TUGAS BESAR 1
Menggali Potensi Diri serta Menentukan Tujuan Hidup
Disusun Oleh:
Pandu Muharram - 41118110008 Dosen:
Anton Kurniawan, SP., MM
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MERCU BUANA
TAHUN AJARAN 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan Tugas Besar 1 untuk mata kuliah Etik UMB tentang “Menggali Potensi Diri serta Menentukan Tujuan Hidup” ini dengan baik meskipun masih banyak kekurangan didalamnya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bpk. Anton Kurniawan, SP., MM, sebagai dosen mata kuliah Etik UMB. Serta pihak yang telah berkontribusi mendukung pembuatan tugas besar ini.
Tugas besar 1 ini berisikan apa yang dimaksud dengan tujuan mendeskripsikan
“Menggali Potensi Diri serta Menentukan Tujuan Hidup” sebagai suatu yang positif untuk calon sarjana Universitas Mercu Buana.
Sekiranya Tugas Besar 1 yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Demikian, semoga Tugas Besar 1 ini dapat bermanfaat. Terima kasih.
Jakarta, Oktober 2020
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan ... 2
1.4 Manfaat ... 2
BAB II PEMBAHASAN MASALAH ... 3
2.1 Definisi Menggali Potensi Diri serta Menentukan Tujuan Hidup ... 3
2.1.1 Definisi Potensi Diri ... 3
2.1.2 Definisi Tujuan Hidup ... 4
2.1.3 Hubungan Menggali Potensi Diri dan Menentukan Tujuan Hidup ... 5
2.2 Macam - macam Potensi Diri ... 5
2.2.1 Potensi Fisik ... 5
2.2.2 Potensi Mental Intelektual ... 6
2.2.3 Potensi Sosial Emosional ... 6
2.2.4 Potensi Mental Spiritual ... 7
2.2.5 Potensi Daya Juang ... 7
2.3 Macam - macam Tujuan Hidup ... 7
2.3.1 Tujuan Bedasarkan Sifatnya ... 8
2.3.2 Tujuan Bedasarkan Waktu Pencapaiannya... 8
2.4 Faktor faktor yang Mempengaruhi dalam Menentukan Tujuan Hidup ... 8
2.4.1 Specific (Khusus) ... 9
2.4.2 Measureable (Terukur) ... 9
2.4.3 Achievable (Dapat Dicapai) ... 9
2.4.4 Realistic (Realistis) ... 9
2.4.5 Time Bound (Batas Waktu) ... 10
2.5 Hambatan dalam Menggali Potensi Diri dan Menentukan Tujuan Hidup ... 10
2.6 Upaya yang Dilakukan untuk Menggali Potensi Diri ... 12
2.6.1 Mengenali Diri Sendiri ... 12
2.6.2 Mengetahui Hal-hal yang Disukai ... 12
2.6.3 Menyadari Kemampuan yang Dimiliki ... 13
2.6.4 Berani Mencoba Hal Baru dan Tidak Takut Gagal ... 13
2.6.5 Minta Pendapat Orang Terdekat ... 14
2.6.6 Bergabung dengan Komunitas ... 14
2.6.7 Tentukan Tujuan Hidup ... 14
2.7 Langkah - langkah untuk Menentukan Tujuan Hidup ... 15
2.7.1 Membuat Daftar Tujuan ... 15
2.7.2 Mengembangkan Potensi Diri ... 15
2.7.3 Gunakan Kriteria SMART untuk Menentukan Tujuan Hidup ... 16
2.7.4 Gunakan 3 Aturan Emas dalam Menentukan Tujuan Hidup ... 16
2.7.5 Kenali Motivasi Hidup ... 17
BAB III PENUTUP ... 19
3.1 Kesimpulan ... 19
3.2 Saran ... 20
DAFTAR PUSTAKA ... 21
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semenjak dilahirkan di muka bumi ini, tiap individu dibekali potensi diri. Akan tetapi banyak dari kita tidak menyadari potensi diri yang dimiliki oleh kita bahkan sampai usia dewasa. Padahal banyak kemampuan yang bisa dikembangkan dari potensi itu, apabila kita tahu seberapa besar potensi itu, karena hal itu berguna sebagai bekal memasuki kehidupan berikutnya, khususnya untuk meningkatkan karir dan profesionalisme di dunia kerja.
Apabila kita tidak menyadari dan mengenali potensi diri kita, hal ini pun pada akhirnya akan berdampak pada masa depan kita.
Potensi diri adalah kemampuan, kekuatan yang terpendam pada diri setiap individu (pribadi), baik yang belum terwujud maupun sudah terwujud tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal terkadang membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui potensi diri individu. Potensi diri dapat diibaratkan seperti tubuh (fisik) kita, semakin didayagunakan justru semakin kokoh. Sebaliknya semakin tidak didayagunakan justru akan semakin tidak berdaya.
Ketika seseorang tidak mampu menemukan potensi dirinya, maka besar kemungkinan orang tersebut hanya akan melakukan pencapaian yang itu-itu saja sepanjang hidupnya.
Orang tersebut tidak akan bisa berkembang dengan maksimal dan mencapai titik terbaik di dalam kehidupannya, atau bahkan bisa jadi lebih buruk dari kondisi tersebut. Biasanya Ketika seseorang tidak mengetahui potensi diri yang dimilikinya, biasanya dikarenakan tidak mengenali dan menentukan tujuan hidup mereka.
Dewasa ini banyak individu yang belum memahami makna hidup serta memiliki tujuan hidup, sebagian besar dari kita cenderung mengikuti arus dan berkutat dalam zona nyaman dalam menjalani kehidupan.
