Skripsi yang berjudul “Meningkatkan Perilaku Disiplin Melalui Metode Sulap 1-2-3 Pada Anak Kelompok A TK Islam Bahrul „Ulum Puspiptek Tangerang Selatan Banten” yang disusun oleh Nomor Induk Siswa Rahmi Pujiati telah diperiksa dan disetujui untuk diuji pada sidang Munaqosyah. Skripsi yang berjudul “Meningkatkan Perilaku Disiplin Melalui Metode Sulap 1-2-3 Pada Anak Kelompok A TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek Tang Sel Banten” yang disusun oleh Rahmi Pujiati dengan NIM 08310887 telah diujikan pada sidang munaqosyah Fakultas Tarbiyah , Lembaga Ilmu Pengetahuan Al-Qur'an pada tanggal 15 Juni 2015. Tempat Lahir/Tanggal Lahir : Jakarta, 1 Desember 1967 menyatakan bahwa tesis yang berjudul “Meningkatkan Perilaku Disiplin Melalui Metode Sulap 1-2-3 Pada Kelompok A Anak TK Islam Bahrul "Ulum Puspiptek Tangerang Selatan Banten" sepenuhnya asli karya saya kecuali kutipan yang sudah disebutkan.
Tesis tersebut berjudul “Meningkatkan Disiplin Anak Menggunakan Metode Magis 1-2-3 Pada Anak Kelompok A di TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten.” Hal ini disiapkan untuk memenuhi persyaratan meraih gelar (S1) di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta. Yang saya hormati Dekan Fakultas Tarbiyah Departemen Pendidikan Institut Ilmu Al-Qur'an, Ny. dr. Ahmad Fudhaili, M.A, serta para dosen dan staf pengajar serta staf Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta yang telah memberikan berbagai ilmu dan pengalaman kepada para peneliti.
Yang terhormat Bpk. Muhammad Safei, SE sebagai kepala sekolah dan Ny. Mujiati, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek, Tangsel Banten, bersama seluruh staf pengajar dan karyawan yang menerima dana, memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian guna mewujudkan skripsi ini. Peneliti sangat menyayangi suami dan anak-anaknya yang telah memberikan dukungan dan doanya dalam penulisan skripsi ini.
DAFTAR ISI
KESIMPULAN DAN SARAN- SARAN
DAFTAR TABEL
Jadwal Penelitian Peningkatan Perilaku Disiplin Anak Menggunakan Metode Sulap 1-2-3 Pada Anak Kelompok A TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek Tangerang Selatan Banten... Total Skor dan Persentase Perilaku Disiplin Anak Kelompok A TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek Selatan Tangerang Banten pada siklus I……. Jumlah Skor dan Persentase Perilaku Disiplin Anak Kelompok A TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek Tangerang Selatan Banten Selama Siklus III……….
DAFTAR GRAFIK
1 Rata-rata persentase perilaku disiplin anak kelompok A TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek Pada. 2 Rata-rata persentase perilaku disiplin anak kelompok A TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek Saat. Kelompok A TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek pada kegiatan inti, in door dan penutup siklus II……….
DAFTAR GAMBAR
Latar Belakang Masalah
- Peran Konsekuensi
- Tindakan Penguatan (reinforcer)
- Tindakan Penghukuman (punisher)
Sebaliknya, anak yang tidak bisa melakukan hal-hal tersebut akan memiliki gaya hidup yang tidak teratur. Tanpa keterampilan mengajar, peserta didik hanya akan menerima transmisi ilmu pengetahuan tanpa memiliki akhlak mulia yang merupakan tujuan utama pendidikan nasional. Dengan menguasai prinsip-prinsip pembelajaran maka tujuan utama penanaman akhlak mulia pada diri peserta didik akan lebih mudah tercapai.
