• Tidak ada hasil yang ditemukan

[MATERI] Fase Intensif THT-KL unlocked unlocked

N/A
N/A
Haura Lestari

Academic year: 2025

Membagikan "[MATERI] Fase Intensif THT-KL unlocked unlocked"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BUKU BIMBINGAN CBT UKMPPD EDISI 13 INGENIO

Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok dan Kepala-Leher

dr. Aji Bayu Wicaksono Copyright @Aji Bayu Wicaksono 2024

All rights reserved Editor: TIM INGENIO Layout: TIM INGENIO Design Cover: TIM INGENIO Terbitan Pertama, Mei 2021 Terbitan Revisi, Oktober 2024

EDISI REVISI ISBN : 978-623-99227-9-5 No. Pencatatan HKI (Hak Cipta) :

000833971 Diterbitkan oleh:

PT. INGENIO MEDIKA NUSANTARA Ruko Dinoyo Tanah Agung Square (Ditas)

Kav. 9 Jln MT Haryono Kec. Lowokwaru Malang, Jawa Timur 65144

Telepon 081358889123 www.ingenioindonesia.com Ketentuan Hukum Pidana

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Pasal 113

1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf I untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga)tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

3. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf 3, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

4. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

(3)

BUKU BIMBINGAN CBT UKMPPD EDISI 13 INGENIO

PENYUSUN BUKU : dr. Aji Bayu Wicaksono, dr. Natanael Untario, dr. Cynthia Mayasari, dr. Ardella Tri Novianti, M.Kes., dr. Abd.

Aziz Hafid Amrullah, dr. Dewa Gede Windu Sanjaya, Sp.A., dr Christianto Samuel Pieter Tangkau, dr. Ni Nyoman Yuliantini, dr.

Rovian Cahya Prasetya, dr. Saskia Diva Kamila, dr Kaorie Bunga S, Sp. DVE., dr. Naufal Rendragraha, dr Erlinda Restu Syah Putri, dr. Irma Vitriani, dr. Putu Febry Krisna Pertiwi, I Gusti Ngurah Nugraha Agung, dr. Zulvania Dinda, dr. Andityo Sidohutomo Sp.M., dr Asri Ayu Firdausi, dr. Novelita Mesah, dr. Leonardo Jeverson Sipahelut, dr. M. Mahmudy Putra| DESAIN DAN TATA LETAK : Patria Pandu Winata, Rayhan Daafarit Alfradam, Yusuf Nur Mahmudi | ILUSTRASI GAMBAR : Kuncoro Adi Harto, Dian Arif Cahyono, Muhammad Rifki Zainur Rozikhin, Rayhan Daafarit Alfradam, Patria Pandu Winata, Yusuf Nur Mahmudi | TIM PENERBIT : Kuncoro Adi Harto, Nur Istichosah, Irfan Hizbu Maulana, Siska Arista

Penerbit :

PT. INGENIO MEDIKA NUSANTARA

Ruko Dinoyo Tanah Agung Square (Ditas) Kav. 9 Jln MT Haryono Kec. Lowokwaru Malang, Jawa Timur 65144

Telepon 081358889123 www.ingenioindonesia.com

Ingenio Indonesia Office

Ruko Dinoyo Tanah Agung Square (Ditas)

Kav. 14 Jln MT Haryono Kec. Lowokwaru Malang, Jawa Timur 65144 E-mail : [email protected]

(4)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam Sejahtera bagi kita semua,

Om Swastyastu, Namo Budhaya, Salam Kebajikan

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena Buku Bimbingan CBT UKMPPD Ingenio Edisi 13 ini telah selesai disusun oleh tim Program UKMPPD PT. INGENIO Medika Nusantara. Buku ini disusun khusus agar dapat membantu para peserta dalam mempelajari pola pikir dasar materi untuk mempersiapkan UKMPPD sebaik mungkin dengan konsep khas ala INGENIO sesuai pembaruan guideline dan literatur terkini.

Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh Tim Penyusun Buku Bimbingan CBT UKMPPD Ingenio Edisi 13 yang telah berdedikasi mempersiapkan materi dan pola pikir sistematis yang terbaik kepada seluruh peserta bimbingan UKMPPD INGENIO. Harapan kami dengan adanya buku ini dapat menjadi sumbangsih Ingenio dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan dokter Indonesia yang sederhana serta menyenangkan melalui penyampaiannya oleh tutor INGENIO yang professional, unik, dan otentik.

Dunia kedokteran terus berkembang dengan cepat setiap tahunnya dan mengalami pula berbagai perubahan dalam segi algoritma hingga tatalaksana penyakit di berbagai bidang. Penulisan buku ini didasarkan kepada literatur yang terbaru dari berbagai sumber sesuai bidangnya. Selain itu buku ini dilengkapi dengan berbagai latihan soal sesuai trend yang akan mengasah pemahaman mendasar terhadap materi yang diberikan agar proses pembelajaran peserta selama bimbingan lebih optimal.