Pada makalah ini dilakukan kajian tentang menggali potensi diri serta menentukan tujuan hidup dan macam-macam potensi diri dan tujuan hidup yang ada, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dalam menentukan tujuan hidup. Pada makalah ini juga akan dilakukan pemaparan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menggali potensi diri dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan tujuan hidup.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat diketahui rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan menggali potensi diri dan menentukan tujuan hidup, serta apa hubungan diantara keduanya?
2. Apa saja macam-macam potensi diri dan tujuan hidup?
3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sesorang dalam menentukan tujuan hidup?
4. Hambatan apa saja yang akan dialami seseorang dalam menggali potensi diri dan menentukan tujuan hidup?
5. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk menggali potensi diri
6. Langkah-langkah seperti apa yang dapat dilakukan agar dapat menentukan tujuan hidup?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui definisi menggali potensi diri dan menentukan tujuan hidup, serta memahami hubungan diantara keduanya.
2. Mengetahui macam-macam potensi diri dan tujuan hidup yang ada.
3. Memahami faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi seseorang dalam menentukan tujuan hidup.
4. Mengetahui hambatan apa saja yang akan dialami seseorang dalam menggali potensi diri serta menentukan tujuan hidupnya.
5. Memaparkan upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk menggali potensi diri 6. Memaparkan langkah-langkah yang dapat dilakukan agar dapat menentukan
tujuan hidup.
1.4 Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini, pembaca dapat mengetahui definisi menggali potensi diri dan menentukan tujuan hidup. Pembaca juga diharapkan dapat mengetahui macam-macam potensi diri dan tujuan hidup, serta upaya yang dapat dilakukan dalam menggali potensi diri dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan tujuan hidup.
BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
2.1 Definisi Menggali Potensi Diri serta Menentukan Tujuan Hidup
Menggali potensi diri dan menentukan tujuan hidup saling berhubungan satu sama lain, untuk dapat menggali potensi diri kita salah satu caranya adalah dengan menentukan tujuan hidup. Dan dengan menggali potensi yang dimiliki oleh diri kita dan mengembangkannya kita akan dapat mencapai tujuan hidup kita yang telah kita tentukan sebelumnya.
2.1.1 Definisi Potensi Diri
Kata potensi berasal dari serapan dari bahasa inggris, yaitu potencial. Artinya ada dua kata, yaitu, (1) kesanggupan; tenaga (2) dan kekuatan; kemungkinan.
Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, definisi potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan, kekuatan, kesanggupan, daya.Intinya, secara sederhana, potensi adalah sesuatu yang bisa kita kembangkan (Majdi, 2007).
Potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam didalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut (Wiyono, 2006). Dengan demikian potensi diri manusia adalah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang masih terpendam didalam dirinya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia.
Menurut (Prihadi, 2004), potensi bisa disebut sebagai kekuatan, energi, atau kemampuan yang terpendam yang dimiliki dan belum dimanfaatkan secara optimal.Potensi diri yang dimaksud disini suatu kekuatan yang masih terpendam yang berupa fisik, karakter, minat, bakat, kecerdasan dan nilai-nilai yang terkandung dalam diri tetapi belum dimanfaatkan dan diolah.
Sedangkan (Habsari, 2005), menjelaskan, potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik. Sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri fisik, perilaku dan psikologis yang dimiliki.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai.
2.1.2 Definisi Tujuan Hidup
Pertanyaan tentang tujuan hidup sudah tidak terhingga terlontar dari setiap orang, terutama yang masih mencari tujuan hidup mereka. Menurut para ahli agama islam, tujuan hidup manusia adalah mencari sekaligus mencapai ridho Allah dan Bahagia dunia dan akhirat. Para ulama’ Bahagia Ketika mereka itu mendapatkan cobaan atau masalah karena dengan cobaan tersebut mereka bisa bertambah dewasa dan lebih dekat dengan Tuhannya. Mereka senang karena jika mereka diberi cobaan itu berarti Tuhan menyayangi mereka, Tuhan masih mau menegur dan memperingati mereka dengan bentuk cobaan.
Menurut salah satu filsuf yunani “palate: tujuan hidup adalah mencapau kesenangan, kesenangan disini maksudnya mengetahui akan barang-barang dan nilai yang dituju, mengetahui sekaligus paham tentang aturan dan norma-norma kehidupan, inilah yang dirumuskan plato dari ajaran gurunya “Socrates” tentang tujuan hidup.
Menurut sumber yang lain tujuan hidup adalah apa yang seseorang rencanakan untuk kehidupannya pada hari ini, esok hari, sebulan ke depan, setahun ke depan, bahkan beberapa tahun mendatang. Tujuan hidup orang akan berbeda satu sama lain. Pengertian tujuan hidup menurut para ahli adalah proses menetapkan identitas diri yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, kita bisa mengatakan bahwa seseorang yang memiliki tujuan hidup adalah mereka yang memiliki identitas diri yang kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Maka dari beberapa pengertian diatas dapat saya simpulkan bahwa tujuan hidup adalah apa yang seseorang rencanakan untuk kehidupannya pada hari ini dan kedepannya untuk memenuhi kebutuhannya dan mencapai kebahagian pada hidupnya.
2.1.3 Hubungan Menggali Potensi Diri dan Menentukan Tujuan Hidup
Seperti yang dibahas sebelumnya dalam menggali potensi diri dan menentukan tujuan hidup akan saling berhubungan satu sama lain. Ketika kita ingin menggali potensi diri yang kita miliki, dengan menentukan tujuan hidup kita akan mampu menggali potensi diri yang kita miliki dengan lebih maksimal dan dapat mengembangkannya untuk mencapai prestasi ataupun target lain yang ingin kita capai. Kemudian dengan memiliki potensi diri dan berhasil mengembangkannya kita akan mampu menentukan tujuan dan mencapainya.
