PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Tesis Siti Hamidah dengan judul Motivasi Mahasiswa Program Studi Muamalah Perguruan Tinggi Islam Negeri Jember dalam Berwirausaha. Sedangkan penelitian ini fokus pada motivasi mahasiswa IAIN Jember memilih program studi Ahwal Syakhsiyyah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Kajian Teori
Motivasi Intrinsik Mahasiswa Dalam Memilih Program Studi Ahwal Syakhsiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember (Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2012). Motivasi Ekstrinsik Mahasiswa dalam Memilih Program Studi Ahwal Syakhsiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember (Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2012).
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analitis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau metode kuantifikasi lainnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, tetapi dapat juga dianggap sebagai pendekatan penelitian kualitatif yang luas atau metode pengumpulan data kualitatif.
Lokasi Penelitian
Data merupakan suatu hal yang sangat penting dalam penelitian, adapun tujuan dari metode pengumpulan data adalah metode yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh data tentang motivasi mahasiswa dalam memilih program studi ahwal syakhsiyyah fakultas Institut Syariah Islam Negeri. (IAIN) Jember (studi kasus mahasiswa nomor 2012). Metode observasi merupakan suatu alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki.60. Penelitian ini menggunakan observasi non partisipan karena peneliti hanya sekedar meneliti dan tidak ikut serta sebagai objek yang diteliti.
Wawancara atau wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data ketika peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti dan juga ketika peneliti ingin mengetahui sesuatu dari responden secara lebih mendalam dan jumlah responden sedikit atau banyak. . 64. Wawancara bebas (guided interview), dimana pewawancara dapat dengan leluasa menanyakan apa saja, namun pada saat yang sama ia mengingat informasi apa yang akan ia kumpulkan. Tentu saja kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan menggunakan metode ini lebih bergantung pada pewawancara.
Wawancara terbimbing, yaitu wawancara yang dilakukan pewawancara dengan mengajukan serangkaian pertanyaan lengkap dan terperinci sebagaimana dimaksud dalam wawancara terstruktur. Dibandingkan dengan cara lain, cara ini sedikit lebih mudah, dalam artian jika terjadi kesalahan, sumber datanya masih sama, tidak berubah. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi untuk memperoleh data yang telah didokumentasikan, seperti foto, buku, dan lain sebagainya.
Analisis Data
Temuan dapat berupa deskripsi atau gambar terhadap objek yang sebelumnya tidak jelas, sehingga menjadi jelas setelah dilakukan penelitian.
Keabsahan Data
Tahap-Tahap Penelitian
Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan mengenai motivasi intrinsik mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Jember (IAIN) dalam memilih program studi AS, terdapat beberapa alasan mengapa mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Jember (IAIN) memilih program studi Ahwal Syakhsiyyah. Sebenarnya ia ingin belajar Komunikasi Penyiaran Islam, namun diterima di program studi Ahwal Syakhsiyyah. Namun yang terpenting ia memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah karena mendapat beasiswa gratis selama delapan semester.
Saya memilih studi Ahwal Syakhsiyyah karena dorongan orang tua saya dan Kyai untuk memilih studi Ahwal Syakhsiyyah. Alasan utama mahasiswa memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah karena prodi ini termasuk program beasiswa 8 semester. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana motivasi intrinsik mahasiswa dalam memilih program studi Ahwal Syakhsiyyah jurusan Syariah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember (Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2012)?
Tujuan penelitian adalah 1) Untuk mendeskripsikan motivasi intrinsik mahasiswa dalam memilih program studi Ahwal Syakhsiyyah jurusan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember (Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2012). Mahasiswa seleksi program studi Ahwal Syakhsiyyah Jurusan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember (Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2012). Bagaimana motivasi ekstrinsik mahasiswa dalam memilih program studi ahwal syakhsiyyah jurusan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember (studi kasus mahasiswa angkatan 2012).
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Keberadaan IAIN Jember tidak lepas dari latar belakang sejarahnya yaitu dari latar belakang berdirinya IAID, IAIN Sunan Ampel Jember, STAIN Jember hingga lahirnya IAIN Jember, jauh sebelum lembaga ini ada. Dari tahun ke tahun, situasi seperti ini semakin mendorong keinginan masyarakat untuk memiliki universitas Islam di Jember. Keinginan masyarakat ini akhirnya diikuti oleh tokoh dan ulama di Jember. , Jl. 4/1966, 14 Februari 1966, IAID dinasionalisasi menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN "Sunan Ampel" Jember. Pendiriannya dilakukan sendiri oleh Menteri Agama, Prif.KH.Saifuddin Zuhri, pada tanggal 16 Februari 1966 di GNI Jember.
Dengan berubahnya IAID menjadi IAIN maka Yayasan IAID menjelma menjadi Yayasan Pembangunan IAIN Jember yang bersama KAMI dan KAPPI berhasil menguasai gedung THHK yang saat itu diduduki pada bulan September 1966. Kemudian menyusul Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 291 Tahun 1997 tentang Organisasi dan Tata Kerja STAIN Jember. Babun Suharto, SE., MM bersama pimpinan lainnya juga sedang dalam program PhD dan mewujudkan impian perubahan status dari STAIN Jember menjadi IAIN Jember.
Selain pembentukan tim gugus tugas perubahan status, agar perubahan status dari STAIN Jember menjadi IAIN Jember segera terwujud, Prof. Dari berbagai masukan tersebut, tim maraton usulan perubahan STAIN Jember menjadi IAIN Jember. Dalam upaya memberikan arah dan kepastian terhadap cita-cita yang ingin diwujudkan IAIN Jember sebagai bukti nyata keikutsertaannya dalam membangun peradaban dengan menghidupkan kembali tradisi Islam dalam bingkai Islam Indonesia, maka telah terciptalah visi dan misi IAIN Jember. rumusan yang dimaksud adalah “Menjadi Pusat Kajian dan Pengembangan Islam di Nusantara”.
Penyajian Data dan Analisis
Saya kuliah di prodi Ahwal Syakhsiyyah dan saya tidak pernah memikirkan hasil studi saya, yang penting masuk.80. Ia memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah karena ingin menjadi hakim dan ingin membantu masyarakat di desanya yang belum mengenal hukum Islam. Saya tidak mempunyai motivasi internal karena saya kuliah di program gelar Ahwal Syakhsiyyah dan saya hanya menganggap penting untuk bisa melakukannya.
Ia memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah karena terpaksa dan tidak ada niat sama sekali. Dia pikir lebih penting kuliah daripada bermalas-malasan di rumah. Saya memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah karena faktor lingkungan dimana masih banyak masyarakat yang belum paham dengan hukum khususnya di desa Sumberjambe. Maka ia mengambil prodi Ahwal Syakhsiyyah karena melihat kuota bidikmis dan juga ingin meringankan beban orang tuanya.
Saya memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah karena masih ada kuota beasiswa PBC yang hilang di prodi Ahwal Syakhsiyyah.94. Fahmi Ridlol Uyun memilih studi Ahwal Syakhsiyyah karena dorongan orang tua dan Kyainya untuk memilih studi Ahwal Syakhsiyyah. Sebab jika ia memilih mata kuliah Ahwal Syakhsiyyah maka peluang kerjanya akan lebih banyak dibandingkan mata kuliah lain seperti mata kuliah Pendidikan Agama Islam.
Pembahasan Temuan
Namun yang terpenting ia memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah karena mendapat beasiswa gratis selama delapan semester dan juga ingin meringankan beban orang tuanya. Motivasi intrinsik dijelaskan oleh mahasiswa prodi Ahwal Syakhsiyyah, mereka menyatakan bahwa motivasi intrinsiknya adalah memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah, yaitu 3 orang mahasiswa menyatakan memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah karena mempunyai cita-cita untuk menjadi juri. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti lapangan, faktor eksternal terbesar yang mendorong mereka memilih prodi Ahwal Syakhsiyyah adalah faktor ekonomi, harga dan lingkungan.
Pada tahun yang sama, ia diterima di Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru, Jurusan Pendidikan Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. Mahasiswa program studi akhwal syakhsiyyah IAIN Jember angkatan 2012 yang membantu proses penelitian disertasi ini. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: bahwa mahasiswa jurusan hukum syariah ketika memilih mata kuliah ahwal syakhsiyyah dilatarbelakangi oleh dua hal, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
Motivasi intrinsik mahasiswa dalam memilih program studi Ahwal Syaksiyyah adalah tiga mahasiswa yang mengatakan hal tersebut karena ingin mengejar cita-citanya menjadi hakim, selain karena ketertarikannya pada bidang hukum juga mendorong mereka untuk memilih studi AS. Sementara itu, tujuh siswa mengaku merasa terpaksa mengambil mata kuliah Ahwal Syakhsiyyah karena tidak punya pilihan selain mengikuti mata kuliah tersebut. Bagaimana motivasi intrinsik mahasiswa dalam memilih program studi ahwal syakhsiyyah jurusan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember (studi kasus mahasiswa angkatan 2012.
PENUTUP
Kesimpulan
Karena keadaan perekonomian keluarga yang kurang mampu dan faktor lingkungan yang mempengaruhi pemilihan program studi ini, dan yang terpenting mereka memilih program studi ini karena adanya fasilitas gratis selama delapan semester di program studi Ahwal Syakhsiyyah.
Saran-Saran
Apapun motivasi mahasiswa Ahwal Syakhsiyyah dalam memilih program studi Ahwal Sakhsiyyah, begitu memulai studinya mahasiswa harus mengikutinya sebaik mungkin agar dapat menjadi mahasiswa yang berkualitas dengan ilmu yang diperolehnya. Mendaftar pada suatu perguruan tinggi dan memilih program studi hendaknya dibarengi dengan niat, atau minat yang serius, serta kebutuhan yang diperlukannya agar proses studi dapat berjalan lancar dan menciptakan prestasi yang diinginkan. Proses penerimaan mahasiswa baru khususnya prodi Ahwal Syaksiyyah sebaiknya juga dilakukan dengan metode wawancara yang lebih mendalam untuk mengetahui seberapa besar motivasi yang dimiliki dalam memilih prodi tersebut, khususnya motivasi internal, sehingga dapat menarik kita. siswa yang mempunyai motivasi dan kualitas yang sangat tinggi.
Pak dr. H. Mundir, M.Si. Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam yang membimbing penulisan disertasi ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan skripsi ini sangat kami harapkan.
Penulis memohon ridho hanya kepada Allah SWT, semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak, yaitu penulis sendiri dan para pembaca. Setiap mahasiswa mempunyai dorongan yang kuat dalam menentukan program studi yang akan diambil, dapat dikatakan bahwa semangat mahasiswa dalam memilih program studi tergantung dari motivasi mahasiswa tersebut.Semangat belajar mahasiswa tidak akan tinggi jika dipaksa untuk memilih studi. program. sebuah program studi yang tidak mereka inginkan.. Jika motivasi eksternal mereka memilih program studi ini, yaitu program studi Ahwal Syakhsiyyah memberikan beasiswa delapan semester, mereka tertarik memilih program studi ini karena beasiswanya, tetapi juga karena mereka juga terdorong oleh situasi ekonomi keluarga mereka yang kurang mampu. untuk memilih program studi Ahwal. Syakhsiyyah.