Penulis menyadari jika di dalam penyusunan buku ini masih ada kekurangan, namun penulis meyakini sepenuhnya bahwa buku ini akan memberikan manfaat maksimal bagi Anda saat sungguh-sungguh dipelajari, dipahami, dan direpetisi sesuai arahan tutor-tutor terbaik kami.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada para guru yang telah mendidik kami hingga saat ini. Serta terima kasih kepada peserta dan instansi yang telah memilih yang terbaik dengan bergabung serta mempercayakan bimbingan Anda kepada Ingenio. Tujuan kami tidak hanya mengejar agar peserta lulus ujian, namun tentunya memberikan pemahaman serta turut menciptakan tenaga medis yang profesional dan berhati nurani. Kami akan memberikan pengalaman pembelajaran yang terbaik di periode bimbingan ini. Jaga semangat, disiplin, motivasi dan fokus Anda! Siapkan diri Anda sebaik mungkin untuk berproses, meraih pemahaman terbaik dan kelulusan.

Sesuatu yang berharga tentunya selalu butuh proses dan proses tidak pernah mudah. INGENIO akan menjadikan hal-hal yang semula terasa berat sekali, dengan pendekatan yang ingenious (dalam bahasa Inggris: cerdas dalam arti kreatif) akan tampak sederhana dan bisa dicapai. Bersama INGENIO, It's Not That Hard Seriously!

Menjadi yang terbaik saja tidak cukup, seluruh tim INGENIO selalu berupaya memberikan panduan belajar yang mudah dipahami, sistematis dan sesuai literatur terkini. Maka dari itu, semangat INGENIO menjadi The Golden Standard of Medical Learning tentunya akan memberikan fasilitas yang terlengkap dan terkini bagi seluruh peserta bimbingan.

Malang, 1 Oktober 2024 Salam INGENIO,

DIREKSI PT. INGENIO MEDIKA NUSANTARA

(5)

KATA PENGANTAR TIM AKADEMIK

BUKU BIMBINGAN CBT UKMPPD EDISI 13 INGENIO

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam Sejahtera bagi kita semua,

Om Swastyastu, Namo Budhaya, Salam Kebajikan

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya, Tim Akademik Ingenio telah menyelesaikan Buku Bimbingan CBT UKMPPD Ingenio Edisi 13. Buku Bimbingan CBT UKMPPD Ingenio Edisi 13 ini merupakan kumpulan pola pikir materi sistematis dan soal-soal persiapan UKMPPD dengan berbagai pembaruan terkini.

Ingenio menghadirkan diri sebagai Lembaga suplementasi pengajaran dan pendidikan tenaga medis terintensif dan terbesar di Indonesia.

Buku Bimbingan CBT UKMPPD Ingenio Edisi 13 ini mengacu kepada SNPPDI Standar Nasional Pendidikan. Profesi Dokter Indonesia yang disempurnakan berdasarkan berbagai literatur guideline terkini yang berlaku secara nasional sesuai bidangnya masing-masing. Ketelitian dalam memahami kebutuhan akan layanan bimbingan belajar serta bahan belajar kedokteran dan ilmu Kesehatan yang mudah dipahami dan bermanfaat menjadi suatu keharusan di era Society 5.0. Society 5.0 adalah konsep yang bertujuan mengintegrasikan masyarakat dan teknologi untuk mencapai dunia yang lebih baik.

Dalam konsep ini, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan individu sebagai pemimpin dan inovator masa depan. Teknologi dalam Society 5.0 memungkinkan adanya pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Hal ini sejalan dengan misi Ingenio yaitu memberikan layanan pendidikan kesehatan yang relevan, berkualitas tinggi, dan berkelanjutan didukung oleh infrastruktur dan teknologi. Selain itu hal Ini juga sejalan dengan misi Ingenio yaitu mengajar dan mendidik berdasarkan keilmuan kesehatan terkini melalui pola pikir dan landasan teori yang kuat.

Saat ini kita sedang menuju ke arah era 5.0 dimana sebagai pembaharuan yang menempatkan manusia sebagai komponen utama di dalamnya. Pada era Ini tutor juga perlu menjadi terampil dalam menggunakan teknologi pendidikan, menganalisis data pembelajaran, dan merancang pengalaman pembelajaran yang menarik dan relevan. Bimbingan belajar Ingenio selalu berupaya membangun kurikulum agar tetap up-to-date dan relevan dengan perkembangan terkini.

Dengan latar belakang inilah Ingenio memastikan hal sekecil apapun yang kami berikan dalam penulisan buku ini maupun proses pengajaran dan pendidikan ini dapat meninggalkan pesan yang mendalam (simply memorable) bagi setiap peserta bimbingan Ingenio. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Yakinlah, Semua akan INGENIO pada akhirnya! INGENIO, It's Not That Hard Seriously!

Malang, 1 Oktober 2024

Salam INGENIO,

TIM AKADEMIK PT INGENIO MEDIKA NUSANTARA

(6)

TENTANG KAMI

Ingenio adalah lembaga bimbingan belajar bidang pendidikan nonformal yang berfokus pada layanan pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, kebidanan dan ilmu kesehatan lainnya. PT. Ingenio Medika Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan usaha Penelitan dan Pengembangan Teknologi Bidang Kesehatan, dengan spesifikasi bimbingan belajar kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya. Pengesahan pendirian Badan Hukum Perseroan Terbatas PT.

