• Tidak ada hasil yang ditemukan

menikmati hasil yang indah”

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "menikmati hasil yang indah” "

Copied!
108
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana perbandingan rasio likuiditas Bank Mega Syariah, BCA Syariah, Bank Muamalat, Bank Syariah Bukopin dan BTPN Syariah sebelum dan pada masa pandemi Covid-19 menurut standar dan kriteria rata-rata industri. 37Abdul Kholiq dan Rizki Rahmawati, “Dampak Penerapan Restrukturisasi Pembiayaan Terhadap Likuiditas Bank Syariah Dalam Situasi Pandemi Covid-19”. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 (Studi pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di OJK.” E-Journal of Management Research.

Dari beberapa gap penelitian sebelumnya, maka peneliti dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana likuiditas Bank Umum Syariah sebelum dan pada masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan indikator Financing to Deposit Ratio (FDR), Cash Ratio (CR), Quick Ratio (QR) . Tujuan penelitian ini adalah menganalisis rasio likuiditas bank syariah sebelum pandemi dan selama periode. Populasi penelitian adalah Bank Mega Syariah, Bank Syariah Bukopin, BCA Syariah, BTPN Syariah dan Bank.

Bank Syariah Bukopin mengalami penurunan cash rasio dari tahun 2019 dari 475,95% menjadi 56,03% pada tahun 2020 yang mengindikasikan adanya pandemi Covid-19. Analisis perbandingan kinerja keuangan bank syariah sebelum dan pada masa pandemi Covid-19 (studi pada bank syariah yang terdaftar di OJK). Program Studi Manajemen E-JRM, no.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

  • Teoritis
  • Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan atau bahan dasar dalam melakukan penelitian selanjutnya, baik perbaikan maupun pengembangan mengenai perbandingan FDR Bank Mega Syariah, BCA Syariah, Bank Muamalat, Bank Syariah Bukopin dan BTPN Syariah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan, saran atau evaluasi bagi Bank Mega Syariah, Bank Syariah Bukopin, BTPN Syariah, BCA.

Penelitian Terdahulu

Sedangkan Unit Usaha Syariah secara umum dikatakan tidak sehat/tidak likuid karena FDR pada bulan Maret 2020 sebesar 103,54%, terendah pada bulan September sebesar 95,87% dan tertinggi pada bulan Mei sebesar 107,20%. Penelitian Bagaskara tahun 2021 yang menggunakan metode penelitian deskriptif menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam restrukturisasi kredit antara sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Penelitian Yuni Rahmawati tahun 2020 dengan menggunakan metode komparatif menunjukkan terdapat perbedaan kinerja keuangan bank syariah sebelum pandemi Covid-19 dengan saat pandemi Covid-19. Artinya dilihat dari rasio FDR, pandemi Covid-19 berdampak pada bank syariah yang terdaftar di OJK13.

11 Abdul Khiliq dan Rizqi Rahmawati “Dampak penerapan restrukturisasi pembiayaan terhadap likuiditas bank syariah dalam kondisi pandemi Covid-19”, el barka: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol.3 No.2 (2020), hal.283. 13 Dkk Yuni Rahmawati, “Analisis perbandingan kinerja keuangan bank syariah sebelum dan pada masa pandemi Covid-19 (studi pada bank syariah yang terdaftar di OJK), E- Jurnal Riset Manajemen (2020).

Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

Financing to Deposit Ratio (FDR)

Menurut Nasution, pengelolaan pembiayaan suatu bank syariah akan mempengaruhi likuiditas bank itu sendiri dan pada akhirnya mempengaruhi penghimpunan dana dari pihak ketiga38. FDR merupakan perbandingan antara pembiayaan yang diberikan bank dibagi dengan dana pihak ketiga yang berhasil dimobilisasi oleh bank. Semakin tinggi FDR maka semakin rendah likuiditas bank tersebut, sedangkan semakin rendah FDR maka semakin baik likuiditas bank tersebut.

Hasil perhitungan FDR akan memberikan gambaran mengenai tingkat likuiditas bank karena menunjukkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya sebagai deposan. FDR yang tinggi berarti bank meminjamkan sebagian aset yang dimilikinya dalam bentuk pendanaan, sehingga dalam kondisi tersebut bank akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, seperti penarikan nasabah secara tiba-tiba, sehingga kemungkinan besar bank akan mengalami kesulitan. berada dalam kondisi yang buruk maka permasalahan akan terus bertambah besar41. Sebaliknya, FDR yang rendah menunjukkan bahwa bank tersebut dalam keadaan likuid, keadaan bank yang semakin likuid menunjukkan adanya aset yang bermasalah, sehingga dapat menurunkan kemampuan bank dalam memperoleh pendapatan lebih.

