• Tidak ada hasil yang ditemukan

materi presentasi post impresionisme untuk kuliah design

N/A
N/A
Michele Yang

Academic year: 2025

Membagikan "materi presentasi post impresionisme untuk kuliah design"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

POST-IMPRESIONISME

UAS SEJARAH SENI RUPA - 2PDK51

Kelompok 5

 1.     Stefany Grace Claudia        34230029

2.   Maria Angelita Kosasih 34230022

3.     Caecilia Canna      34230011

4.     Michele       34230017

5. Celine Marcella 34230010  

PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS TEKNOLOGI DAN DESAIN

UNIVERSITAS BUNDA MULIA 2024

(2)

POST-IMPRESIONISME

Post-Impresionisme merupakan aliran seni yang berasal dari Perancis dari tahun 1886-1905 yang merupakan perpanjangan dari era Impresionisme oleh kritikus seni Inggris Roger Fry untuk karya pelukis akhir abad ke-19. Pada awalnya Roger Fry membuat sebuah pameran di Galeri Grafton di London pada tahun 1910. Pameran tersebut dihadiri oleh beberapa seniman seperti Paul Cézanne, Georges Seurat, Paul Gauguin, Vincent van Gogh, Henri de Toulouse-Lautrec, dan lain-lain. Roger Fry membuat pameran tersebut dengan tujuan melakukan penghargaan terhadap karya seni Post-Impressionism, Roger Fry merupakan seniman yang memiliki ketertarikan dalam teknik Post-Impresionisme. Meskipun Roger Fry bukan seniman Post-Impresionisme secara langsung, namun karya-karya dia membawa pengaruh yang kuat bagi seniman-seniman Post-Impresionisme. Selain itu, Roger Fry membuat pameran seni tersebut untuk memperkenalkan seni Post-Impresionisme kepada masyarakat Inggris untuk membantu pandangan publik mengenai seni modern. Sebagai kritikus dan kurator seni pun Roger Fry ingin menyampaikan bahwa penting untuk mengkontekstualisasikan perkembangan seni dan membantu audiens memahami pergeseran dari Impresionisme ke Post-Impresionisme.

Karakteristik:

Seniman Post-Impressionism kebanyakan berasal dari gerakan Impressionism, namun mereka memutuskan untuk meninggalkan gaya seni tersebut untuk membuat karya seni yang sangat pribadi dan menolak keterbatasan dalam seni Impressionism demi mendukung karya seni yang mengekspresikan emosi secara ambisius. Ciri-ciri yang menonjol Post-Impressionism :

Sapuan kuas yang khas

Sebagian besar karya Post-Impresionisme memiliki sapuan kuas yang luas dan dapat dikenali, sama seperti karya Impresionis.

Simbolisme emosional

Karya lebih menekankan simbolisme, menyampaikan ide-ide dari alam bawah sadar sang seniman.

Warna yang menggugah

Sebagian besar lukisan Post-Impresionisme mencakup rona jenuh, bayangan warna- warni, dan rentang warna yang luas, menunjukkan pendekatan representasi yang inventif dan orisinal dari para pelukis.

(3)

(oleh Michele)

Vincent van Gogh dikenal sebagai pelukis dengan gaya post-impressionisme atau Neo Impresionisme. Dia adalah salah satu pelopor yang memiliki pengaruh besar pada berbagai aliran seni lainnya, seperti fauvisme dan ekspresionisme. Karir awalnya dimulai dengan gaya realisme, namun kemudian ia juga mengembangkan gaya ekspresionisme yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa, bukan hanya representasi alam. Selama hidupnya, van Gogh menciptakan lebih dari 900 lukisan. Karya-karyanya mencakup berbagai seri, termasuk potret, potret diri, bunga, ladang gandum, pemandangan, dan pepohonan. Karya-karyanya yang paling terkenal dihasilkan dalam dua tahun terakhir hidupnya ketika ia tinggal dan bekerja bersama Paul Gauguin di Arles, Prancis. Van Gogh meninggal pada 29 Juli 1890, dua hari setelah menembak dirinya sendiri di Auvers-sur-Oise. Kematian saudaranya, Theo, tak lama kemudian memperdalam kesedihan keluarganya. Sejak awal tahun 1890-an, karya-karya Van Gogh dipamerkan di Amsterdam, Paris, dan berbagai tempat lainnya, dan ia dianggap sebagai jembatan antara impresionisme dan ekspresionisme. Lukisan-lukisannya telah terjual dengan harga jutaan dolar di pelelangan sejak pertengahan abad ke-20 hingga sekarang.

