Oleh : Cak Mustofa Master Trainer - BNSP
Mangupura –Badung, 23-24 Agustus 2023
PADA SETIAP TAHAPAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
DAN PENERAPAN PDN-TKDN
TEKNIK PERHITUNGAN TKDN
PENGADAAN BARANG/JASA
BAGI PELAKU PENGADAAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KAB. BADUNG - BALI
Cak MUSTOFA
Gedung LKPP 26 Mei 2023
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
03
prosesnya menggunakan bahan baku atau komponen yang seluruh atau sebagian berasal dari dalam negeri
02
menggunakan seluruh atau sebagian tenaga kerja warga negara Indonesia, dan
Barang dan Jasa, termasuk rancang bangun dan perekayasaan, yang :
01
diproduksi atau dikerjakan oleh perusahaan yang berinvestasi dan berproduksi di Indonesia,
Peraturan
Pemerintah No.
29 Tahun 2018 tentang
Pemberdayaan Industri
Pengertian Produk Dalam Negeri
4
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
1
4
Tingkat Komponen Dalam Negeri
Besaran Kandungan Dalam Negeri (KDN) pada Barang, Jasa, serta Gabungan
Barang dan Jasa
Bobot Manfaat Perusahaan
Nilai penghargaan kepada perusahaan yang berinvestasi dan berproduksi di Indonesia PP No. 29
Th. 2018
Istilah - Istilah
TKDN
BMP
5
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Format Perhitungan BMP
6
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Istilah - Istilah
Daftar Inventarisasi Barang/Jasa PDN
Daftar produk buatan dalam negeri, yang memuat nama dan alamat produsen, jenis produk, spesifikasi, standard, kapasitas, capaian
TKDN, dan capaian BMP yang diterbitkan Menteri Perindustrian
Preferensi Harga
Nilai penyesuaian atau normalisasi harga terhadap harga
penawaran dalam proses perhitungan harga evaluasi akhir (HEA) pada pengadaan barang/jasa.
Dihitung saat evaluasi harga penawaran
• Diberikan untuk barang dgn TKDN ≥ 25%.
• Diberlakukan untuk pengadaan > 1 M.
• Preferensi untuk barang max 25% & untuk konstruksi yg dikerjakan BU Nasional max 7,5% diatas penawaran BU asing terendah
PP No. 29 Th. 2018
Perpres 12 Tahun 2021 :
Preferensi harga merupakan insentif bagi produk dalam negeri pada pemilihan Penyedia berupa kelebihan harga yang dapat diterima
7
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Peran dan Nilai Tambah Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pembangunan Nasional
Membuka kesempatan berusaha dan bekerja Negara lebih produktif
Pemberdayaan industri dalam negeri
Mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan barang impor
Mempercepat pemerataan pembangunan, peningkatkan perekonomian dan ketahanan nasional
01
02
03
04 05
8
Contoh
Kemampuan
Industri Dalam Negeri
9
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Contoh Produksi Dalam Negeri
Bahan Penunjang
Pertanian
Mesin dan Peralatan Pertanian
Mesin dan Peralatan Pertambangan
Mesin dan Peralatan
Migas Alat berat,
konstruksi dan Material
Handling
Mesin dan Peralatan
Pabrik
Bahan Bangunan/
Konstruksi
Logam &
Barang Logam Bahan
Kimia dan Barang Kimia
Peralatan Elektronika
Peralatan Kelistrikan
Peralatan Telekomuni
kasi Alat
Transport Peralatan
Laboratorium
Sarana
Pertahanan Lainnya
Kelompok Barang
1 2 3 4
5 6 7 8
9 10 11 12
13
17
Pakaian &
Perlengkap an Kerja
14 15 16
18 19 20
Bahan &
Peralatan Kesehatan
Komputer &
Peralatan Kantor Peralatan
Olahraga &
Pendidikan
2 4 5
6 14 15
16
13
17
19
16 18
Untuk mengetahui secara lebih rinci jenis produk dalam negeri dari masing – masing kelompok barang tersebut dapat mengunjungi website http://tkdn.kemenperin.go.id/rekap.php.
10
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Contoh Kemampuan Industri Elektronik Dalam Negeri
11
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Contoh Kemampuan Industri Bahan Konstruksi Dalam Negeri
12
Ketentuan Kewajiban Penggunaan Produksi Dalam Negeri
13
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Kebijakan Pemerintah dalam Mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri
14
UU No. 3 Tahun 2014 Ttg Perindustrian
Pasal 86
Kewajiban K/L/PD/BUMN/BUMD/BU Swasta dan/atau mengusahakan sumber daya yang dikuasai negara menggunakan PDN dalam setiap pengadaan barang/jasa
PP No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan industri
Pasal 58
Kewajiban menggunakan produk dalam negeri (PDN) pada pengadaan barang jasa dilakukan pada tahap perencaan dan pelaksanaan
Pasal 61
Kewajiban menggunakan PDN apabil terdapat produk dalam negeri dengan nilai penjumlahan TKDN dan BMP paling sedikit 40%.
