• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menyanyi lagu “Karya Terbesar”

N/A
N/A
Cyan West

Academic year: 2024

Membagikan "Menyanyi lagu “Karya Terbesar” "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Renungan 28/03/2024

Pembacaan : Markus 15: 20-32 “Yesus disalibkan”

Menyanyi lagu “Karya Terbesar”

Kasih yang terindah; hati yang mulia Hanya kutemukan di dalam-Mu, Yesusku

Pujian dari hatiku;

Selalu di setiap waktuku

Tiada pernah berubah kasih-Mu Reff. Karya terbesar dalam hidupku

Pengorbanan-Mu yang s’lamatkanku Engkaulah harta yang tak ternilai Yang kumiliki dan kuhargai Yesus, Engkau kukagumi

Bapak/ibu saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,

Telah kita lalui Bersama minggu-minggu mengenang jalan sengsara ‘via dolorosa’ Tuhan kita Yesus Kristus. Dan besok merupakan puncak dari peringatan kematian Yesus disalib.

Namun dalam membuka pikiran kita, memahami arti dari jalan sengsara yang ditanggung Yesus, mari kita sedikit merefleksi lagi, penderitaan-Nya seperti dimaksudkan oleh GMIM di minggu sengsara ke 6 ini.

Pada bacaan kita ini, merupakan kelanjutan dari peristiwa sebelumnya Yesus ditangkap;

diadili dengan tidak adil oleh pemimpin-pemimpin agama; diadili pemerintah yang lebih mementingkan posisinya daripada keadilan; dijatuhi hukuman sebagai seorang penjahat besar;

disiksa dan dipermalukan oleh tantara; dan inilah saatnya jalan salib.

Menurut hukum romawi, para terpidana harus memikul salib mereka ke tempat hukuman. Salib yang dipikul sendiri ini secara sengaja merupakan bagian dari hukuman yang menyerang baik fisik maupun mental, karena disepanjang jalan menjadi tontonan umum. Dari pandangan para imam, ahli Taurat, serdadu-serdadu, dan orang-orang yang lewat di sana, penderitaan Yesus adalah sebuah kekonyolan.

Di sepanjang jalan menuju salib, Ia dihina dan penuh kesakitan. Dalam keterbatasan kekuatanNya menanggung kayu salib yang berat itu, Simon dari Kirene pun dipaksa oleh para serdadu untuk membantu memikulnya.

Di tempat yang bernama bukit Golgota, tempat biasanya para kriminal dieksekusi itulah penyaliban Yesus dilakukan. Ini merupakan tontonan umum pada saat itu, sebagai sebuah peringatan bagi masyarakat seakan ingin memperlihatkan ‘inilah yang terjadi jika mencoba melawan penguasa’.

(2)

Yang menjadi menarik disini, dan merupakan teladan bagi kita sekalian menguatkan kesetiaan kita kepada Yesus. Dimana walaupun dalam kesengsaraan sekalipun, Tuhan Yesus tidak mengurangi sedikitpun rasa sakitnya. Menyiratkan betapa Yesus menanggung penderitaan-Nya dengan kesadaran penuh.

Demikianlah Yesus tetap setia dan taat kepada Bapa, menanggung segala penderitaan demi untuk tergenapinya karya selamat Allah akan umat manusia.

Bapak/ibu, saudara

Dari perenungan jalan derita Yesus ini, kita dapat mengambil banyak teladan praktis dalam kehidupan saat ini. Dimana dari awal mula Yesus ditangkap akibat perasaan iri dan takut dari para pemuka agama Yahudi pada saat itu, tidak senang ketika diberitahu kesalahan, ketika ditegur tentang kesalahan mereka. Mengajarkan kita untuk bersedia di koreksi ketika memang bersalah, menerima teguran itu dan merubah kelakuan.

Kemudian tentang menyatakan kebenaran walaupun akibatnya dapat saja kita kehilangan jabatan, maupun tidak disukai oleh banyak orang. Seperti yang gagal dilakukan oleh Pilatus, namun dinyatakan dalam teladan hidup Kristus secara nyata. Mari kita mengikuti teladan Yesus.

Perenungan ini juga demi menyadarkan kita bahwa, saudara dan saya ‘tidak layak’. Tak ada apapun yang dapat saya dan saudara lakukan untuk dikatakan layak menerima keselamatan.

Keselamatan itu hanya oleh anugerah Allah dalam karya Yesus Kristus. Sehingga jangan sekali- kali kita menganggap orang lain lebih rendah, mendiskreditkan orang lain, menghina dan sebagainya. Karena semestinya kita bersyukur, telah mendapat karunia keselamatan secara cuma-cuma.

Dan terakhir, pentingnya komitmen kita untuk mengikut Yesus, jangan tergoyahkan oleh godaan dunia. Karena Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita, dan berkorban sengsara demi kita. Mari kita mengasihi Dia dengan seluruh kehidupan kita, dalam pekerjaan kita; dalam studi, pergaulan kita; di pelayanan kita; dan kemanapun kita pergi, marilah tampakkan Yesus dalam diri kita. Amin

Referensi

Dokumen terkait

Mengundang jemaat untuk hadir dalam Kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus yang diadakan pada Kamis, 10 Mei 2018 Pk.. di Ruang Kebaktian Utama Tema: “Mengapa Engkau berdiri

DOA Yesus yang dikasihi, saya berterima kasih kepada-Mu kerana Engkau tidak hanya menemui saya di gereja, tetapi ingin menjadi sebahagian daripada hidup saya di luar hari Ahad..

Engkaulah harapan kami dan kekuatan kami ya Tuhan, yang menyanggupi kami merasakan segala kebaikan-Mu hari demi hari dan waktu demi waktu bersama dengan

Pelayan Ibadah : Hosea 14:2 “Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.” Bapak, ibu, dan saudara yang

Mengundang jemaat untuk hadir dalam Kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus yang diadakan pada Kamis, 10 Mei 2018, Pk.. di ruang Kebaktian Utama Tema: “Mengapa Engkau berdiri

Maka sesungguhnya Engkaulah Allah yang tiada tuhan selain dari Engkau yang telah tersebar luas dikalangan makhluk segala kepujian Mu, yang melebarkan (membentangkan) dengan

Kasih surga yang terindah turunlah pada kami Dalam kami bertahtalah dan sucikanlah hati Yesus Engkau berkasihan kasih-Mu tak terduga Marilah dan berkrajaan dalam hati yang

Presbiter: (berdoa) Dengarkanlah, ya Tuhan Yesus Kristus, Allah kami, dari tempat kesucian-Mu, dan dari tahta kemuliaan ker- ajaan-Mu, serta datanglah dan sucikanlah kami, Engkau yang