• Tidak ada hasil yang ditemukan

YANG MELEWATI BATAS WAKTU PENUMPUKAN (LONG STAY) TERHADAP DWELLING TIME DI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "YANG MELEWATI BATAS WAKTU PENUMPUKAN (LONG STAY) TERHADAP DWELLING TIME DI "

Copied!
78
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada bulan September 2016, data Dwell Time pada 4 (empat) pelabuhan besar di Indonesia menunjukkan rata-rata 4-5 hari. Kantor Kepala Kantor Pelabuhan Tanjung Perak merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang menyelenggarakan fungsi pengaturan, pengendalian dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Rumusan Masalah

Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak juga berwenang menetapkan standar kinerja operasional (SOP) pelayanan kepelabuhanan di Pelabuhan Utama Tanjung Perak, termasuk Terminal Peti Kemas Surabaya. Melihat angka stay time di Terminal Peti Kemas Surabaya yang masih di atas tiga hari, serta implementasi Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 116 Tahun 2016 tentang pemindahtanganan barang yang melebihi batas waktu yang ditentukan. Batasan Lama Tinggal di Pelabuhan Utama Belawan, Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Pelabuhan Utama Tanjung Perak dan Pelabuhan Utama Makassar, maka Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak menerbitkan surat keputusan dari Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak nomor: HK op.tpr-19 tentang tata cara pergerakan barang yang telah melampaui batas waktu penyimpanan (long stay) di Pelabuhan Tanjung Perak.

Tujuan Penelitian

Bagaimana penerapan prosedur pemindahan barang melebihi masa tinggal lama di terminal petikemas Surabaya terhadap waktu tinggal di terminal peti kemas Surabaya?

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Secara Teoritis
  • Manfaat Secara Praktis

Dapat menambah pengetahuan dan pemahaman penulis mengenai penerapan tata cara pergerakan barang di luar batasan lama tinggal di Terminal Peti Kemas Surabaya dan mempengaruhi waktu tinggal di Terminal Peti Kemas Surabaya. Kami juga berharap tugas akhir ini dapat menjadi referensi bagi adik-adik KPN untuk membahas tentang penerapan tata cara pemindahan barang melebihi batas lama tinggal di Terminal Peti Kemas Surabaya dan dampaknya terhadap waktu tunggu di Terminal Peti Kemas Surabaya.

Batasan Masalah

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan dan pertimbangan pengambilan keputusan dan evaluasi bagi kepala otoritas pelabuhan beserta jajarannya mengenai pelaksanaan prosedur pergerakan barang yang melebihi batas perpanjangan masa tinggal di Terminal Peti Kemas Surabaya dan dampaknya. mengenai lama tinggal di Terminal Petikemas Surabaya.

Sistematika Penulisan

LANDASAN TEORI

  • Implementasi
  • Surat Keputusan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak
  • Dwelling Time
  • Kerangka Berpikir

Setiap pemilik barang/wakilnya yang sah wajib memindahkan barang yang telah melampaui masa tinggal lama dari halaman gudang TPS (jalur 1) ke halaman gudang TPS (jalur 2) atas biaya pemilik barang. Pada saat melakukan pemindahtanganan barang oleh penyelenggara terminal untuk barang yang telah melampaui masa tinggal lama. Pelayanan karantina terhadap pemindahan barang yang telah habis batas lama tinggalnya adalah sebagai berikut.

Yang harus dilaporkan pada saat melakukan pemindahan gudang barang yang terlampaui jangka waktu tinggalnya adalah sebagai berikut. Penyelenggara Terminal wajib menyampaikan realisasi pemindahan barang apabila pemilik barang/wakil yang berwenang tidak setiap hari memindahkan barang yang melebihi batas lama tinggalnya, dengan memperhatikan YOR tempat penyimpanan ke Pelabuhan. Otoritas. Otoritas Pelabuhan menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan barang yang melampaui jangka waktu singgah lama kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Operator terminal yang tidak melaksanakan transshipment barang setelah batas waktu penumpukan, dikenakan sanksi berupa: Keputusan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak nomor: HK op.tpr-19 tentang tata cara transit. barang-barang.

METODE PENELITIAN

  • Metodologi Penelitian
  • Lokasi / Tempat Penelitian
    • Tempat Penelitian
    • Waktu Penelitian
  • Metode Pengumpulan Data
    • Pengamatan (observasi)
    • Wawancara
    • Dokumentasi
    • Riset Pustaka
  • Definisi dan Operasional Variabel
  • Populasi dan Sampel
  • Sumber Data
    • Sumber data primer
    • Sumber data sekunder
  • Teknik Analisis Data

Untuk memperoleh data, peneliti juga melihat dan mengamati langsung tata cara pergerakan barang tunggakan di Terminal Petikemas Surabaya dan juga melihat data laporan di Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Keputusan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Nomor : HK op.tpr-19 tentang Tata Cara Perpindahan Barang Yang Overstay Di Pelabuhan Tanjung Perak. Menganalisis dampak penerapan prosedur pergerakan barang melebihi long term stay terhadap Dwell Time Terminal Petikemas Surabaya.

