PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini merupakan landasan awal dalam meningkatkan kemampuan anak untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Sugiarto, (2012) menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini sangat mendasar untuk penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu Pendidikan Anak Usia Dini harus memperhatikan segala potensi yang dimilikinya agar dapat dikembangkan secara optimal.
Kemampuan pemecahan masalah pada anak usia dini merupakan salah satu kemampuan yang harus dikembangkan sejak masa kanak-kanak, hal ini dikarenakan kemampuan pemecahan masalah berkaitan dengan cara anak mengembangkan kemampuan aspek kognitif. Salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia dini adalah dengan melakukan kegiatan eksperimen sederhana. Eksperimen merupakan kegiatan yang sangat cocok dilakukan oleh anak usia dini karena anak usia dini mempunyai tingkat rasa ingin tahu yang tinggi.
Eksperimen sederhana dapat dikenalkan pada anak usia dini dengan merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan anak usia dini. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui eksperimen sederhana pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa”.
Masalah Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
Dalam penelitian ini upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dengan eksperimen sederhana pada anak usia 5-6 tahun. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah peningkatan kemampuan menyelesaikan masalah dengan eksperimen sederhana dari siklus ke siklus. Untuk mengetahui kondisi awal peningkatan kemampuan pemecahan masalah anak melalui eksperimen sederhana, dilakukan survei.
Penelitian pertama melakukan observasi terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kec. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyan Bustanul Athfal III Paranga Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa dapat ditingkatkan melalui kegiatan eksperimen sederhana. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun melalui permainan labirin di TK Para Bintang Kota Jambi.
Jurnal Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Labirin di TK Para Bintang Kota Jambi. Lembar observasi Peningkatan keterampilan pemecahan masalah melalui eksperimen sederhana pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kec. Bajeng Kab.
Penelitian Yang Relevan
Kerangka Pikir
Perancangan yang betul oleh guru akan mendatangkan faedah yang baik dalam meningkatkan kemahiran kanak-kanak. Perancangan dalam bentuk sumber pengajaran, serta persekitaran pembelajaran yang sesuai dengan ciri, minat dan matlamat pembelajaran dalam meningkatkan keupayaan kanak-kanak menyelesaikan masalah. Bagi langkah-langkah yang diambil oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan kemahiran menyelesaikan masalah kanak-kanak, termasuk: Menjelaskan kepada kanak-kanak tujuan eksperimen, kanak-kanak mesti memahami masalah yang ditimbulkan oleh eksperimen akan dibuktikan.
Memberikan penjelasan tentang alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan percobaan, hal-hal yang harus dikontrol secara ketat, urutan percobaan, hal-hal yang harus dicatat. Guru hendaknya mengawasi anak selama kegiatan percobaan dan dapat memberikan saran atau pertanyaan untuk menunjang kemampuan anak dalam melakukan kegiatan percobaan. Setelah kegiatan eksperimen selesai, guru dapat mengumpulkan hasil penelitian anak, mendiskusikannya di kelas dan mengevaluasinya dengan tes tanya jawab.
Hipotesis Tindakan
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Subjek Penelitian
- Faktor Yang Diselidiki
- Prosedur Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Indikator Keberhasilan
Dalam penelitian ini berdasarkan faktor hasil akan diteliti kemampuan pemecahan masalah melalui eksperimen sederhana pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Lembar observasi digunakan peneliti sebagai pedoman terarah yang akan diamati pada anak untuk mengetahui kemampuan kognitif anak dalam melaksanakan kegiatan eksperimen sederhana. Kegiatan eksperimen sederhana ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Anak disuruh melakukan kegiatan eksperimen dengan alat dan bahan yang disediakan peneliti dan guru, dengan mengamati indikator kemampuan pemecahan masalah pada kegiatan eksperimen sederhana yaitu 1. Dari hasil observasi kemampuan pemecahan masalah pada siklus 1 dapat diperjelas adalah melalui tabel rangkuman hasil observasi dibawah ini. Jadi pada siklus I kemampuan pemecahan masalah anak hanya mencapai 50% yang merupakan kriteria untuk mulai berkembang.
Dari hasil observasi keterampilan pemecahan masalah pada siklus II dapat diperjelas melalui tabel hasil observasi di bawah ini. Sehingga pada Siklus II rata-rata kemampuan pemecahan masalah anak meningkat menjadi 83,3% yang berada pada kriteria sangat berkembang. Hasil peningkatan keterampilan pemecahan masalah anak melalui eksperimen sederhana berdasarkan hasil observasi siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.
Rekapitulasi peningkatan kemampuan pemecahan masalah anak pada siklus I dan siklus II di atas dapat dijelaskan pada tabel berikut. Kemampuan anak dalam memecahkan masalah terlihat dari rata-rata hasil observasi pada siklus I sebesar 50%, dan pada siklus II mencapai 83,3. Berdasarkan kekurangan pada Siklus I, kemampuan menyelesaikan masalah melalui eksperimen sederhana masih kurang atau belum tercapai secara maksimal.
