IIDDUL ID
Coro ujl ekstroksi kador aspal dori computon btrospol - Mtnggunakor> tobung reftuks gelos
- - -- -- - - ' - ' -- - - ' --
MDDUL 1a
CARA UJI EKSTRAKSI KADAR ASPAL DARI CAMPURAN BERASPAL MENGGUNAKAN TABUNG REFLUKS GELAS
Pendahuluan
Campuran beraspal pada perkerasan jalan terdiri dari campuran agregat dan aspal, oleh karena itu keawetan perkerasan jalan tergantung pada kualitas dan komposisi bahan yang digunakan sebagai campuran beraspal.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perencanaan campuran beraspal untuk pe . rkerasan jalan sangat diper1ukan. Perencanaan dan komposisi bahan yang tepat dapat meningkatkan kualitas perkerasan jalan sehingga
/
akan meningkatkan umur perkerasan jalan.
Cara uji ekstraksi kadar aspal dari campuran beraspal menggunakan tabung refluks gelas, sangat diper1ukan untuk mendapatkan kembali komposisi bahan sesuai perencanaan, dan dilanjutkan dengan pengujian sifat flsik aspal untuk mengetahui sifat aspal pada pelaksanaan dan masa pelayanannya.
Pengujian campuran beraspal dari perkerasan jalan akan memberikan keterangan yang cukup bagi perencana mengenai kualitas dari campuran beraspal.
IUIU ,uouu HIIIIIUM
1.A80RATORIUM TEKNIIC TRAN PORTASI
Jun.,sot1 Tdnik Slp,I don !Ntg.tungon • UGM
I 0-1
IIODUL ID Cora ujl ekstroksl k.odor ospol dorl cornpuron beraspol -
Menggunakan tobung re/luks gtlos
- - - - - ~ - - - -
1. Ruang Ungkup
cara uji ini membahas ketentuan pemisahan aspal dari campuran beraspal dengan cara refluks menggunakan tabung gelas. Aspal yang diperoleh dengan cara ini dapat digunak.an untuk pemeriksaan sifat fisik aspal antara lain: penetrasi, daktilltas, titik lembek. Agregat yang diperoleh dapat digunakan untuk analisa saringan.
Lingkup pengujian mencakup:
a) persiapan peralatan, b) perslapan contoh uji;
c) persiapan benda uji;
d) prosedur pengujian;
e) petaporan.
2. Acuan Normatif
Metode ini mengacu pada standar :
• SNI 06-2490-1991, Metode pengujian kadar air aspal dan bahan mengandung aspal
• SNI 03-3640-1993, Metode pengujian kadar aspal dalam campuran beraspal dengan cara ekstraksl menggunakan alat Soklet
• SNI 03-6894-2002, Metode pengujian kadar aspal dari campuran beraspal dengan cara sentrifus
• AASHTO T 164-98, Standard method of
test
for quantitative extraction of bitumen from bituminous paving mixtures• AASHTO T 168-97, Sampling bituminous paving mixture
3. Istilah dan Deflnlsl 3.1 Ekstraksi
Pemisahan campuran dua atau lebih bahan dengan cara menambahkan pelarut yang dapat melarutkan salah satu bahan yang ada dalam campuran tersebut
3.2 Campuran Beraspal
Campuran antara batuan (agregat) dengan aspal yang digunakan sebagai bahan perkerasan jalan
IUKU PUDUU ,_lllllUN
lABORATORIUM TEKNIK UAN~PORTASI
,.,,.,...,,_Sq,11_""9--UGM
l □ -2•
NDDUl ID
Coro ujl t h troksl kodor ospal dari campuron btrospal - Mtnggunok.on tobung r~fluks gelas
- - - - - - ---'-'---'---'---'--
3.3 Refluks
Metode ekstraksi menggunakan pendingin yang akan mengubah uap pelarut menjadi cairan, dan akan melarutkan aspal pada benda uji
3.4 Filtrat
Bahan terlarut dan mineral halus yang berada di dalam pelarut, setelah proses ekstraksi
4. Benda Ujl
4.1 Pengambilan Conteh Uji
Metode pengambilan contoh uji sesuai dengan AASHTO T 168-97
4.2 Ukuran Benda Uji
Ukuran benda uji sesuai tabel 1.