Keberadaan Kantor Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pertama kali menempati gedung di Jl. Analisis Implementasi Tata Cara Pergerakan Barang Melebihi Batasan Lama Penahanan di Pelabuhan Tanjung Perak Batasan Penahanan Lama di Pelabuhan Tanjung Perak. Tata cara pergerakan barang yang melewati batas tinggal jangka panjang di Pelabuhan Tanjung Perak telah dibuat oleh Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak untuk memenuhi tugasnya sebagai regulator di lingkungan utama pelabuhan.

Penerapan prosedur perpindahan barang melebihi jangka waktu tinggal lama di Terminal Petikemas Surabaya. Dwell time Sebelum ada surat keputusan dari Kepala Kantor Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak nomor: HK op.tpr-19 tentang tata cara pergerakan barang overstay di Pelabuhan Tanjung Perak, waktu tinggal di.

PEMBAHASAN

Deskripsi Objek Penelitian

  • Terminal Petikemas Surabaya
  • Profil Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya
  • Visi dan Misi Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak
  • Tugas pokok dan fungsi Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung
  • Struktur Organisasi Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak

Penelitian ini dilakukan di Terminal Petikemas Surabaya dan Kantor Kepala Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mendapatkan data yang konkrit dan obyektif kemudian mendapatkan gambaran latar belakang subjek secara utuh. Penelitian ini dapat disajikan secara sistematis sebagai berikut. Terminal Peti Kemas Surabaya kini telah menggunakan sistem TOS baru yang diterapkan sejak tahun 2013, menggantikan sistem TOPS yang telah beroperasi sejak tahun 1999. Profil Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya Sejarah berdirinya Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Otoritas Pelabuhan. Sejarah berdirinya Kantor Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya erat kaitannya dengan Otoritas Pelabuhan (ADPEL) melalui terbitnya Undang-undang No. 17 Tahun 2008 tentang pelayaran, susunan organisasi kantor ADPEL yang membawahi bidang angkutan laut dan angkutan pelabuhan yang tugas pokok dan fungsinya semakin diperluas/dikembangkan.

Lokasi kantor baru ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo, SH yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol peresmian Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya. Pembentukan Otoritas Pelabuhan dikukuhkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Laut dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Otoritas Pelabuhan Utama.

Sebagaimana tercantum dalam PM Nomor: 35 Tahun 2012, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan dan pengendalian. Analisis pelaksanaan prosedur pergerakan barang melebihi masa tinggal lama di Pelabuhan Tanjung Perak.

Gambar 2 Terminal Petikemas Surabaya
Gambar 2 Terminal Petikemas Surabaya

Analisis Implementasi tata cara pemindahan barang yang melewati batas

  • Implementasi tata cara pemindahan barang yang melewati batas waktu

Peraturan Menteri ini juga memberikan rincian lebih lanjut mengenai peran operator terminal, pemilik kargo, otoritas pelabuhan utama, dan otoritas bea cukai terkait dengan pemindahan barang yang melebihi izin tinggal jangka panjang. Pada tahun 2019, Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak menerbitkan surat keputusan dari Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak dengan nomor: HK op.tpr-19 tentang tata cara pemindahan muatan melewati long stay di Pelabuhan Tanjung Perak untuk mengurangi angka Dwell Time. di Pelabuhan Tanjung Perak. Tanjung Perak sebagai pedoman dari instansi terkait di Pelabuhan Utama Tanjung Perak, mengenai tata cara pergerakan barang yang telah melewati batas lama tinggal di Pelabuhan Tanjung Perak, agar diperhatikan dan dilaksanakan seperlunya, dengan memperhatikan faktor-faktor yang ada. .

Pemindahan barang yang (tinggal lama) di tempat penumpukan TPS jalur 1 dipindahkan ke tempat penumpukan TPS jalur 2. Penyerahan akan dilakukan maksimal dari sisa kapasitas yang tersedia sampai dengan kapasitas TPS jalur II maksimal 65 persen. Kedudukan TPS jalur II dalam 1 (satu) kelompok berturut-turut dan urutannya dirotasi dalam satu kelompok untuk setiap pengiriman volume PLP.

Apabila jumlah PLP yang dialokasikan pada salah satu TPS Jalur II lebih besar dari kapasitas YOR (65%) pada TPS Jalur II, maka terjadi overrun. Terminal Peti Kemas Surabaya dan nota kesepakatan antara TPS Jalur 1 (Terminal Peti Kemas Surabaya) dan ASDEKI yang menetapkan Depo (PLP) TPS Jalur II.