Kita harus mampu menentukan tujuan dari potensi yang dimiliki. Tujuan yang ditetapkan tidak harus besar untuk menuai hasil maksimal. Tujuan kecil juga sudah cukup untuk menuntun kita dalam mewujudkan keinginan asalkan kita memiliki gambaran mengenai hal-hal yang ingin dilakukan.
2.2 Macam-macam Potensi Diri
Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Manusia memiliki beragam potensi diantaranya adalah sebagai berikut (Nashori, 2003):
2.2.1 Potensi Fisik
Menurut (Mulyaningtyas, 2007) Potensi fisik atau kecerdasan fisik adalah masalah yang menyangkut kekuatan dan kebugaran otot sekaligus kekuatan dan kebugaran otak dan mental. Orang yang seimbang fisik dan mentalnya memiliki tubuh yang ideal serta otak yang cerdas. Kecerdasan fisik atau PQ (physical Quotient) juga dianggap sebagai dasar dari elemen IQ (Intellegence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient).
Potensi diri fisik adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan apabila dilatih dengan baik. Kemampuan yang terlatih ini akan menjadi suatu kecakapan, keahlian, dan ketrampilan dalam bidang tertentu. Ada waktunya manusia mempunyai potensi yang luar biasa untuk menjadikan gerakan fisik yang efektif dan efisien dan juga mempunyai kekuatan fisik yang tangguh. Orang yang mempunyai bakat dalam bidang fisik dapat mempelajari olah raga dengan cepat dan selalu menampilkan permainan yang baik.
2.2.2 Potensi Mental Intelektual
Menurut (Wibowo, 2007) potensi terbesar manusia adalah otak. Otak merupakan salah satu karunia paling hebat yang diberikan Tuhan. Otak mengatur seluruh fungsi tubuh, mengendalikan seluruh perilaku dasar manusia makan, bernafas, metabolisme tubuh dan lain-lain.
Para ahli psikologi sepakat bahwa otak manusia adalah sumber kekuatan dahsyat yang dimiliki oleh manusia. Mereka mengklasifikasikan otak menjadi dua klasifikasi. Yaitu otak kiri dan otak kanan. Secara ringkas otak kiri berfungsi untuk menghafal/mengingat, logika/berhitung, menganalisis, memutuskan dan bahasa, sedangkan otak kanan berfungsi untuk melakukan aktifitas imajinasi/intuisi, kreasi/kreatifitas, inovasi/seni (Wiyono, 2006).
Jadi potensi mental intelektual adalah potensi kecerdasan yang terdapat di otak manusia (terutama otak bagian kiri). Fungsi dari potensi ini yaitu untuk merencanakan sesuatu, menghitung dan menganalisis.
2.2.3 Potensi Sosial Emosional
Daniel Goleman dalam (Dwi Sumar, 2010) menyatakan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% dan sisanya yang 80% ditentukan oleh serumpun factor-faktor yang disebut kecerdasan emosional. Dari nama tehnis itu ada yang berpendapat bahwa kalau IQ mengangkut fungsi pikiran, EQ mengangkut fungsi perasaan. Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.
Potensi emosi atau potensi afeksi memiliki arti bahwa masing-masing manusia mempunyai suatu potensi cita rasa, yang dengannya manusia bisa memahami orang lain, memahami suara alam, ingin mencintai dan dicintai, memperhatikan dan diperhatikan, menghargai dan dihargai, cenderung kepada keindahan.
Potensi diri ini sama dengan potensi mental intelektual, tetapi potensi ini terdapat di otak manusia bagian kanan. Fungsinya yaitu untuk bertanggung jawab, mengendalikan amarah, motivasi, dan kesadaran diri.
2.2.4 Potensi Mental Spiritual
Danah Zohar penggagas istilah tehnis SQ dalam (Dwi Sumar, 2010) mengatakan bahwa IQ bekerja untuk melihat keluar (mata pikiran), dan EQ bekerja mengolah yang didalam (telinga perasaan), maka SQ (spiritual quotient) menunjuk pada kondisi “pusat diri”. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan manusia yang paling tinggi. Pokok dari SQ adalah kemampuan seseorang untuk memahami keberadaan Tuhan, memahami hakikat diri secara utuh, hakikat dibalik realitas, membedakan yang benar dan yang salah serta kemampuan memaknai bahwa kehadiran kita entah profesi atau status kita mampu membuat orang lain merasa dihargai dan mempunyai penghargaan (Mulyaningtyas, 2007).
Potensi ini merupakan potensi kecerdasan yang berasal dari dalam diri manusia yang berhubungan dengan kesadaran jiwa, bukan hanya untuk mengetahui norma, tapi untuk menemukan norma.
2.2.5 Potensi Daya Juang
Potensi daya juang adalah potensi kesadaran manusia yang bersumberkan pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan dan daya juang. Adversity quotient (AQ) adalah faktor spesifik sukses (prestasi) seseorang karena mampu merespon berbagai kesulitan. Melalui AQ manusia mampu mengubah suatu rintangan sebagai penghalang menjadi peluang.
Jadi potensi diri ini sama seperti potensi mental spiritual, potensi daya juang juga berasal dari dalam diri manusia dan berhubungan dengan keuletan, ketangguhan, dan daya juang yang tinggi.
2.3 Macam-macam Tujuan Hidup
Tujuan didefinisikan sebagai suatu yang ingin diwujudkan atau dicapai oleh manusia. (Srijanti, 2006). Tujuan merupakan pedoman bagi setiap manusia. Segala aktivitas apapun harus memiliki tujuan.