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Kebijakan Pemerintah dalam Mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri
PP No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan industri Pasal 57
a. Lembaga negara, kementerian, Lembaga pemerintah non kementerian, Lembaga pemerintah lainnya dan satuan kerja perangkat daerah dalam pengadaan Barang/Jasa apabila sumber pembiayaannya berasal dari APBN, APBD termasuk pinjaman atau hibah dari dalam negeri atau luar negeri; dan
b. Badan usaha milik negara, badan usaha lainnya yang dimiliki negara, badan usaha milik daerah dan badan usaha swasta dalam pengadaan Barang/Jasa yang :
1. Pembiayaannya berasal dari APBN dan APBD;
2. Pekerjaannya dilakukan melalui pola Kerjasama antara Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah dengan badan usaha; dan/atau 3. Mengusahakan sumber daya yang dikuasai negara
15
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Kebijakan Pemerintah dalam Mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya jo Peraturan Presiden
No. 12 Tahun 2021
Pasal 4
Tujuan dari pengadaan barang/jasa pemerintah adalah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri
Pasal 66
Pengadaan barang/jasa pemerintah wajijb menggunakan produk dalam negeri apabila terdapat produk dalam negeri dengan nilai penjumlahan TKDN dan BMP paling sedikit 40%
16
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
TKDN ≥40%
Nilai TKDN atau TKDN+BMP minimal 40%
TKDN <25%
Memiliki nilai TKDN di bawah 25%
PRODUK IMPOR TKDN 25 - <40%
Memiliki nilai TKDN di bawah 40%
PDN NON-TKDN
PDN yang belum teridentifikasi nilai TKDN
BELUM WAJIB WAJIB
Jika barang dimaksud
adalah barang wajib, maka yang boleh dibeli adalah PDN yang memiliki nilai TKDN minimal 25%
Jika barang dimaksud
adalah belum wajib, maka diutamakan PDN yang memiliki nilai TKDN, sebelum PDN non-TKDN Impor adalah pilihan terakhir jika benar-benar tidak ada PDN sejenis
URUTAN PEMBELIAN PRODUK DALAM NEGERI
17
SPESIFIKASI TEKNIS PRODUK DFALAM
NEGERI
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2021 Pasal 66 ayat (3)
Penggunaan produk dalam negeri pada PBJ diwajibkan apabila terdapat
produk dalam negeri dengan nilai
penjumlahan TKDN dan BMP paling sedikit 40%
KEWAJIBAN PENGGUNAAN PRODUK
DALAM NEGERI
Nilai TKDN dan BMP mengacu pada Daftar
Inventarisasi Barang/jasa produksi dalam negeri
yang diterbitkan oleh Kementerian
Perindustrian
TKDN + BMP = Min 40%
18
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Contoh Barang WAJIB
Peserta
Tender Barang TKDN BMP TKDN +
BMP
A Produk DN 38 0 38
B Produk DN 25 12 37
C Produk DN 28 15 43
D Produk DN 10 10 20
E Produk LN 0 0 0
F Produk LN 0 0 0
19
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Peserta
Tender Barang TKDN BMP TKDN +
BMP
A Produk DN 20 0 20
B Produk DN 25 12 37
C Produk DN 24 0 24
D Produk DN 10 10 20
E Produk LN 0 0 0
F Produk LN 0 0 0
Contoh Barang TIDAK WAJIB
20
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Penggunaan Produk Dalam Negeri E-PURCHASING
1. PPK dalam menyusun perencanaan PBJP serta PA/KPA dalam menetapkan perencanaan PBJP wajib memaksimalkan penggunaan Produk Dalam Negeri.
2. PPK dan Pejabat Pengadaan dalam proses pemilihan Penyedia khususnya yang menggunakan metode pemilihan E-Purchasing WAJIB mengutamakan Produk Dalam Negeri apabila spesifikasi teknis, kinerja, fungsi, dan volume kebutuhan
barang/jasa, dapat dipenuhi oleh Produk Dalam Negeri yang sudah tercantum pada Katalog Elektronik.
3. Ketentuan lebih lanjut terkait Produk Dalam Negeri mengacu pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
SE LKPP :
NO. 1 TAHUN 2021 TENTANG PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI PADA PROSES E- PURCHASING
21
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
SK KEPALA LKPP : NO. 122 TAHUN 2022
TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN KATALOG ELEKTRONIK
Dilakukan oleh PPK yang meliputi :
b. Prioritas Penggunaan Produk Dalam Negeri
B/J pada e-cat terdapat PDN yang memiliki penjumlahan TKDN + nilai BMP min 40% maka PPK/PP memilih PDN TKDN ≥ 25 %.
1
Apabila angka (1) tidak dapat dipenuhi, maka PPK/PP dapat memilih PDN yang memiliki TKDN < 25%.
2
Apabila angka (1) dan (2) tidak dapat dipenuhi maka PPK/PP dapat memilih produk dengan label PDN namun belum mempunyai nilai TKDN.
