Mental Training, Psikometrik dan High Performance Cabang Olahraga Dayung
D e d e n A k b a r I z z u d d i n 9 9 0 4 9 2 2 0 2 2
Mental Training, Psikometrik dan High Performance
FR
Dayung sudah ada sejak dahulu, karena dasarnya dari kapal yang dikayuh dengan dayung. Hanya saja, belum ada dilaksanakan perlombaan dayung seperti masa sekarang.
Menurut catatan masyarakat Mesir pada tahun 1430 Sebelum Masehi, para pejuang Amenhotep atau Amenopis II terkenal dalam hal mendayung. Di Kepulauan Aeneas, para gadis melakukan salah satu acara pemakaman yang dibuat oleh Raja Aeneas untuk menghormati ayahnya. Kemudian pada abad ke 13, orang Venesia mengadakan festival Regata yang di dalamnya terdapat lomba dayung perahu antara satu dengan
SEJARAH DAYUNG
Aboriginal people paddle in bark boat - Australia
FR
Add a footer 3
KAYAK ROWING
CANO DRAGON BOAT
Rowing
FR
Rowing adalah nomor olahraga dayung dengan perahunya yang sudah seimbang dan dilengkapi dayung. Perahu rowing ini berjalan mundur.
Ada dua jenis nomor Rowing yang biasanya diperlombakan, yaitu Scull dan Sweep. Nomor Scull ada yang terdiri dari 1 orang, 2 orang, 4 orang, dan 8 orang.
Perahu rowing scull menggunakan 2 dayung yang memiliki ukuran panjang dan lebar sama rata. Masing- masing pedayung memegang kedua dayung tersebut.
Canoeing
Canoeing adalah nomor olahraga dayung yang memiliki tingkat kesulitan sendiri karena belum dalam keadaan seimbang, sehingga mengharuskan pedayung yang mengikuti nomor ini berlatih agar dapat menyeimbangkan perahu ini. Ada 2 jenis nomor canoeing yang cukup dikenal, yaitu
kayak dan kano.
Nomor kayak yang di pertandingkan biasanya terdiri dari 1 orang, 2 orang dan 4 orang.
Sementara nomor kano yang di pertandingkan biasanya terdiri dari 1 orang dan 2 orang.
Pedayung yang mengikuti nomor kayak masing-masing akan diberi satu dayung yang mempunyai 2 bagian melebar di sisi kanan dan kiri. sementara di nomor kano, pedayung akan diberi masing-masing 1 dayung yang hanya memiliki 1 bagian melebar.
Traditional Boat Race
Traditional Boat Race atau yang lebih dikenal dengan nama Dragon Boat.
“Olahraga Perahu Naga sebagai olahraga perlombaan dengan mengunakan wahana tertentu yang terdiri dari perahu naga, gendang, kemudi dan dayung.
Perahu Naga adalah olahraga beregu yang memiliki nilai-nilai olahraga seperti : Membangun kerja sama yang baik didalam suatu team, Membangun nilai juang didalam team, Juga menumbuhkan kebersamaan sesama Atlet
Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI)
FR
Katalin Kovacs HUN 3 kali Juara Olimpiade dan 33 kali Juara Dunia
Kano/kayak adalah olahraga yang membutuhkan tindakan terkoordinasi antara pendayung (atlet), dayung sebagai alat penggerak, perahu sebagai kendaraan yang memberikan daya apung dan air sebagai alat transportasi.
Latihan merupakan proses yang berulang dan meningkat guna meningkatkan potensi dalam rangka mencapai prestasi yang maksimal.( Tangkudung & Wahyuningtyas, 2012). Fisik, Teknik, taktik dan mental merupakan faktor terpenting yang harus terpenuhi oleh seorang atlet dayung terutama faktor mental.
Kano/kayak
FR
Add a footer 7
PERIODIASI CABANG OLAHRAGA DAYUNG
FR
KEBUTUHAN KONDISI FISIK CABANG OLAHRAGA DAYUNG
Kalau kita bicara tentang kemampuan fisik, maka kita harus mengenal empat kemampuan dasar gerak manusia :
-Kekuatan -Daya Tahan -Kelentukan -Kecepatan
Power, Daya Tahan, Koordinasi Open Skill
Time : Anaerobik dan Aerobik
FR
Add a footer 9
Atlet dayung karawang melaksanakan latihan setiap hari. Hari senin sampai sabtu melaksanakan latihan di sore hari serta hari sabtu dan minggu latihan pagi. Untuk hari senin, rabu dan jum’at atlet dayung melaksanakan latihan fisik, sedangkan latihan Teknik dilaksanakan pada hari selasa, kamis, sabtu dan minggu menggunakan perahu di danau.