Tujuan dapat dirumuskan dalam tujuan umum yang tidak terperinci, dan tujuan khusus yang terperinci. Tujuan juga bisa dalam bentuk material yang dapat diraba dan tujuan nonmaterial yang tidak bisa diraba. Selain itu, tujuan. dapat berupa tujuan besar yang banyak memperngaruhi kehidupan dan tujuan kecil yang pengaruhnya kecil.
2.3.1 Tujuan Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya tujuan dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Tujuan umum (tujuan yang tidak diperinci) misalnya meningkatkan.
kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat,
b. Tujuan khusus (tujuan yang terperinci, misalnya meningkatkan kebahagiaan dengan cara meningkatkan pendapatan keluarga, meningkatkan kerja sama dan keharmonisan serta meningkatkan rasa kasih sayang),
c. Tujuan material (tujuan untuk memenuhi kebutuhan materi), misalnya membangun rumah dua lantai dengan 4 kamar pada tahun 2020,
d. Tujuan nonmaterial (tujuan untuk memenuhi kebutuhan non materi), misalnya mencapai peningkatan mutu kehidupan yang lebih baik,
e. Tujuan besar (tujuan yang mempengaruhi kehidupan) misalnya mencapai gelar S2 dalam bidang kedokteran
f. Tujuan kecil (tujuan dalam jangka pendek) misalnya berlibur bersama keluarga pada bulan September ke Pulau Bali.
2.3.2 Tujuan Berdasarkan Waktu Pencapaiannya
Berdasarkan waktu pencapaiannya, tujuan dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Tujuan jangka pendek : 0-1 tahun b. Tujuan jangka menengah : 1-3 tahun c. Tujuan jangka panjang : 1-5 tahun
Tujuan dapat lebih lama dari 5 tahun. Namun, tujuan akan lebih mudah dicapai bila dipecah menjadi tujuan-tujuan kecil.
2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Menentukan Tujuan Hidup
Penetapan tujuan adalah rangkaian berbagai langkah. Menetapkan tujuan harus dapat dijadikan pedoman dalam mencapainya. Oleh sebab itu, dalam merumuskan tujuan kita harus memperhatikan faktor-faktor tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam menentukan tujuan hidup biasanya terdapat dalam suatu bentuk konsep untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif.
Salah satu konsep yang terkenal untuk merumuskan tujuan secara efektif adalah konsep S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Timely). Konsep ini pertama kali digunakan oleh George T. Doran pada tahun 1981. Mungkin diantara kita juga tidak asing dengan konsep SMART ini, namun barangkali masih belum terbiasa menerapkannya.
2.4.1 Specific (Khusus)
Tujuan harus dirumuskan secara spesifik. Maksud dari spesifik adalah tujuan tidak bermakna ganda terhadap apa yang ingin kita capai. Contohnya Saya ingin menjadi sarjana. Tujuan ini tidak spesifik. kita ingin menjadi sarjana apa?
Prencanaan yang spesifik seperti Saya ingin menjadi sarjana desain grafis.
2.4.2 Measureable (Terukur)
Tujuan harus terukur, mengandung pengertian dalam mengandung alat ukur.
Jika tujuan tidak dapat diukur, kita tidak akan sulit mencapainya. Pengukuran adalah cara untuk memantau kemajuan. Contohnya, Saya ingin menurunkan berat badan:
Contoh itu belum menjadi tujuan kecuah jika diubah menjadi Saya akan menurunkan berat badan sebesar 5 kg dalam waktu 90 hari.
2.4.3 Achievable (Dapat Dicapai)
Tujuan harus dapat dicapai dengan kemampuan yang ada. Tujuar selanjutnya ditingkatkan secara bertahap sehingga memberikar tantangan. Tujuan yang sangat tinggi menyebabkan sulit dijangkau dar menimbulkan frustasi. Contohnya Saya ingin menjadi sarjana yang lulus dengan IPK 3,75 dan TOEFL 575. tujuan ini akan tercapai apabila kemampuan kita mendekati keinginan tersebut. Tetapi apabila IPK kita sekarang hanya 2,0 dan TOEFL Anda di bawah 40, tujuan ini menjadi tidak tercapai.
2.4.4 Realistic (Realistis)
Tujuan yang realistis adalah tujuan tersebut yang layak dan dapat dicapai dengan kondisi yang ada. Seseorang yang ingin menurunkan berat badan 25 kg dalam 30 hari adalah tidak realistis dan menurunkan berat badan 0,1 kg dalam 30 hari juga sangat pesimis.
2.4.5 Time Bound (Batas Waktu)
Tujuan harus dicapai dalam kurun waktu tertentu. Tujuan sebaiknya dengan tanggal dimulai dan tanggal berakhirnya. Contohnya menurunkan berat badan dari 80 kg menjadi 75 kg dalam waktu 30 hari sejak September 2006.
2.5 Hambatan dalam Menggali Potensi Diri dan Menentukan Tujuan Hidup Menurut (Sugiharso, 2009) hambatan-hambatan yang sering muncul sebagai penghalang dalam menggali dan mengembangkan potensi diri agar dapat menentukan tujuan hidup adalah sebagai berikut:
a. Hambatan yang berasal dari diri sendiri
Hambatan yang lahir dari diri sendiri seseorang meliputi tidak adanya tujuan yang jelas, adanya prasangka buruk, tidak mau mengenal diri sendiri, tidak memiliki sikap yang sabar, adanya perasaan takut gagal, kurang motivasi diri dan tertutup.
b. Hambatan dari luar diri sendiri
Hambatan yang datangnya dari luar diri sendiri meliputi lingkungan keluarga, lingkungan kerja, lingkungan bermain, budaya masyarakat, sistem pendidikan, dan kualitas makanan yang dikonsumsi.