Oleh karena itu, setiap bank harus memperhatikan posisi FDR banknya agar tetap pada posisi yang ditentukan Bank Indonesia sesuai standar industri yang ditetapkan OJK.

Kerangka Berpikir Penelitian

METODE PENELITIAN

Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

Berdasarkan pertimbangan tersebut, terdapat 5 (lima) bank syariah yang memenuhi kriteria untuk dijadikan objek/sampel penelitian. Kelima bank syariah tersebut adalah Bank Mega Syariah, Bank Syariah Bukopin, BCA Syariah, BTPN Syariah dan Bank Muamalat. Melihat standar industri BUS yang ditetapkan OJK, nilai FDR tahun 2019 dan 2020 berada di atas rata-rata industri BUS, sedangkan dilihat dari standar kesehatan bank yang ditetapkan Bank Indonesia, rasio FDR Bank Syariah Bukopin tahun 2019 dalam kondisi baik. .

Dampak Covid-19 terhadap Bank Syariah: Dampak Covid-19 terhadap Bank Syariah.” Ekonom: Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan 20, no. Pengaruh Likuiditas dan Variabel Eksternal terhadap Non-Performing Funding pada Bank Umum Syariah.” Jurnal Penelitian Ekonomi dan Bisnis Vol. Sementara itu, Bank Syariah Bukopin dan Bank BTPN Syariah mengalami penurunan yang cukup signifikan dari sisi rasio yang menurun.

Hasil penelitian berdasarkan standar likuiditas yang ditetapkan Bank Indonesia menunjukkan bahwa terdapat bank syariah yang mengalami kenaikan dan penurunan FDR pada tahun sebelumnya, bank syariah yang mengalami peningkatan yaitu Bank Bukopin Syariah dan BTPN Syariah. sedangkan yang mengalami penurunan FDR adalah Bank Mega Syariah, BCA Syariah dan Bank Muamalat. Sementara Bank Syariah Bukopin dan Bank BTPN Syariah mengalami penurunan signifikan yang terlihat dari rasionya yang menurun. Penelitian ini dilakukan dengan mempelajari, menganalisis, menafsirkan dan menyimpulkan rasio likuiditas lima bank syariah.

Pemilihan jenis penelitian ini sejalan dengan tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan analisis deskriptif perbandingan rasio likuiditas bank syariah sebelum dan pada masa Covid-19. Berbeda dengan Bank Syariah Bukopin yang mengalami penurunan cukup signifikan dimana pada tahun 2019 memiliki cash rasio sebesar 475,95% atau dalam kategori sehat sedangkan pada tahun 2020 hanya sebesar 56,03% atau tidak sehat. Perkembangan rasio cepat di lima bank syariah dalam dua tahun terakhir sebelum dan sesudah pandemi merupakan indikasi.

Kesimpulan dari pembahasan di atas menunjukkan bahwa analisis perbandingan rasio likuiditas bank syariah pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 dibandingkan FDR sebelum dan sesudah pandemi adalah rata-rata. Adapun bank syariah yang mengalami kenaikan FDR pada tahun 2020 yaitu Bank Syariah Bukopin dan BTPN Syariah, sedangkan yang mengalami penurunan FDR pada masa pandemi adalah Bank Mega Syariah, Bank BCA Syariah dan Bank Muamalat. Perbandingan CR menunjukkan tiga bank syariah mengalami pertumbuhan dan dikatakan dalam keadaan sehat atau likuid.

Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Jika melihat standar rasio industri, FDR bank syariah pada tahun 2020 terlalu tinggi sehingga mengakibatkan likuiditas bank rendah. QR BCA Syariah, Bank Syariah Bukopin dan BTPN Syariah mengalami peningkatan pada masa pandemi dibandingkan tahun sebelumnya yang ditunjukkan dengan rasio yang berada dalam keadaan sehat, sedangkan Bank Mega Syariah dan Bank Muamalat tidak mengalami peningkatan rasio seperti yang ditunjukkan oleh hubungan yang berada dalam keadaan tidak sehat.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

PENUTUP

Saran

QR BCA Syariah, Bank Syariah Bukopin dan BTPN Syariah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun selama pandemi, terbukti dengan rasio-rasio yang sehat. Indikator FDR dapat digunakan berdasarkan peraturan Bank Indonesia yang menyatakan bahwa tingkat likuiditas bank syariah diukur dari segi pendanaan, sedangkan bank konvensional menggunakan istilah pinjaman.

Gambar

Tabel 2.3  Kerangka Berpikir

Referensi

Dokumen terkait

Lukacs' ideas provide a useful starting point for consideration of other means by which Aldridge frames a mental structure for his readers, When Lukacs contended that Anovel nwy conduct