• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI PELATIHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "MATERI PELATIHAN"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

001/MUNAS-IX/MUI/2015 tentang Pemanfaatan Harta Zakat, Infaq, Sedekah & Wakaf Untuk Pembangunan Sarana Air Bersih Dan Sanitasi Masyarakat. Dana sosial keagamaan ini diharapkan dapat membantu pemerintah memenuhi kebutuhan pendanaan untuk mengembangkan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin. 001/MUNAS-IX/MUI/2015 tentang Pemanfaatan Harta Zakat, Infaq, Sedekah & Wakaf Untuk Pembangunan Sarana Air Bersih Dan Sanitasi Masyarakat.

LATAR BELAKANG

  • Maksud
  • Tujuan
  • Tujuan Khusus
  • Sasaran
  • Metode dan Ruang Lingkup
  • Kompetensi yang diharapkan

Memfasilitasi peningkatan kapasitas dan penguatan jaringan Dai Sanitation sebagai pemanggil, penggerak dan pendamping masyarakat agar sadar akan pentingnya akses terhadap air bersih dan sanitasi serta mampu secara mandiri memenuhi pembangunannya; Meningkatkan kapasitas Dai Sanitasi untuk memulai, mengusulkan penggalangan dana dan melaksanakan pembangunan fasilitas air dan sanitasi bagi masyarakat setempat. Melengkapi Dai Sanitasi dengan pemicu STBM, terkait sosialisasi, survei dan pendampingan pembangunan air dan sanitasi berbasis masyarakat.

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)

Permasalahan Air dan Sanitasi

Akses terhadap air dan sanitasi dinilai berkontribusi terhadap tiga hal tersebut, khususnya angka harapan hidup. Maka dalam hal ini masyarakat harus menyediakan dana sendiri untuk membangun sarana air dan sanitasi secara mandiri. 001/MUNAS-IX/MUI/2015 tentang Pemanfaatan Harta Zakat, Infaq, Sedekah & Wakaf Untuk Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Masyarakat (lihat Lampiran 1).

Gambar 2 Angka Diare perprovinsi Gambar 3 Akses Fasilitas Sanitasi perprovinsi
Gambar 2 Angka Diare perprovinsi Gambar 3 Akses Fasilitas Sanitasi perprovinsi

Air dan Sanitasi dalam Pandangan Islam

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kamu buang air kecil dalam air yang tenang yang tidak mengalir, maka mandilah dengan air itu." Daripada Abi Malik al-Asy'ari, Rasulullah s.a.w. bersabda bahawa "kebersihan itu sebahagian daripada iman". Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu berwudhu, hendaklah ia memasukkan air ke dalam hidungnya kemudian mengeluarkannya.

Dai Sanitasi

Merawat air dalam segala aspeknya merupakan amal kebaikan apapun yang didasari oleh keimanan, termasuk dalam amal shaleh yang akan mendapat pahala berupa kehidupan yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. Berkenaan dengan pembangunan kesehatan masyarakat, umat Islam tidak hanya menjalankan ibadah wajib seperti shalat lima waktu, puasa, zakat dan haji, namun lebih dari itu, Islam memerintahkan umatnya untuk membangun dan mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas dari kemiskinan.

PEMBANGUNAN SARANA AIR DAN SANITASI

  • Tahapan Persiapan
  • Tahapan Seleksi
  • Penghimpunan Dana ZISWAF
  • Tahapan Pembangunan
  • Tahapan Pasca PembangunanFasilitas Komunal

Pembangunan sarana air minum dan sanitasi baik sarana komunal maupun perorangan harus memenuhi kebutuhan masyarakat. Merumuskan dan menetapkan kebijakan pembangunan air dan sanitasi dengan mempertimbangkan lima aspek di atas. Memberikan landasan informasi yang valid dalam perencanaan pembangunan sarana air dan sanitasi, khususnya bagi masyarakat miskin.

Memperhatikan fasilitas air dan sanitasi di masjid atau pesantren yang dikelolanya, serta kondisi masyarakat sekitar. Untuk pembangunan sarana air dan sanitasi secara perorangan diserahkan kepada masing-masing individu, namun untuk pembangunan sarana komunal yang dilakukan oleh pengusaha sanitasi sebaiknya diawasi oleh Dai Sanitasi, Timlak dan Koperasi Syariah. Kegiatan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi harus dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis (persyaratan) yang telah ditetapkan, sehingga sarana yang dibangun juga dapat bermutu (aman, kuat, dan tahan lama).

Dengan memeriksa apakah masyarakat sadar akan pentingnya air bersih dan sanitasi untuk kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang bertanggung jawab atas fasilitas umum telah menjalani pelatihan untuk memelihara dan mengoperasikan fasilitas air bersih dan sanitasi. Pengoperasian dan pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi harus diselenggarakan dengan baik dan didukung oleh tata kelola yang tertib untuk menciptakan pelayanan yang berkelanjutan.

Penetapan tarif air didasarkan pada pertimbangan maslahah ammah, namun harus mampu menutup biaya operasional dan pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi.