Sementara menurut Mike Woodcook dan Dave Francis yang dilansir dari (Anonim, 2008), hambatan-hambatan pengembangan potensi diri tersebut adalah sebagai berikut :
KETERANGAN CIRI-CIRI PELAKU
Ketidakmampuan mengatur diri
Melalaikan kesehatan fisik, hidup tidak teratur, tidak menerima suatu kegagalan, merasa diri lemah
Nilai pribadi yang tidak jelas
Tidak mempermasalahkan nilai, bertindak berbeda dari nilai yang dianut, mengambil sikap pasif terhadap kehidupan, menghindari umpan balik, menghindari tanggung jawab
Tujuan pribadi yang tidak
jelas
Tidak mempunyai tujuan pribadi, cenderung mengubah arah, tidak mengukur kemampuan, menghindari resioko, tidak punya keseimbangan pribadi, tidak mempunyai tujuan jelas
Pribadi yang kerdil Menghindari tanggung jawab untuk belajar, menghindari tantangan, tidak menguji diri, menyembunyikan perasaannya, menghindari umpan balik
Kemampuan yang tidak memadai untuk
memecahkan masalah
Mempunyai masalah yang tidak terselesaikan, menggunakan teknik yang kurang tepat, pendekatan yang tidak sistematis
Kreativitas rendah Menghindari resiko, tidak belajar dari kesalahan, puas dengan kedudukan yang ada, cenderung tidak menyelesaikan tugas, tidak yakin akan kemampuan diri
Wibawa rendah Merasa kurang dihargai, kurang bisa
mengungkapkan pendapat, citra diri rendah, tidak mampu mengatur diri sendiri dan tidak mampu mengatur orang lain
Kemampuan pemahaman manajerial rendah
Kurang menganalisis kemampuan sendiri, mengikuti saja gaya kepemimpinan yang sudah umum, menciptakan suasana kerja yang negatif Kemampuan menyelia
rendah
Lalai memberikan pandangan positif terhadap kerja karyawan, membiarkan hasil kerja jelek, membiarkan karyawan kerja tanpa pengawasan Kemampuan latih rendah Tidak memandang penting aspek pelatihan suatu
tugas, tidak tahu kebutuhan orang lain, tidak memberikan tugas yang memberikan tantangan, kurang memperhatikan potensi orang lain Kemampuan membina tim
rendah
Tidak dapat bekerja dalam sebuah tim, cenderung merasa paling mampu, mengabaikan kemampuan atau pendapat orang lain, kurang menghargai orang lain
2.6 Upaya yang Dilakukan untuk Menggali Potensi Diri
Terkadang, tidak semua orang sudah berhasil menemukan dan mengembangkan potensi yang ia miliki. Tidak heran jika ketika bekerja atau belajar hal baru, seseorang sering merasa kurang puas dan kurang maksimal. Bahkan tidak jarang jika seseorang menjalankan pekerjaan yang ia miliki dengan setengah hati. Maka, supaya apa pun yang kita lakukan bisa lebih maksimal, sepenuh hati, dan tidak pernah membosankan, kita harus mampu menggali potensi yang kita miliki. Berikut adalah beberapa cara menggali potensi diri :
2.6.1 Mengenali Diri Sendiri
Secara sederhana, mengenal diri berarti tahu tentang dirinya sendiri yang pada gilirannya akan melahirkan konsep diri. Konsep diri memiliki pengaruih besar dalam hidup seseorang. Konsep diiri yang baik akan berakibat baik (positif) terhadap dirinya sendiri, dan sebaliknya apabila konsep dirinya buruk (negatif) berakibat buruk pula terhadap dirinya (Triwidodo, 2004).
Mengenali diri kita sendiri menjadi hal pertama yang bisa kita lakukan untuk menggali potensi diri. Setelah mengenali, kita harus memahami. Ingatlah bahwa kita ini unik. Apa pun kekurangan dan kelebihan yang ada, harus kita akui. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, kita akan tahu bagaimana mempergunakan keduanya. Kita pun akan berusaha mencari cara untuk mengembangkan kelebihan kita. Sementara untuk kekurangan, kita juga akan mencoba berbagai solusi memperbaikinya (Cara Menggali Potensi Diri : Mengenali Potensi Diri [Online], 2020).
2.6.2 Mengetahui Hal-hal yang Disukai
Setiap orang pasti punya hal-hal yang disukai dan yang tidak disukai.
Termasuk diri kita sendiri. Mulailah untuk meng-explore hal-hal yang kita suka ketika melakukannya. Kita akan menyadari bahwa kita menyukai sesuatu ketika tidak ada keterpaksaan saat melakukan hal tersebut. Kita pun akan selalu ingin melakukan hal yang kita suka ini berulang-ulang. Coba mulai pikirkan dan gali hal yang kita sukai ini baik-baik. Besar kemungkinan hal tersebut bisa kita kembangkan menjadi sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat. Selain itu, hal yang kita sukai belum tentu sama dengan orang lain. Maka, tidak perlu takut untuk menjadi berbeda (Cara Menggali Potensi Diri : Mengenali Potensi Diri [Online], 2020).
2.6.3 Menyadari Kemampuan yang Dimiliki
Selain hal-hal yang kita sukai, hal apa saja yang bisa kita lakukan? Kalau kita belum tahu, jangan batasi diri dari rasa ingin tahu. Kita dapat mencoba berbagai hal- hal baru untuk lebih mengeksplorasi kemampuan kita. Bisa jadi kemampuan yang tadinya masih terpendam, bisa kita munculkan. Apalagi jika kemampuan yang kita miliki tersebut adalah hal yang kita sukai. Kita akan semakin senang untuk memaksimalkan kemampuan tersebut. (Cara Menggali Potensi Diri : Mengenali Potensi Diri [Online], 2020).
