PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Masih ditemukan siswa yang tergolong memiliki rasa percaya diri yang rendah pada saat proses pembelajaran, seperti siswa yang pasif ketika diminta tampil di depan kelas dan tidak mau bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru. Siswa kurang percaya diri dengan jawabannya sendiri ketika menjawab pertanyaan yang diberikan guru, sehingga sering melihat jawaban temannya.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
Peran Guru
Karakteristik anak usia Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah 26
Penelitian Silvi mengkaji tentang harga diri anak usia TK, sedangkan penelitian ini mengkaji tentang hakikat harga diri siswa sekolah dasar. Dalam proses pembelajaran di SD Negeri 05 Kepahiang masih ditemukan siswa yang tergolong memiliki rasa percaya diri yang rendah. Peran guru kelas dalam membimbing rasa percaya diri siswa di SD Negeri 05 Kepahiang Negeri 05 Kepahiang.
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru kelas dalam membimbing rasa percaya diri siswa di SD Negeri 05 Kepahiang. 52 Peneliti juga menanyakan kepada siswa kelas VI tentang cara guru mengkondisikan kelas dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter percaya diri siswa. Temuan penelitian tentang peran guru kelas dalam membimbing rasa percaya diri siswa di SD Negeri 05 Kepahiang.
Kendala yang dihadapi guru kelas dalam menjalankan perannya dalam membimbing rasa percaya diri siswa di SD Negeri 05 Kepahiang Membimbing rasa percaya diri siswa di SD Negeri 05 Kepahiang. Fokus penelitian selanjutnya adalah untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru kelas dalam menjalankan perannya dalam membimbing rasa percaya diri siswa di SD Negeri 05 Kepahiang. Judul Skripsi: Peran Guru Kelas Dalam Membina Rasa Percaya Diri Siswa di SD Negeri 05 Kepahiang.
Bagaimana cara mengkondisikan kelas dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter percaya diri siswa? Bagaimana cara berkomunikasi dengan siswa dalam proses pembelajaran untuk membangun karakter percaya diri siswa? Bagaimana Anda menetapkan tugas/tanggung jawab tertentu? untuk membentuk karakter percaya diri siswa.
Kendala apa saja yang dihadapi guru kelas dalam menjalankan perannya dalam membina rasa percaya diri siswa di SD Negeri 05 Kepahiang?
Kerangka Berfikir
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Salah satu hal yang dapat membantu membangun rasa percaya diri siswa adalah dengan mengkondisikan kelas dengan sebaik-baiknya. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, peneliti menanyakan kepada guru kelas VI bagaimana guru memberikan dukungan emosional sebagai motivasi siswa dalam proses pembelajaran untuk membangun rasa percaya diri siswa. Dengan mengajak siswa yang memiliki harga diri rendah untuk berkomunikasi dapat meningkatkan rasa percaya diri karena siswa tersebut merasa diperhatikan dan tidak diabaikan oleh gurunya.”
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, peneliti bertanya kepada guru kelas V tentang bagaimana guru memberikan tugas/tanggung jawab khusus untuk membentuk karakter percaya diri siswa. Peneliti menanyakan tentang kualitas karakter percaya diri yang dimiliki siswa dalam proses pembelajaran di kelas IV-VI SD Negeri 05 Kepahiang. Dalam memberikan motivasi dan apresiasi, salah satu upaya guru kelas di SD Negeri 05 Kepahiang dalam membimbing rasa percaya diri siswa adalah dengan memberikan dorongan dan semangat agar siswa mampu melakukan sesuatu.