Gambar 9 Struktur Organisasi Inti Timlak
Gambar 9 Struktur Organisasi Inti Timlak

STBM YANG YANG MANDIRI DAN BERKESINAMBUNGAN

Peran Koperasi Syariah

Koperasi Syariah ini dinamakan Koperasi Simpan Pinjam & Pembiayaan Syariah (KSPPS) dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia No.16/2015. Sebab MUI memandang pembiayaan penyediaan air bersih dan sanitasi dengan dana ZISWAF harus dilaksanakan melalui Koperasi Syariah (Kopsyah) atau yang dahulu dikenal dengan Baitul Mal wat Tamwil (BMT). Koperasi syariah juga bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya melalui pembinaan dan program kelompok yang wajib bagi para anggotanya.

Jadi koperasi syariah tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga miskin dalam hal akses terhadap air bersih dan sanitasi, tetapi juga mendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan syariah baik kepada masyarakat maupun UKM (khususnya pengusaha, yang menyediakan fasilitas air dan sanitasi). Oleh karena itu, koperasi syariah dapat berperan sebagai perantara pembiayaan komersial dan sosial, serta memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada anggotanya. Koperasi syariah mempunyai jenis pembiayaan kepada masyarakat (yaitu anggotanya) melalui pembiayaan komersial (Mu’awadat) dan non komersial (Tabaru’at) atau pembiayaan sosial seperti terlihat pada Gambar 13.

32 Pembiayaan melalui koperasi syariah sangat mirip dengan hasil rekomendasi Bank Dunia untuk menggunakan perbankan dalam mengembangkan dan mempercepat akses masyarakat terhadap air dan sanitasi. Melalui skema pendanaan koperasi syariah berupa dana komersial dan dana sosial akan memungkinkan masyarakat khususnya masyarakat miskin menanggung biaya akses air pada fasilitas yang telah dibangun dan KKM dapat memberikan pendanaan untuk pemeliharaan dan pengembangan fasilitas yang sudah ada. fasilitas. . Selain itu, koperasi syariah juga dapat memberikan pembiayaan kepada KKM yang sudah ada, namun tidak dapat beroperasi karena terkendala biaya operasional untuk dapat berfungsi kembali dan juga memperluas pelayanannya.

Tentunya para pengelola KKM perorangan juga akan mendapatkan pembinaan dari koperasi syariah agar mampu konsisten mengembangkan usaha penyediaan air bersih dan juga mendapatkan keuntungan yang wajar tanpa membebani pengguna yang umumnya masyarakat miskin.

Gambar  11  menunjukan  skema  perpaduan  pembangunan  antara  pembangunan  air  dan  sanitasi  yang  dilakukan  oleh  pemerintah  yang  bersifat  komunal  dengan  pendanaan  oleh  masyarakat  melalui  koperasi  syariah
Gambar 11 menunjukan skema perpaduan pembangunan antara pembangunan air dan sanitasi yang dilakukan oleh pemerintah yang bersifat komunal dengan pendanaan oleh masyarakat melalui koperasi syariah

Penjenjangan Usaha Mikro Kecil

Penerapan ZISWAF Untuk Air dan Sanitasi Nasional

Namun para pengelola tersebut perlu mengembangkan profesionalismenya sebagai KKM dalam pengelolaan sarana air dan sanitasi masyarakat.

PENDAYAGUNAAN ZAKAT

Program Pemberdayaan Zakat BAZNAS

Masyarakat miskin tidak mampu mengakses kebutuhan dasar seperti perumahan, pangan, air, kesehatan dan hak asasi manusia.

Pandangan Fuqaha terhadap Zakat untuk Pembangunan Sarana Air

36 sekolah agama (ma'had), rumah sakit, penggalian sumur; Hal ini termasuk dalam perluasan makna fii sabilillah – yang dalam hal ini termasuk dalam penguatan/. dr. Syauqi 'Allaam (Mufti Al-Azhar, Mesir) memperbolehkan pengalokasian dana zakat untuk membiayai pembangunan saluran-saluran air agar dapat menjangkau daerah-daerah gersang dan miskin, termasuk ketersediaan air bersih dan berbagai fasilitas, seperti sumur, alat penjernih air, dll terutama di daerah yang minim/tidak ada air minum. Ini dikategorikan sebagai dharuriyat (kebutuhan pokok) yang berkaitan dengan perumahan dan makanan bagi orang miskin, yang dimaksud dengan objek zakat yang diperbolehkan menurut syariat.

Namun dibolehkan mengeluarkan zakat kepada fakir miskin di daerah kering, setelah itu barulah mereka dapat membuat sumur atau yang lainnya dengan harta tersebut. Negara Zakat Diwan Sudan, seperti dilansir di website mereka pada 2 April 2014, telah membangun 14 sumur di wilayah Nil Abyadh.

