Memahami Teks Alkitab melalui PA Penemuan Metode Reader Responses
Kesederhanaan PA Penemuan dengan metode Reader Responses ini juga bisa dilihat dari langkah-langkahnya. Langkah-langkahnya tidak ribet. Ada yang menyingkatnya dengan tiga huruf saja:
ABC. Ini dalam bahasa Inggris: Ask, Bible, Commit (ABC). Ask berarti bertanya. Langkah awalnya memang dengan bertanya. Bible berarti Alkitab. Di langkah ini Alkitab digali. Commit berarati bertindak. Para peserta didorong untuk bertekad melakukan firman Tuhan yang telah digalinya. ABC: Ask, Bible, Commit.
A. Langkah pertama: Ask (Bertanya)
Di langkah bertanya ini, memang para peserta PA Penemuan ditanya satu per satu tentang empat hal.
Pertanyaan pertama (Ask-1), yaitu: “Apa yang Anda syukuri dalam minggu ini?” Pertanyaan ini dimaksudkan agar peserta PA dapat melacak hal-hal dari Tuhan yang disyukuri selama satu minggu. Ini hal sederhana, namun kalau tidak dilatih sulit juga untuk merumuskannya. Biasanya hal-hal umum yang disampaikan bagi orang yang tidak biasa mengikuti PA Penemuan ini, misalnya: “Saya masih bisa bernapas.” “Saya masih hidup.” “Saya bisa menikmati udara segar.” Jawaban itu tidak salah, tetapi tidak spesifik.
Peserta PA bisa memberikan jawaban, misalnya: “Kaca mata saya hilang. Tapi justru karena peristiwa itu, saya menjadi tahu bahwa saya menderita diabetes. Saya datang ke dokter mata, diperiksa, dan dicurigai adanya riwayat diabet. Saya diminta periksa gula darah di lab. Benar, gula darah saya tinggi sekali, lebih dari 300. Saya bersyukur kepada Tuhan. Saya diberitahu penyakit saya oleh Tuhan dengan cara-Nya, sehingga saya mendapatkan pengobatan lebih awal.”
Pertanyaan kedua (Ask-2): “Apa pergumulan yang Anda alami pada minggu-minggu ini?” Tahu nggak, ada orang yang nggak ngerti pergumulan, lho... Mungkin hanya istilah saja yang tidak biasa.
Pergumulan itu ya masalah yang dialami seseorang. Orang hidup pasti memiliki masalah. Mungkin masalah pribadi. Mungkin masalah dengan orang tua. Mungkin masalah di tempat kerja. Banyak jenis masalah yang dialami seseorang.
“Kami punya masalah. Sebidang tanah kami di Sumatera Utara dikuasai preman. Dia mau minta ganti rugi untuk melepaskan penguasaannya”, kata seorang ibu di kelompok PA Penemuan di Cimahi.
“Pada musim ini perolehan kepiting saya menurun. Otomatis pendapatan saya turun. Padahal,
kebutuhan hidup tidak pernah berkurang”, kata Pak Paino di Kabupaten Cilacap. Peserta lainnya bercerita: “Anak saya kecanduan gadget. Pulang sekolah bisa main game sampai pukul 23.00. Dia tidak mau belajar.”
Peserta PA Penemuan menceritakan masalahnya satu persatu. Ada penyampaian yang disertai isak tangis. Ada juga seorang menyampaikan dengan datar-datar saja. Orang lain menyampaikannya dengan penuh emosional atau penuh penyesalan. Banyak ragam masalah dan beragam juga cara peserta menyampaikan masalahnya. Umumnya peserta mengalami kelegaan setelah menceritakan masalahnya.
Saling mendoakan hal yang disyukuri dan pergumulan masing-masing peserta PA Penemuan menjadi kegiatan yang tidak boleh dilalaikan. Peserta biasanya sangat berharap rekan kelompoknya ikut mendoakan pergumulan yang dialaminya. “Tolong doakan, ya bu... Saya tidak tahu lagi cara mengatasinya,” ujar seorang ibu yang sedang mengalami masalah dengan suaminya. Doa jangan bertele-tele, tapi sederhana dan to the point.
Pertanyaan ketiga (Ask-3): “Apa yang sudah Anda lakukan dari pelajaran firman yang diperoleh minggu lalu?” Pertanyaan ini penting bagi peserta PA Penemuan. Tujuannya, agar para peserta selalu berkomitmen untuk melakukan firman yang mereka pelajari. PA tidak hanya asah otak, tetapi ujungnya adalah melakukan firman Tuhan itu. Bukankah komitmen untuk melakukan firman Allah adalah hal tersulit dalam kehidupan kita? Kita mudah belajar firman Tuhan secara pengetahuan, namun belajar melakukan firman Tuhan adalah persoalan terbesar dalam kehidupan umat Tuhan.