3
Penggunaan Produk Dalam Negeri E-PURCHASING
Apabila angka (1), (2) dan (3) tidak dapat dipenuhi maka PPK/PP dapat memilih produk impor
4
22
Master Trainer BNSP
CAK MUSTOFA 23
Ketentuan Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
PP No. 29 Tahun 2018
Produsen barang/jasa dan/atau penyedia yang membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan keterangan yang tidak benar terkait dengan nilai TKDN, atau berdasarkan hasil pemeriksaan ada ketidaksesuaian dalam pengadaan produksi dalam negeri,
mendapat sanksi administrasi sampai dengan sanksi finansial
Pejabat yang menangani pengadaan barang jasa dikenai sanksi administrasi sampai dengan sanksi finansial yang melanggar ketentuan pasal 61 PP Nomor 29 Tahun 2018
Lembaga verifikasi independen TKDN yang melanggar ketentuan (pasal 70)
dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pencabutan penunjukan sebagai lembaga verifikasi independen TKDN
Pasal 106
Pasal 107
Pasal 109
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2018
Pasal 61 ayat (1) & (2)
1) Dalam Pengadaan Barang/Jasa, pengguna Produk Dalam Negeri sebagaimana dimaksud Pasal 57 WAJIB menggunakan Produk
Dalam Negeri apabila terdapat Produk Dalam Negeri yang memiliki penjumlahan Nilai TKDN dan nilai Bobot Manfaat Perusahaan
minimal 40%
2) Produk Dalam Negeri yang WAJIB digunakan sebagaimana
dimaksud ayat (1) harus memiliki nilai TKDN paling sedikit 25%
(dua puluh lima persen)
24
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Denda Administratif Apabila Tidak Memprioritaskan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Pejabat Pengadaan Barang/Jasa
Produsen Barang dan/atau Penyedia Barang/Jasa
Sanksi denda administratif sebesar 1% (satu persen) dari nilai kontrak pengadaan Barang/Jasa dengan nilai paling tinggi Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)
Denda administratif dikenakan apabila produsen barang dan/atau penyedia barang/jasa melanggar ketentuan pasal 61 ayat (6) berupa pengurangan pembayaran sebesar selisih antara nilai TKDN penawaran dengan nilai TKDN pelaksanaan paling tinggi 15% dan pasal 61 ayat (7) berupa 3 (tiga) kali nilai barang yang diimpor.
Pembayaran denda administratif sebagaimana dimaksud dilakukan paling lama 30 hari kerja sejak surat pengenaan sanksi denda administratif ditetapkan
Denda administratif wajib disetor ke kas negara atau kas daerah sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dasar Hukum:
Peraturan Pemerintah No. 29
Tahun 2018
Pasal 110 Denda administratif merupakan penerimaan negara bukan pajak atau penerimaan daerah
25
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2018
Pasal 61 ayat (6) & (7)
6) Besaran nilai TKDN dan nilai Bobot Manfaat Perusahaan atas Produk Dalam Negeri yang diserahkan oleh produsen Barang dan/atau penyedia Jasa dalam pengadaan Produk Dalam Negeri harus sesuai dengan besaran nilai yang
dicantumkan pada daftar inventarisasi Barang/Jasa produksi dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (4)
7) Produsen Barang dan/atau penyedia jasa WAJIB MENJAMIN Produk Dalam Negeri yang diserahkan dalam pengadaan Produk Dalam Negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diproduksi di dalam negeri.
26
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2022
Percepatan Peningkatan Penggunaan PDN, Produm UMK dan Koperasi Dalam Rangka Mensukseskan Gerakan Bangga Buatan Indonesia Pada Pelaksanaan PBJP
Merencanakan, mengalokasikan, dan merealisasikan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang menggunakan Produk Dalam Negeri di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah
Menggunakan Peroduk Dalam Negeri yang memiliki penjumlahan Nilai TKDN dan nilai Bobot Manfaat Perusahaan minimal 40%
Mencantumkan SYARAT WAJIB menggunakan Peroduk Dalam Negeri dan produk yang dihasilkan Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi/industri Kecil dan Menengah pada semua kontrak kerja sama
Memberikan Preferensi Harga dalam Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah untuk pembelian produk dalam negeri yang memiliki nilai TKDN paling sedikit 25% sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan
27
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Apakah masih boleh IMPORT?
Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Pengadaan barang yang berasal dari luar negeri (import) dimungkinkan dalam hal : 01 Barang tersebut belum dapat diproduksi/dihasilkan di dalam negeri; atau 02 Volume produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan
Perpres 12 Tahun 2021 pasal 66 ayat (5)
28
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Penggunaan Produk Dalam Negeri
1. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa wajib menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN) yang memiliki TKDN minimal 25% apabila terdapat PDN dengan penjumlahan TKDN dan nilai Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) paling sedikit 40%.
2. Penggunaan produk impor atau PDN dengan nilai TKDN dibawah 25% HANYA DAPAT DILAKUKAN setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri/Pimpinan Lembaga;
dan
3. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) WAJIB melakukan pengendalian terhadap pemenuhan spesifikasi teknis/KAK dalam pelaksanaan pekerjaan dengan memaksimalkan penggunaan PDN.
SE MENKO MARVES SELAKU KETUA TIMNAS P3DN :
NO. B-0087/MENKO/MARVES/PE.00/I/2022 TANGGAL 12 JANUARI 2022
TENTANG PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI PADA PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
29
SE Bersama : Mendagri
& Kepala LKPP
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
SE Bersama Mendagri & Kepala LKPP
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Pada Pengadaan Barang/Jasa Di Lingkungan Pemerintah Daerah
31
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
SE Bersama Mendagri & Kepala LKPP
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Pada Pengadaan Barang/Jasa Di Lingkungan Pemerintah Daerah
32
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
SE Bersama Mendagri & Kepala LKPP
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Pada Pengadaan Barang/Jasa Di Lingkungan Pemerintah Daerah
33
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
SE Bersama Mendagri & Kepala LKPP
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Pada Pengadaan Barang/Jasa Di Lingkungan Pemerintah Daerah
33
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
SE Bersama Mendagri & Kepala LKPP
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Pada Pengadaan Barang/Jasa Di Lingkungan Pemerintah Daerah
34
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
SE Bersama Mendagri & Kepala LKPP
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Pada Pengadaan Barang/Jasa Di Lingkungan Pemerintah Daerah
35
SE Kemenkes : Ttg Penggunaan
Sediaan Farmasi &
Alkes PDN
Master Trainer BNSP
CAK MUSTOFA 37
Memprioritaskan pengadaan Sediaan Farmasi dan alat kesehatan PDN dengan ketentuan:
01
Apabila barang/jasa yang dibutuhkan pada Katalog Elektronik terdapat PDN yang
memiliki jumlah nilai TKDN dan nilai BMP minimal 40%, maka PPK/PP memilih produk dalam negeri dengan nilai TKDN paling sedikit 25%;
a.