Secara khusus, karakter disiplin merupakan salah satu dari beberapa sifat mulia yang akan dicapai dan juga akan menjadi fokus penelitian ini. Konsekuensi adalah akibat dari suatu tindakan, sikap, dan sebagainya.7 Dalam upaya mendisiplinkan anak, konsekuensi harus diterapkan pada anak. Dari penjelasan di atas peneliti mengambil kesimpulan bahwa penerapan disiplin yang dilaksanakan oleh pendidik pada saat pembelajaran hendaknya diiringi dengan beberapa konsekuensi agar peserta didik lebih terarah sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Keadaan bangsa yang mengabaikan pentingnya pendidikan karakter sehingga berdampak multidimensi, digambarkan Sudarsono pada Tabel 1.1.12. Dari tabel tersebut dapat dipahami bahwa kondisi pembentukan anak usia dini, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat kurang mendapat perhatian. Kesimpulan peneliti, jika melihat kondisi pada tabel 1.1, sudah saatnya pendidikan prasekolah mendapat perhatian dan penanganan yang lebih serius dari berbagai pihak.
Sebagaimana tercantum dalam undang-undang no. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat agar kehidupan menjadi mencerdaskan. Mengenai pendidikan karakter pada anak usia dini dijelaskan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 ayat 14 yang menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pelatihan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilaksanakan dengan memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu jasmani dan rohani anak. pertumbuhan dan perkembangan rohani sehingga siap memasuki tahap selanjutnya. Penyelenggaraan Pendidikan Prasekolah (PAUD) dengan pendidikan formal berupa Taman Kanak-Kanak (TK)/Raudhatul Athfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat dengan menggunakan program yang sesuai untuk usia 4 – ≤ 6 tahun.14.
Selain itu juga telah ditentukan standar yang ingin dicapai anak pada usia dini agar siap melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa modal utama keberhasilan pembentukan karakter pada anak adalah dengan memberikan kebiasaan berperilaku baik yang diterapkan secara konsisten dan terus menerus. Kenakalan remaja dapat terjadi karena anak kecil tidak mendapat disiplin dan pelatihan yang tepat.16 Oleh karena itu, Thomas W Phelan menulis buku berjudul Metode Ajaib 1-2-3 untuk Mendisiplinkan Anak Usia 2-12 Tahun.
15 Tri Yuni Yanti, Meningkatkan Disiplin Anak Melalui Metode Bercerita Pada Kelompok A TK Mutiara Islam Surabaya, Tesis PhD, Universitas Negeri Surabaya, t.t, hal.1. Cara ini efektif bila digunakan dengan baik dan benar pada anak usia 2 sampai 12 tahun tanpa membantah, tanpa membentak atau memukul.20.
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Perumusan Masalah
Hipotesis Penelitian
Ha : Terdapat perbedaan kedisiplinan anak kelompok A TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek Tangsel Banten sebelum dan sesudah penerapan metode Sulap 1-2-3.
Tinjauan Pustaka
Setelah dilakukan tindakan, hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui metode pembiasaan kedisiplinan anak dapat meningkat, terbukti adanya peningkatan kedisiplinan anak dari siklus I ke siklus 2. Tahun 2013 yang dilaksanakan dengan tema Meningkatkan Perilaku Disiplin melalui pembiasaan dalam kelompok bermain di Muhtadin Cemani Waringin Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jenis penelitian tindakan kelas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan dapat meningkatkan perilaku kedisiplinan anak di Kelompok Bermain Muhtadin Cemani Waringin Rejo Sukoharjo.
Metodologi Penelitian
Metodologi Penulisan Skripsi
- Tujuan Penelitian
Ingin menguji apakah metode Magic 1-2-3 dapat meningkatkan perilaku kedisiplinan anak kelompok A di TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek Tangerang Selatan Banten. Ingin mencapai peningkatan rata-rata persentase perilaku disiplin anak kelompok A di TK Islam Bahrul Ulum Puspiptek Tangsel Banten lebih dari 20%.
Manfaat Penelitian