“Saya belajar untuk tidak berbohong kepada suami. Saya lakukan selama minggu ini”, kesaksian seorang ibu. “Minggu lalu saya bertekad untuk meyakini, bahwa tugas sebagai ibu rumah tangga adalah tugas yang penting. Ada agenda Tuhan di dalam peran saya sebagai ibu rumah tangga. Namun, saya masih gagal melakukan firman itu. Saya masih menangis karena merasa saya tidak memiliki makna hidup berposisi sebagai ibu rumah tangga”, kata seorang ibu yang sudah enam tahun meninggalkan pekerjaannya karena permintaan suaminya.
Pertanyaan keempat (Ask-4): “Kepada siapa pelajaran yang lalu Anda ceritakan?” Selesai ber- PA, pertanyaan terakhir bagian komitmen adalah “Kepada siapa pelajaran ini akan Anda ceritakan?”
Untuk men-cek apakah komitmen menyampaikan pelajaran firman Tuhan minggu sebelumnya sungguh-sungguh disampaikan kepada orang lain atau tidak, maka pada langkah Ask (bertanya) ini hal tersebut juga ditanyakan. Ada peserta yang ternyata tidak melakukan komitmennya. Namun ada peserta lain yang rajin menyampaikan pelajaran yang diperoleh minggu sebelumnya kepada beberapa orang lain. Hal ini dia lakukan karena dirinya sudah merasa diberkati dengan pelajaran firman dari PA Penemuan sebelumnya.
“Kepada siapa pelajaran yang lalu dibagikan?” tanya saya kepada peserta PA Penemuan. “Saya telepon saudara saya yang di Kalimantan, pak. Saya ingat dia. Saya ingin dia mengalami apa yang saya alami. Saya tidak yakin dia bertekun dalam menggali firman”, jawab seorang ibu beranak tiga yang ikut PA bersama suaminya. “Saya sebenarnya mau bercerita kepada mama saya, pak. Tapi, saya masih takut menyampaikannya”, jawab seorang ibu yang belum dua bulan menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.
Melalui pertanyaan ini, peserta sebenarnya sedang dilatih secara bertahap untuk menyampaikan firman Tuhan kepada orang lain. Dengan menyampaikan kepada orang lain, otomatis juga firman yang didapatkan sebelumnya dihafal. Semakin banyak ia memberitahukan kepada orang lain semakin hafal firman tersebut dan semakin lancar ia menyampaikannya juga. Dan, hal yang lebih penting lagi, bahwa hal ini merupakan langkah multiplikasi yang dimulai dengan sangat sederhana. PA Penemuan identik dengan pelipatgandaan. Jika Anda belajar PA Penemuan, berarti Anda sedang belajar berlipat ganda.
Langkah pertama Ask (bertanya) sudah diuraikan. Ada empat pertanyaan di dalam langkah ini:
ask-1, ask-2, ask-3, dan ask-4. Harap Anda tidak lupa dengan keempat pertanyaan tersebut.
B. Langkah kedua: Bible (Alkitab)
Perlu diulang terlebih dulu, bahwa langkah utama dalam PA Penemuan ini meliputi tiga langkah.
Ketiganya, meliputi: langkah ABC (Ask=Bertanya, Bible=Alkitab, Commit=Bertindak). Langkah pertama, Ask, sudah dilewati. Bagian berikut yang akan dibicarakan adalah langkah kedua, yaitu Bible (Alkitab).
Langkah kedua ini merupakan inti kegiatan PA Penemuan. Namun, hal ini tidak berarti langkah pertama dan langkah ketiga bisa dikesampingkan. Disebut inti karena di sinilah kita akan menggali Alkitab.
Nantinya, kita akan menarik pelajaran darinya dan menerapkannya dalam kehidupan.
Kata kunci di langkah kedua ini adalah “penemuan”. Setiap orang dalam kelompoknya harus
“menemukan” pelajaran bagi dirinya sendiri. Setiap peserta memusatkan diri untuk bisa menemukan sendiri. Orang lain dalam kelompoknya, mungkin pemimpin, ataupun anggota yang lain, merupakan
Ringkasan Empat pertanyaan dalam Ask:
Ask-1: “Apa yang Anda syukuri dalam minggu ini?”
Ask-2: “Apa pergumulan yang Anda alami pada minggu-minggu ini?”
Ask-3: “Apa yang sudah Anda lakukan dari pelajaran firman yang diperoleh minggu lalu?”
Ask-4: “Kepada siapa pelajaran yang lalu Anda ceritakan?”
patner bagi dirinya untuk bisa menemukan firman Tuhan yang menjadi pelajaran bagi dirinya. Peserta mendengar orang lain yang sedang membagikan firman Tuhan hasil temuannya dapat berguna bagi dirinya. Membagi hasil temuan adalah cara yang bisa mempertajam pikiran, perasaan, dan pengalaman antar peserta. Namun, sekali lagi, setiap peserta harus berusaha menemukan sendiri pelajaran firman itu.
Ada satu permintaan dan dua pertanyaan yang termasuk pada langkah kedua ini. Semuanya berkaitan dengan Bible atau Alkitab.
Bible-1: ”Bacalah bagian firman Tuhan yang akan digali, lalu sampaikan kembali dengan kalimat sendiri!”