Dalam hal kondisi pada huruf a tidak dapat dipenuhi maka PPK/PP dapat memilih produk dalam negeri dengan nilai TKDN kurang dari 25%;
b.
Dalam hal kondisi pada huruf b tidak dapat dipenuhi maka PPK/PP dapat memilih produk dengan label Produk Dalam Negeri (PDN) namun belum mempunyai nilai TKDN
c.
SE Menteri Kesehatan
No. HK.02.02/I/2378/2022 Tgl. 2 Juli 2022
Kpd seluruh Kadinkes Provinsi, Kadinkes Kab/Kota, Dirut RS UPT Kementerian Kesehatan, dan Direktur RS milik Pemda agar memprioritaskan pengadaan dan
penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan dengan memperhatikan hal-hal sbb :
Master Trainer BNSP
CAK MUSTOFA 38
Dalam hal kondisi pada huruf c tidak dapat dipenuhi maka PPK/PP dapat memilih produk impor;
d.
dalam hal kondisi pada huruf d tidak dapat dipenuhi maka PPK/PP dapat menggunakan metode lain selain E-Purchasing Katalog sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan
e.
Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota melakukan kegiatan pengawasan terhadap
pengadaan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri di Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah yang menjadi kewenangannya
02
RS UPT Kementerian Kesehatan dan Rumah Sakit milik Pemda wajib melakukan pelaporan terkait pengadaan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri dan pemutakhiran data pada aplikasi Sistem Pengawasan Peningaktan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN).
03
Master Trainer BNSP
CAK MUSTOFA 39
Terhadap RS UPT Kementerian Kesehatan dan RS milik Pemda yang tidak mematuhi ketentuan pada Surat Edaran ini akan DIBERIKAN SANKSI dipertimbangkan untuk tidak mendapatkan bantuan alokasi dana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan
04
Informasi terkait data alat kesehatan produksi dalam negeri dapat dilihat di laman
http://infoalkes.kemkes.go.id.
05
Penerapan TKDN Tahap Perencanaan
40
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
TAHAP PERENCANAAN
41
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Contoh Perencanaan Pengadaan Yang memuat klausul TKDN
42
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Contoh Perencanaan Pengadaan Yang memuat klausul TKDN
43
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Contoh Hasil Pencarian TKDN
Pada website Kemenperin : tkdn.kemenperin.go.id
44
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Contoh Pencantuman PDN-TKDN
Pada Dokumen Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa
45
TKDN
Bagaimana
Pencarian Informasi Produk ber-TKDN?
46
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
WEBSITE :
http://tkdn.kemenperin.go.id/
TKDN Barang
1. Klik REKAPITULASI
47
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Pada halaman terakhir terdapat menu Downlod Excel TKDN & BMP
48
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEBUTUHAN :
FILLING CABINET :
Merk : CHITOSE
Dimensi : W 915 x D 400 x H 1.805; Colour : White; Material : Steel Plate; Jumlah Ordner : 40pcs; Jumlah Shelf : 4 shelf (10 ordner/shelf)
Spesifikasi Teknis :
Tipe : Chiba Organizer
49
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
2. Klik SERTIFIKAT
50
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Klik Kategori Pencarian
51
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Pilih SALAH SATU
KATEGORI PENCARIAN
52
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Klik TAMPILKAN Filling Cabinet
INPUT KATA KUNCI PENCARIAN
53
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KLIK PADA NAMA PRODUSEN
54
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
TKDN : 61,47 % BMP : 0,00 %
Jumlah : 61,47 %
WAKTU pencarian
TKDN
55
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Klik TKDN IK
PENCARIAN NILAI TKDN
UNTUK PRODUK INDUSTRI KECIL
56
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
PENCARIAN NILAI TKDN
UNTUK PRODUK INDUSTRI KECIL
57
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Sertifikat TKDN dan BMP
58
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEBUTUHAN : CHAIR / KURSI
Merk : CHITOSE
453 x 456 x 770; Frame Finishing : Powder Coating; Frame Colour : Grey, Silver, White,
Orange; UPHOLSTERY MATERIAL : Plate; Weight per Piece (Kg) : 4.7; Contain per Carton : 4;
COLOUR OPTIONS : Grey, Silver, White, Orange
Spesifikasi Teknis : Tipe : SAM
TUGAS : PENCARIAN NILAI TKDN PRODUK
59
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEBUTUHAN : KERTAS PHOTOCOPY
Merk : SiDU
PPT, PPE (GRAMATUR 70 GSM)
Spesifikasi Teknis : Tipe : PPT, PPE
TUGAS : PENCARIAN NILAI TKDN PRODUK
60
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEBUTUHAN :
PELECING MAKNYUSS (AYAM DALAM KEMASAN KALENG)
Produsen : PR YOLA PRIBUMI
Ayam Kampung
Spesifikasi Teknis :
TUGAS : PENCARIAN NILAI TKDN PRODUK INDUSTRI KECIL
61
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Perhitungan TKDN
Sesuai Permenperin No. 16 Tahun 2011
62
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Tata Cara Perhitungan TKDN Barang – Cost Based
TKDN Barang dapat dilihat pada Daftar Inventaris Barang/Jasa
DN LN Bahan Baku
Tenaga Kerja
Mesin
Overhead pabrik
DN LN DN LN DN LN
1 2 3 4 5
Perhitungan persentase TKDN
berdasarkan biaya membuat produk (cost of goods).