PENDAYAGUNAAN WAKAF

  • Penggunaan Harta Benda Wakaf
  • Tantangan Penghimpunan Wakaf Uang pada LKS-PWU
  • Macam-Macam Nazhir, Syarat, Tugas, dan Haknya
  • Pendayagunaan Wakaf Untuk Pembangunan Sarana Air Dan Sanitasi

Di Eropa, yaitu Turki, praktik wakaf uang baru dikenal masyarakat pada abad ke-15. Wakaf tunai adalah wakaf berupa uang yang dapat dikelola secara produktif, yang hasilnya digunakan untuk mauquf 'alayh. (par. 1 ayat 2 peraturan BWI no. 2 tahun 2009). Peraturan Badan Wakaf Indonesia Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pedoman Penerimaan Wakaf Tunai Bagi Nazhir dari Badan Wakaf Indonesia;

Di bawah ini beberapa perbedaan utama antara wakaf tunai dan zakat komoditas, seperti tercantum pada Tabel 2. Wakaf tunai wajib disetorkan pada bank syariah yang telah memiliki izin sebagai Lembaga Keuangan Syariah penerima wakaf tunai (LKS-PWU). Dana wakaf tunai yang dititipkan pada LKS-PWU merupakan dana yang dititipkan dengan akad wadi’ah pada rekening wakaf Nazir uang tunai yang ditunjuk oleh wakif.

Pengelolaan dan pengembangan harta wakaf uang hanya dapat dilakukan melalui investasi pada produk LKS dan/atau instrumen keuangan syariah (ps 48 PP 42). Dana wakaf uang ada di bank sehingga Nazir tidak bisa langsung menggunakannya untuk membiayai proyek-proyek produktif. Wakaf Uang berlaku selamanya, artinya dana wakaf tidak kembali kepada Wakif.

Dalam rencana tersebut, Nazir harus menjelaskan terlebih dahulu kepada masyarakat bahwa sumbangan wakaf uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan SAS.

Tabel 2. Perbedaan wakaf uang dengan zakat maal  No  Jenis
Tabel 2. Perbedaan wakaf uang dengan zakat maal No Jenis

OPTIMALISASI PENDAYAGUNAAN ZISWAF UNTUK PEMBERDAYAAN UMKM

Pengelolaan Zakat oleh Koperasi Syariah

Saat ini koperasi syariah hanya dapat menjadi unit pengumpulan zakat berdasarkan peraturan BAZNAS yaitu hanya berwenang menghimpun dan menyetorkan BAZNAS. Hal ini menjadi tidak menarik bagi pengelola koperasi syariah karena tidak adanya timbal balik dalam koperasi syariah. Oleh karena itu, kami berharap kedepannya koperasi syariah dapat terhubung dengan LAZ dan menjadi unit pengelola zakat.

Pemanfaatan hasil penghimpunan zakat didasarkan pada skala prioritas kebutuhan dan dapat digunakan untuk usaha produktif. Dana zakat hendaknya dialokasikan khusus untuk kepemilikan masyarakat kurang mampu (fakir miskin dan fakir miskin), hal ini terkait dengan aturan yang ketat mengenai ashnaf mustahik, skala prioritas, dan menjamin pemeliharaan fasilitas yang lebih berjangka panjang.

Pengelolaan Wakaf oleh Koperasi Syariah

Catatan penting mengenai pandangan para ulama dan penerapan manajemen zakat untuk penyediaan air bersih dan sanitasi. PEMANFAATAN HARTA ZAKAT, INFAQ, LAMES DAN WAKAF UNTUK PEMBANGUNAN FASILITAS AIR BERSIH DAN FASILITAS MASYARAKAT. Penyediaan sarana sanitasi dan air bersih kepada masyarakat merupakan kewajiban pemerintah sebagai wujud pelaksanaan hifzhu an-nafs (perlindungan jiwa).

Penggunaan dana infak, sedekah, dan wakaf untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi diperbolehkan apabila untuk kepentingan umum. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi untuk kepentingan masyarakat, salah satunya adalah menyediakan sumber anggaran yang cukup untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi bagi masyarakat. Lembaga Amil Zakat harus melakukan upaya nyata dalam proses penyaluran zakatnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi bagi umat Islam yang membutuhkan.

Diriwayatkan pada masa Rasulullah SAW, kota Madinah mengalami krisis yang mengakibatkan permasalahan air bersih. Sosialisasi program penyediaan air bersih dan juga penyerapan aspirasi dilakukan pada saat acara rutin masyarakat seperti yasinan, tahlilan, musyawarah desa, dll. Hal pertama yang harus dilakukan ketika merencanakan pembangunan sarana air bersih adalah berkonsultasi dengan pihak yang berpengalaman. , Koordinator PAMSIMAS Wonogiri yang memperoleh RAB kurang lebih Rp.

Dalam rapat dusun tersebut dibahas sistem pengelolaan sarana air bersih yang dibangun, disepakati biaya sebesar Rp. Dengan adanya program ini Bpk. Air bersih dan toilet sehat keluarga Saimin merupakan kebutuhan pokok hidup. Segala sesuatu yang baik pasti akan menemui kendala, seperti halnya kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi melalui ZISWAF.

Tabel 4: Program Pendayagunaan Zakat dan Wakaf oleh Kopsyah
Tabel 4: Program Pendayagunaan Zakat dan Wakaf oleh Kopsyah

Referensi

Dokumen terkait