Peserta membaca firman Tuhan yang akan digali. Selanjutnya, masing-masing peserta PA menyampaikan kembali firman Tuhan yang dibaca tersebut dengan menggunakan kalimat sendiri.
Sebaiknya Alkitab ditutup dan mulailah merangkai kata-kata sendiri untuk menyampaikan bagian Alkitab tersebut. Banyak manfaat membaca Alkitab dan menyampaikan dengan kata-kata atau kalimat sendiri, antara lain: kita sebenarnya sedang berlatih mengingat firman Tuhan yang dibaca, mengkomunikasikan firman Tuhan kepada orang lain, mendapatkan gambaran menyeluruh tentang firman yang akan digali.
“Pak, saya akan mencoba menyampaikan firman Tuhan yang sudah dibaca tadi dengan kalimat saya sendiri. Mungkin tidak lengkap, tapi saya akan mencobanya. Kejadian 1 ayat 3-5 berbunyi demikian, “Allah berkata: Jadilah terang, lalu terang itu jadi. Terang itu dilihat oleh Allah, baik.
Selanjutnya, Allah memisahkan terang itu dari gelap. Lalu Allah menamakan yang terang itu siang.
Sedangkan yang gelap itu dinamai oleh Allah, malam. Lalu jadi petang dan pagi. Itu adalah hari pertama.”
Bible-2: “Apa yang Anda pelajari tentang Allah, Tuhan Yesus, atau Roh Kudus?”
Ringkasan Satu permintaan dan dua pertanyaan dalam Bible:
Bible-1 “Bacalah bagian firman Tuhan yang akan digali, lalu sampaikan kembali dengan kalimat/kata-kata sendiri”
Bible-2 “Apa yang Anda pelajari tentang Allah, Tuhan Yesus, atau Roh Kudus?” (Catatan: Ada tiga tahap untuk mendapatkan pelajaran tentang tokoh Tuhan)
Bible- 3 “Apa yang Anda pelajari tentang tokoh manusia?” (Catatan: Ada tiga tahap juga untuk mendapatkan pelajaran tentang tokoh manusia)
Jika bagian Alkitab yang akan digali ada kisah atau pernyataan tentang Allah, Tuhan Yesus, atau Roh Kudus, perhatikanlah hal-hal itu.
Kita akan belajar tentang tokoh-tokoh tersebut. Contoh pertama, Kejadian 1:3-5. Bagian Alkitab ini membicarakan tentang Allah yang menciptakan terang. Itu berarti ada tokoh Allah yang dapat dipelajari. Contoh lainnya, Hakim-hakim 3:1-6. Di bagian tersebut mencantumkan kisah beberapa tokoh dalam satu cerita, di antararanya ada tokoh TUHAN. Dengan demikian, peserta PA Penemuan nantinya bisa menarik pelajaran dari tokoh TUHAN ini. Sedangkan tokoh-tokoh lain, seperti bangsa- bangsa, orang Israel, lima raja kota orang filistin, dll, dapat dibahas dalam kelompok berikutnya, yaitu tentang tokoh-tokoh manusia.
Setelah peserta PA menemukan tokoh yang akan dipelajari, berikut ini langkah-langkah untuk bisa menarik pelajaran tentang sang tokoh tersebut. Ada tiga tahap untuk bisa mendapatkan pelajaran tentang sang tokoh tersebut.
a. Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang Sang tokoh yang digali.
b. Tarik pelajaran dari daftar temuan tentang sang tokoh yang dibahas.
c. Tarik refleksi atau penerapan dari pelajaran tentang sang tokoh tersebut.
Penjelasan:
a. Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang Sang tokoh yang digali.
Peserta PA Penemuan mendiskusikan tindakan, percakapan, sikap, identitas tentang Sang tokoh yang digali. Sebagai contoh, kita menggunakan Kejadian 1:3-5 untuk digali.
Tokoh: Allah
Tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang Allah:
(1) Allah berfirman: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi (ayat 3).
(2) Allah melihat bahwa terang itu baik (ayat 4) (3) Allah memisahkan terang itu dari gelap (ayat 4)
(4) Allah menamai terang itu siang dan gelap itu malam (ayat 5)
Pada tahap ini, peserta PA Penemuan hanya mendaftar tindakan, percakapan, sikap, identitas tokoh Allah. Peserta belum boleh menafsirkan. Setelah tahap ini, yakni menarik pelajaran tentang tokoh Allah, baru peserta menafsirkannya.
b. Menarik pelajaran dari daftar temuan tentang sang tokoh tersebut.
Ada empat hal yang didaftar tentang tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang Allah dalam bacaan Kejadian 1:3-5 di atas. Kita cantumkan kembali daftar temuan tersebut, yaitu:
(1) Allah berfirman: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi (ayat 3).
(2) Allah melihat bahwa terang itu baik (ayat 4) (3) Allah memisahkan terang itu dari gelap (ayat 4)
(4) Allah menamai terang itu siang dan gelap itu malam (ayat 5) Mari kita belajar menarik pelajaran dari daftar di atas satu persatu.