Ingenio Medika Nusantara berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor AHU- 0035252.AH.01.TAHUN 2018.

Layanan program bimbingan belajar di Ingenio saat ini terdiri dari Program Kompetensi dan Non-Kompetensi. Program kompetensi terdiri dari bimbingan belajar CBT (Computer Based Test) dan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) persiapan UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter), UKMPPDG (Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Gigi), dan UKOM (Ujian Kompetensi) Kebidanan. Program non kompetensi terdiri dari bimbingan preklinik FK, FKG, Kebidanan, bimbingan pre-coass, bimbingan dokter muda, pre-internsip, hingga persiapan pendidikan dokter spesialis. Saat Ini Ingenio telah menjadi salah satu bimbingan belajar terbesar di Indonesia dengan lebih dari 37.000 peserta untuk seluruh programnya yang dapat diakses dari Sumatera hingga Papua.

INGENIO diambil dari kata INGENIOUS yang dalam bahasa Inggris memiliki arti cerdas dalam arti kreatif. Kata ingenious dalam seseorang berarti orang tersebut kreatif dan cerdas sehingga mampu membuat hal yang tampak begitu sulit pada awalnya menjadi lebih sederhana dan mudah. Hal ini menjadi filosofi kami, sehingga dalam proses pembelajaran semua peserta didik merasa bahwa pendidikan kedokteran tidaklah susah seperti dalam bayangan mereka sebelumnya. Materi yang dianggap sulit dapat dipelajari lebih mudah dengan sistematis menggunakan pola pikir ala Ingenio.

Ingenio memiliki 5 nilai dalam Ingenio Ways yang diharapkan menjadi nilai yang dihayati oleh setiap staf, tutor, dan peserta bimbingannya dalam setiap aspek yaitu Integrity (integritas), Respect (saling menghargai), Perseverance (ketekunan), Excellence (mutu tinggi) dan Collaboration (kolaborasi/kerjasama). Ingenio mengajak dengan tangan terbuka kepada setiap pembaca buku ini untuk turut menjaga 5 nilai ini dan turut merasakan menjadi bagian dari bimbingan belajar kami yang terintensif, terbesar, sekaligus terhangat sebagai inkubator kebaikan dalam memberi warna pada dunia pendidikan kedokteran dan tenaga medis lainnya.

(7)

SEJARAH KAMI

Ingenio, yang sebelumnya bernama Ingenio Learning Center berdiri pada tahun 2013. Dengan mengamati fenomena-fenomena terkait UKDI (Uji Kompetensi Dokter Indonesia) di masa itu (dan nampaknya masih relevan hingga saat ini), mulai dari banyaknya peserta yang gagal hingga keberadaan bimbingan persiapan UKDI yang hanya berfokus pada latihan soal, maka para founder Ingenio mendirikan bimbingan belajar UKDI di kota Malang.

Ingenio bertujuan untuk menjadi bimbingan kedokteran dan tenaga medis lainnya yang berfokus pada pola pikir yang benar, bukan hanya sekedar soal, karena dengan pola pikir yang benar maka semua soal dapat dijawab dengan baik.

Lebih dari itu, dengan pola pikir yang benar maka peserta bimbingan kami memiliki modal yang akan terus terbawa saat menjalankan peran dan tugasnya secara profesional nantinya.

Pada awal berdirinya, Ingenio membimbing 17 calon sejawat dalam persiapan UKDI yang berasal dari Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Hang Tuah Surabaya. Bimbingan diadakan di tempat tinggal salah seorang tutor. Debut Ingenio dengan 17 peserta tersebut mencapai angka kelulusan yang sangat memuaskan menjadikan nama Ingenio dikenal oleh sejawat lainnya. Sejak saat itu, Ingenio berkembang dengan sangat pesat dan dipercayakan lebih banyak sejawat.

Peserta yang mulanya hanya berasal dari kota Surabaya dan Malang, kemudian berkembang dengan bertambahnya peserta dari kota Padang, Batam, Palembang, Jember, Solo, Semarang, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Balikpapan, Makassar, Ambon hingga Papua. Dalam kurun waktu 11 tahun, Ingenio telah membantu 16.000 sejawat untuk lulus ujian kompetensi dan menjadi dokter serta dokter gigi yang lebih baik. Sejawat tersebut berasal dari berbagai universitas di Indonesia dari Sumatera hingga Papua.

Ingenio berkomitmen menjaga nadi perusahaan untuk terus berdenyut dalam sinergi pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan di Indonesia dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika dan keilmuan di bidang kesehatan. Pada tahun 2020 Ingenio telah memiliki 4 kantor cabang utama (Malang, Surabaya, Denpasar, dan Jakarta) dengan banyak kota sub regio seperti Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Bandung, Cirebon, Jember, Solo, Mataram, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Sumatera, hingga Papua dengan rata-rata kelulusan 94-98% per batchnya untuk ujian bimbingan kompetensi dokter umum.

