• Tidak ada hasil yang ditemukan

mekanisme penetapan upah buruh panen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "mekanisme penetapan upah buruh panen"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

Mekanisme penetapan upah buruh panen kelapa sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah berdasarkan review. Mekanisme Penetapan Upah Buruh Pemanen Kelapa Sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah.

Latar Belakang Masalah

Soal upah pemanenan kelapa sawit, itu adalah antara pemilik perkebunan dan pemanen atau buruh yang bekerja sama memanen kelapa sawit. Setiap bulannya terjadi dua kali proses panen dan ada empat hingga delapan orang yang bekerja sebagai buruh panen kelapa sawit di Desa Pondok Kubang.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Kajian PenelitianTerdahulu

Muhammad Yakub, Judul Tesis 'Analisis Pengupahan Pekerja Panen Padi Di Desa Roburan Lombang Kabupaten Mandailing Natal Menurut Ekonomi Islam. 4Muhammad Yakub, Analisis Upah Pekerja Panen Padi Di Desa Roburan Lombang Kabupaten Mandailing Natal Menurut Ekonomi Islam, (Pekanbaru: Skripsi, 2019), hal.

Metode Penelitian

Peneliti adalah subjek yang mengetahui subjek penelitian sebagai pelaku dan orang yang memahami subjek penelitian.7 Artinya orang yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti. Misalnya yang menjadi perhatian khusus adalah seseorang dianggap paling mengetahui apa yang kita harapkan, atau mungkin penguasa, sehingga akan memudahkan peneliti dalam mendalami objek atau situasi sosial yang akan diteliti.8 Informan dalam hal ini Penelitian ini adalah petani kelapa sawit pemilik perkebunan kelapa sawit, buruh upahan yang melakukan pemanenan kelapa sawit di desa Pondok Kubang.

Sistematika Penulisan

15 BAB IV Bagian Penelitian dan Pembahasan Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan mengenai mekanisme penetapan upah buruh pemanen kelapa sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah dan tinjauan ekonomi Islam mengenai penetapan upah kelapa sawit. pekerja panen di Desa Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kajian Teori

Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang baik, agar setiap manusia dibatasi dalam apa yang dikerjakannya dan tidak dipertanyakan.” 2. Ayat ini menjamin adanya upah yang layak bagi setiap pekerja sesuai dengan apa yang telah disumbangkan dalam proses produksi, apabila terjadi penurunan upah tanpa diikuti dengan pengurangan iuran maka hal tersebut dianggap sebagai ketidakadilan dan penganiayaan terhadap pekerja. Jadi, ayat ini menjelaskan bahwa upah setiap orang harus dibayar berdasarkan kerja dan kontribusinya dalam kerja sama produksi, serta tidak boleh kurang dan tidak lebih dari apa yang telah dilakukannya.

Dan apabila upah yang diterima oleh pekerja terlalu kecil maka hal ini akan mengakibatkan melemahnya daya beli, hal ini akan menurunkan permintaan terhadap barang dan jasa (demand) dalam kehidupan perekonomian dan hal ini secara otomatis akan mempengaruhi jumlah produksi yang akan dihasilkan. berkurang. Kemudian masing-masing akan diberi hukuman atas apa yang telah dilakukannya (hukuman) di alam, sedangkan tidak ada ketidakadilan yang dilakukan terhadapnya 1. Dengan demikian, setiap orang akan menerima bagiannya dari hasil kerja sama dan tidak ada yang dirugikan. 2.

Dalam penjelasan di atas Islam sangat jelas melindungi hak-hak pengusaha dan pekerja, yaitu melindungi hak-hak pekerja agar upah tidak turun dibawah batas minimum dan tidak boleh terjadi kenaikan upah yang melebihi batas maksimum, demi melindungi hak-hak buruh. kepentingan majikan.

Sistem Pemberian Upah

Selain yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa sistem pembayaran upah, secara teori dan praktek terdapat beberapa jenis sistem tersebut, sebagai berikut: 3. Sistem pengupahan termin adalah suatu sistem pembayaran upah menurut jangka waktu tertentu, misalnya harian, mingguan, atau bulanan.Pada sistem pengupahan jangka panjang, pembayaran upah dapat dilakukan dengan mudah, hanya saja perhitungan upahnya juga tidak sulit. Namun sayangnya, jika istilah sistem pengupahan ini diterapkan dengan benar, maka hal tersebut tidak akan ada. Sistem ini pada umumnya dimaksudkan untuk menggantikan istilah sistem pengupahan jika hasilnya kurang memuaskan. Sistem pengupahan ini hanya dapat diberikan apabila hasil pekerjaan dapat dinilai menurut ukuran tertentu, misalnya diukur dengan kuantitas, berat, dan sebagainya. Jenis gaji ini umumnya digunakan di