Temuan pertama: (1) Allah berfirman: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi (ayat 3).
Pelajaran yang didapatkan:
Apa pelajaran yang dapat diperoleh dari temuan tersebut? Allah menciptakan terang melalui firman. Dia berfirman dan apa yang difirmankan terjadi. Pelajaran pertama yang didapatkan, misalnya:
Firman Allah itu berkuasa. Allah berfirman untuk menjadikan terang. Lalu, terang itu jadi. Dengan demikian, firman Allah itu sungguh berkuasa. Pelajaran kedua, bahwa Allah tidak disuruh siapa pun untuk menciptakan terang melalui firman-Nya. Itu berarti Allah itu memiliki inisiatif. Pelajaran lain lagi atau ketiga, bahwa Allah itu berkuasa menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Allah adalah pribadi yang memiliki kuasa.
Temuan kedua: (2) Allah melihat bahwa terang itu baik (ayat 4) Pelajaran yang diperoleh:
Pelajaran pertama dari temuan kedua tentang Allah tersebut, misalnya: Allah usai mencipta, lalu melihat ciptaan-Nya itu. Allah tidak membiarkan begitu saja ciptaan-Nya itu, melainkan Dia melihat- Nya. Pelajaran lain, ternyata Allah pun memberikan penilaian atas ciptaan-Nya sendiri. Dan, penilaian Allah atas ciptaan-Nya itu dinilai-Nya baik. Pelajaran ketiga, bahwa ciptaan Allah itu baik. Allah berfirman jadilah terang. Lalu terang itu jadi. Terang yang sudah jadi tersebut baik, bukan buruk.
Temuan ketiga: (3) Allah memisahkan terang itu dari gelap (ayat 4) Pelajaran yang diperoleh:
Apa pelajaran yang dapat diambil dari temuan di atas? Kemungkinan pelajaran pertama bagi peserta, bahwa Allah itu sangat sangat sangat berkuasa. Mengapa? Bayangkan, Allah bisa memisahkan terang dari gelap! Mana mungkin jika Allah tidak berkuasa memisahkan terang dari gelap! Kemungkinan pelajaran kedua bagi peserta lain, bahwa Allah itu sangat aktif. Allah aktif menjadikan
terang. Dia aktif melihat terang. Sekarang, Dia aktif memisahkan terang dari gelap. Terang tidak terpisah darai gelap dengan sendirinya, tetapi dipisahkan oleh Allah. Kemungkinan pelajaraan ketiga bagi peserta yang lain lagi, bahwa Allah memisahkan terang dari gelap untuk tujuan Allah berikutnya, yaitu sebagai penanda hari. Adanya hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya ditandai adanya petang dan pagi sebagai peralihan ke gelap dan ke terang.
Temuan keempat: (4) Allah menamai terang itu siang dan gelap itu malam (ayat 5).
Pelajaran yang diperoleh:
Berdasarakan temuan keempat tersebut, yakni “Allah menamai terang itu siang dan gelap itu malam” (ayat 5), ada kemungkinan-kemungkinan peserta memperoleh pelajaran. Pelajaran pertama, bahwa Allah memberikan identitas kepada ciptaan-Nya. Terang mendapatkan identitas siang dan gelap mendapatkan identitas malam. Pelajaran kedua, bahwa Allah secara kreatif memberikan identitas itu. Sebutan siang untuk terang dan sebutan malam untuk gelap diawali oleh Allah. Allah kreatif menciptakan terang dan Dia juga kreatif untuk memberikan nama.
Begitulah cara menarik pelajaran dari temuan tentang tokoh Tuhan. Ingat, Anda, para peserta PA Penemuan memiliki latar belakang yang unik dan beragam. Anda akan sangat kreatif, dan pikiran Anda akan terbuka melihat temuan di Alkitab lalu menariknya menjadi pelajaran yang berharga bagi diri Anda.
Bible-3: “Apa yang Anda pelajari tentang tokoh manusia dalam bacaan yang digali?”
Setelah peserta PA menemukan tokoh yang akan dipelajari, berikut ini langkah-langkah untuk bisa menarik pelajaran tentang sang tokoh tersebut. Tahap-tahapnya sama persis dengan Bible 2: “Apa yang Anda pelajari tentang Allah, Tuhan Yesus, atau Roh Kudus?” Bedanya, di Bible 2 tokohnya adalah Allah, Tuhan Yesus, atau Roh Kudus, sedangkan di Bible-3 ini tokohnya adalah manusia.
Ada tiga tahap untuk bisa mendapatkan pelajaran tentang sang tokoh tersebut.
a. Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, identitas tentang Sang tokoh yang digali.
b. Tarik pelajaran dari daftar tentang sang tokoh tersebut.
c. Tarik refleksi atau penerapan dari pelajaran tentang sang tokoh tersebut.
Penjelasan:
a. Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang Sang tokoh yang digali.
