhkan agar budak dibenarkan menjalankan ibadah yang satu ini.

Umumnya ulama mengatakan bahwa izin ini berlaku baik untuk haji wajib maupun haji sunnah.

4. Hutang

Hutang yang melilit seseorang menjadi penghalang dalam ibadah haji. Seorang yang masih punya tanggungan hutang tidak dibenarkan untuk menunaikan ibadah haji, karena dikhawatirkan.

5. Keamanan

Kondisi keamanan yang membahayakan juga bisa menjadi penghalang dari ibadah haji.

6. Kesehatan

Demikian juga dengan kondisi kesehatan badan, juga bisa menjadi penghalang seseorang dari ibadah haji.

Referensi

Dokumen terkait

Adanya pola permintaan dan pola persediaan, dapat dilakukan peramalan mengenai jumlah pemesanan SAR dengan memperhatikan pola permintaan selama bulan ibadah haji

 Haji Qiran (menggabungkan) yaitu menggabungkan pelaksanaan ibadah haji dan umrah sekaligus dalam satu niat, dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat,

Disyariatkan untuk berpuasa pada hari Arafah bagi orang yang tidak pergi haji, dan itu merupakan amalan terbaik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah

Hasil penelitian ini Interaksi mahasiswa dengan modul praktikum manasik haji dan umroh di Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,