Kini dalam program studi pendidikan dokter, Ingenio tidak hanya mempersiapkan sejawat untuk menghadapi UKMPPD, namun juga pendidikan mahasiswa kedokteran, bimbingan persiapan Uji Tahap Bersama, dan kebidanan preklinik, persiapan mahasiswa FK menuju pendidikan klinik dan bimbingan dokter muda, pre-Internsip, hingga persiapan PPDS. Selain itu, Ingenio saat ini juga memiliki program persiapan UKMP2DG, UKOM Kebidanan, preklinik gigi serta dokter gigi muda untuk sejawat calon dokter gigi dan bidan di Indonesia. Semua hal ini kami lakukan untuk memberikan warna positif dalam dunia kesehatan Indonesia dan membuktikan bahwa lulus ujian kompetensi tidaklah sulit. Itulah yang terangkum menjadi moto kami “It’s Not That Hard, Seriously!”

Sejak masa pandemi Covid 19, Ingenio dengan cepat telah beradaptasi dengan mempersiapkan semua lini tutor, kurikulum dan operasional penunjangnya untuk dapat tetap maksimal memberikan bimbingan kepada para peserta baik secara daring (online) maupun secara luring (offline). Pengajaran disusun sedemikian rupa agar peserta bimbingan tidak hanya belajar satu arah, tapi juga lebih mantap serta turut aktif dalam diskusi dan evaluasi diri secara kontinyu untuk mempersiapkan hasil yang terbaik.

Ingenio hadir bukanlah hanya sekedar sebagai sebuah bisnis pendidikan. Namun Ingenio berkomitmen hadir dengan cita-cita luhur bahwa kebaikan harus terus diduplikasi. Kebaikan untuk dapat menghantar dokter, dokter gigi, bidan dan tenaga medis lainnya lulus dengan menjalankan perannya dengan keterampilan dan keilmuan profesional yang berdasarkan hati nurani. Kami yakin dengan seluruh tujuan luhur, kesatuan visi misi, sumber daya yang kami miliki, pengembangan sistem dan pengendalian mutu yang terus kami upayakan, Ingenio akan menjadi lembaga suplementasi pengajaran dan pendidikan tenaga medis yang terbesar di Indonesia untuk dapat merangkul dan menjadi rumah bagi inkubasi kebaikan nurani semua komponen yang mau masuk di dalamnya.

(8)
(9)

Otitis Eksterna

Sirkumskripta

(Furunkel) Difus Maligna /

necrotizing Otomikosis

Asal 1/3 lateral 2/3 media Difusa Terserah

Etiolog

i S. aureus/ S.

albus Pseudomonas

/ S. albus P. aeruginosa Jamur

Klinis

Nyeri Nyeri Nyeri Gatal

Keluar cairan Keluar cairan Keluar cairan Keluar cairan Radang

sistemik (-) Radang

sistemik (+) Radang

sistemik (+) Radang sistemik (-) Nyeri tekan

tragus Nyeri tekan

tragus Melebihi

auricula Hifa+, Spora+

Nyeri bila TMJ

gerak Nyeri bila TMJ

gerak Paresis N.VII Post

pemakaian antibiotik spektrum luas Granulasi +

MT sulit

dievaluasi Edema luas

batas kabur Pasien DM

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(10)

Otitis Eksterna

Hal Sirkumskripta

(Furunkel) Difus Maligna Otomikosis

Tx

Ear toilet Ear toilet Ear toilet Ear toilet

Bacitracin, Neomycin, Polymixin-B

(topikal)

Bacitracin, Neomycin, Polymixin-B (topikal)

Ciprofloxacin 1x750 mg PO

Cephalosporin (ex.: ceftriaxone 1-2 g/hari IV)

Gentamycin

Clotrimazole, Nystatin (topikal)

Antibiotik (infeksi sekunder) Insisi bila

terbentuk abses Antibiotik

sistemik Atasi DM Simptomatik

Simptomatik Simptomatik Simptomatik

Otitis Eksterna

Kumpulan cairan di antara perikondrium dan tulang rawan hematoma (berisi darah), seroma (cairan serous)

Sebatas pinna Perikondritis

Seluruh aurikula Selulitis

Komplikasi → cauliflower ear

jika TERINFEKSI (lihat batasnya)

Hematoma, seroma: aspirasi steril, bebat tekan (10 hari)

Perikondritis: Antibiotik (ciprofloxacin) dan analgesik bila perlu

Penatalaksanaan

Hematoma - Seroma – Perikondritis- Selulitis

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(11)

Seiring waktu, terjadi fibrosis

Hematoma → Perikondritis → Cauliflower Ear

Perikondritis vs Selulitis

Preauricular Fistula, Cyst, Abscess

Fistel Preaurikula

Fistel di sekitar tragus, kongenital Fistel Preaurikula

Benjolan, teraba kistik, hilang timbul di sekitar tragus → Kista Preaurikula

Benjolan disertai infeksi (tanda inflamasi (+))