Peserta PA Penemuan berdiskusi untuk mendaftarkan tindakan, percakapan, sikap, identitas
tentang sang tokoh dari bagian Alkitab yang dibahas. Di dalam tahap ini, peserta belum boleh melakukan penafsiran. Kegiatannya adalah mendaftarkan saja hal-hal yang berkaitan dengan tokoh yang digali ayat per ayat. Tuliskan saja sesuai yang Alkitab tulis. Tuliskan secara urut sesuai urutan ayat.
Semua ayat dilihat, satu persatu, jangan melompat-lompat. Apa tujuannya? Agar peserta dapat mencatat tindakan, percakapan, dll itu tanpa terlewat. Semakin banyak data yang kita tulis di daftar tersebut, semakin mudah nantinya para peserta menarik pelajaran tentang tokoh yang digali.
Contoh kegiatan ini, misalnya peserta PA Penemuan sedang menggali KPR 2:41-42. Kita tentukan tokohnya dulu, misalnya: “orang-orang yang menerima perkataannya” (ayat 41) yang dibagian berikutnya disebut “mereka” (ayat 41, 42).
Tokoh yang dipilih: “orang-orang yang menerima perkataannya” (ayat 41) =“mereka” (ayat 41 dan 42).
Tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll sang tokoh yang bisa ditemukan di ayat 41-42:
(1) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) memberi diri dibaptis (ayat 41)
(2) Jumlah orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) bertambah kira-kira 3000 orang (ayat 41).
(3) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan (ayat 42).
(4) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) selalu berkumpul untuk memecahkan roti (ayat 42)
(5) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) selalu berkumpul untuk berdoa (ayat 42).
Dalam tahap ini peserta PA hanya mendaftar saja hal-hal yang dapat ditemukan tentang tokoh dari bacaan tersebut. Kegiatan di tahap ini selesai, lalu masuk ke tahap berikutnya.
b. Tarik pelajaran dari daftar temuan tentang sang tokoh yang dibahas
Mari kegiatan dilanjutkan dengan menarik pelajaran dari daftar yang sudah ditemukan tentang sang tokoh. Dimulai dari daftar pertama dari yang sudah ditemukan dalam kegiatan sebelumnya.
Daftar sebelumnya (kegiatan a) dicantumkan lagi, di bawah ini:
Tindakan, percakapan, sikap, identitas sang tokoh yang bisa ditemukan dari ayat 41-42:
(1) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) memberi diri dibaptis (ayat 41)
(2) Jumlah orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) bertambah kira-kira 3000 orang
(ayat 41).
(3) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan (ayat 42).
(4) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) selalu berkumpul untuk memecahkan roti (ayat 42)
(5) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) selalu berkumpul untuk berdoa (ayat 42).
Mari kita memulainya!
Temuan pertama : (1) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) memberi diri dibaptis”
(ayat 41) Pelajaran yang didapatkan:
Pelajaran apa yang bisa ditarik dari hal ini? Sebelum itu, sedikit kita gali dulu siapa yang dimaksud “nya” dalam kata “perkataannya”? “Nya” di situ berarti Petrus. Jadi, orang-orang yang menerima perkataan Petrus itu adalah perkataan dalam ayat 38-39 dan ayat 40, di perikop sebelumnya. Berarti, mereka yang memberi diri dibaptis adalah mereka yang mau bertobat setelah mendengar khotbah Petrus.
Jadi, apa pelajaran yang bisa diperoleh dari pernyataan “orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) memberi diri dibaptis” (ayat 41)? Pelajaran pertama, mereka merespon secara positif perkataan firman yang disampaikan melalui khotbah Petrus. Atau, mereka menyikapi secara benar terhadap kebenaran yang Petrus khotbahkan.
Temuan kedua : (2) Jumlah orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) bertambah kira-kira 3000 orang (ayat 41).
Pelajaran yang diperoleh:
Apa yang bisa dipelajari dari hal tersebut? Pelajaran yang didapatkan, misalnya, ternyata jumlah mereka tidak statis, tetapi jumlahnya bergerak naik. Ada khotbah Petrus tentang kebenaran, lalu direspon secara positif atau disikapi dengan benar. Hasilnya, jumlah orang yang percaya bertambah. Jadi agar jumlah orang percaya bertambah, kebenaran harus disampaikan atau ajakan untuk bertobat harus disampaikan.
Temuan ketiga : (3) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan (ayat 42).
Pelajaran yang diperoleh:
(1) Pelajaran pertama yang diperoleh: ternyata, orang yang menerima perkataan Petrus, mau dibaptis, tetapi tidak hanya berhenti di situ. Mereka selanjutnya mau bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.
(2) Pelajaran kedua: Setelah menerima kebenaran atau panggilan keselamatan dari Allah, jangan hanya berhenti untuk dibaptis saja, tetapi harus berlanjut “bertekun” dalam firman dan persekutuan. Saya tertarik dengan kata “tekun” ini. Tekun adalah hal yang dilakukan secara terus-menerus.
Temuan keempat : (4) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) selalu berkumpul untuk memecahkan roti (ayat 42)
Pelajaran yang diperoleh:
Apa yang peserta bisa pelajari dari temuan di atas? Pelajaran yang diperoleh: kelihatannya mereka yang telah menerima panggilan keselamatan suka bersekutu dan berbagi. Atau, mereka rupanya mau dekat satu dengan yang lain.