Karakteristik lukisan Vincent van Gogh, sebagai berikut;

1. Teknik Melukis: Van Gogh menerapkan teknik melukis yang khas, seperti penggunaan warna-warna cerah dan kontras serta teknik brushwork yang ekspresif dan dinamis.

(4)

2. Warna: Van Gogh sangat memperhatikan penggunaan warna dalam karyanya. Dia sering memilih warna-warna cerah dan kontras, seperti kuning, hijau, biru, dan merah, untuk menciptakan efek dramatis dan emosional.

3. Gaya Ekspresionisme: Van Gogh mengadopsi gaya ekspresionisme dalam lukisannya, yang menekankan pada ungkapan jiwa dan emosi. Dia menggunakan warna dan teknik melukis untuk menyampaikan suasana hati dan perasaan yang dialaminya.

4. Perasaan dan Emosi: Van Gogh sering menggunakan lukisannya sebagai media untuk mengekspresikan perasaan dan emosinya. Dia berusaha menggambarkan suasana hati dan perasaan pribadinya melalui karya seni.

5. Karakteristik Aliran Pasca-Impresionisme: Sebagai salah satu pelopor aliran Pasca-Impresionisme, Van Gogh berbeda dari Impresionisme dengan menggunakan warna-warna gelap dan teknik melukis yang lebih ekspresif.

6. Pengaruh Lukisan Jepang: Van Gogh juga terpengaruh oleh seni lukis Jepang, menggunakan teknik yang mengutamakan warna gelap dan gaya estetika minimalis khas Jepang.

7. Teknik Realisme: Selain itu, Van Gogh menggunakan teknik realisme dalam beberapa karyanya, menggambarkan kehidupan sehari-hari dan suasana yang dialaminya.

8. Penggunaan Simbolisme dalam Lukisan: Van Gogh sering mengaplikasikan simbolisme dalam karyanya, seperti penggunaan bunga matahari untuk melambangkan rasa terima kasih atau kentang sebagai simbol kesederhanaan hidup.

Pengaruh lukisan Vincent van Gogh pada era saat ini:

1. Julie Mehretu - "Empirical Change" (2003) - New York, Amerika Serikat 2. Gerhard Richter - "September" (2005) - Düsseldorf, Jerman

3. Gerhard Richter - "Abstract Painting (809-4)" (1969) - Düsseldorf, Jerman

(5)

Vincent van Gogh, The Starry Night, 1889, oil on canvas, 73.7 cm × 92.1 cm, Saint-Paul-de- Mausole asylum near Saint-Rémy-de-Provence, France

Lukisan “The Starry Night” karya Vincent van Gogh dibuat pada tahun 1889, saat ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Saint-Rémy-de-Provence, setelah memotong telinga kirinya sendiri. Lukisan ini menggambarkan pemandangan langit malam dari arah timur jendela kamarnya di rumah sakit, dengan bulan yang bercahaya dan bintang yang berpendar. Pemandangan desa juga terlihat, dengan pohon cemara yang tingginya selangit.

Komposisi yang sempurna ini membuat “The Starry Night” menjadi lukisan Van Gogh yang paling terkenal di dunia.

Ciri khas lukisan:

Teknik melukis: menampilkan ciri khas ini dengan penggunaan warna-warna yang cerah dan goresan kuas yang ekspresif, menggambarkan keadaan batin Van Gogh yang sedang depresi.

Penggunaan Warna: Lukisan ini menggunakan warna-warna yang cerah, seperti biru dan hijau, untuk mengungkapkan simbolisme dan emosi dalam lukisannya. Penggunaan warna- warna ini memberikan kesan emosional yang kuat dan menunjukkan keistimewaan karya Van Gogh.

Komposisi: Komposisi lukisan ini sempurna, dengan langit malam yang bercahaya dan bintang yang berpendar, serta pemandangan desa yang terlihat di bawahnya. Komposisi ini memberikan kesan dinamis dan menarik.

(6)

Almond Blossom

Vincent van Gogh, Almond Blossom, 1890, oil on canvas, 73.5 cm × 92 cm, Arles and Saint- Rémy, southern France

Lukisan "Almond Blossoms" dibuat oleh Vincent van Gogh pada tahun 1890. Lukisan ini menggambarkan cabang bunga almond yang mekar penuh di langit biru yang cerah.