Berikut adalah beberapa kemampuan yang dimiliki seseorang yang berasal dari bakat ataupun dari pembelajaran yang dapat menjadi potensi diri seseorang.
a. Kemampuan sosiologis b. Kemampuan naturalis c. Kemampuan musikal d. Kemampuan spasial e. Kemampuan visual f. Kemampuan logika g. Kemampuan linguistik h. Kemampuan kinestetik i. Kemampuan interpersonal j. Kemampuan intrapersonal
2.6.4 Berani Mencoba Hal Baru dan Tidak Takut Gagal
Mencoba hal-hal baru. Begitu banyak yang bisa kita lakukan di dunia ini.
Wawasan, pergaulan dan keberanian yang terbataslah yang menghambat kita untuk melakukannya. Kita bisa mencoba hal-hal baru yang belum pernah kita lakukan.
Tentu saja yang kita lakukan tidak boleh melanggar hukum yah. Dengan mencoba banyak hal, mungkin kita akan menemukan potensi diri yang selama ini tersembunyi.
Akan tetapi dalam perjalanan kita mencoba hal baru pasti ada kemungkinan untuk gagal. Meskipun begitu kita tak perlu takut untukk gagal, karena pada dasarnya setiap orang pasti pernah gagalm bahkan orang-orang sukses diluar sana pun pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Belum gagal berarti menandakan bahwa kita belum mampu melangkah. Namun, tidak semua orang mampu dengan mudah bangkit dari kegagalan.
Tetapi hal tersebut bukanlah sebuah masalah besar, kita hanya butuh teman untuk mencurahkan isi hati atas kegagalan yang kita alami. Lalu, kita juga harus memotivasi diri, salah satunya dengan mengingat tujuan awal mengapa kita berani melangkah. Cobalah juga untuk kembali membayangkan mimpi-mimpi yang akan kita capai. Dengan begitu, kita akan lebih kuat dari sebelumnya.
2.6.5 Minta Pendapat Orang Terdekat
Meminta pendapat pada orang terdekat, juga merupakan salah satu cara agar dapat menggali potensi diri kita. Orang yang paling tahu diri anda adalah orang terdekat. Bisa orang tua, kakak-adik, saudara, keluarga, atau teman. Merekalah yang tahu tentang diri anda dari kecil sampai dewasa. Jadi mereka tahu apa potensi diri anda. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita miliki, perlu orang lain untuk membantu menyadarkan.
Meminta pendapat pada orang terdekat juga kita perlukan dalam mencoba hal-hal baru untuk menggali potensi diri kita, agar dapat menjadi inspirasi dan motivasi agar mengetahui jalan yang dapat kita ambil, ataupun sebagai orang terdekat yang dapat menjadi tempat mencurahkan isi hati atas kegagalan apabila kita gagal dalam mencoba hal-hal baru tersebut.
2.6.6 Bergabung dengan Komunitas
Berdiskusi atau berinteraksi dengan orang lain termasuk salah satu hal yang bisa meningkatkan kemampuan otak kita. Cobalah untuk berkumpul dengan orang- orang positif yang memiliki minat yang sama dengan kita. Misalnya saja dengan bergabung pada suatu komunitas. Berinteraksi dengan orang-orang yang satu minat bisa membuat kita tidak merasa sendirian. Kita bisa saling berbagi pengalaman yang bisa dipelajari satu sama lain. Bahkan dengan teman sekomunitas, kita juga bisa saling memotivasi saat gagal mencapai tujuan (Cara Menggali Potensi Diri : Mengenali Potensi Diri [Online], 2020).
2.6.7 Tentukan Tujuan Hidup
Poin ini merupak yang terpenting sebagai cara untuk menggali potensi diri.
Tentukan tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya. Tujuan hidup akan menjadi motivasi kita untuk menggali potensi diri kita dan mengembangkannya agar mencapai kesuksesan.
Dengan menetapkan tujuan kita juga diharuskan mengenali motivasi hidup kita, karena setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup anda, apa yang bisa melecut semangat anda untuk menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik.
2.7 Langkah-langkah untuk Menentukan Tujuan Hidup
Hidup tanpa tujuan bagaikan perjalanan tanpa arah yang sering membuat kita kebingungan. Orang yang cerdas biasanya mengetahui apa yang mereka inginkan dan kemana tujuan hidup mereka. Disadari atau tidak, setiap kita tentu sudah mempunyai tujuan hidup masing-masing. Namun tujuan-tujuan tersebut mungkin belum tergambar dengan jelas sehingga pencapaiannya sulit diukur. Agar tujuan hidup kita dapat terlihat dan terukur dengan jelas, berikut ini adalah langkah-langkah sederhana dalam menetapkannya:
2.7.1 Membuat Daftar Tujuan
Membuat daftar tujuan adalah hal pertama yang dapat kita lakukan sebagai langkah untuk menentukan dan menetapkan tujuan kita. Daftar tujuan menurut (Yunita, 2009) terdiri dari hasrat, keinginan, harapan, impian, kehendak. Buat daftar tujuan berdasarkan klasifikasi yang dibutuhkan. Misalnya berdasarkan waktu; tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Untuk memudahkan tetapkan waktu yang jelas. Contohnya Yang akan dicapai pada tahun ini, 5 tahun kedepan, 10 tahun lagi.
2.7.2 Mengembangkan Potensi Diri
Setelah kita berhasil menggali potensi diri kita maka kita harus mengembangkannya juga agar dapat menentukan dan mencapai tujuan kita. Jika kita sudah tahu potensi diri kita, itulah modal kesuksesan. Jika kita bisa mengembangkan potensi anda menjadi prestasi, kesuksesan sudah menanti.