Sistem pengupahan konsensus adalah suatu sistem pemberian upah dengan cara memberikan sejumlah upah tertentu kepada suatu kelompok tertentu. Selanjutnya kelompok ini akan mendistribusikannya kepada anggotanya. Sistem pengupahan ini didasarkan pada indeks biaya hidup. Dengan sistem ini, upah akan naik dan turun sesuai dengan naik turunnya biaya hidup, meskipun hal ini tidak mempengaruhi nilai upah yang sebenarnya. Sistem pengupahan ini dapat diibaratkan dengan memberikan bonus jika perusahaan memperoleh keuntungan pada akhir tahun. Bonus merupakan pembayaran tambahan di luar upah atau gaji yang bertujuan untuk merangsang atau memberikan insentif agar karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan dapat melaksanakan tanggung jawab.

Cara penghitungan upah ini sering digunakan untuk pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok pekerja, untuk semua pekerjaan ditentukan imbalan yang kemudian dibagi di antara para pelaksana.

Jenis-Jenis Upah

Mekanisme Penetapan Upah Pekerja Pemanen Kelapa Sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah b. Mekanisme penetapan upah yang diberikan pemilik lahan kepada buruh pemanen kelapa sawit tidak sesuai dengan upah yang diterimanya. Mekanisme penetapan upah buruh pemanen kelapa sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah tidak sejalan dengan mekanisme penetapan upah minimum pemanen karena upah yang diperoleh masih rendah.

Sistem pengupahan pemanen kelapa sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah mempunyai sistem pembayaran upah sebanyak 1 kali panen setiap kali ada penjualan buah kelapa sawit. Mekanisme Penetapan Upah Pemanen Kelapa Sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan praktik Mekanisme Penetapan Upah Pemanen Kelapa Sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah. Praktek mekanisme tersebut merupakan praktek antara pemilik sawit dengan pemanen sawit, hampir seluruh pemilik sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah menerapkan mekanisme penetapan upah bagi pemanen sawit yang tidak sesuai dengan harga jual. minyak kelapa sawit.

Ada saran yang dapat disampaikan sehubungan dengan hasil penelitian mengenai mekanisme penentuan upah pekerja pemanen kelapa sawit di desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah menurut ulasan Ekonomi Islam yang penulis ulas.

Penetapan upah

Prinsip-Prinsip Keadilan Dalam Pembayaran Upah

Kerangka Konseptual

Pada mulanya nama desa Pondok Kubang berasal dari sebuah gubuk besar yang berada di tengah hutan, dan di bawah gubuk tersebut terdapat sebuah kolam besar yaitu kolam gajah, namun lama kelamaan satu per satu mulai ditempati oleh penduduk. tempat dan namanya. desa tersebut menjadi desa Pondok Kubang. Kehidupan masyarakat setempat saat itu mulai menebangi hutan kemudian membangun rumah di sana, dan satu per satu warga desa lain maupun masyarakat luar negeri mulai membangun rumah dan menetap di desa Pondok Kubang. Seiring berjalannya waktu, desa tersebut mulai menjadi desa yang besar dan dipenuhi oleh penduduk, baik penduduk asli maupun pendatang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Bengkulu Tengah, jumlah penduduk Desa Pondok Kubang Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah pada tahun 2020 sebanyak 9361 jiwa, tahun 2021 sebanyak 9577 jiwa, tahun 2022 sebanyak 9769 jiwa yang tersebar pada 360 kepala keluarga. (KK). Perkembangannya semakin terasa, sistem pemerintahan pun ikut berubah. Desa juga mengalami perubahan. Semula Desa Pondok Kubang masih menyatu dengan Kelurahan Pondok Kelapa, namun seiring berjalannya waktu Pondok Kubang mengalami kemajuan yang sangat pesat hingga mampu menjadi desa tersendiri sebagai kelurahan tersendiri.