Bunga almond sendiri dipilih oleh Van Gogh karena ia begitu tertarik dengan seni Jepang, khususnya lukisan Pohon Plum Berbunga Japonaiseries. Adapun kisah dibalik pembuatan lukisan ini adalah Van Gogh ingin menyambut kelahiran dari keponakannya. Selain itu, Van Gogh juga suka dengan pepohonan yang mulai mekar.

Ciri khas lukisan:

Gaya Jepang: Lukisan ini dipengaruhi oleh seni Jepang, khususnya cetakan balok kayu Jepang yang menampilkan penggambaran bunga dan pohon yang serupa dengan lanskap langit biru.

Warna Cerah: Penggunaan palet pelengkap, seperti biru dan jingga, serta penempatan iris dengan latar belakang kuning cerah, menciptakan komposisi yang hidup dan energik.

Teknik Melukis: Van Gogh menggunakan teknik melukis bunga dan pohon dengan latar langit biru untuk menyampaikan rasa harapan dan optimisme.

Arti Khusus: Lukisan ini memiliki arti khusus bagi Van Gogh karena dilukis untuk merayakan kelahiran keponakannya, Vincent Willem van Gogh. Lukisan ini kemudian dipasang di atas piano di ruang keluarga dan menjadi salah satu karya yang merekatkan keluarga Van Gogh

(7)

saya memilih lukisan The Starry Night karena lukisan ini merupakan yang paling iconic dari Vincent van Gogh, saya mengubah lukisan ini dengan menghilangkan pohon cemara dan mengubah pedesaan menjadi biru gelap yang tetap melambangkan kesedihan van Gogh pada saat itu.

Almond Blossom

Saya juga memilih lukisan Almond Blossom karena ini pun salah satu karya iconic dari Vincent van Gogh, saya juga menyukai warna dari karya tersebut, disini saya mengubah karya dengan menambahkan elemen mahkluk hidup yang lain yaitu rusa, dan menebalkan ranting pohon agar menyerupai tanduk rusa yang kokoh dan tebal.

(8)

Daftar Pustaka

Almond Blossom. (2024, May 28). Retrieved from wikipediA:

https://en.wikipedia.org/wiki/Almond_Blossoms

Artchive. (2023, February 18). Post-Impressionism Art Movement: History, Artwork, Artists. Retrieved from Artchive: https://www.artchive.com/art-movements/post-impressionism/

Azizah, L. (2022). Vincent Van Gogh dan Karya Fenomenalnya. Retrieved from gramedia Blog:

https://www.gramedia.com/best-seller/vincent-van-gogh/

Dirgantari, T. S. (2022, July 4). Kisah Pilu Dalam Lukisan The Starry Night Karya Vincent van Gogh.

Retrieved from Kumparan.com: https://kumparan.com/tasyasalsa76/kisah-pilu- dalam-lukisan-the-starry-night-karya-vincent-van-gogh-1yNZxiMwv3U/1 Gersh-Nesic, B. (n.d.). Gerakan Pasca-Impresionis. Retrieved from EFerrit:

https://id.eferrit.com/gerakan-pasca-impresionis/

SINDOnews, T. (2023, Juni 21). 7 Lukisan Vincent Van Gogh Paling Terkenal, Nomor 5 Simbol Putus Asa Pemicu Bunuh Diri. Retrieved from Sindo News.com:

https://international.sindonews.com/read/1132969/41/7-lukisan-vincent-van-gogh- paling-terkenal-nomor-5-simbol-putus-asa-pemicu-bunuh-diri-1687316785

Singer, J. W. (2024, january 28). Masterpiece Story: Almond Blossom by Vincent van Gogh. Retrieved from Daily Art: https://www.dailyartmagazine.com/van-gogh-almond-blossom/

Thabroni, G. (2018, september 24). Vincent Van Gogh – Biografi, Aliran & Analisis Karya Seni.

Retrieved from serupa.id: https://serupa.id/vincent-van-gogh/

Tikkanen., A. (2023, June 5). Duncan Grant. Retrieved from Britannica:

https://www.britannica.com/biography/Duncan-Grant

Wolfe, S. (n.d.). Art Movement: Post-Impressionism. Retrieved from Artland Magazine:

https://magazine.artland.com/post-impressionism/

Referensi

Dokumen terkait