Tidak termasuk keuntungan, biaya overhead Perusahaan & Pajak
Bahan dinilai berdasar negara asal;
Mesin dinilai berdasar asal &
kepemilikan
Tenaga kerja berdasarkan kewarganegaraan
63
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Rumus Perhitungan TKDN Barang
Perhitungan TKDN Barang
64
Biaya Komponen DN
TKDN = --- Biaya Produksi Barang Jadi
x 100 %
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
WEBSITE KEMENPERIN
tkdn.kemenperin.go.id
Bersertifikat TKDN
Tayang di website Kemenperin Nilai TKDN tercantum
di website Kemenperin
Tidak Tayang di website Kemenperin
0 %
Nilai TKDN
Tidak Bersertifikat TKDN
NILAI TKDN BARANG
65
Penerapan TKDN Tahap Persiapan
Pengadaan
66
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
TAHAP PERSIAPAN PENGADAAN
Oleh Pejabat Pembuat Komitmen
❑ Reviu Spesifikasi Teknis/KAK
▪ Reviu dan penetapan spesifikasi teknis/Kerangka Acuan Kerja (KAK).
PPK melakukan reviu spesifikasi teknis/KAK yang telah disusun pada tahap perencanaan Pengadaan Barang/Jasa yang digunakan untuk menyusun anggaran
▪ Reviu dilakukan berdasarkan data/informasi pasar terkini untuk mengetahui ketersediaan barang/jasa, harga, pelaku usaha dan alternatif barang/jasa sejenis.
▪ Dalam melakukan reviu ketersediaan barang/jasa perlu memperhatikan:
1) Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mengacu pada daftar inventarisasi barang/jasa produksi dalam negeri (tkdn.kemenperin.go.id);
2) Memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI);
3) Produk usaha mikro dan kecil serta koperasi dari hasil produksi dalam negeri; dan 4) Produk ramah lingkungan hidup
❑ Reviu Anggaran Dalam DIPA/DPA
hasil reviu perkiraan biaya/Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah memperhitungkan biaya tidak langsung, keuntungan, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
❑ Berita acara Reviu
67
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : Penetapan Dokumen Spesifikasi Teknis yang telah mencantumkan klausul TKDN
68
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : Penetapan Dokumen Spesifikasi Teknis yang telah mencantumkan klausul TKDN
69
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : Pencantuman klausul PDN dan Nilai TKDN pada Dokumen Spesifikasi Teknis Pekerjaan konstruksi
70
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : Pencantuman klausul PDN dan Nilai TKDN
& Preferensi Harga pada Spek Pekerjaan konstruksi
71
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
PENETAPAN HPS :
Konsultan Perencana diminta menghitung perkiraan nilai Kandungan Dalam Negeri Bangunan yang akan dibangun ?72
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH :
Penetapan HARGA PERKIRAAN SENDIRI Yang mencantumkan Perkiraan Nilai TKDN73
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH :
Penetapan Klausul PDN dan Nilai TKDN pada Dokumen Rancangan KontrakSYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)
74
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH :
Penetapan Klausul PDN dan Nilai TKDN pada Dokumen Rancangan Kontrak – PEK. KONSTRUKSISYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)
75
Apabila jumlah
komponen barangnya banyak, maka pada klausul angka 1) dapat dibunyikan
sebagaimana terlampir
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH :
Penetapan Klausul PDN dan Nilai TKDN pada Dokumen Rancangan Kontrak – PEK. KONSTRUKSISYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)
76
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH :
Penetapan Klausul DENDA GANTI RUGI terkait NILAI TKDN pada Dokumen Rancangan KontrakSYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)
77
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEPMEN PUPR No. 602/KPTS/M/2023
Ttg. Batas Minimum nilai TKDN Jasa Konstruksi
78
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEPMEN PUPR No. 602/KPTS/M/2023
Ttg. Batas Minimum nilai TKDN Jasa Konstruksi
79
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEPMEN PUPR No. 602/KPTS/M/2023
Ttg. Batas Minimum nilai TKDN Jasa Konstruksi
80
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEPMEN PUPR No. 602/KPTS/M/2023
Ttg. Batas Minimum nilai TKDN Jasa Konstruksi
81
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEPMEN PUPR No. 602/KPTS/M/2023
Ttg. Batas Minimum nilai TKDN Jasa Konstruksi
82
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
KEPMEN PUPR No. 602/KPTS/M/2023
Ttg. Batas Minimum nilai TKDN Jasa Konstruksi
83
Penerapan TKDN Tahap Persiapan
Pemilihan
84
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Reviu Dokumen Persiapan Pengadaan
Oleh Pokja Pemilihan atau Pejabat Pengadaan
a
D
l
G
Produk UMK & Koperasi
Produk usaha mikro dan kecil serta koperasi dari hasil produksi dalam negeri, dan
SNI
Memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI),
TKDN
Reviu spesifikasi teknis/KAK untuk memastikan bahwa spesifikasi
teknis/KAK telah menggunakan barang/jasa yang memiliki TKDN yang mengacu pada daftar inventarisasi barang/jasa produksi dalam negeri dalam website tkdn.kemenperin.go.id
Ramah Lingkungan
Produk ramah lingkungan hidup.