Meningkatkan keterampilan proses ilmiah melalui eksperimen sederhana pada anak usia 5-6 tahun di TK-IT Albina Ternate.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Deskripsi Lokasi Penelitian
- Hasil Observasi Awal
- Deskripsi Tindakan Siklus 1
- Deskripsi Tindakan Siklus 2
Dari proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran tersebut dapat dikatakan bahwa anak masih belum berkembang secara maksimal dalam pemecahan masalah. Berdasarkan hasil observasi di atas, keadaan awal inilah yang menjadi dasar peneliti untuk melakukan tindakan peningkatan kemampuan pemecahan masalah anak melalui eksperimen sederhana, dengan menggunakan bahan percobaan yang disediakan peneliti dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan cocok untuk anak. minat. Bahan yang digunakan adalah wadah (piring plastik), air, sabun (sinar matahari), spons. b) Guru mengarahkan anak untuk duduk di lantai teras sekolah.
Dari refleksi siklus I diharapkan membawa perubahan proses pembelajaran yang lebih baik dari hasil siklus II. Setelah dilaksanakan refleksi, siklus I memberikan informasi bahwa kegiatan pengalaman sederhana memberikan kesempatan kepada anak untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Bahan yang digunakan adalah wadah (piring plastik), air, sabun (sinar matahari) dan jerami. b) Guru mengarahkan anak untuk duduk di lantai teras sekolah.
Anak diinstruksikan untuk melakukan kegiatan eksperimen dengan alat dan bahan yang disediakan oleh peneliti dan guru, dengan mengamati indikator keterampilan pemecahan masalah pada kegiatan eksperimen sederhana. Dari tabel rekapitulasi data pemecahan masalah anak pada siklus II di atas diperoleh informasi bahwa anak yang kriterianya belum berkembang mempunyai persentase 0. Setelah melaksanakan kegiatan pemecahan masalah melalui eksperimen sederhana pada siklus II terlihat bahwa anak telah mencapai kriteria perkembangan : Sangat Baik (BSB).
Pembahasan
Teori yang terkait dengan pembahasan di atas adalah eksperimen sederhana merupakan kegiatan yang efektif dalam pembelajaran TK karena eksperimen sederhana dapat mengembangkan aspek perkembangan anak salah satunya perkembangan kognitif. Hal ini mengacu pada pendapat Maylani (2018) bahwa eksperimen sederhana adalah salah satu kegiatan pembelajaran, dimana anak melakukan percobaan terhadap sesuatu, mengamati prosesnya dan menceritakan hasil percobaan yang diperoleh. Pengenalan kegiatan eksperimen sederhana pada anak usia dini dilakukan dengan menunjukkan secara langsung benda-benda konkrit, mengenalkan suatu kegiatan yang memberikan anak wawasan langsung tentang sebab akibat dan dapat menggali kegiatan tersebut untuk mencari pengetahuan baru yang terkandung dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan eksperimen sederhana pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa dapat ditingkatkan, baik dari pendidikan guru. kegiatan, aktivitas belajar anak dan dari hasil tes belajar anak. Sedangkan pada Siklus I kemampuan pemecahan masalah anak berada pada kategori Mulai Berkembang dengan persentase sebesar 50%, dan pada Siklus II berada pada kategori Berkembang Sangat Baik dengan persentase sebesar 83,3. Pembelajaran melalui kegiatan eksperimen sederhana dapat dijadikan alternatif dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah TK agar anak dapat merasakan proses pembelajaran yang lebih bermakna.
Dan diharapkan bagi para peneliti pendidikan lainnya dapat menggali lebih jauh metode, pendekatan dan pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mengatasi kesulitan anak dalam mempelajari keterampilan pemecahan masalah. Meningkatkan perkembangan kognitif bidang IPA melalui kegiatan eksperimen sederhana pada anak kelompok B3 semester uji coba TK Kartika Vii-1 Kodam-Udayana Ix tahun pelajaran 2014/2015. Hubungan Pemahaman Diri dan Rasa Tanggung Jawab: Studi Anak Usia Dini di Surabaya.
Meningkatkan keterampilan pemecahan masalah melalui permainan Tebak Gambar pada kelompok Anak A1 di Paud Kemala Bhayangkari Bengkulu Utara. Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Metode Eksperimental Dalam Proses Pemecahan Masalah Anak Kelompok B5 Persatuan Paud Dharma Wanita Provinsi Bengkulu. Studi Kasus Lingkungan Keluarga di Desa Pejanggik: Pola Umum Penyelesaian Masalah pada Anak Usia Dini.
Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan. Penerapan metode eksperimen untuk mengembangkan keterampilan sains sederhana pada anak di TK Goemerlang Sukarame Bandar Lampung. BB) anak belum mampu melakukan kegiatan yang dilakukan guru 2. MB) anak mampu melakukan kegiatan yang dilakukan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Penerapan ilmu dan pengalaman dalam konteks baru 1. BB) Anak belum mampu membuat minuman teh manis. MB) Anak mampu membuat minuman teh manis dengan bantuan guru 3. BSH) Anak mampu membuat minuman teh manis dengan baik.