Temuan kelima: (5) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) selalu berkumpul untuk berdoa (ayat 42).
Pelajaran yang didapatkan
Apa pelajaran yang dapat ditarik dari temuan di ayat 42 tersebut? Pelajaraannya antara lain:
Berkumpul dan berdoa setelah mereka dibaptis. Berkumpul kelihatannya sesuatu yang penting bagi para petobat tersebut. Dua kali hal “berkumpul” disebut di ayat 42 ini. Sebelumnya disebutkan
“berkumpul dan memecahkan roti”, berikutnya “berkumpul dan berdoa”. Orang yang sudah mendapatkan kebenaran ternyata tidak hidup sendirian lagi. Mereka memerlukan persekutuan dan berdoa untuk menguatkan iman satu dengan yang lain.
Itulah contoh-contoh pelajaran yang diperoleh dari daftar tindakan, percakapan, sikap, atau pun identitas sang tokoh yang bisa ditemukan dari ayat 41-42 sebelumnya.
Saya akan meringkaskan kembali bagian Bible ini.
Ringkasan satu permintaan dan dua pertanyaan dalam Bible yang lebih lengkap:
Bible-1 “Bacalah bagian firman Tuhan yang akan digali, lalu sampaikan kembali dengan kalimat/kata-kata sendiri”
Bible-2 “Apa yang Anda pelajari tentang Allah, Tuhan Yesus, atau Roh Kudus?”
C. Langkah Ketiga: Commit (Bertindak)
Di langkah ketiga proses ini peserta bertekad melakukan firman yang telah didiskusikan dengan tindakan kepatuhan. Apa yang sudah dipelajari, itu yang dilakukan pada waktu-waktu berikutnya.
Setelah proses PA Penemuan melewati dua langkah utama, yakni Ask (bertanya) dan Bible (Alkitab), maka langkah berikutnya adalah Commit (bertindak). Di langkah terakhir ini merupakan langkah setelah memetik hasil. Setelah panen firman Tuhan, selanjutnya hasil panenan itu mau dibiarkan membusuk di kebun atau dibawa pulang untuk dimakan dan dibagikan kepada orang-orang di sekitar Anda? Anda sudah panen, mestinya segera Anda bawaa pulang dan dimakan, juga dibagikan kepada orang lain. Anda bisa makan sampai kenyang, tetapi betapa egoisnya jika Anda kenyang, tapi anak dan istri kelaparan. Orang serumah Anda kenyang, tapi betapa tidak manusiawinya tetangga Anda kelaparan.
Saya akan ajak Anda untuk membuat contoh-contoh dari bahan yang sudah diperoleh dari langkah-langkah sebelumnya, baik di Bible-2 atau pun Bible-3, khususnya tentang pelajaran yang sudah diperoleh tentang tokoh yang dibahas. Baik untuk Bible-2 atau pun Bible-3, cara menarik commit dari
a. Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang tokoh Tuhan.
b.Tarik pelajaran dari temuan di Alkitab tentang tokoh tersebut c. Tarik refleksi atau penerapan dari pelajaran tentang tokoh tersebut.
Bible-3 “Apa yang Anda pelajari tentang tokoh manusia?
a.Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang tokoh Tuhan.
b. Tarik pelajaran dari temuan di Alkitab tentang tokoh tersebut c. Tarik refleksi atau penerapan dari pelajaran tentang tokoh tersebut.
Ringkasan Dua hal yang perlu disampaikan dalam Commit:
Commit-1: Apa yang akan diterapkan dari pelajaran yang sudah diperoleh dari PA Penemuan ini? Apa yang bisa dilakukan bersama dalam kelompok?
Commit-2: Pelajaran yang baru saja didapatkan tersebut akan disampaikan kepada siapa?
pelajaran tentang tokoh Tuhan maupun tokoh manusia sama saja. Saya mengajak Anda untuk memulai dari pelajaran yang diperoleh dari Bible-3 (hal yang dapat dipelajari tentang tokoh manusia) di atas.
Tokoh yang dipilih:
“Orang-orang yang menerima perkataannya” (ayat 41) =“mereka” (ayat 41 dan 42).
Temuan pertama:
(1) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) memberi diri dibaptis” (ayat 41) Pelajaran yang didapatkan:
(1) Mereka merespon secara positif perkataan firman yang disampaikan melalui khotbah Petrus.
(2) Mereka menyikapi secara benar terhadap kebenaran yang Petrus khotbahkan.
Commit-1 (Penerapan pelajaran firman):
(1) Saya mau merespon secara positif perkataan firman Tuhan yang saya baca atau pun saya dengar. Kalau firman Tuhan menegur saya, saya harus bertobat. Suami saya kadangmenegur saya dengan firman Tuhan, tapi seringkali saya meremehkan.
(2) Saya harus bersikap benar terhadap kebenaran yang saya terima.