01
02
03
04
Reviu apakah syarat TKDN wajib atau tidak, jika wajib maka Pokja/PP mencantumkan
persyaratan TKDN dalam dokumen pemilihan
85
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Reviu Dokumen Persiapan Pengadaan
Oleh Pokja Pemilihan atau Pejabat Pengadaan
a
D
l
G
Produk UMK & Koperasi
Produk usaha mikro dan kecil serta koperasi dari hasil produksi dalam negeri, dan
SNI
Memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI),
TKDN
Reviu spesifikasi teknis dan detailed engineering design untuk pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk memastikan bahwa spesifikasi teknis dan detailed engineering design telah menggunakan barang/jasa yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang
mengacu pada daftar inventarisasi barang/jasa produksi dalam negeri Ramah Lingkungan
Produk ramah lingkungan hidup.
01
02
03
04
Reviu apakah syarat TKDN wajib atau tidak, jika wajib maka Pokja/PP mencantumkan
persyaratan TKDN dalam dokumen pemilihan
86
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : REVIU POKJA PEMILIHAN TERHADAP NILAI TKDN PADA DOKUMEN SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
87
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : REVIU POKJA PEMILIHAN TERHADAP NILAI TKDN PADA DOKUMEN SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
88
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : REVIU POKJA PEMILIHAN TERHADAP NILAI TKDN PADA DOKUMEN SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
89
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : REVIU POKJA PEMILIHAN TERHADAP NILAI TKDN PADA DOKUMEN HPS
90
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : REVIU POKJA PEMILIHAN TERHADAP NILAI TKDN PADA DOKUMEN RANCANGAN KONTRAK
91
Penerapan TKDN Tahap Pemilihan
Penyedia
92
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
PP NO. 29 TAHUN 2018 PASAL 64 PREFERENSI HARGA
93
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
e f g
03Preferensi harga diberikan pada pengadaan Barang dengan ketentuan sebagai berikut:
02Preferensi harga diberlakukan untuk Pengadaan Barang/Jasa dengan nilai HPS paling sedikit di atas Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
01Preferensi harga merupakan insentif bagi produk dalam negeri pada pemilihan Penyedia berupa kelebihan harga yang dapat diterima
PERPRES 12 THUN 2021 pasal 67 PREFERENSI HARGA
a. Diberikan terhadap Barang yang memiliki TKDN paling rendah 25%.
b. Diberikan paling tinggi 25% (dua puluh lima persen).
c. Diperhitungkan dalam evaluasi harga penawaran yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis d. Penetapan pemenang berdasarkan urutan harga terendah Hasil Evaluasi Akhir (HEA).
e. HEA dihitung dengan rumus HEA = (1 − KP) × HP
KP = TKDN × preferensi tertinggi; KP adalah Koefisien Preferensi; HP adalah Harga Penawaran setelah koreksi aritmatik.
94
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
f g
04
Untuk Pekerjaan Konstruksi pada metode pemilihan Tender Internasional, preferensi harga diberikan paling tinggi 7,5% (tujuh koma lima persen) kepada badan usaha nasional di atas harga penawaran terendah dari badan usaha asing
f. Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan HEA terendah yang sama, penawar dengan TKDN lebih besar ditetapkan sebagai pemenang
PERPRES 12 THUN 2021 pasal 67 PREFERENSI HARGA
95
Ketentuan PDN,
TKDN & Preferensi Harga pada MDP
Pek. Konstruksi
96
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Klausul-Klausul PREFERENSI HARGA
Klausul TKDN dan Preferensi pada IKP klausul 7.6
Penawaran yang
menyampaikan barang/jasa yang memiliki TKDN paling rendah 25% (dua puluh lima persen) diberikan preferensi untuk Pengadaan Barang/Jasa yang bernilai paling sedikit di atas Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
Paling rendah
25%
Paling sedikit
1 Miliar
Klausul TKDN pada IKP klausul 7.5 Atas penggunaan produk
dalam negeri,
penawaran peserta diberikan preferensi harga sebagaimana ketentuan berlaku dengan nilai preferensi sebagaimana tercantum dalam LDP
Dokumen Lain :
