• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Model Quantum Teaching

N/A
N/A
Muchja Wahidarto

Academic year: 2024

Membagikan "Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Model Quantum Teaching"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN

QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS XI A SMA NEGERI AMBULU KABUPATEN JEMBER

Dosen Pengampu:

Dra. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd

Disusun oleh:

Wardahlia Firdaus (16110084)

Kelas F

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2019

(2)

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN

QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS XI A SMA NEGERI AMBULU KABUPATEN JEMBER

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan proses pembelajaran sebagai proses pendidikan di suatu sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang dimaksud misalnya guru, siswa, kurikulum, lingkungan sosial, dan lain-lain. Namun dari faktor-faktor itu, guru dan siswa faktor terpenting. Pentingnya faktor guru dan siswa tersebut dapat diruntut melalui pemahaman hakikat pembelajaran, yakni sebagai usaha sadar guru untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan kebutuhan minatnya.

Firman Alloh swt yang artinya : ”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik ”. (Q. S An-Nahl, 16 : 125).

Guru sebagai unsur pokok penanggung-jawab terhadap pelaksanaan dan pengembangan proses belajar mengajar, diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, proses belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan transformasi ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa.1

Di SMA Negeri Ambulu Kabupaten Jember masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan belajar mengajar yang diharapkan. Karena guru dituntut untuk mengejar target materi yang cukup banyak dan harus diselesaikan pada setiap semester. Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang memerlukan banyak variasi metode, media, maupun sumber belajar tak luput dari hal tersebut.

Karena mata pelajaran Pendidikan Agama Islam terdapat materi yang memerlukan

1 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Bandung : PT Bumi Aksara, 2008), hal.

77-83.

(3)

praktik langsung (pengamalan). Melalui praktik (pengamalan) siswa akan memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru.

Keberhasilan pengajaran Pendidikan Agama Islam juga tergantung pada keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai posisi yang sangat strategis dalam meningkatkan prestasi siswa dalam penggunaan strategi pembelajaran yang tepat.2 Sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan, ditemukan sebuah pendekatan pengajaran yang disebut dengan Quantum Teaching sebagai salah satu model pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara optimal.

Kenyataannya, model pembelajaran tersebut belum banyak diterapkan dalam proses pendidikan di Indonesia. Di samping model itu tergolong baru dan belum banyak dikenal oleh komunitas pendidikan di lndonesia, kebanyakan guru lebih suka mengajar dengan model konvensional, yaitu model pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centred instruction).

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, perlu kiranya suatu tindakan guru untuk mencari dan menerapkan suatu model pembelajaran alternatif yang mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep PAI melalui penelitian berjudul: "Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Model Pembelajaran Quantum Teaching Pada Siswa Kelas XI A SMA Negeri Ambulu Kabupaten Jember.”

B. Identifikasi Masalah

Dari uraian tersebut di atas maka dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. Siswa SMA Negeri Ambulu Kabupaten Jember dalam kegiatan pembelajaran masih rendah terutama dalam meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, hal ini disebabkan oleh dua

2 Sugiyanto, ”Model-model Pembelajaran Inovatif”, Surakarta, Mata Padi Presindo, 2011. Hlm 34

(4)

faktor yaitu faktor guru dan faktor siswa. Dari faktor guru, yaitu : teknik mengajar yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang menarik dan membosankan. Faktor siswa, yaitu : kurangnya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran.

2. Untuk mengatasi masalah yang terdapat pada guru, sebaiknya metode atau teknik pembelajaran yang selama ini digunakan diubah.

3. Untuk mengatasi masalah faktor siswa yang kurang berminat mengikuti proses pembelajaran, guru sebaiknya memberikan arahan dan pengertian kepada siswa bahwa pentingnya peningkatan prestasi dalam pembelajaran dalam kehidupan mereka.

C. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasar latar belakang yang dikemukakan diatas, dan untuk mempermudah proses penelitian, maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Bagaimana penerapan Quantum Teaching dalam pembelajaran PAI di SMA Negeri Ambulu Kabupaten Jember?

2. Bagaimana langkah-langkahnya dalam pembelajaran?

3. Sejauh mana pengaruh Quantum Teaching terhadap peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam?

4. Apa problem yang muncul dan bagaimana solusinya?

D. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Quantum Teaching bagi siswa SMA Negeri Ambulu Kabupaten Jember.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dan kegunaan yang dapat diperoleh melalui penelitian ini, yaitu :

1) Teoritis

a. Hasil penelitian dapat memberikan masukan berharga berupa konsep konsep, sebagai upaya untuk peningkatan dan pengembangan ilmu.

(5)

b. Hasil penelitian dapat dijadikan sumber bahan yang penting bagi para peneliti di bidang pendidikan.