Dalam membangun komunikasi, salah satu upaya guru kelas SD Negeri 05 Kepahiang dalam membimbing rasa percaya diri siswa adalah dengan mengajak siswa yang memiliki rasa percaya diri rendah untuk berkomunikasi guna meningkatkan rasa percaya diri siswa, karena siswa tersebut merasa diperhatikan. untuk dan tidak diabaikan oleh guru. Dalam pemberian tugas/tanggung jawab khusus, salah satu upaya guru kelas SD Negeri 05 Kepahiang dalam membimbing rasa percaya diri siswa adalah dengan memberikan tugas seperti memimpin sholat, mengambil penghapus atau mengajak teman kelompok piketnya menyapu kelas sambil belajar. . berakhir. Berdasarkan hasil penelitian di atas diketahui bahwa kualitas karakter percaya diri siswa dalam proses pembelajaran di SD Negeri 05 Kepahiang belum mencapai hasil yang maksimal karena berbagai kendala yang dihadapi guru kelas dalam menjalankan perannya. dalam membimbing rasa percaya diri siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, kendala yang dihadapi guru kelas dalam menjalankan perannya dalam membimbing rasa percaya diri siswa di SD Negeri 05 Kepahiang antara lain: a) Ada beberapa guru mata pelajaran yang kurang berpartisipasi dalam mengembangkan rasa percaya diri siswa. ; B). Bagaimana cara memberikan dukungan emosional seperti motivasi kepada siswa dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter percaya diri siswa? Guru meminta siswa mengerjakan soal di depan kelas 7. Cara guru dalam memberikan tugas/tanggung jawab khusus untuk membangun karakter percaya diri siswa.
Kualitas karakter percaya diri yang dimiliki siswa dalam proses pembelajaran setelah adanya upaya yang dilakukan guru dalam menjalankan peran sebagai pembimbing rasa percaya diri siswa.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Peran Guru Kelas dalam Membimbing Rasa Percaya Diri
- Hambatan yang Dihadapi Guru Kelas dalam Menjalankan
Dalam pembentukan karakter percaya diri siswa, salah satu strateginya adalah perlunya pengkondisian kelas, sehingga guru mampu mengkondisikan perilaku setiap siswa di kelas. “Dalam proses ini akan terbentuk rasa percaya diri siswa karena dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik bersama teman kelompoknya dan berani mengemukakan pendapatnya di depan teman-temannya.” Pengkondisian di dalam kelas juga merupakan hal penting yang dapat membantu membentuk perilaku yang baik pada siswa, terutama dalam hal membangun rasa percaya diri siswa.
Selain belajar menghargai pendapat teman melalui diskusi atau bekerja sama, siswa juga dapat belajar menyikapi atau menyikapi pendapat teman dengan baik, sehingga siswa merasa nyaman dalam mengutarakan pendapatnya.” Perhatikan siswa, hubungi dengan hati, jangan pernah bosan untuk memberikan motivasi agar rasa percaya diri siswa terus meningkat. Berdasarkan hasil observasi penulis terhadap cara guru berkomunikasi dengan siswa dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter percaya diri siswa, sudah tepat jika guru mengimplementasikan hal tersebut dalam proses pembelajaran dengan mengajak siswa berkomunikasi sambil bergilir di kelas dan mengawasi pekerjaan siswa.
Berdasarkan hasil observasi penulis tentang bagaimana guru memberikan tugas/tanggung jawab khusus untuk membentuk karakter percaya diri siswa, memang benar guru menerapkan hal tersebut dalam proses pembelajaran dalam bentuk bimbingan dari teman-teman di sekolah. tugas piket yang ekstensif dan kadang-kadang memimpin mereka dalam doa. Untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, para guru di sekolah ini berusaha menerapkan metode yang berbeda-beda dalam proses pembelajaran setiap harinya untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa yang selalu diupayakan oleh guru setiap harinya tentu saja ada peningkatannya, walaupun tidak semua siswa mengalami peningkatan rasa percaya diri.