Biografi Desa Pondok Kubang

Kondisi Masyarakat Desa Pondok Kubang

Hal ini disebabkan karena mereka mencari nafkah di berbagai sektor usaha, sebagian besar di sektor informal seperti buruh bangunan, buruh tani, buruh pabrik dan buruh di perkebunan kelapa sawit, karet dan kelapa sawit, serta sebagian kecil di sektor formal seperti perkebunan. misalnya pegawai publik. . Secara umum kondisi perekonomian warga Desa Pondok Kubang terlihat jelas adanya perbedaan antara masyarakat miskin, kaya menengah, dan kaya. Hal ini disebabkan mayoritas penduduknya bermata pencaharian di sektor perkebunan karet dan kelapa sawit, sedangkan sebagian kecil bekerja di sektor formal seperti PNS, perajin, dan buruh.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Mekanisme Penetapan Upah Buruh Panen Sawit di Desa

Mengingat banyaknya pekerja pemanen kelapa sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah, hal ini mengakibatkan para pemanen kelapa sawit terpaksa menerima upah yang diberikan padahal upah tersebut masih jauh dari upah minimum dan upah sesuai dengan harapan. dari para pemanen kelapa sawit itu sendiri. Pada mekanisme pengupahan buruh pemanen kelapa sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah terdapat jenis pengupahan yang berbeda-beda, setiap lahan perkebunan kelapa sawit seluas 7 hektar terdiri dari 8 orang pekerja. Seperti halnya upah yang diterima buruh pemanen kelapa sawit lainnya, mereka diberikan upah yang tidak sepadan dengan pekerjaannya.

Peneliti mengamati langsung penetapan upah pekerja pemanen kelapa sawit, sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat. Upah bagi pemanen kelapa sawit harus ditentukan sebelum mereka mulai bekerja dengan memberikan informasi mengenai upah yang akan mereka terima. Di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah, sistem penentuan upah buruh tidak ada kesepakatan yang jelas antara pemilik lahan dengan buruh pemanen kelapa sawit, namun pemilik lahan menentukan upah buruh sesuai dengan pendapatan panen kelapa sawit.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai mekanisme penetapan upah pekerja pemanen kelapa sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah, penulis menyimpulkan sebagai berikut. Tinjauan Ekonomi Islam tentang Penentuan Upah Buruh Sawit di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah menyebutkan bahwa sebaiknya upah buruh sawit ditentukan sebelum mulai bekerja dengan memberikan informasi mengenai upah yang akan diterimanya. Pemanen kelapa sawit harus lebih berani mengungkapkan kekurangan upah panen yang tidak sesuai dengan harga kelapa sawit atau lokasi panen.

Foto wawancara  dengan  Bapak Kulil  Ali  Wijaya.
Foto wawancara dengan Bapak Kulil Ali Wijaya.

Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Penetapan Upah

Kesimpulan

Dengan mekanisme seperti ini, para pemanen sawit tidak merasakan keadilan dalam menetapkan upah yang tidak sesuai dengan harga jual sawit yang terkadang meningkat, sedangkan upah yang diterima pemanen sawit tidak mengalami kenaikan. Dalam praktek yang dilaksanakan di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah, sistem kontrak atau pemanenan diberikan secara lisan. Sistem kontrak yang mereka gunakan tidak mengikat karena mereka hanya membuat perjanjian kontrak kerja secara lisan.

Saran

Aricahyani, Firda, Sistem pengupahan pekerja dalam kaitannya dengan kesejahteraan pekerja dilihat dari perspektif ekonomi Islam (Studi kasus di pasar upah Tulungagung), Tulungagung: Uin Satu Tuluangung, 2019, hal. Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, Second Cet. 2011), hal. 78. Firmansyah, Redho, Sistem pengupahan buruh perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Muko-Muko dan Relevansinya dengan Pemikiran Ibnu Khaldun, Bengkulu: skripsi.

Jusmanandar, Sistem pengupahan pekerja panen padi dalam perspektif manfaat dan keadilan (Studi Kasus di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan), (Sulawesi Selatan: Tesis, 2020), hal. Bandung: PT Teen Rosda Karya, 2007, hal. 3. Romaito Nanggolan, Sistem pengupahan pekerja pemeliharaan perkebunan kelapa sawit PT. Hutapea. Hutaraja Tinggi Sumatera Utara dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Keluarga Menurut Ekonomi Syariah, Sumatera Utara: Skripsi, 2020), hal.

Yulianti, Sistem Pembayaran Upah Buruh Perkebunan Sawit PT. Sumur Pandanwangi di Seruyan (Ditinjau Hukum Ketenagakerjaan dan Ekonomi Islam).

Gambar

Foto wawancara  dengan  Bapak Bambang.
Foto wawancara  dengan  Bapak Kulil  Ali  Wijaya.
Foto Petani  Buruh  Panen  Sawit.
Foto Wawancara  dengan  Bapak Sudar.
+3

Referensi

Dokumen terkait

Magazines/Subscriptions Architecture Asia Architectural Digest Architectural Record Bluprint PDF created with pdfFactory Pro trial version