1. Formulir rekapitulasi perhitungan TKDN (apabila memenuhi syarat untuk diberikan preferensi harga)
2. Daftar barang yang diimpor (apabila ada).
Klausul
pada IKP klausul 17.2.D
97
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Memperhitungkan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri (apabila memenuhi persyaratan diberlakukannya preferensi harga) dengan ketentuan:
IKP klausul 28.13.c 1
Nilai TKDN Komponen Barang berdasarkan daftar inventaris barang/jasa produksi dalam negeri yang diterbitkan oleh
kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang perindustrian;
2
Preferensi Harga diberikan pada tiap komponen barang yang memiliki nilai TKDN paling sedikit 25% (dua puluh lima) persen
Klausul-Klausul PREFERENSI HARGA
IKP klausul 28.13.c
98
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Klausul-Klausul PREFERENSI HARGA
IKP klausul 28.13.c
7
Perhitungan HEA komponen barang dalam total penawaran digunakan untuk menetapkan peringkat pemenang
6
Pemberian Preferensi Harga tidak mengubah Harga Penawaran dan hanya digunakan oleh Pokja Pemilihan untuk keperluan perhitungan HEA komponen barang
99
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Dokumen Penawaran Teknis
IKP Klausul 17.2.b
Persyaratan Lainnya
Formulir penyampaian TKDN (apabila memenuhi syarat untuk diberikan
preferensi harga);
6
Dokumen RKK
5
Dokumen Subkontrak (Menengah/Besar)
4
Peralatan Utama
3
Personel Manajerial
2
Metode Pelaksanaan (Kualifikasi
Besar/Kompleks)
1
100
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : Penetapan Syarat Nilai TKDN & PREFERENSI HARGA dalam Dokumen Pemilihan PEKERJAAN KONSTRUKSI jika Syarat
Preferensi Harga untuk Nilai Paket diatas Rp.1 M
LDP : F. Persyaratan
teknis:
101
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : Penetapan Syarat Nilai TKDN & PREFERENSI HARGA dalam Dokumen Pemilihan PEKERJAAN KONSTRUKSI jika Syarat
Preferensi Harga untuk Nilai Paket diatas Rp.1 M
LDP : F. Persyaratan
teknis:
102
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Penyedia menyampaikan Penawaran : SYARAT TKDN & PREFERENSI HARGA
103
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH Formulir Penyampaian TKDN Oleh Peserta Tender
104
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Evaluasi Teknis dan Harga
Produk yang memiliki TKDN+BMP paling rendah 40% (empat puluh persen) maka produk luar negeri digugurkan. Hal ini dapat dilakukan dalam hal hanya terdapat 1 (satu) jenis barang dalam 1 (satu) paket.
Perhitungan Harga Evaluasi Akhir (HEA) untuk pengadaan barang dengan nilai paling sedikit di atas Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) diperhitungkan preferensi untuk produk yang memiliki TKDN paling sedikit 25% (dua puluh lima persen).
HEA = (1 – KP) x HP
105
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
PREFERENSI HARGA BARANG
HEA = (1-KP) x HP
KP : Koefisien Preferensi
KP : TKDN x Preferensi Harga Tertinggi Barang/Jasa
HP Harga Penawaran (Harga Penawaran setelah koreksi aritmatik yang memenuhi persyaratan dan telah dievaluasi).
:
CONTOH :
= (1-(65% x 25%)) x Rp.1.000.000.000,00
Harga Penawaran : Rp.1.000.000.000,00
TKDN : 65%
Preferensi : 25%
Harga Preferensi : Rp. 837.500.000,00
= (1-0,1625) x Rp.1.000.000.000,00
= 0,8375 x Rp.1.000.000.000,00
106
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Preferensi Harga BARANG & JASA
1 - KP X HP HEA =
CATATAN :
Preferensi Barang : Maksimal 25 % Preferensi Jasa : 0 %
1 – (TKDN x 25% x HP
HEA = +
SEHINGGA MENJADI :
BARANG JASA
1 – (TKDN x 0% x HP
107
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Contoh Perhitungan Preferensi Harga Gabungan BARANG & JASA
Harga Penawaran : Rp.1.000.000,00 Barang : Rp.900.000,00 & Jasa : Rp.100.000,00 TKDN : Barang : 50 % & Jasa : 100%
Preferensi : Barang : 25% & Jasa : 0 %
x 900.000
HEA = 1 - (50% x 25%) + 1 - (100% x 0%) x 100.000
HEA = 787.500 + 100.000 = 887.500 1 – (TKDN x 25% x HP
HEA = + 1 – (TKDN x 0% x HP
108
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH : Perhitungan Preferensi Harga PENGADAAN BARANG
109
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Jika dalam proses pengadaan menggunakan komponen berupa
barang, jasa, atau gabungan keduanya yang tidak berasal dari dalam negeri, maka masih dimungkinkan untuk menggunakan komponen impor.
Namun pemberian preferensi harga tetap mengacu bahwa untuk Barang yang diadakan harus sesuai dengan besaran TKDN Barang yang tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri (diberikan
preferensi harga jika TKDN barang tersebut ≥ 25 %).
Contoh Perhitungan
HARGA EVALUASI AKHIR
110
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Dengan memperhitungan TKDN perusahaan PT. Cak Mustofa yang semula urutan 3 berdasarkan HEA menjadi pemenang
Contoh Perhitungan
HARGA EVALUASI AKHIR
111
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Penetapan Pemenang
Metode evaluasi harga terendah, penetapan peringkat calon pemenang disusun berdasarkan Harga Penawaran Terkoreksi/HEA terendah.
Apabila terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan HEA yang sama, penawar dengan TKDN terbesar ditetapkan sebagai calon pemenang.
Metode evaluasi sistem nilai, nilai penawaran harga dihitung dengan membandingkan harga penawaran dengan harga penawaran harga terendah.