Sebelum seorang melakukan pengembangan diri dalam rangka menggunakan dan mengoptimalisasi seluruh kemampuannya untuk mencapai kinerja yang unggul, ada beberapa cara untuk mengetahui, menilai atau mengukur dengan akurat berbagi kelebihan dan kelemahannya sebagai berikut:
a. Introspeksi diri (pengukuran individual)
Dalam cara ini, individu meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukannya, apa yang telah ia capai dan apa yang ia miliki sebagai suatu kelebihan yang dapat mendukung dan apa yang ia miliki sebagai suatu kekurangan yang menghambat tercapainya prestasi tinggi. Cara ini efektif bila individu bersikap jujur, terbuka pada dirinya sendiri, mau dengan sungguh-sungguh memperhatikan kata hati.
b. Feedback dari orang lain
Dalam cara ini seseorang meminta masukan berupa informasi atau data penilaian tentang dirinya dari orang lain. Masukan berupa umpan balik (feedback) ini meliputi segala sesuatu tentang sikap dan perilaku seseorang yang tampak, dipersepsi oleh orang lain yang bertemu, berinteraksi dengannya. Cara ini bertujuan untuk membantu seseorang menelaah dan memperbaiki.
c. Tes Psikologi
Tes Psikologi yang mengukur potensi psikologis individu dapat memberi gambaran kekuatan dan kelemahan individu pada berbagai aspek psikologis seperti kecerdasan/kemampuan intelektual (kemampuan analisa, logika berpikir, berpikir kreatif, berpikir numerikal), potensi kerja (vitalitas, sumber energi kerja, motivasi, ketahanan terhadap stress kerja), kemampuan sosiabilitas (stabilitas emosi, kepekaan perasaan, kemampuan membina relasi sosial) dan potensi kepemimpinan tingkah laku
2.7.3 Gunakan Kriteria SMART untuk Menentukan Tujuan Hidup Menurut (Yunita, 2009) kita dapat mengunakan kriteria SMART yang sudah kita bahas seblumnya dalam sub bab 2 ini. Yang mana poin poin mpada kriteria SMART adalah sebagai berikut :
a. Specific (jelas); buatlah tujuan yang jelas, tidak abstrak dan mudah dimengerti.
b. Measurable (dapat diukur); pengukuran akan memberikan bukti tentang apa yang sudah dan belum dicapai.
c. Archiveable (dapat dicapai); jangan terlalu muluk-muluk, tetapi bukan berarti sederhana saja.
d. Realistic (masuk akal); tetapkan tujuan yang logis.
e. Timely (tepat waktu); gunakan waktu sebagai sumber daya, semakin tepat waktu pencapaian tujuan, semakain banyak tujuan yang bisa dicapai.
2.7.4 Gunakan 3 Aturan Emas dalam Menentukan Tujuan Hidup
Menurut para pakar salah satu langkah yang dapat digunakan untuk menentukan tujuan hidup adalah dengan menggunakan 3 aturan emas. 3 aturan ema situ adalah:
a. Have great dreams (memiliki tujuan atau mimpi besar) b. Have great deeds (memiliki perbuatan atau aksi besar) c. Have great drive (memiliki komitmen dan motivasi besar) 2.7.5 Kenali Motivasi Hidup
Motivasi adalah proses yang menjelaskan mengenai adanya sebuah intensitas, ketekunan, dan arah dari individu untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dulu sebelumnya. Setidaknya, terdapat 3 elemen utama yang tercantum dalam definisi motivasi tersebut, yaitu arah, ketekunan, dan intensitas.
Motivasi dapat disebut sebagai sebuah alasan yang melatarbelakangi adanya perbuatan yang dilakukan oleh individu. Seseorang dikatakan bermotivasi tinggi jika mempunyai suatu alasan yang kuat untuk menggapai apa yang diinginkannya dan mengerjakan pekerjaannya yang saat ini sedang dijalani. Hal ini tentunya sedikit berbeda dengan definisi motivasi yang dikenal oleh masyarakat yang biasanya diidentikkan dengan makna semangat.
a. Faktor Pemuas
Faktor pemuas atau disebut juga dengan satisfier merupakan faktor yang berasal dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu faktor pemuas juga bisa disebut sebagai instrinsic motivation. Adanya faktor pemuas akan mendorong setiap individu untuk selalu mendapatkan sebuah prestasi. Prestasi tersebut tentu mampu memberikan rasa puas tersendiri. Maka, hal-hal yang dapat mempengaruhi faktor pemuas adalah sebagai berikut:
• Achievement
Achievement atau prestasi akan menjadi dorongan utama seseorang untuk semangat dalam bekerja. Ia akan memberikan kualitas kerja yang baik, selalu berinovasi dan memberikan hasil yang memuasakan, sehingga mampu mencapai prestasi.
• Responbility
Selain prestasi ada juga responbility atau tanggung jawab. Setiap individu pastilah memiliki rasa tanggung jawab di dalam dirinya. Rasa tanggung jawab itulah yang dapat mendorong individu, untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.
• Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan teori yang dikembangkan dan berasal dari tingkat persamaan kepuasan. Teori ini mengemukakan bahwa, pribadi seseorang akan menentukan kepuasaan kerjanya sendiri.
b. Faktor Pemelihara
Faktor pemelihara berasal dari luar individu, sehingga dapat disebut sebagai extrinsic motivation. Ekstrinsi motivasi dipengaruhi oleh individu lain atau pun hal lain yang di luar indiviu tersebut. Faktor ini dapat berupa :
• Sedangkan Hubungan interpersonal diantara teman sejawat, atasan, ataupun bawahan.
• Kondisi kerja.
• Keamanan dan keselamatan kerja.
Menurut seorang ahli bernama Chatab, faktor motivasi dapat pula terdiri atas :
• Hasil kerja, keberhasilan ataupun prestasi.