Commit-2 (Mengkomunikasikan kepada orang lain pelajaran yang telah diperoleh):
(1) Pelajaran ini, bahwa firman Tuhan harus saya respon secara positif, akan sayasampaikan kepada Bu Juni. Dia rekan baik saya.
(2) Pelajaran ini juga akan saya sampaikan kepada saudara kandung saya yang ada di Kalimantan.
Temuan kedua:
(2) Jumlah orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) bertambah kira-kira 3000 orang (ayat 41).
Pelajaran yang diperoleh:
(1) Jumlah mereka tidak statis, tetapi jumlahnya bergerak naik. Ada khotbah Petrus tentang kebenaran, lalu direspon secara positif atau disikapi dengan benar. Hasilnya, jumlahorang yang percaya bertambah. Jadi agar jumlah orang percaya bertambah, kebenaran harus disampaikan.
(2) Ajakan untuk bertobat harus disampaikan agar orang yang percaya Tuhan Yesussemakin bertambah.
Commit-1 (Penerapan pelajaran firman):
(1) Saya harus menyampaikan kebenaran firman, supaya orang yang percaya kepada Tuhan Yesus
bertambah. Pantas, orang-orang di gereja saya tidak bertambah, karena orang yang sudah tahu kebenaran tidak menyampaikan kebenaran itu kepada orang lain.
(2) Saya juga tidak mengajak bertobat ketika tahu ada rekan atau sahabat jatuh ke dalam dosa.
Saya tidak memberitakan bahwa Tuhan Yesus telah mengampuni dosa-dosa manusia yang percaya. Saya mau ajak si X datang kepada Tuhan Yesus. Saya tahu dia sedang terpurukkarena dosa-dosanya.
Commit-2 (Mengkomunikasikan kepada orang lain pelajaran yang telah diperoleh):
(1) Pelajaran ini saya mau sampaikan kepada rekan kerja saya di kantor. Dia mbak “Y”, seringkali konflik dengan suaminya. Padahal, menurut saya, suaminya benar dalam banyak hal.
(2) Saya juga mau menyampaikan kepada anak saya yang sudah tinggal sendiri bersama suaminya.
Temuan ketiga:
(3) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan (ayat 42).
Pelajaran yang diperoleh:
(1) Orang yang menerima perkataan Petrus, mau dibaptis, tetapi tidak hanya berhenti di situ.
Mereka selanjutnya mau bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.
(2) Setelah menerima kebenaran atau panggilan keselamatan dari Allah, jangan hanya berhenti untuk dibaptis saja, tetapi harus berlanjut “bertekun” dalam firman dan persekutuan. Saya tertarik dengan kata “tekun” ini. Tekun adalah hal yang dilakukan secara terus-menerus.
Commit-1 (Penerapan pelajaran firman):
(1) Saya pikir, saya sebagai orang tua cukup mendidik anak-anak untuk sampai kepada pengakuan percaya. Saya tidak berpikir mendidik mereka untuk bertekun dalam pengajaran firman dan persekutuan. Bahkan, hal terakhir tersebut hanya menghabiskan waktu anak saya untuk belajar di universitas. Saya harus mengubah pandangan ini. Saya salah selama ini. Saya ditegur dengan firman Tuhan yang saya gali dari PA Penemuan ini.
(2) “Tekun” itu jarang saya lakukan. Rupanya saya harus belajar tentang hal ini, yaitubertekun dalam pengajaran firman.
Commit-2 (Mengkomunikasikan kepada orang lain pelajaran yang telah diperoleh):
(1) Saya akan menceritakan pelajaran tentang bertekun dalam firman dan persekutuan setelah dibaptis tersebut kepada ibu-ibu di KRT di wilayah saya. Banyak dari kami yang berpandangan seperti saya.
Temuan keempat:
(4) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) selalu berkumpul untuk memecahkan roti (ayat 42)
Pelajaran yang diperoleh:
(1) Kelihatannya mereka yang telah menerima panggilan keselamatan suka bersekutudan berbagi.
(2) Mereka rupanya mau dekat satu dengan yang lain.
Commit-1 (Penerapan pelajaran firman):
(1) Suka bersekutu dengan orang-orang seiman rupanya sangat penting untuk membangun iman.
Saya mau melakukan hal itu.
(2) Saya juga mau membagi berkat yang Tuhan berikan kepada saya melalui persekutuan itu. Ada kepala keluarga yang baru saja di PHK, kasihan mereka. Saya akan ajak untuk bersekutu bersama, dan saya akan membagi sembako untuk keluarga itu.
Commit-2 (Mengkomunikasikan kepada orang lain pelajaran yang telah diperoleh):
(1) Saya mau bagikkan pelajaran ini kepada istri saya. Dia hati-hati sekali dalam pengeluaran, tetapi saya perhatikan dia cenderung pelit. Dia perlu pelajaran ini.
Temuan kelima:
(5) Orang-orang yang menerima perkataannya (mereka) selalu berkumpul untuk berdoa (ayat 42).