Abses Preaurikula

Manajemen:

Abses: insisi-drainase, antibiotik, analgesik

Infeksi berulang pada fistel: fistulectomy

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(12)

Kista

Preaurikula Abses

Preaurikula

Sensasi buntu/penuh, bukan sakit, gangguan pendengaran

Klinis

Serumen cair: diserap dengan pilinan kapas

Serumen padat lunak: dikait

Serumen padat keras: dilunakkan dengan glycerine (2-3 kali/ hari selama 3 hari)

→ irigasi (syarat: MT perforasi (-), air hangat)

Manajemen:

Cerumen Obturans

Nyeri telinga

Anamnesis mendukung:

Binatang → merasa ada yang bergerak/menggigit dalam telinga

Riwayat kemasukan benda mati (cotton bud, manik, dll.)

Klinis:

Binatang (hidup) → matikan dahulu dengan rivanol/gliserin

Keluarkan dengan pinset, kait, atau irigasi

Manajemen:

Corpus Alienum

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(13)

Bisa berupa hiperemi, perforasi, retraksi, dst.

Otitis media belum tentu keluar cairan

Sebaliknya, otitis eksterna bisa keluar cairan

! Khas pada otitis media:

melibatkan membran timpani

Ada berbagai macam tata nama stadium OMA

Otitis Media

Membran Timpani

Moraxella catarrhalis in making middle ear sick

Haemophylus influenzae

Patogen:

Otitis Media Akut

Streptococcus pneumoniae/ α hemolyticus

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(14)

Otitis Media Akut

Etiologi:

ISPA, hipertrofi adenoid, alergi, KNF, sumbing, barotrauma

Infeksi Sekunder Oklusi

Tuba

Pre- supurasi/

Hiperemis

Supurasi Perforasi Resolusi

Perforasi Hiperemis Supurasi

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(15)

Ampicillin 50-100 mg/kgBB/hari → 4 kali sehari

Amoxicillin 40 mg/kgBB/hari → 3 kali sehari

Eritromisin 40 mg/kgBB/hari

Antibiotik (min. 7 hari)

Bulging MT + nyeri, Efusi > 12 minggu, Resolusi inkomplit

Indikasi miringotomi

Otitis Media Akut: Terapi

Dhingra UI PDT Membran

Timpani

I Oklusi Oklusi Kataral Retraksi

II Pre Supurasi Hiperemis Efusi/Serosa Hiperemi

III Supurasi Supurasi Supurasi Hiperemi dan

Bulging

IV Resolusi Perforasi Perforasi Perforasi

Resolusi Resolusi

Konversi Stadium OMA

Otitis Media

Hal Supurasi Akut Serosa / Efusi Supuratif Kronis

Klinis

Nyeri >> Nyeri << Nyeri <<

Tuli konduksi Tuli konduksi Tuli konduksi MT hiperemi, bulging,

perforasi MT kuning opak MT perforasi

Air fluid level / pus Air bubble Pus +

Radang sistemik >> Riwayat alergi, barotrauma

< 3 minggu ≥ 3 minggu

Tx

Antibiotik +

Simptomatik Atasi penyebab +

Simptomatik Lihat slide selanjutnya Decongestan

intranasal Decongestan

intranasal

Myringotomi Grommet

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(16)

Infeksi akut pada membran timpani

Nyeri telinga, rasa penuh, gangguan pendengaran

Gambaran: MT hiperemis, refleks cahaya menurun, bula (+)

Klinis:

Antibiotik

Anti nyeri

Bulektomi (tindakan memecah bula)

Manajemen:

Miringitis Bulosa

OMSK

OMSK

Benigna

Maligna

Cholesteatoma + Jaringan granulasi,

mukosa menebal

Tipe perforasi (total, attic,

marginal)

Komplikasi extra THT

Polip kemerahan + bleeding

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(17)

Ear toilet

Antibiotik sistemik dan topikal Pembedahan: Mastoidektomi

Simple, Canal-wall-up mastoidectomy, Canal-wall-down mastoidectomy

KIE : Hindari kemasukan air (berenang, shower) &

Hindari membuang ingus keras-keras

OMSK: Terapi

OMSK: Komplikasi

Intrakranial Temporal Cervical

Meningitis Labirinitis pyogenik Abses Zigomatikus Abses otak Fistula labirin Fistula Kolesteatoma Trombosis sinus

lateralis Erosi tulang

pendengaran Internal Jugular Vein Thrombophlebitis Trombosis sinus

cavernosis Aneurisma a. carotis Subclavian Vein Thrombophlebitis Hidrosefalus otis Keratosis obsturans Carotid Sheath Absces

Herniasi cerebri Paresis N. VII Abses Bezold Empiema

subdural Abses ekstra-dura Abses subperiosteal Abses Parafaring Abses Retrofaring

Proses Mendengar

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(18)

3 jenis: konduksi, sensorineural, campuran

Tes bisik

menilai derajat tuli

Tes garpu tala: Schwabach, Rinne, Weber

menilai jenis tuli (tuli konduksi / tuli sensorineural)