• Pekerjaan yang penuh dengan berbagai macam tantangan.
• Pengakuan ataupun penghargaan.
• Kemajuan serta adanya perihal pertumbuhan.
• Tanggung jawab yang lebih besar dari hal hal lainnya,
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan identifikasi dan pembahasan masalah yang dilakukan pada bab 2, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai. Ketika kita ingin menggali potensi diri yang kita miliki, dengan menentukan tujuan hidup kita akan mampu menggali potensi diri yang kita miliki dengan lebih maksimal dan dapat mengembangkannya untuk mencapai prestasi ataupun target lain yang ingin kita capai. Kemudian dengan memiliki potensi diri dan berhasil mengembangkannya kita akan mampu menentukan tujuan dan mencapainya. Yang mana tujuan hidup sendiri adalah apa yang seseorang rencanakan untuk kehidupannya pada hari ini dan kedepannya untuk memenuhi kebutuhannya dan mencapai kebahagian pada hidupnya.
2. Macam-macam potensi diri diantaranya adalah : (1) Potensi Fisik, (2) Potensi Mental Intelektual, (3) Potensi Sosial Emosional, (4) Potensi Mental Spiritual, dan (5) Potensi Daya Juang.
3. Macam-macam tujuan hidup terbagi atas : (1) Tujuan berdasarkan Sifatnya, dan (2) Tujuan berdasarkan Waktu Pencapaiannya. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi dalam menentukan tujuan hidup biasanya terdapat dalam suatu bentuk konsep untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif. Konsep yang terkenal untuk merumuskan tujuan secara efektif adalah konsep S.M.A.R.T yang terdiri dari:
(1) Specific, (2) Measurable, (3) Achievable, (4) Realistic, dan (5) Timely.
4. Hambatan dalam menggali potensi diri dan menentukan tujuan hidup umumya terdiri dari : (1) Hambatan yang berasal dari diri sendiri, dan (2) Hambatan yang berasal dari luar diri sendiri.
5. Upaya yang dapat dilakukan untuk menggali potensi diri diantaranya adalah: (1)
Mnegenali Diri Sendiri, (2) Mengetahui Hal-hal yang Disukai, (3) Menyadari Kemampuan yang Dimiliki, (4) Berani Mencoba Hal Baru dan Tidak Takut Gagal, (5) Minta Pendapat Orang Terdekat, (6) Bergabung dengan Komunitas, (6) Tentuka Tujuan Hidup.
6. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan tujuan hidup diantaranya ialah : (1) Mmebuat Daftar Tujuan, (2) Mengembangkan Potensi Diri, (3) Gunakan Kriteria SMART untuk Menentukan Tujuan Hidup, (4) Gunakan 3 Aturan Emas dalam Menentukan Tujuan Hidup, dan (5) Kenali Motivasi Hidup.
3.2 Saran
Untuk dapat menggali potensi diri dengan efektif serta menentukan tujuan hidup dengan benar dan bijaksana, pembaca baik dari kalangan mahasiswa UMB ataupun pembaca dari kalangan umum, diperlukan pemahaman yang benar mengenai definisi potensi hidup dan tujuan hidup yang benar serta hubungan keduanya yang telah dibahas pada makalah ini.
Pembaca juga perlu memperbanyak referensi lain sebagai tambahan penunjang atau pedoman yang dapat digunakan juga sebagai pembanding ataupun faktor koreksi atas makalah yang sudah penulis buat ini. Dan disarankan mahasiswa mengaplikasikan upaya- upaya untuk menggali potensi diri dan langkah-langkah untuk menentukan tujuan hidup agar pembaca dapat menjalani hidup dengan lebih bermakna dan dapat mencapai prestasi dalam hidup. Disarankan juga pembaca dapat mengembangkan kembali apa yang sudah penulis bahas di makalah ini mengenai topik “Menggali Potensi Diri serta Menentukan Tujuan Hidup”.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2008). Penganalan dan Pengukuran Potensi Diri : Modul Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV. ISBN: 979 – 8619 – 38 – 2, 91.
Cara Menggali Potensi Diri : Mengenali Potensi Diri [Online]. (2020, Januray 28). Retrieved from Tiga Serangkai: https://www.tigaserangkai.com/id/?p=4151
Dwi Sumar, P. (2010). Edisi Lengkap Tes IQ, EQ dan SQ. Jogjakarta: Flash Books.
Habsari, S. (2005). Bimbingan & Konseling SMA kelas XI. Jakarta: Grasindo.
Majdi, U. Y. (2007). Quranic Quotient. Jakarta: Qultum Media.
Mulyaningtyas, B. R. (2007). Bimbingan dan Konseling untuk SMP. Jakarta : Esis Erlangga.
Nashori, F. (2003). Kompetenis Interpersonal Ditinjau dari Kematangan Beragama, Konsep Diri dan Jenis Kelamin. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana UGM.
Prihadi, E. K. (2004). My Potensi. Jakarta: Elek Media Komputindo.
Srijanti, d. (2006). Etika Membangun Sikap Profesionalisme Sarjana. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiharso, S. G. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Triwidodo, T. &. (2004). Pengembangan Kepribadian Sekretaris. Jakarta: Grasindo.
Wibowo, H. (2007). Fortune Favor the Ready. Bandung: OASE Mata Air Makna.
Wiyono, S. (2006). Managemen Potensi Diri. Jakarta: PT Grasindo.
Yunita, R. (2009, April 11). Langkah-langkah Sederhana Menetapkan Tujuan Hidup. Retrieved from rinyyunita wordpress: https://rinyyunita.wordpress.com/2009/04/11/langkah- langkah-sederhana-menetapkan-tujuan-hidup/