Pelajaran yang didapatkan
(1) Berkumpul dan berdoa setelah mereka dibaptis. Berkumpul kelihatannya sesuatu yang penting bagi para petobat tersebut. Dua kali hal “berkumpul” disebut di ayat 42 ini.
Sebelumnya disebutkan “berkumpul dan memecahkan roti”, berikutnya “berkumpul dan berdoa”. Orang yang sudah mendapatkan kebenaran ternyata tidak hidup sendirian lagi. Saya senang dengan hal ini, apalagi di tempat saya tinggal, hidup sendiri seolah lebih baik dari yang lain.
(2) Mereka memerlukan persekutuan dan berdoa untuk menguatkan iman satu dengan yang lain.
Saya pun demikian, perlu persekutuan dan berdoa bersama.
Commit-1 (Penerapan pelajaran firman):
(1) Saya mau bentuk persekutuan doa antara janda-janda. Para janda perlu ini, supaya kami bisa sharing satu dengan yang lain untuk saling mmenguatkan.
(2) Saya akan tidak menjauhi pertemuan-pertemuan. Meskipun saat ini sedang ramai virus
corona, untuk sementara saya mau pakai WA call untuk adakan persekutuan.
Commit-2 (Mengkomunikasikan kepada orang lain pelajaran yang telah diperoleh):
(1) Saya mau sampaikan pelajaran ini kepada tetanggaku, Bu Esti. Dia perlu sekali untuk diajak bersekutu.
Di atas sudah dipaparkan cara melaksanakan PA Penemuan itu dan contoh-contohnya. Jika dirangkum keseluruhan langkah utama yang disebut ABC (Ask=bertanya, Bible=Alkitab, Commit=Bertindak) di atas, adalah sebagai berikut:
Ringkasan menyeluruh dalam Ask, Bible, Commit:
Ask (Bertanya) =Empat pertanyaan:
Ask-1: “Apa yang Anda syukuri dalam minggu ini?”
Ask-2: “Apa pergumulan yang Anda alami pada minggu-minggu ini?”
Ask-3: “Apa yang sudah Anda lakukan dari pelajaran firman yang diperoleh minggu lalu?”
Ask-4: “Kepada siapa pelajaran yang lalu Anda ceritakan?”
Bible (Alkitab)=Satu permintaan dan dua pertanyaan
Bible-1 “Bacalah bagian firman Tuhan dan sampaikan kembali dengan kalimat sendiri”
Bible-2 “Apa yang Anda pelajari tentang Allah, Tuhan Yesus, atau Roh Kudus?”
a. Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang tokoh Tuhan.
b.Tarik pelajaran dari temuan di Alkitab tentang tokoh tersebut c. Tarik refleksi atau penerapan dari pelajaran tentang tokoh tersebut.
Bible-3 “Apa yang Anda pelajari tentang tokoh manusia?
a. Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang tokoh Tuhan.
b.Tarik pelajaran dari temuan di Alkitab tentang tokoh tersebut c. Tarik refleksi atau penerapan dari pelajaran tentang tokoh tersebut.
Commit (Bertindak)= Dua pertanyaan
Commit-1: Apa yang akan diterapkan dari pelajaran yang sudah diperoleh dari PA Penemuan ini? Apa yang bisa dilakukan bersama dalam kelompok?
Commit-2: Pelajaran yang baru saja didapatkan tersebut akan disampaikan kepada siapa?
Ringkasan di atas dapat dipakai sebagai pedoman pertanyaan dalam PA Penemuan.
Dalam PA Penemuan, bahan dari Alkitab mana saja pertanyaan-pertanyaannya seragam.
Pertanyaan-pertanyaan yang menjadi pedoman dengan format menurun adalah sebagai berikut:
1. Apa yang Anda syukuri dalam minggu ini?
2. Apa pergumulan yang Anda alami pada minggu-minggu ini?”
3. Apa yang sudah Anda lakukan dari pelajaran firman yang diperoleh minggulalu?”
4. Kepada siapa pelajaran yang lalu Anda ceritakan?
5. Bacalah bagian firman Tuhan dan sampaikan kembali dengan kalimat sendiri 6. Apa yang Anda pelajari tentang Allah, Tuhan Yesus, atau Roh Kudus?”
a. Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang tokoh Tuhan.
b. Tarik pelajaran dari temuan di Alkitab tentang tokoh tersebut c. Tarik refleksi atau penerapan dari pelajaran tentang tokoh tersebut.
7. Apa yang Anda pelajari tentang tokoh manusia?
a. Daftarkan tindakan, percakapan, sikap, pikiran, perasaan, identitas, dll tentang tokoh Tuhan.
b. Tarik pelajaran dari temuan di Alkitab tentang tokoh tersebut c. Tarik refleksi atau penerapan dari pelajaran tentang tokoh tersebut.
8. Apa yang akan diterapkan dari pelajaran yang sudah diperoleh dari PA Penemuan ini? Apa yang bisa dilakukan bersama dalam kelompok?
9. Pelajaran yang baru saja didapatkan tersebut akan disampaikan kepada siapa?
Pedomana Pertanyaan PA Penemuan (Pola 9 Pertanyaan)