2) Praktis

a. Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas, hasil penelitian dapat membantu meningkatkan pembinaan profesional dan supervisi kepada para guru secara lebih efektif dan efisien.

b. Bagi para guru, hasil penelitian dapat menjadi tolok ukur dan bahan pertimbangan guna melakukan pembenahan serta koreksi diri bagi pengembangan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas profesinya

c. Bagi SMA Negeri Ambulu Kabupaten Jember sabagai subjek penelitian, hasil penelitian ini dapat dijadikan alat evaluasi dan koreksi, terutama dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran sehingga tercapai prestasi belajar yang optimal.

F. KAJIAN PUSTAKA 1. Quantum Teaching

Kata Quantum berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.

Persamaan Quantum Teaching diibaratkan mengikuti konsep Fisika Quantum yaitu : E = MC²  E = Energi (antusiasme, efektivitas belajar-mengajar, semangat) M = massa (semua individu yang terlibat, situasi, materi, fisik) C = interaksi (hubungan yang tercipta di kelas)

Berdasarkan persamaan ini dapat dipahami, interaksi serta proses pembelajaran yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas dan antusiasme belajar pada peserta didik.

Quantum dipahami sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi pancaran cahaya yang dahsyat. Dalam konteks belajar, quantum dapat dimaknai sebagai interaksi yang terjadi dalam proses belajar niscaya mampu mengubah berbagai potensi yang ada di dalam diri siswa menjadi pancaran atau ledakan- ledakan gairah (dalam memperoleh hal-hal baru) yang dapat ditularkan (ditunjukkan) kepada orang lain. Jadi Quantum Teaching menciptakan lingkungan

(6)

belajar yang efektif, dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya, melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas.

Quantum Teaching diarahkan untuk proses pembelajaran saat guru berada di kelas, berhadapan dengan siswa, meren-canakan pembelajaran, dan mengevaluasinya. Pola Quantum Teaching terangkum dalam konsep TANDUR, yakni Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Dalam Quantum Teaching, guru sangat diharapkan sebagai aktor yang mampu memainkan berbagai gaya belajar anak, mengorkestrakan kelas, menghipnotis kelas dengan daya tarik, dan menguatkan konsep ke dalam diri anak. Prinsipnya, bawalah dunia guru ke dunia siswa dan ajaklah siswa ke dunia guru.

2. Pendidikan Agama Islam

Pengertian Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha dasar dan berencana untuk menyiapkan siswa dalam menyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam melalaui kegiatan bimbingan pengajaran dan/atau latihan. Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt berbudi pekerti yang luhur (berakhlak mulia), memiliki pengetahuan tentang ajaran pokok Agama Islam dan menga- malkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang Islam.3

Adapun Fungsi Pendidikan Agama Islam, diantaranya adalah;

a. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Alloh swt. yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga.

b. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan- kekerangan, dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

c. Sumber nilai, yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.4

G. Hipotesis Tindakan

3 Direktorat Madrasah dan PAI pada Sekolah Umum, Pedoman Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum, (Jakarta : Depag, 2004), hlm 3

4 Ibid, hal. 4-5

(7)

Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Quantum Teaching dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Ambulu Kabupaten Jember.

H. METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.

Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Adapun desain penelitian dalam penelitian ini adalah menggunakan One-Group Pretest-Postest Design (Satu Kelompok Prates-Postes), yakni dengan memberikan prestest sebelum diberi perlakuan pada kelompok kontrol. Tujuannya adalah agar hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat dibandingkan dengan keadaan sebelum di beri perlakuan.

1. Subyek Penelitian

Subyek yang digunakan untuk penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI A. Jumlah siswa kelas XI A sebanyak 30 orang, dengan perincian 14 putra dan 16 putri. Keseluruhan siswa kelas XI A beragama Islam.

2. Sumber Data.

Sumber data dalam penelitian ini adalah 30 peserta didik kelas XI A SMA Negeri Ambulu Kabupaten Jember sebagai responden. Sumber data lain dari obeserver yang melakukan pengamatan terhadap sikap siswa, kondisi pembelajaran dan guru mata pelajaran PAI ketika tindakan kelas berlangsung.

3. Teknik dan Alat Pengumpulan Data a. Teknik Pengumpulan Data

1) Observasi Partisipatif.

2) Kuesioner (Angket ) 3) Tes.

4) Dokumentasi.

b. Alat Pengumpulan Data

(8)

Putaran 1

Refleksi Rencana I

Putaran 2 TindakanI/

Refleksi Rencana II

TindakanII Putaran 3

Refleksi Rencana

TindakanIII

1) Lembar Observasi 2) Angket

3) Soal tes 4) Dokumentasi 4. Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif :

a. Hasil belajar dianalisis dengan analisis deskriptif yaitu memban-dingkan nilai tes antar siklus maupun dengan indikator kinerja.

b. Observasi dan angket dengan analisis diskriptif berdasarkan observasi dan refleksi.