Tes auditori nada murni

menilai derajat tuli

menilai jenis tuli (tuli konduksi/ sensorineural/ campuran)

Tes:

Tuli

Hasil Kuantitatif Jarak dengar

Normal 6 m

Dalam batas normal 5 m

Tuli ringan 4 m

Tuli sedang 2-3 m

Tuli berat ≤1 m

Tes Bisik

Derajat ISO Interpretasi:

Normal : 0 - 25 dB

Tuli ringan : > 25 - 40 dB

Tuli sedang : > 40 - 55 dB

Tuli sedang- berat : > 55 - 70 dB

Tuli berat : > 70 - 90 dB

Tuli sangat berat : > 90 dB

Audiometri Nada Murni

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(19)

Ket.:

O--O = AC

>---> = BC

Tuli Konduksi

Ket.:

O--O = AC

>---> = BC

Sensorineural Tuli

Ket:

O--O = AC

>---> = BC

Tuli Mixed

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(20)

Jenis

Pemeriksaan Normal Tuli Konduksi Tuli Sensorineural

Tes batas atas dan batas

bawah

Mendengar garpu tala pada semua

frekuensi

Frekuensi rendah

tak terdengar Frekuensi tinggi tak terdengar

Batas bawah naik Batas atas turun

Schwabach = pemeriksa Memanjang Memendek

Rinne + (AC > BC) - (BC > AC) + (AC > BC)

Weber

(Lateralisasi) Tidak ada Lebih keras di telinga yang

“lebih” sakit

Lebih keras di telinga yang “lebih”

sehat

Tes Garpu Tala

Hearing Loss

Penurunan tajam pendengaran

Konduktif

Penyakit telinga luar dan tengah

Sensorineural

Simetris

Tua

Presbycusis

Riwayat penggunaan obat ototoksik

Drug Induced Hearing Loss

Satu sisi lebih parah

Paparan bising di tempat kerja

NIHL

KLL/ledakan

Trauma akustik

Presbycusis

Manula

Pendengaran perlahan-lahan dan progresif

Bilateral simetri

Cocktail party deafness

Tuli sensorineural

Penatalaksanaan: hearing aid, speech reading, auditory training

Sudden Deafness

Mendadak, dalam hitungan jam s/d < 3 hari

Unilateral

Idiopatik

Dapat disertai tinitus dan vertigo

Transient/ permanen

Tuli Sensorineural

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(21)

Drug Induced Hearing Loss

Biasanya bilateral

Riwayat penggunaan obat ototoksik

Obat penyebab:

aminoglikosida, loop diuretics, anti malaria

Trauma Akustik

Single brief exposure

Suara keras seperti ledakan, tembakan senjata → dapat merusak cochlea

Irreversible

Tuli Sensorineural

Noise-Induced Hearing Loss (NIHL)

Paparan bising kronis

Notch 4000 Hz pada AC dan BC

Sementara/ permanen

Otosclerosis

Tuli konduksi/mixed

Paracusis willisii

Schwartze sign

Notch 2000 Hz pada BC (Carhart’s notch)

Schwartz Sign / Flamingo Sign

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(22)

Vertigo Perifer

Meniere

Disease BPPV Labirinitis Neuritis

Vestibularis Motion Sickness

Etiologi Hidrops endolimfe

Otolith masuk ke dalam kanalis semisirkularis

Virus, bakteri (riwayat ISPA) infeksi telinga dalam

Virus (riwayat ISPA) → Inflamasi sistem vestibular (N.VIII)

Ketidaksesuaian Sistem Vestibular dengan Gerakan

Visual

Klinis

Tuli, Tinitus,

Vertigo (TTV) Vertigo Vertigo Vertigo Vertigo

Tuli sensorineural

Pemicu → perubahan

posisi Mual, muntah Nausea Mual

Gangguann

Keseimbangan Gait imbalance Pemicu:

kendaraan Gangguan

Pendengaran (+) Pendengaran normal Tinnitus

Pemeriksaan Audiometri +

tes gliserin Dix-hallpike manuver Terapi Diuretik Epley manuver +

Brandt-Daroff Bedrest, antibiotik,

steroid, simptomatik Self-limited Dimenhydrinate, Scopolamine

Hal Akut Vasomotor Alergi Medika-

mentosa Etiologi Virus (+bakteri) Parasimpatis >> Alergen + atopi Abuse

Klinis

Demam Atopi (-), perubahan

suhu, asap rokok Atopi (+) Hidung

tersumbat terus menerus Awal: encer, bening

Akhir: kental, hijau Hidung tersumbat bersin ≥ 5x berturut

(+) Secret encer

Bergantian kanan kiri

Konka Hiperemi Gelap pucat/livide/ putih Hiperemi

Terapi Istirahat, dekongestan,

antibiotik Dekongestan oral Slide berikutnya

Hentikan obat, steroid oral dosis tinggi jangka pendek/

steroid topikal

Rhinitis

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(23)