Gambar 4 Web Acces TPS
Gambar 4 Web Acces TPS

Analisis Pengaruh Implementasi tata cara pemindahan barang yang

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Bapak Ahsan di Bagian Fasilitas dan Pengawasan Pelabuhan, kebijakan mengenai tata cara pergerakan barang setelah berakhirnya batas lama tinggal di terminal peti kemas telah berjalan dengan baik dan tidak ada masalah. Hal ini dibuktikan dengan adanya laporan realisasi serah terima barang oleh PT. Namun setelah terbitnya peraturan tersebut dan juga dengan implementasi yang baik oleh operator terminal dan otoritas terkait, angka tersebut turun menjadi 3,8 hari pada bulan Januari 2020. Tak hanya itu, peneliti juga membandingkan data angka waktu tunggu selama 6 (enam) hari. ) bulan sebelumnya. dan menurut SK. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Bapak. Deddy Tri, Departemen Fasilitas dan Pengawasan Pelabuhan, sebenarnya sudah mengalami pengurangan jumlah waktu tunggu (dwell time) sesuai Surat Keputusan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Nomor: HK op. .tpr-19 tentang tata cara pergerakan barang yang melebihi batas waktu penyimpanan (long stay) di Pelabuhan Tanjung Perak dan juga kerjasama yang baik antara otoritas pelabuhan, operator terminal dalam hal ini Terminal Peti Kemas Surabaya dan otoritas terkait, tambahnya. itulah faktor penyebab lamanya penahanan, kurangnya pengetahuan tentang bea cukai oleh importir, tidak tersedianya tempat. Penyimpanan barang (gudang) importir dan biaya penumpukan yang rendah di gudang TPS jalur I juga dinilai aman, sehingga membuat importir lebih memilih barangnya disimpan di gudang TPS jalur 1 dalam waktu lama.

Berdasarkan uraian dan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka penulis menarik kesimpulan sesuai dengan permasalahan yang diteliti yaitu PENERAPAN TATA CARA ANGKUTAN BARANG YANG MEMBATASI LAMA TINGGAL TEMPAT TINGGAL DI TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA. , yaitu sebagai berikut. Dari hasil observasi di lapangan, peneliti menyimpulkan bahwa PELAKSANAAN TATA CARA ANGKUTAN BARANG YANG MEMBATASI LAMA TINGGAL TERHADAP WAKTU TINGGAL DI TERMINAL KONTAINER SURABAYA berjalan dengan baik, dan sinergi antar Operator Terminal. Otoritas Pelabuhan dan badan terkait semakin membaik. Dengan baik. Namun, kurangnya transparansi data oleh Bea dan Cukai menyebabkan waktu tunggu meningkat pada bulan Januari.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: KP 807 Tahun 2014 tentang Pemindahan Barang yang Melebihi Batas Lama Tinggal di Pelabuhan Tanjung Priok. Peraturan Menteri Perhubungan no. 117 Tahun 2015 tentang Pemindahan Barang yang Melebihi Batas Lama Tinggal di Pelabuhan Tanjung Priok.

Tabel 2 Data Dwelling Time 6 (enam) bulan sebelum adanya SK
Tabel 2 Data Dwelling Time 6 (enam) bulan sebelum adanya SK

KESIMPULAN

Kesimpulan

Terminal petikemas (akses web) yang awalnya hanya dapat diakses oleh pengguna jasa, dapat diakses oleh Otoritas Pelabuhan, Karantina Pelabuhan, dan Bea Cukai. Ditambah laporan data realisasi pemindahan lapangan penumpukan dilaporkan ke Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya setiap hari. Ada hal yang peneliti lihat dalam menilai pelaksanaan tata cara pemindahan barang di luar batas waktu.

Saran

Metode Penelitian Sosial dan Ekonomi: Format Kuantitatif dan Kualitatif untuk Kajian Sosiologi, Politik, Publik, Komunikasi, Manajemen, dan Pemasaran Edisi 1. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 116 Tahun 2016 tentang Pemindahan Barang Diluar Masa Tinggal Lama di Pelabuhan Utama Belawan, Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Pelabuhan Utama Tanjung Perak, dan Pelabuhan Utama Makassar.

Gambar

Gambar 2 Terminal Petikemas Surabaya
Gambar 3 Struktur Organisasi Kantor Otoritas Pelabuhan
Gambar 4 Web Acces TPS
Gambar 5 Pola Pembagian PLP
+5

Referensi

Dokumen terkait

By the analysis explained later, the writer hopes the reader understand the form and treatment of racial segregation from the portrayal of The Secret Life of

Supplementary Materials for Enhanced sub-1 eV detection in organic photodetectors through tuning polymer energetics and microstructure Polina Jacoutot et al.. Corresponding author: