1 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanjungpinang merupakan wilayah yang strategis karena merupakan Kawasan yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang tentunya memberikan nilai positif dalam peningkatan ekonomi namun terdapat juga sisi negatif, yaitu mudahnya produk ilegal ke Kota Tanjungpinang khususnya kosmetik ilegal.1
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa Kosmetik adalah obat atau bahan untuk mempercantik wajah, kulit, dan rambut dan sebagainya seperti taburan bedak dan pewarna pada bibir untuk terlihat lebih berwarna. Sedangkan kosmetika adalah ilmu dan tata cara untuk mempelajari tentang mempercantik wajah, kulit, dan juga rambut.2
Kosmetik ialah sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
Sedangkan illegal ialah tidak sah dan tidak memiliki izin.3
Pada era perdagangan bebas saat ini banyaknya permintaan pasar terhadap
1 Komitmen Berantas Kosmetik Ilegal di Provinsi Kepri. Di akses melalui https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/15990/Sinergisme-Dengan-Stakeholder--Komitmen- Berantas-Kosmetik-Ilegal-di-Provinsi-Kepri-.html pada tanggal 09 April 2022 jam 16:13.
2 Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008, Penerbit Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. Hlm 757.
3Waspada kosmetik palsu. Diakses melalui
https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/11741/Waspada-Kosmetik-
2
kosmetik. Sehingga kosmetik yang beredar dipasaran dengan berbagai jenis merek, harga, dan kualitas. Para produsen kosmetik ini berlomba-lomba untuk menghasilkan berbagai produk kosmetik dengan berbagai macam mutu dan menjanjikan berbagai macam manfaat untuk menunjang kecantikan seseorang.
Dengan adanya persaingan memberi peluang bagi para pelaku usaha untuk saling bersaing satu sama lain melalui strateginya masing-masing sebagai upaya mempertahankan posisi.4
Produk-produk kosmetik pastinya memiliki manfaat yang sangat baikserta fungsi bagi kecantikan terutama wanita, akan tetapi disisi lain kosmetik juga dapat menyebabkan efek samping yang dapat merugikan bagi pengguna kosmetik, ketika menggunakan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.
Tingginya permintaan akan produk kecantikan saat ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dengan memproduksi berbagai jenis kosmetik palsu menggunakan merek terkenal dengan harga jual jauh lebih murah untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Selain itu, kosmetik yang diproduksi mengandung zat-zat kimia berbahaya salah satunya merkuri.5 Perlunya pengawasan dari pihak yang berwenang di tambah rendahnya pengetahuan masyarakat dalam membedakan produk palsu dan asli membuat beredarnya kosmetik ilegal.
Palsu.html#:~:text=Kosmetika%20adalah%20bahan%20atau%20sediaan,bau%20badan%20atau%
20melindungi%20atau pada tanggal 16 April 2022 jam 19:30.
4 Ridho Jusmadi, Konsep Hukum Persaingan Usaha (Malang:Setara Press, 2014), hlm. 38
5 Badan POM Ingatkan Masyarakat untuk waspada terhadap peredaran kosmetik palsu berbahaya. Diakses melalui https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/21108/Badan-POM- Ingatkan-Masyarakat-untuk-Waspada-Terhadap-Peredaran-Kosmetik-Palsu-Berbahaya.html pada tanggal 16 April 2022 jam 19:35
3
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (disingkat BPOM) adalah lembaga pemerintah nonkementrian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang Pengawas Obat dan Makanan.6 Dalam melaksanakan tugas Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM menyelenggarakan fungsi disebutkan dalam Pasal 3
(1). Dalam melaksanakan tugas pengawasan Obat dan Makanan, BPOM menyelenggarakan fungsi:
1. Penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan obat dan makanan;
2. Pelaksanaan kebijakan nasional di bidang Obat dan Makanan;
3. Penyusunan dan penetapan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengawasan sebelum beredar dan pengawasan selama beredar dan pengawasan selama beredar;
4. Pelaksanaan pengawasan sebelum beredar dan pengawasan selama beredar;
5. Koordinasi pelaksanaan pengawasan obat dan makanan dengan instansi pemerintah pusat dan daerah;
6. Pemberian bimbingan teknis dn supervise di bidang pengawasan obat dan makanan;
7. Pelaksanaan penindakan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan
6 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan.
4
perundang-undangan di bidang pengawasan obat dan makanan;
8. Koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan BPOM;
9. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab BPOM;
10. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BPOM;
11. Pelaksaan dukungan yang bersifat substantive kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan BPOM.
(2). Pengawasan sebelum beredar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pengawasan obat dan makanan sebelum beredar sebagai tindakan pencegahan untuk menjamin obat dan makanan yang beredar memenuhi standar dan persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk yang ditetapkan.
(3). Pengawasan setelah beredar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pengawasan obat dan makanan selama beredar untuk memastikan obat dan makanan beredar memenuhi standar dan persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk yang ditetapkan serta tindakan penegakan hukum.7
Berdasarkan ketentuan diatas bahwa Pengawasan sebelum beredar adalah dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk menjamin Obat dan Makanan yang beredar memenuhi standar dan persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk yang ditetapkan. Sedangkan pengawasan selama beredar ditunjukan untuk
7 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan.