Berdasarkan hasil penelitian diatas diketahui bahwa kualitas karakter percaya diri yang dimiliki siswa dalam proses pembelajaran di kelas IV-VI SD Negeri 05 Kepahiang belum mencapai hasil maksimal karena beberapa kendala yang dihadapi. oleh wali kelas. dalam mewujudkan perannya dalam membimbing rasa percaya diri siswa di sekolah dasar.Negeri 05 Kepahiang. Kemudian sulitnya bekerjasama dengan sebagian orang tua siswa, yang berarti peran serta sebagian orang tua siswa dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa menjadi hilang”. Kendala lainnya adalah dalam menjalankan tugas kita sebagai guru kelas, terkadang beberapa guru mata pelajaran lain kurang berperan serta dalam membimbing rasa percaya diri siswa.
Selain itu kendala lainnya adalah terkadang siswa kita ingin dibimbing dan dibimbing, namun sebagian orang tua siswa tidak mendukung tindakan guru untuk membangun rasa percaya diri siswa.”
Pembahasan
Oleh karena itu, upaya guru untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Upaya peningkatan rasa percaya diri siswa sangat bervariasi, guru dituntut kreatif dalam menggunakan dan menyesuaikan upaya tersebut dengan kondisi siswa. Dalam pengkondisian kelas, salah satu upaya yang dilakukan oleh guru kelas di SD Negeri 05 Kepahiang dalam membina rasa percaya diri siswa adalah dengan menerapkan metode diskusi agar siswa mampu belajar menghargai pendapat orang lain. siswa dan mampu menghargai pendapat siswa lain. membantah ketika siswa merasa tidak setuju dengan pendapat siswa lain.
Upaya guru dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa dengan memberikan motivasi dan penghargaan sejalan dengan pendapat beberapa ahli bahwa salah satu upaya tersebut adalah dengan memberikan dukungan emosional dan penerimaan sosial, serta penilaian prestasi. Upaya guru dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa dengan memberikan motivasi dan memberikan penghargaan kepada siswa sejalan dengan pandangan Harter yang menyatakan bahwa dukungan emosional dan penerimaan sosial dari guru dapat berupa pemberian motivasi dan penghargaan. Upaya guru dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa dengan mengajak siswa berkomunikasi menurut Thursan Hakim yang mengatakan salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan keberanian siswa bertanya, peran aktif guru dalam bertanya kepada siswanya dan bekerja. pada pertanyaan di depan kelas.
Upaya guru untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dengan memberikan tanggung jawab khusus dan pengorganisasian. Kepercayaan diri sangat dipengaruhi oleh keyakinan seseorang, fisik, psikis, karakteristik sosial, cita-cita, prestasi dan beban emosi. Melalui rasa percaya diri tersebut, orang akan bercermin untuk melakukan proses menilai, mengukur atau menakar apa yang dimilikinya.
Rasa percaya diri secara sederhana dapat dikatakan sebagai keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuat dirinya merasa mampu mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya. Ada sebagian orang tua siswa yang tidak mendukung langkah yang dilakukan guru kelas untuk mengembangkan rasa percaya diri siswa; dan c) Ada beberapa siswa yang sulit diajak berkomunikasi dan terlalu menyendiri, sehingga guru kesulitan mengambil tindakan yang tepat terkait dengan kondisi siswa yang bersangkutan. Ada sebagian orang tua siswa yang tidak mendukung langkah yang dilakukan guru kelas untuk mengembangkan rasa percaya diri siswa; dan c) Ada beberapa siswa yang sulit diajak berkomunikasi dan terlalu menyendiri, sehingga guru kesulitan mengambil tindakan yang tepat terkait dengan kondisi siswa yang bersangkutan.
Kepala sekolah dan guru diharapkan dapat saling membantu dan bekerja sama dalam upaya meningkatkan rasa percaya diri siswa, sehingga keberhasilan akademik siswa juga akan meningkat. Guru hendaknya terus memperdalam pengetahuannya tentang harga diri, baik dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang upaya meningkatkan rasa percaya diri siswa maupun dengan berkonsultasi dengan lembaga pendidikan tinggi terkait untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Untuk membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri yang positif sehingga siswa mempunyai rasa optimis dan harga diri.