Klasifikasi Rhinitis Alergi (ARIA)

Berdasarkan Derajat

Ringan : aktivitas harian dan tidur tak terganggu

Sedang-Berat : aktivitas harian dan atau tidur terganggu

Berdasarkan Waktu Lamanya

Intermiten : serangan < 4 hari/minggu ATAU berlangsung

< 4 minggu

Persisten : serangan > 4 hari/minggu DAN berlangsung >

4 minggu

Allergic

shiner Allergic

shallute Allergic crease

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(24)

Komplikasi tersering rhinitis, disusul polip

Pasien mencium bau, orang sekitar

tidak

Sekret mukopurulen + hidung buntu +

nyeri wajah

Akut: tanda radang

↑↑, < 12 minggu Kronis: tanda radang

↑, ≥ 12 minggu Demam

Etiologi: rhinogen

atau dentogen Pemeriksaan fisik:

transiluminasi

Penunjang: Water’s, schedel, caldwell, owen, skull AP/lat, panoramik, CT-scan

Rhinosinusitis

Rhinosinusitis Akut

Rhinosinusitis Kronis

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(25)

Foto Water’s pada Sinusitis Akut

Rhinitis Atrofi (Ozaena)

Atrofi saraf penciuman

Orang sekitar mengatakan napas pasien bau, pasien tidak mencium

Rhinoskopi anterior

Cavum nasi tampak longgar

Krusta hijau tebal

Mudah berdarah Terapi

Irigasi nasal

Antibiotik topikal (chloramphenicol)

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(26)

Hal Anterior Posterior

Aliran (syarat:

pasien posisi tegak)

Perdarahan dari lubang

hidung Pasien merasa menelan darah

Causa Trauma >> Penyakit sistemik, spontan Umur Anak, dewasa muda Manula, >40 tahun

Ruptur Plexus Kiesselbach, a.

ethmoidalis anterior a. ethmoidalis posterior, a. sphenopalatina

Epistaksis

Tampon Posterior 2-3 hari

Anterior Posterior

Pencet ala nasi

Tampon Anterior 2-3 hari

Kaustik dengan AgNO3 25-30%

Epistaksis sedikit, sumber perdarahan

tampak Gagal

Ligasi arteri Epistaksis

Epistaksis : Tatalaksana

Tampon Adrenalin

Hal Polip ANJ Tumor Nasi

Pasien Anak Remaja pria Tua pria

Warna Pucat Merah ungu Merah ungu

Permukaan Licin

mengkilat Lobulated, licin Irreguler rapuh

Riwayat Atopi (+) Perdarahan masif

rekuren Pekerja mebel, asap rokok

Terapi Ekstirpasi, Steroid

Hormonal, radioterapi, operatif

Radioterapi, Kemoterapi, Operatif

Polip, ANJ, Tumor Nasi

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(27)

Corpus Alienum Nasi

Anak >>

Seringkali luput dari perhatian ortu (e.c tidak bergejala) → bertahan dalam waktu lama

Hidung tersumbat, rinore unilateral dengan cairan kental dan berbau

Keluarkan menggunakan pengait (hook)

Jika disertai infeksi hidung/ sinus → antibiotik sistemik selama 5-7 hari

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(28)

Pharyngitis / Tonsilitis

Hal Ph. Akut Ph. Kronis Ton. Akut Ton. Kronis

Klinis

Dis/odinofagi Dis/odinofagi Dis/odinofagi Dis/odinofagi Radang >> Radang << Radang >> Radang <<

Rasa ganjal Halitosis Halitosis

Nodul Obstruksi

KGB bengkak Hipertrofi

dinding faring KGB bengkak,

detritus Kripte melebar, tonsil fibrotik

Tx

Bed rest Cari etiologi Bed rest

Redakan akutnya lalu tonsilektomi Kumur salin

hangat Kumur salin

hangat Kumur salin hangat Minum banyak Injeksi nitrat

pd nodul Minum

banyak Simtomatik Kauter nodul Simtomatik

Antibiotik Vocal rest Antibiotik

Tatalaksana Antibiotik:

Faringitis & Tonsilitis

Penicillin G Benzatin 50.000 U/kgBB/ IM DT atau

Amoxicillin 50 mg/kgBB dibagi dalam 3 dosis/

hari atau

Eritromisin 4 x 500 mg

Komplikasi kejang demam

Susp. karsinoma tonsil → perlu dibiopsi

Peritonsilar abses yang tidak kunjung sembuh

Gangguan bernapas, gangguan tidur, gangguan kardiopulmonal

Nyeri telan sangat

Absolut

Tonsilitis rekuren, curiga tumor tonsil, tonsilitis kronis dengan bau napas

Relatif

Indikasi Tonsilectomy

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(29)

Tonsilitis Akut vs Kronis

Streptococcus β hemolyticus

group A

Tonsilitis dan Faringitis Akut: Patogen

Putih kelabu/kotor

Luas/melebihi tonsil

Diangkat mudah berdarah

Pseudomembran:

ABC

Anti Difteri Serum (ADS)

