Long-term Management
What is The Benefits of ICS-LABA in Children
Dr. dr. Ery Olivianto, Sp.A(K)
DISCLAIMER WEWANTI
• The speaker receives financial support from PT. AstraZeneca Indonesia for speaking in this meeting.
• Pembicara menerima dana dari PT. AstraZeneca Indonesia sebagai pembicara pada pertemuan ilmiah ini .
I have no conflict of interest
Saya tidak memiliki konflik kepentingan
• This meeting is organized by Respiratory Working Group of Indonesia Pediatric Society , and sponsored by AztraZeneca Indonesia.
• Acara Ilmiah ini diselenggarakan oleh UKK Respirologi IDAI dan disponsori oleh PT AztraZeneca Indonesia
Pendahuluan
• penyakit heterogen yang ditandai dengan inflamasi kronik saluran respiratori, yang dapat bermanifestasi sebagai batuk, mengi (wheezing) dan sesak napas yang bervariasi dalam waktu maupun intensitas disertai dengan limitasi aliran udara ekspirasi
Definisi Asma:
Gejala Patofisiologi
batuk, mengi, sesak
obstruksi saluran respiratori
Patologi remodeling sal.
respiratori
Inflamasi akut bronko-
spasme edema,
hipersekresi kronik
AHR# Respons
adaptif Imbalans
otonomik Respons imun Th2,
IgE, IgG4, IgG1 pencetus: asap
rokok, debu, TDR
pemacu: alergen indoor, jamur
pemicu: ozon, rhinovirus, RSV Penyebab
(insults) kerentanan
genetik
Patogenesis Asma
Importance of early diagnosis and appropriate management
Tujuan Tata Laksana
Kontrol Gejala Mencegah Serangan
Mempertahankan Fungsi Paru Meminimalkan Efek Samping Obat:
Mendorong Swa-kelola
Meningkatkan Kualitas Hidup
personalized control-based asthma management
Medikamentosa
Non-Medikamentosa
PENILAIAN
TENTUKAN PENGENDALI DAN PEREDA
NILAI DERAJAT KENDALI
SESUAIKAN PENGOBATAN
§
Gejala asma tidak terkendali
§
Penggunaan SABA yang sering (>3 kali per minggu, setara dengan >3 canister pMDI per tahun)
§
Penggunaan KI sebagai obat pengendali yang tidak adekuat, pemakaian tidak teratur, teknik inhalasi salah
§
Mempunyai komorbid, seperti obesitas, rinosinusitis kronik, GERD, OSAS, alergi makanan
§
Masalah psikososial yang berat
§
Paparan asap rokok, e-cigarette, polusi udara dan alergen
§
FEV
1rendah (<60% prediksi), respons terhadap uji bronkodilator tinggi
§
Eosinofilia (darah atau sputum)
§
Pernah diintubasi atau perawatan PICU karena asma
§
Pernah serangan berat dalam 12 bulan terakhir
Faktor Risiko Serangan pada Anak Asma Usia >6 tahun
Pereda: SABA
kecuali yang bertanda *: pereda KI-formoterol Tanpa pengendali,
pereda SABA + KI dosis rendah
KI dosis rendah
− KI-LABA dosis rendah
− KI-LABA dosis
menengah − KI-LABA dosis tinggi
intermitten persisten ringan persisten sedang persisten berat
− Tambahan: seperti Anti IgE, anti IL-4R,
− KI-formoterol dosis sangat rendah*
atau
− KI-formoterol dosis rendah*
atau
− KI dosis menengah atau
− Tanpa pengendali, pereda SABA + KI dosis rendah
− KI dosis rendah +
LTRA − menambahkan
pengendali di atas dengan LAMA atau LTRA
atau
− Pengendali LTRA
− Pengendali KI dosis rendah
Pilihan pengendali lain: Pilihan pengendali lain:
− menambahkan anti IL-5
− menambahkan kortiko- steroid oral dosis rendah, sebagai upaya terakhir atau
Pilihan lain:
Rujuk ke konsultan respirologi
Pertimbangkan:
Pilihan lain:
Pilihan lain:
Pengendali:
Pengendali:
Pengendali:
Jenjang Tata Laksana Jangka Panjang Asma pada Anak Usia 6-11 Tahun
Busse WW, Pedersen S, Pauwels RA, Tan WC, Chen YZ, Lamm CJ, et al.The inhaled steroid treatment as regular therapy in early asthma (START) study 5-year follow-up: Effectiveness of early intervention with budesonide in mild persistent asthma. J Allergy Clin Immunol. 2008;121(5):1167-74. DOI: 10.1016/j.jaci.2008.02.029
Kortikoseroid inhalasi (KI) bekerja menekan inflamasi saluran respiratori dan merupakan pengendali asma yang paling efektif.
• mengurangi gejala
• meningkatkan fungsi respiratori
• menurunkan risiko serangan
Axelsson I, Naumburg E, Prietsch SOM, Zhang L. Inhaled corticosteroids in children with persistent asthma: effects of different drugs and delivery devices on growth. Cochrane Database Syst Rev. 2019;6:CD010126. DOI: 10.1002/14651858.CD010126.pub2
Rasionalitas Kombinasi KI-LABA untuk Tatalaksana
Asma pada Anak
MENGAPA MENGGUNAKAN KOMBINASI KI DENGAN LABA?