5. Prosedur Penelitian

a. Gambaran Umum Tindakan

Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart, berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya sebagai berikut.5

Gambar 1.1 Alur PTK

Penjelasan alur di atas adalah :

1) Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan, membuat rencana tindakan, dan perangkat

5 Rochiati wiriaatmadja, Metode Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung : PT Remaja Rosda karya), hal. 66.

(9)

pembelajaran.

2) Tindakan dan observasi, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya model Quantum Teaching.

3) Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat.

4) Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.

Penelitian tindakan kelas ini dibagi dalam tiga siklus, yaitu siklus I, II, dan III dimana masing-masing siklus dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas pokok bahasan PAI yang diakhiri dengan tes di akhir masing-masing putaran.

b. Skenario Tindakan Siklus I

1) Perencanaan (Planning)

a. Peneliti berdiskusi dengan teman sejawat membahas masalah-masalah yang dihadapi guru selama pembelajaran PAI di kelas.

b. Peneliti menyusun proposal penelitian tindakan berdasarkan masalah-masalah yang timbul, untuk disampaikan kepada kepala sekolah.

c. Peneliti menyusun angket, lembar observasi, alat evaluasi, alat peraga, materi pelajaran yang akan dibahas.

d. Memberikan angket untuk mengetahui motivasi belajar siswa pada materi Pendidikan Agama Islam.

2) Tindakan (Acting).

Materi, langkah-langkah Quantum Teaching dalam membela-jaran Pendidikan Agama Islam dan kondisi siswa di kelas serta Post tes dan analisis hasilnya.

(10)

3) Pengamatan (Observing)

Pada penelitian tindakan kelas ini, peneliti adalah guru sekaligus berperan sebagai observer bagi peserta didik sedangkan pemantauan tindakan guru sekaligus memantau peserta didik dilakukan oleh dua orang (Drs. H. Tohari M.

PdI, dan Faizah Habibi S.Pd.) secara bergantian maupun bersama- sama.

Hal yang diamati observer dalam melaksanakan tindakan :

 Sikap siswa ketika mendengarkan penjelasan guru

 Suasana kelas saat diterapkan model pembelajaran Quantum Teaching

 Aktivitas siswa pada saat pembelajaran.

 Gejala-gejala positif maupun negatif yang muncul pada saat tindakan yang diberikan.

4) Refleksi (Reflecting)

Pada tahap ini guru bersama guru observer menganalisis perubahan yang terjadi pada peserta didik dan suasana kelas dan hal-hal yang dialami selama proses pembelajaran berlangsung. Peserta didik juga diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan memberi masukan tentang apa yang dialami untuk penyempurnaan tindakan berikutnya.

Dari hasil lembar observasi dan hasil tes dinilai apakah tindakan yang dilakukan guru menghasilkan perubahan yang signifikan. Apabila pada siklus I belum mencapai indikator sesuai yang diharapkan atau belum bisa mengatasi masalah maka perlu dilanjutkan dalam kegiatan penelitian pada siklus II, demikian pula bila terjadi pada siklus II tersebut belum mampu menunjukkan hasil maksimal, dilanjutkan penelitian pada siklus III dan seterusnya sampai diperoleh kemajuan yang signifikan dalam pemecahan masalah.

Pada siklus ke III, peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus ketiga dan menganalisis untuk serta membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran berdasarkan tindakan (treatment) dalam peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Madrasah dan PAI pada Sekolah Umum, “Pedoman Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum”, Jakarta, Depag, 2004.

Oemar Hamalik,”Proses Belajar Mengajar”, Bandung, PT Bumi Aksara, 2008.

Rochiati wiriaatmadja, “Metode Penelitian Tindakan Kelas”, Bandung, PT Remaja Rosda karya, 2005.

Sugiyanto, ”Model-model Pembelajaran Inovatif”, Surakarta, Mata Padi Presindo, 2011.

Referensi

Dokumen terkait

PELAKSANAAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. DI SMA NEGERI

Seda.ngkan yang dimaksud dengan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam adalah tingkat baik buruknya suatu upaya belajar siswa tentang ajaran Islam sebagaimana yang

Dengan me-nerapkan model pembelajaran quantum teaching pada pembelajara IPS diharap- kan dapat meningkatkan kualitas pem- belajaran tersebut yang meliputi aspek motivasi

Model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI IPA SMA Negeri 17 Gowa karena setelah melakukan

1) Berdasarkan hasil observasi peneliti kepada semua guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 4 Palopo, peneliti menemukan data bahwa pemanfaatan desain pembelajaran yang

Judul Skripsi : Metode Uswah Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Bagi Anak Tunagrahita Di SLB Negeri 1 Sleman Yogyakarta.. Disusunoleh

Penerapan model pembelajaran Quantum teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok di kelas VIIIA SMP Negeri 11 Palu

Dokumen ini membahas tentang tujuan pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Fase