Siklus Mikro dengan 8 kali latihan
FR
Intensitas menyatakan berat ringannya beban latihan merupakan factor utama yang mengpengharui efek latihan terhadap faal tubuh. Intensitas latihan mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam satu unit waktu tertentu. Berat ringannya intensitas suatu latihan dapat diukur dengan sifat tipe ltihan tersebut.
Intensitas Latihan siklus mikro 1 puncakan
FR
Add a footer 11
Periodisasi latihan mental yang terbagi ke dalam tiga periode berjenjang. Periode pertama adalah persiapan umum.
Dalam periode ini, psikolog olahraga membimbing atlet dalam beberapa aspek, yakni sikap positif, motivasi dan daya juang, tujuan dan komitmen, serta hubungan interpersonal.
Periode kedua adalah persiapan khusus. Di periode ini, atlet dibimbing untuk melakukan latihan-latihan mental seperti mental imagery dan self-talk. Periode terakhir adalah pra- kompetisi. Persiapan dalam periode ketiga ini sudah mengarah langsung pada performance atlet dayung di perlombaan. Ada tiga hal yang menjadi fokus dalam periode terakhir ini. Pertama adalah manajemen stres, kedua adalah manajemen emosi, dan terakhir adalah fokus. Manajemen stres dan emosi dilakukan karena kompetisi merupakan situasi penuh tekanan yang dapat menimbulkan stres dan mempengaruhi emosi atlet nantinya. Stres berlebih dan emosi yang tidak dikontrol dengan baik dapat mempengaruhi atlet sehingga mengganggu performancenya di Danau. .
Periodisasi Latihan Mental
FR
Kejadian-kejadian yang penting sebelum, saat, dan akhir pertandingan dalam olahraga sangat dipengaruhi oleh tingkatan anxiety dari pelaku olahraga, baik olahragawan, pelatih, wasit, maupun penonton. Perasaan cemas diakibatkan karena bayangan sebelum pertandingan dan saat pertandingan, hal tersebut terjadi karena adanya tekanan-tekanan secara kejiwaan pada saat bermain dan sifat kompetisi olahraga yang didalamnya penuh dengan perubahan dari keadaan permainan ataupun kondisi alam yang membuat menurunnya kepercayaan diri dari penampilan (Tangkudung & Apta Mylsidayu 2017).
1. Definisi Konseptual
Kecemasan cabang olahraga dayung merupakan reaksi emosi negatif atlet dayung terhadap keadaan tegang dalam menilai situasi perlombaan, perasaan khawatir, was-was, dan disertai peningkatan gugahan sistem faal tubuh, sehingga menyebabkan atlet merasa tidak berdaya dan mengalami kelelahan, berada dalam keadaan yang dipersepsi mengancam.
2. Definisi Oprasional
Kecemasan cabang olahraga dayung merupakan persepsi atlet terhadap keadaan tegang, situasi pertandingan, perasaan khawatir, was-was, peningkatan gugahan sistem faal tubuh, merasa tidak berdaya dan kelelahan, dan dipersepsi mengancam yang dipengaruhi oleh dua dimensi yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Dimensi intrinsik dicerminkan dengan indikator yang mengukur: moral, pengalaman bertanding, pikiran negatif, dan pikiran puas diri.
Sedangkan dimensi ekstrinsik dicerminkan dengan indikator yang mengukur: pelatih dan manajer, penonton, Instrumen Tes (Psikometri) Kecemasan Cabang Olahraga Dayung
FR
Add a footer 13
Kisi – Kisi Instrumen Tes (Psikometri) Kecemasan Cabang Olahraga Dayung
FR
Kisi – Kisi Instrumen Tes (Psikometri) Kecemasan Cabang Olahraga Dayung
No Butir Pertanyaan Ya Tidak
1 Saya akan membalas cemoohan dan perlakuan kasar lawan pendayung terhadap saya dan rekan saya.
2 Sebelum perlombaan menjadi susah tidur sehingga membuat saya akan mencari hiburan diluar sampai tengah malam agar tetap rileks.