Tabet 1 Berat benda uji
Ukuran agregat maksimum Berat benda uji minimum (gr)
Milimeter(mm) lnchi (mm)
4,75 0,187 500
9,5
3/s
100012,5 ½ 1500
19,0 ¾ 2000
25,0 1 3000
38,0 1,5 4000
5. Peralatan
a) oven yang dapat diatur pada temperatur 110
•c
± 5•c;
b) wadah untuk memanaskan contoh uji;
c) timbangan sesuai berat benda uji;
d) pelat pemanas listrik, dengan pengatur kecepatan pemanasan;
e) gelas ukur kapasitas 1000 ml atau 2000 ml;
f) cawan penguap kapasitas 125 ml;
g) desikator;
BUIU PUDUAN ,iumuN lABOftATORIUM TEKNIK U.ANSPOUASI
Juruson T dnit Sipil do.n Unoltmoon • UGM
10-3
IIOOUl 10 Coro ujl tkstroksi kodar aspol dori compuron btrospal -
Mtttggu11olcan tobung re/luk$ gelos
---~---=-=---'--'---"--
h) tabung refluks gelas (sesuai gambar 1 lampiran A) terdiri alas;
• satu atau dua buah rangka logam berbentuk silinder,dilengkapi kerucut anyaman kawat;
• tabung pendingin;
• kertas saring Whatman No. 40;
• kasa asbes dengan tebal
±
3 mm.6. Bahan Pelarut
Untuk memulihkan aspal gunakan pelarut trichloroethylene murni atau methylene chloride murni. Untuk penentuan kadar aspal saja, gunakan trichloroethyfene teknis. Trichloroethyfene murni, methylene chloride mumi atau trichloroethyfene teknis merupakan bahan beracun oleh sebab itu diharuskan mengikuti petunjuk keamanan penggunaannya.
7. Rumus untuk menentukan kadar aspal
J = D - (F + I) D
Dengan pengertian :
J : Kadar aspal, dinyatakan dalam persen (%) D : Berat benda uji, dinyatakan dalam gram (gr)
F : Berat agregat hasil ekstraksi, dinyatakan dalam gram (gr)
: Bera! mineral halus yang tertinggal didalam filtrat, dinyatakan dalam gram (gr) 8. Persiapan benda uji
Tahapan persiapan benda uji adalah:
• Panaskan contoh uji pada temperatur 11 O
•c
± 5•c,
sampai berbentuk curah dan dengan cara perempatan (quartering), tentukan berat benda uji sesuai Tabel.1;• Siapkan paling sedikit dua buah benda uji.
BUlU PUDUU PIUIIIUN lABORATORIUM lEl(NIK TIU,N·1POII.TASI
Jurus«t T~knil SipH don tingkl,M190ll • VGM 1 □ -4
IUOUL ID
Coro ujl ekstroks; kodor aspol dori campuran bero$pol - Menggunokan robung re/tulcs gelos
- - - - - - ' - ---=-=---=---=----=--
9. Prosedur pengujian
Prosedur pengujian yang harus dilakukan diuraikan dibawah ini :
❖ Keringkan kertas saring dalam oven 11 o•c ± 5°C dan timbang sampai berat tetap;
❖ Timbang berat tiap rangka silinder yang telah dipasang kertas saring, dengan ketelitian 0,5 gram;
❖ Masukkan benda uji ke dalam rangka yang telah diberi kertas saring berbentuk kerucut, bila digunakan dua rangka, benda uji dibagi menjadi dua bagian dengan berat yang sama. Benda uji harus terletak dibawah ujung atas dari kertas saring, tentukan berat dari masing-masing rangka + benda uji dengan ketelitian 0,5 gram ;
❖ Gunakan salah satu pelarut Trichlorethylene atau Methylene Chloride;
❖ Bila digunakan dua rangka, tempatkan rangka atas pada rangka di bawahnya;
❖ Tuangkan pelarut kedalam tabung gelas yang sudah berisi rangka dan benda uji, dengan permukaan pelarut berada dibawah ujung kerucut rangka atas;
❖ Letakkan kasa asbes di atas pelat pemanas listrik dan letakkan tabung gelas di atasnya;
❖ Atur pemanasan sehingga pelarut yang terkondensasi membasahi rangka yang berisi benda uji, jaga jangan sampai pelarut berlebih masuk ke dalam penyaring pada kerucut;
❖ Teruskan ekstraksl dengan cara refluks, sampai pelarut berwarna jemih;
❖ Matikan pelat pemanas listrik dan biarkan tabung cukup dingin untuk dipegang, lepaskan pendingin dan pindahkan dari tabung;
❖ Pindahkan rangka dari dalam tabung, biarkan kering di udara, setelah itu keringkan di dalam oven pada temperatur 110°c
±
5°C , setelah kering agregat ditimbang❖ Saring filtrat dengan kertas saring yang telah ditimbang. Keringkan dalam oven pada temperatur 110 •c ± 5° C sampai berat tetap , timbang.