NPi = (Harga terendah/Harga i ) x 100%
Dimana :
NPi : nilai penawaran harga PTi
Harga i : HEA (jika memperhitungkan preferensi)
112
Penerapan TKDN pada
Pelaksanaan Pekerjaan s/d Serah Terima Pekerjaan
& Perhitungan Sanksi
113
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Tahap Pelaksanaan & Serah Terima
1
Pada tahap pelaksanakan pekerjaan :
PPK melakukan monitoring atas pelaksanaan dan capaian penggunaan produk dalam negeri, dengan meminta bukti penggunaan produk dalam negeri :
➢ Barang : menyerahkan copy sertifikat TKDN
➢ Jasa : bukti penggunaan penyedia jasa dalam negeri
2 Pada tahap Serah Terima :
❖ PPK bersama tim ahli/teknis menghitung Capaian TKDN, dengan memperhatikan bukti-bukti dukung (sertifikat TKDN,
❖ Untuk Pekerjaan konstruksi, Capaian dihitung setelah pekerjaan.
Project Owner (PA/KPA/PPK) dengan melibatkan lembaga verifikator
❖ Jika ada penyimpangan atau ketidaksesuaian maka dihitung Sanksi
114
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Pedoman Pengelolaan Kontrak
Bagian dari Kontrak paling berperan dalam mengatur pelaksanaan kontrak adalah ketentuan yang telah ditetapkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK).
1
SSUK dan SSKK sebagai pedoman pelaksanaan kontrak yang diharapkan dapat menjamin keberhasilan pelaksanaan kontrak tersebut.
2
115
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
CONTOH :
Penetapan Klausul PDN dan Nilai TKDN pada Dokumen Kontrak – PEKERJAAN KONSTRUKSISYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)
Apabila jumlah
komponen barangnya banyak, maka pada klausul angka 1) dapat dibunyikan
sebagaimana terlampir
116
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Serah Terima Hasil Pekerjaan
Membuktikan bahwa barang yang diserahkan benar-benar diproduksi di dalam negeri sebagaimana dinyatakan dalam Kontrak dan/atau menyerahkan salinan dari sertifikat TKDN atau hasil tangkap layar Nilai TKDN dari website Kemenperin (tkdn.kemenperin.go.id)
117
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Perhitungan Sanksi
Perlu Diingat !
Jika TKDN yg ditawarkan membuat suatu perusahaan mendapat pekerjaan (kontrak), tetapi realisasinya
TKDN tidak tercapai, harusnya dia tidak menang...
Mungkin ada perusahaan lain yg lebih layak → Sanksi harus diterapkan
118
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Evaluasi dan Sanksi
Evaluasi dilakukan terhadap :
• Pengawasan dan verifikasi realisasi nilai TKDN,
• Komitmen lokasi pengerjaan di wilayah Negara Republik Indonesia,
• Komitmen pengerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri serta
• Kerja sama dengan usaha kecil/koperasi kecil Denda atas keterlambatan
penyerahan barang atau pekerjaan dan/atau tidak memenuhi
komitmen pencapaian TKDN serta denda lainnya
Penyedia menyerahkan barang/jasa yang kualitasnya tidak sesuai dengan Kontrak berdasarkan hasil audit maka dikenakan sanksi ganti rugi sebesar nilai kerugian yang ditimbulkan
Sanksi Finansial = (%TKDN penawaran - % TKDN pelaksanaan) x Harga Penawaran
119
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Pasal 76 : Pengawasan dan Sanksi (Sanksi Administratif & Finansial)
Pasal 106 – 110 : Implementasi Sanksi (Surveyor, Pejabat PBJ & produsen/Penyedia)
Lembaga Verifikasi
Pejabat Pengadaan
Produsen Barang dan/atau Penyedia B/J
SANKSI
Pasal 106
Pasal 107
Pasal 109
PERATURAN PEMERINTAH NO. 29 TAHUN 2018
120
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
IMPLEMENTASI SANKSI
PP No. 29 Tahun 2018
121 Denda administratif sebesar 1% (satu persen) dari nilai kontrak pengadaan Barang/Jasa
dengan nilai paling tinggi Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).
DENDA
PEMBERHENTIAN PEJABAT PENGADAAN BARANG/JASA
DISETOR KE KAS NEGARA/DAERAH
PEMBERHENTIAN DENDA
ADMINISTRATIF PERINGATAN
TERTULIS
Pasal 108 Pasal 107
SANKSI TERHADAP PEJABAT PENGADAAN
JIKA TIDAK DILAKSANAKAN
SANKSI
ADMINISTRASI
Master Trainer BNSP
CAK MUSTOFA 122
IMPLEMENTASI SANKSI
PP No. 29 Tahun 2018
Pedoman
Pengawasan
Jasa Konstruksi APBD
123
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Permen PUPR No. 1 Tahun 2023
Tentang : Pedoman Pengawasan Jasa Konstruksi Yang dilaksanakan Pemprov/Pemkab/Pemkot
124
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Permen PUPR No. 1 Tahun 2023
Tentang : Pedoman Pengawasan Jasa Konstruksi Yang dilaksanakan Pemprov/Pemkab/Pemkot
125
Master Trainer BNSP CAK MUSTOFA
Permen PUPR No. 1 Tahun 2023
Tentang : Pedoman Pengawasan Jasa Konstruksi