Glucocorticoid receptor
ß
2-Adrenoceptor
• Efek kortikosteroid terhadap ß2-agonist reseptor Corticosteroid
Anti-inflammatory effect
• Efek ß2-agonist terhadap kortikosteroid
ß
2-Agonist
Bronchodilatation
+ +
Barnes PJ. Scientific rationale for inhaled combination therapy with long-acting b2-agonists and corticosteroids Eur Respir J 2002;19:182-91
Kortikosteroid meningkatkan ekspresi β2-receptor dan mencegah terjadinya down- regulation akibat pemakaian
jangka panjang β2-agonis
Pearlman DS, Eckerwall G, McLaren J, Lamarca R, Puu M, Gilbert I, et al. Efficacy and safety of budesonide/formoterol pMDI vs budesonide pMDI in asthmatic children (6-<12 years). Annals of allergy, asthma & immunology : official publication of the American College of Allergy, Asthma, &
Immunology. 2017;118(4):489-99.e1. DOI: 10.1016/j.anai.2017.01.020
• LABA tidak digunakan sebagai obat tunggal, tetapi selalu bersama KI.
• Kombinasi KI-LABA terbukti lebih efektif dalam memperbaiki fungsi respiratori dan menurunkan risiko terjadinya serangan bila dibandingkan KI saja
• KI-LABA yang diberikan dengan pMDI terbukti efektif untuk terapi jangka panjang asma pada anak >6 tahun.
• Pada anak di bawah lima tahun kombinasi KI-LABA tidak terbukti lebih baik dibanding KI saja.
• KI-LABA pada anak cukup aman, kejadian simpang penggunaan KI-LABA pada anak
setara dengan penggunaan KI saja
Rasionalitas kombinasi
KI-Formoterol untuk tatalaksana
asma pada anak
Budesonide/Formoterol sebagai Pereda bekerja secepat dan seefektif Salbutamol
4.5 mcg formoterol ~ 200 mcg Salbutamol
Menit setelah penggunaan obat FEV1 (% D from baseline)
–5 0 30 60 90 120
5 15 25 35 45
150 180 NS
Budesonide/Formoterol 1280/36 µg (n = 55)
Salbutamol 1600 µg (n= 48)
Formoterol adalah Long Acting β
2-agonis fast onset yang bekerja SECEPAT
Salbutamol
Balanag VM, et al. Efficacy and Safety of budesonide/formoterol compared with salbutamol in the treatment of acute asthma. Pulmonary Pharmacology & Therapeutics. 2006;19:139–147.
22
KONSEP PELEGA ANTI-INFLAMASI
Budesonide/formoterol sebagai Pelega danAnti-Inflamasi:
- Bekerja secepat SABA ketika pasien membutuhkann pelega untuk mengatasi gejala
- Setiap hisapanyang digunakan pasien untukmengatasi perburukangejala juga mengatasi inflamasiyang mendasari asma, sehinggamelindungipasien dari risiko eksaserbasi3
DAHULU
Terapi berbasis SABA saat diperlukan
Besaran relative dari inflamasi dan gejala*1
Hari
SABA (mis.salbutamol) Kortikosteroid oral Inflamasi
Gejala
Asma adalah penyakit inflamasi kronis, Dengan intensitas yang berubah-ubah
1Ketika gejala memburuk, pasien bergantung pada SABA untuk meredakan gejala dengan cepat
1SABA tidak mengatasi inflamasi
1Penggunaan SABA berlebih berisiko bagi pasien:
≥3 canister SABA/tahun dikaitkan dengan peningkatan risiko eksaserbasi dan kematian2
BUD/FORM Pelega anti-inflamasi Menurunkan risiko eksaserbasi
BARU & PILIHAN UTAMA
Budesonide-Formoterol saat diperlukan
Besaran relatif dari inflamasi dan gejala*1
Hari
Inflamasi Gejala
1. Harrison, T., et al. Variability in airway inflammation, symptoms, lung function and reliever use in asthma: anti-inflammatory reliever hypothesis and STIFLE study design. ERJ Open Res 2020; 6: 00333-2019; 2. Nwaru B.I., et al. Overuse of short-acting β2-agonists in asthma is associated with increased risk of exacerbation and mortality: a nationwide cohort study of the global SABINA programme. Eur Respir J 2020; 55: 1901872; 3. O’Byrne PM, et al. Inhaled Combined Budesonide–Formoterol as Needed in Mild Asthma. N Engl J Med. 2018;378:1865–1876
− KI-LABA dosis rendah
− KI-LABA dosis
menengah − Tambahan salah satu:
LAMA, anti IgE, anti IL- 5/5R, atau anti IL-4R
Tanpa pengendali, pereda SABA + KI dosis rendah
Pereda: SABA
kecuali yang bertanda *: pereda KI-formoterol dosis rendah Pengendali KI dosis
rendah dengan pereda SABA
− Pengendali LTRA dengan pereda SABA atau
− KI dosis menengah atau
− Menambahkan KI-LABA/KI-formoterol dosis rendah dengan LTRA
− Menambahkan
KI-LABA/KI-formoterol dosis menengah dengan LAMA atau LTRA
atau
− Pengendali KI dosis tinggi
− Menambahkan KI-LABA/KI-formoterol dosis tinggi dengan LTRA
− Menambahkan kortiko- steroid oral dosis rendah, sebagai upaya terakhir
− KI-formoterol dosis rendah*
− KI-formoterol dosis menengah*
− KI-LABA dosis tinggi
Tanpa pengendali, pereda KI-formoterol dosis rendah
atau
atau
atau
− KI-formoterol dosis tinggi*
atau
Pilihan pengendali lain:
Pilihan pengendali lain:
atau
Pilihan lain:
Pilihan lain:
Pengendali:
Pengendali:
Pertimbangkan:
Rujuk ke konsultan respirologi
Tanpa pengendali, pereda KI-formoterol dosis rendah
− Tanpa pengendali, pereda SABA + KI dosis rendah