Antibiotik (14 hari)

Penisilin prokain 25.000-50.000 IU/kgBB/hari, dosis terbagi setiap 12 jam IM (max: 1,5 juta IU) atau

Eritromisin 40-50 mg/kgBB/hari, dosis terbagi setiap 6 jam PO atau IV maks. 2 gr per hari

Simptomatik

Tatalaksana:

Tonsilitis Difteri

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(30)

Tabel Dosis ADS - IDAI

Tipe Difteri Dosis ADS (KI) Cara Pemberian

Difteri Kulit 20.000 Intravena

Difteri Hidung 20.000 Intravena

Difteri Tonsil 40.000 Intravena

Difteri Faring 40.000 Intravena

Difteri Laring 40.000 Intravena

Difteri Nasofaringeal 60.000 Intravena

Kombinasi lokasi di atas tanpa melibatkan

Hidung / Nasal 80.000 Intravena

Difteri + penyulit dan/atau ditemuka Bullneck 80.000-100.000 Intravena Terlambat berobat (>72 jam), lokasi dimana

saja 80.000-100.000 Intravena

Sumber: CDC Protocol-03/26/2014-Revised dan Krugman, 1992 dengan modifikasi

Hal Laringitis Akut Laringitis Kronis

Waktu < 3 minggu ≥ 3 minggu

Etiologi ISPA, vocal abuse, toxic agent Vocal abuse, toxic agent, GERD, alergi, TB Klinis Mirip ISPA tapi ada suara serak Suara serak

Terapi

Inhalasi uap air

Atasi penyebab Atasi penyebab

Laringitis

Steeple Sign

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(31)

Rapid onset, sistemik (+), demam Hot potato voice

Nyeri tenggorok, dysphagia (dewasa) Dyspnoea, stridor (anak)

Etiologi: H. Influenzae B

Terapi: ABC, Ampicillin/ Cephalosporin, Simptomatik

Epiglotitis

Thumb Sign

Abses Leher Dalam

Diagnosis Etiologi Pemeriksaan Fisik Gejala Klinis

Abses Peritonsiler

(Quinsy)

Tonsilitis Supuratif (+Faringitis)

Bengkak pada superior / lateral / Inferior fosa tonsilaris

Fluktuasi (+)

Needle aspiration:

→ Pus (+) : abses peritonsiler

→ Darah (+) infiltrate peritonsiler

Tonsillitis, odinofagia, otalgia, foetor ex ore, hipersalivasi, hot potato voice, trismus, deviasi

uvula

Abses

Retrofaring ISPA, trauma

Dinding belakang faring tampak benjolan, bengkak,

hiperemis

Anak <5 tahun

Demam, leher kaku, sesak

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(32)

Peritonsillar Abscess (Quinsy)

Abses Retrofaring

Abses Leher Dalam

Diagnosis Etiologi Pemeriksaan Fisik Gejala Klinis

Abses Parafaring

Infeksi akibat tonsilektomi, penjalaran infeksi

dari ruang peritonsil/retrofarin

g/submandibular

Bengkak dinding lateral faring → menonjol ke arah

medial

Trismus, demam tinggi, indurasi/

pembengkakan angulus mandibula

Angina Ludwig (Angina Ludovici)

Infeksi gigi/ dasar mulut

Bengkak (selulitis) seluruh ruang

mandibula (submental, sublingual, submandibula)

hiperemis dan keras pada

perabaan

Nyeri tenggorok dan leher, bengkak di daerah submandibular

Dasar mulut bengkak → dorong lidah ke atas belakang

sesak

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(33)

Angina Ludwig

Corpus Alienum

Mendadak, tersedak

Laring → asfiksia (sumbatan total), suara parau, disfonia, batuk, sesak (sumbatan parsial)

TrakeaPalpatory thud, audible snap, wheezingsimetris

Bronkus>> asimptomatik, wheezing unilateral

Tatalaksana:

Laring (total)

Anak < 1 tahun : backblow, chest thrust

Anak > 1 tahun dan dewasa: backblow, heimlich

Laring (parsial) →laringoskop/ bronkoskopi

Trakea & bronkusbronkoskopi

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(34)

Datang saat sudah menyebar ke lymph node Lokasi tersembunyi sehingga sulit diperiksa

Anamnesis: pernah tinnitus sebelumnya Waspada pada pasien tinnitus yang tidak

sembuh-sembuh

F. risiko: ras asia timur, EBV, makanan awetan/ikan asin

Ca Nasofaring

Hidung: epistaksis, buntu, beringus

Telinga: tinnitus, infeksi berulang, tuli

Leher: lymphadenopathy

Cranial nerve palsy: diplopia, gangguan menelan

Massa pada fossa Rosenmuller

Fenomena pallatum mole negatif

Klinis

Rujuk untuk radioterapi

Manajemen

Ca Nasofaring

Catatan Peserta

Catatan Peserta

Catatan Peserta

(35)

Gambar

Foto  Water’s pada Sinusitis  Akut
Tabel Dosis ADS - IDAI

Referensi

Dokumen terkait