3 Sebelum bertanding saya melakukan ritual tertentu untuk menenangkan pikiran agar dapat memenangkan pertandingan, atau membawa benda keberuntungan bagi saya.
4 Penampilan saya akan menurun apabila dalam latihan terakhir sebelum bertanding selalu dimarahi pelatih dan rekan satu tim karena sering melakukan kesalahan.
5 Setiap selesai perlombaan saya akan selalu evaluasi diri agar kedepannya bisa lebih baik.
6 Kompetisi ini merupakan penampilan perdanan bagi saya sehingga saya masih kurang bebas dalam perlombaan
7 Saya akan memenangkan setiap perlombaan dengan cara apapun agar pelatih, manajemen dan penonton puas dan bangga.
8 Saya selalu siap apabila diturunkan dalam perlombaan walaupun kondisi saya tidak bugar.
9 Saya merasa puas dan bangga dengan prestasi individu yang pernah saya capai sampai saat ini.
10 Materi latihan yang diberikan pelatih saat ini cukup baik dan memadai sehingga saya tidak perlu menambah jam latihan lagi.
11 Jika sikap manajemen yang tidak profesional seperti keterlambatan gaji, membuat saya tetap bersemangat dalam membela tim ini 12 Walaupun pelatih tidak mendampingi dipinggir danau, tidak mempengaruhi penampilan saya saat mendayung.
13 Jika bonus kemenangan yang tidak diberikan tidak mempengaruhi semangat dan penampilan saya dalam mendayung perahu 14 Target kemenangan yang diberikan oleh pelatih, membuat saya menjadi kurang rileks dalam mendayung
15 Intruksi pelatih dalam perlombaan tidak mengganggu penampilan saya karena saya tidak menghiraukan.
16 Pelatih yang tidak pernah menurunkan saya dalam perlombaan membuat saya lebih emosional dan kurang percaya diri ketika saya mendayung.
17 Segala macam bentuk ejekan, cemoohan yang diberikan penonton kepada saya, tidak akan mempengaruhi penampilan saya untuk memberikan yang terbaik saat mendayung.
18 Saya takut dalam bertanding apabila penonton brutal emosional bahkan menjurus pada tindakan anarkis.
19 Apabila perlombaan digelar jauh dari penonton membuat semangat mendayung lebih tinggi dan merasa rileks dalam perlombaan
20 Tuntutan penonton yang selalu menginginkan kemenangan selalu membebani pikiran saya sehingga penampilan dalam mendayung saya menurun.
21 Semangat bertanding saya menurun apabila tidak disaksikan oleh orang tua, teman dekat atau keluarga dekat lainnya.
22 Lawan pendayung yang lebih bagus dan diunggulkan tidak mempengaruhi semangat saya dalam perlombaan.
23 Saya selalu optimis akan memenangkan pertandingan apabila menghadapi lawan pendayung yang lebih kuat.
24 Jika umpire selalu membuat keputusan yang kontroversial, saya akan berusaha mendayung baik dan tidak emosional.
25 Apabila perlombaan dipimpin oleh umpire berlisensi internasional, lebih membuat penampilan saya semakin baik dari pada dipimpin oleh wasit dengan berlisensi Nasional.
26 Bila danau berombak serta bergelombang saya akan tetap berusaha mendayung untuk memenangkan perlombaan
27 Tempat penginapan yang berukuran kecil dan kurang nyaman membuat konsentrasi saya kurang fokus dalam menghadapi perlombaan.
28 Jika cuaca panas saat bertanding membuat saya cepat lelah sehingga konsentrasi saya dalam bertanding menurun.
FR
15
DAFTAR PUSTAKA
Szanto Csaba dan Franc Dallos. (1987). Racing Canoing. San Francisco, California: Olympian Graphics.
Szanto Csaba, 2014. coaches education programe canoe sprint coaching manual level 2 and 3. Budapest
Tangkudung, J., & Mylsidayu, A. (2017). Mental training aspek-aspek psikologi dalam olahraga. Cakrawala Cendekia.
Tangkudung, James dan Wahyuningtyas Puspitorini. 2012. Kepelatihan Olahraga. Jakarta: Cerdas Jaya.