1 O. Pelaporan
Laporan hasil pengujian dicatat dalam formulir yang tersedia dengan mencantumkan ihwal sebagai berikut :
a) ldentitas contoh terdiri atas :
✓ nomor contoh;
✓ asal contoh;
✓ nama atau jenis contoh;
✓ terima tanggal
✓ tanggal mulai pengujian;
✓ tanggal selesai pengujian;
IUU ,uoUU PIUTIIUN LA80RATORIUM TONUC TRANSPORTASI
JUl'IISon Ttlnit Sipil don Ung~n • UGM I □
- 5
•
NOOUL 10
Caro uji ek1troksl kodor ospal dorl compuron beraspol - Menggunokan tabung re//uk.s gelos
_ _ _ _ _ _
_ _ _ : . . : . . . . _ . . . . : . . . : _ : . . _ _b) Laboratorium yang melakukan pengujian mencantumkan :
✓ nama pelaksana pengujian;
✓ nama penanggung jawab pengujian;
✓ tanggal pengesahan;
c) Hasil pengujian dinyatakan sampai satu angka di belakang koma dari hasil rata-rata 2 (dua) pengujian;
d) Kelainan dan kegagalan selama pengujian.
BUIU PUUUU PIUlllUM LABORATOIUUM TUNIK TRAN ·•OUASI
Jurusott Tt:tnlltS,pil dOfl UngbMgan-UGM
10- S
· •
Keterangan gambar : 1. Pendingin
2. Tabung refluks gelas 3. Rangka kerucut 4. Kasa asbes
5.
Pela! pemanas listrikMDDUL ID
Cara uj; ekstroksi ltodor ospol dorl compuron berospol Menggunokon Cobung re/lulu gdos
LAMPIRANA
1
2
3
5
Gambar 1 Alat Ekstraksi Tabung Refluks Gelas
IUIU PUDUU PIUTIIUM LABORATORIUM TEKNIIC TRANjPORTAiSI
Juruson T dnilt Sip,/ don L.lngktmgon • UGM
10-7
Berat Keranjang No. Berat
Conteh Keranjang
Aspal
A B C D
aram aram
At.as 1 516,0 300,0
Bawah 2 516,0 300,0
'
LAMPIRAN B FORMULIR ISIAN
Berat Berat Keranjang + Agregat
Filter+ yang Conteh Terekstraksi
E F
aram oram
NDDUL ID clSII.\JI tkstroksl kador ospol dorl campuron brrospo/
9"
Mtnggunalcon tobung rt/luks gt/asBerat Berat Kertas Kertas
Berat Mineral Filter Bersih Filter dan
Mineral
G H I
oram aram aram
Kadar Aspal
J
%
C+D H-G 12-(F+I)
816,0 278,5
816,0 279,3
RATA-RATA
IUlU PUDUU PIAllllUM LA80RATORIUM HKNIIC TflANSPOflTASI JutuSon Tdnlk SipU don ~.ll,lflVOn • UGM
7,7 8,2
I D-1
D
12,2 4,5 5,67
12,1 3,9 5,60
5,63
C,