5
memastikan Obat dan Makanan yang beredar memenuhi standar dan persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk yang ditetapkan serta tindakan penegakan hukum. Peran BPOM sangat penting untuk melakukan pencegahan melalui pengawasan untuk peredaraan kosmetik ilegal di kota Tanjungpinang.
Seperti yang termuat dalam media elektronik memberitakan bahwa BPOM Tanjungpinang telah menyita kosmetik illegal yang mengandung bahan berbahaya, dalam keterangan tersebut BPOM menyeebutkan telah menyita sebanyak 11.058 pcs kosmetik dengan total nilai ekonomi sebesar Rp696.318.000 telah diamankan dari 45 sarana distribusi kosmetik dengan 12 sarana memenuhi ketentuan dan 33 sarana tidk memenuhi ketentuan.8
Selain hal diatas berita tentang kosmetik berbahaya kembali termuat dalam media elektronik yang memberitakan BPOM melakukan penggerbekan rumah dan toko yang menjual kosmetik illegal tanpa izin di kelurahan Tanjung Ayun Sakti Kecamatan Bukit Bestari. Dari penggerbekan tersebut ditemukan sebanyak 5.99 bungkus kosmetik yang berbahaya.9
Salah satu penjual kosmetik illegal ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peredaran kosmetik illegal di Tanjungpinang, dimana Loka POM. Loka POM mempunyai tugas melakukan inspeksi dan sertifikat sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi obat dan makanan dan sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian,
8 Kepri Surga Peredaran Kosmetik Ilegal BPOM Bertindak. Diakses melaluli https://www.batamnews.co.id/berita-41533-kepri-surga-peredaran-kosmetik-ilegal-bpom-
bertindak.html pada tanggal 27 januari 2022 jam 19:37
9 BPOM Bongkar Peredaran Kosmetik Illegal di Tanjungpinang, Lokai di Tanjung Ayun Sakti. Diakses melalui https://batam.tribunnews.com/2018/07/17/bpom-bongkar-peredaran- kosmetik-ilegal-di-tanjungpinang-lokasi-di-tanjung-ayun-sakti pada tanggal 27 januari 2022 jam 19:41
6
sertifikasi produk, pengambilan contoh (sampling), dan pengujian Obat dan Makanan, intelijen, penyidikan, pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, pengaduan masyarakat, dan koordinasi dan kerja sama dibidang pengawasan Obat dan Makanan, serta pelaksanaaan tata usaha dan rumah tangga.10 tanjungpinang melakukan penyitaan 142 item kosmetik illegal disalah satu ruko jalan Gatot Subroto km 5 bawah Tanjungpinang. Adapun kosmetik yang telah disita itu adalah pemutih wajah dan lipstick yang juga mengandung zat pewarna berbahaya bagi kesehatan manusia. 11
Menurut pandangan politik criminal non penal policy merupakan kebijakan penanggulangan kejahatan yang paling strategis. Karena bersifat pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana. Sarana non penal adalah menangani dan menghapuskan faktor-faktor kondusif yang menyebabkan terjadinya suatu tindak pidana. Mengingat upaya penanggulangan kejahatan lewat jalur non penal lebih bersifat tindakan pencegahan untuk terjadinya kejahatan maka sasaran utamanya adalah menangani faktor-faktor kondustif penyebab terjadinya kejahatan.12
Faktor-faktor kondustif itu antara lain, berpusat pada masalah-masalah atau kondisi-kondisi sosial yang secara langsung atau tidak langsung dapat menimbulkan kejahatan. Dengan demikian, dilihat dari sudut politik kriminal
10 Pasal 37 Peraturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Nomor 12 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksanan Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
11 Jaksa Terima SPDP Kasus Kosmetik illegal dari BPOM Tanjungpinang, Sameta Jadi Tersangka. Diakses melalui https://suryakepri.com/2020/06/30/jaksa-terima-spdp-kasus-kosmetik- ilegal-dari-bpom-tanjungpinang-sameta-jadi-tersangka/ pada 27 januari 2022 jam 19:50
12 Jacob Hattu. Kebijakan Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Kejahatan Anak. Jurnal Sasi Vol 20. No 2.
7
secara makro dan global, maka upaya-upaya non penal menduduki posisi kunci dan strategis dari keseluruhan upaya politik kriminal.
Berdasarkan lartar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan sebuah penelitian yang berjudul “Peran BPOM Secara Non Penal Terhadap Pencegahan Peredaran Kosmetik Illegal di Kota Tanjungpinang”
8 1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana peran BPOM secara non penal terhadap pencegahan peredaran kosmetik illegal di Kota Tanjungpinang?
2. Apa saja kendala yang dihadapi BPOM terhadap pencegahan peredaran kosmetik illegal di Kota Tanjungpinang?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang diatas adapun tujuan penelitian antara lain:
1. Untuk mengetahui peran BPOM secara non penal dalam mengatasi peredaran kosmetik illegal di Kota Tanjungpinang.
2. Untuk mengetahui kendala BPOM dalam mengatasi pencegahan peredaran kosmetik illegal di Kota Tanjungpinang.