Editing Tambahan Fitur Bangunan
L O C A L LY R O O T E D , G L O B A L LY R E S P E C T E D u g m . a c . i d
Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada Pelatihan BPN-AI
Yogyakarta, 12-14 November 2023
A. Updating geometri hasil building outline detection menggunakan data bangunan/persil
B. Menambahkan nilai elevasi (Z value) pada bangunan
C. Membuat model LOD1 bangunan
Updating geometri hasil building outline detection
menggunakan data bangunan/persil
Tidak semua hasil deteksi bangunan berhasil memisahkan bangunan yang
berdekatan/berdempetan
data persil atau bangunan yang rinci dapat digunakan untuk updating hasil geometri deteksi bangunan yang tergabung
Langkah Updating Geometri Bangunan
1. Buka QGIS, dan tambahkan data bangunan hasil ekstraksi batas bangunan dan data bangunan tambahan (detail).
→ Untuk Latihan ini dapat menggunakan BO_ORTHOMOSAIC_WJB_12.shp dan data bangunan.shp 2. Tool yang dapat digunakan untuk updating fitur adalah tool union. Buka processing toolbox (menu processing → Toolbox atau Crtl+Alt+T). Cari tool union. (Vector Overlay →Union)
3. Buka tool union pada toolbox.
Input Layer → BO_ORTHOMOSAIC_WJB_12.shp (data yang akan kita update fiturnya)
Overlay Layer → bangunan.shp (data detail/tambahan untuk update data bangunan sebelumnya) Pada bagian Union, bisa memilih create temporary layer (untuk menyimpan hasil sementara) atau Save to file (menyimpan sebagai file baru pada perangkat komputer)
Langkah Updating Geometri Bangunan
4. Pada hasil dari proses union didapatkan hasil dengan geometri bangunan yang terupdate dari data tambahan.
Menambahkan nilai elevasi (Z value) pada bangunan
Menambahkan nilai elevasi (Z value) pada bangunan
Hasil ekstraksi dari data bangunan hanya memiliki koordinat X dan Y.
Selanjutnya, dari data DTM yang dimiliki, kita dapat menambahkan nilai ketinggian pada setiap sisi bangunan.
Menambahkan nilai elevasi (Z value) pada bangunan
1. Buka QGIS, dan tambahkan data DTM dari kegiatan sebelumnya dan data bangunan hasil ekstraksi batas bangunan
→ Untuk Latihan ini dapat menggunakan BO_ORTHOMOSAIC_WJB_12.shp sebagai data batas
bangunan
2. Tool yang dapat digunakan untuk menambahkan nilai z adalah tool drape. Buka processing toolbox. Cari tool drape. (Vector geometry →Drape (Set Z value from raster)
3. Buka tool drape pada toolbox.
Input Layer → BO_ORTHOMOSAIC_WJB_12.shp Raster Layer → DTM
Pada bagian Drape, bisa memilih create temporary layer (untuk menyimpan hasil sementara) atau Save to file (menyimpan sebagai file baru pada perangkat komputer)
Membuat model LOD1 bangunan
Membuat model LOD1 bangunan
1. Buka QGIS, dan tambahkan data batas bangunan sebelumnya
→ Untuk Latihan ini dapat menggunakan BO_ORTHOMOSAIC_WJB_1.shp sebagai data batas
bangunan
2. Tool yang dapat digunakan untuk menampilkan bentuk 3D dari bangunan dengan nilai ketinggian adalah Qgis2threejs. Plugin ini harus diinstal terlebih dahulu. Buka menu plugins → manage and install plugins. Cari plugin Qgis2threejsdan klik install.
3. Buka plugin Qgis2threejs exporter dengan klik ikon pada toolbar.
4. Pilih/centang layer bangunan yang akan ditampilkan bentuk 3Dnya BO_ORTHOMOSAIC_WJB_1.shp 5. Klik dua kali pada layer tersebut. Pada type, pilih extruded.
Pada bagian ini kita dapat mengisikan ketinggian bangunan berdasarkan ketinggian konstan untuk semua bangunan atau menggunakan data ketinggian yang berbeda untuk setiap bangunan.
Membuat model LOD1 bangunan
Untuk ketinggian konstan, misalnya:
Isikan Height: 5 meter (klik tanda € dan isikan angka 5)
Membuat model LOD1 bangunan
Base dari bangunan dapat dibuat berdasarkan data elevasi misalkan dari DTM
Membuat model LOD1 bangunan
Untuk ketinggian yang berbeda setiap bangunannya,
Kita harus menambahkan satu field/kolom pada atribut table yang berisikan nilai ketinggian bangunan.
Untuk Latihan ini, bisa menggunakan perbedaan elevasi dari DSM dengan DTM.
1. Tambahkan data DSM dan DTM. Raster calculator pada toolbox. Lalu klik DSM 2 kali, operator minus (-), DTm 2 kali sehingga membentuk persamaan “DSM-DTM”
Set reference layer sebagai DTM atau DSM, dan outpu CRS WGS UTM zone 48 S. file data disimpan sebagai temporary atau disimpan sebagai layer baru (save to file).
Membuat model LOD1 bangunan
Untuk ketinggian yang berbeda setiap bangunannya,
2. Hitung ketinggian rata-rata bangunan menggunakan tool zonal statistic (raster analysis → zonal statistics)
input layer: bangunan
Raster layer: raster selisih DSM dan DTM Output column prefix: H_
Statistic to calculate: mean
3. Buka Qgis2threejs exporter. Pilih/centang layer yang sudah ada nilai ketinggian bangunan.
Type: extruded
Mode: relative to DTM layer Height: field “H_mean”