• Tidak ada hasil yang ditemukan

Merancang instalasi listrik bagi rumah

N/A
N/A
Syarif

Academic year: 2023

Membagikan "Merancang instalasi listrik bagi rumah"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Dalam merancang instalasi listrik bagi rumah tinggal harus memperhatikan beberapa pertimbangan untuk memenuhi persyaratan tanpa mengabaikan pertimbangan ekonomi. Beberapa unsur pertimbangan diuraikan di bawah ini.

1. Keselamatan dan pengamanan

Keselamatan menyangkut orang yang mengoperasikan instalasi listrik dan menghindari orang serta harta bendanya dari bahaya.

Untuk mencapai tingkat keamanan juga keandalan yang tinggi beberapa faktor pendukung diantaranya:

a.sistem pengamanan (proteksi);

b.sistem pembumian;

c.pelaksanaan pemasangan instalasi yang benar;

d.penggunaan komponen instalasi yang memenuhi standar dengan mutu yang andal

(3)

2. Keandalan

Seorang perancang harus mempertimbangkan apakah akan diperlukan perlengkapan cadangan tenaga darurat, menetapkan beban-beban mana yang tidak boleh terputus sehingga membuat instalasi listrik lebih andal. Adanya gangguan harus dapat segera ditemukan dan diperbaiki.

3. Kapasitas daya

Pada umumnya sistem tenaga harus mempunyai kapasitas daya yang dapat melayani beban yang terpasang ditambah dengan kapasitas cadangan untuk mengantisipasi pertumbuhan di hari depan. Atas dasar ini besarnya penghantar, perlengkapan hubung bagi dan gawai pengaman perlu ditentukan lebih longgar ke atas

(4)

4. Biaya atau ekonomi

Biaya dari sistem instalasi merupakan persentase yang kecil (7 sampai 15 persen) dari biaya bangunan. Walaupun demikian sistem instalasi yang dipilih dalam perancangan perlu memperhatikan segi ekonomi.Sistem instalasisebagai hasil perancangan dengan biaya yang paling rendah, yang memenuhi secara efektif dapat menjadi pilihan. Biaya ini terdiri atas dua bagian ialah biaya awal pada pemasangan dan biaya operasi. Biaya awal yang rendah karena menggunakan material yang bermutu rendahsering mengakibatkan biaya energi (kWh) dan pemeliharaan yang lebih tinggi dan umur material instalasi yang lebih pendek.

(5)

Teknologi dan Rekayasa Teknologi dan Rekayasa 4

(6)

Langkah - langkah Perancangan

Langkah ke- 1

Dapatkan suatu gambar denah dari bangunan atau

pelataran dan catat di mana beban akan ditempatkan dan besarnya beban. Data berikut perlu dimiliki.

Beban tersambung. Jumlah daya nominal

kontinu dari mesin, peranti, perlengkapan yang disambungkan pada instalasi atau sebagai instalasi dalam VA, kVA, Watt atau kW.

Kebutuhan. Beban listrik pada terminal penerima dipukul rata selama jangka waktu tertentu, dinyatakan dalam VA,

(7)

kVA, Watt atau kW. Jangka waktu yang lazim adalah 15 menit, 30 menit atau 1 jam.

(8)

Langkah ke-2

Tentukan apakah tenaga listrik akan diminta dari perusahaan umum atau dibangkitkan sendiri, apakah untuksebagian atau seluruh beban yang sesuai dengan keinginan konsumen dan didukung atas suatu studi ekonomik. Berkaitan dengan keputusan ini ditentukan pula tingkat tegangan. Untuk tegangan rendah 220 V phasa-1 atau 220/380 V phasa 3 dan untuk tegangan 20.000 V phasa-3 diperoleh dari perusahaan umum.

Langkah ke-3

Tentukan daya, jumlah dan tempat panel pembagi. Untuk itu perlu ada persiapan untuk dapat menampung perkembangan di hari depan yang dimasukkan dalam perancangan sekarang. Panel pembagi sebaiknya ditempatkan di titik pusat beban yang akan disambungkan padanya

6

(9)

Langkah ke-4

Tentukan sistem pengamanan terhadap sentuhlangsung atau tidak langsung(tegangan sentuh). Tentukan sistem proteksi terhadap arus lebih, arus hubung pendek dan terhadap beban lebih. Sistem pembumian dan sistem pengamanan terhadap sambaran petir dan proteksi terhadap tegangan lebih harus dikaji secara terpadu karena yang satu mempengaruhi yang lain.

Langkah ke-5

Adakan perhitungan susut tegangan dan pengaturan tegangan agar mesin dan perlengkapan listrik dapat beroperasi dengan baik.

Perhitungan ini terkait pula dengan perbaikan faktor daya atau pemakaian beban kVAR.

(10)

Langkah ke-6

Buat uraian perlengkapan yang diperlukan bagi instalasi listrik. Dalam hal ini faktor keamanan

pengoperasian dan penyesuaianterhadapstandar telah diperhatikan, termasuk faktorekonomi.

Tentukan bahwa daya dari mesin dan

perlengkapan instalasi telah memenuhi kebutuhan dilihat dari kemampuan hantar arusnya sampai ke segi keamanannya.

Perhitungan Penerangan

Penyebaran cahaya dari suatu cahaya perlu direncanakan sebaik mungkin agar cahaya sampai ke permukaan bidang kerja serata mungkin. Penyebaran cahaya dari sumber cahaya tergantung kepada kontruksi armatur yang digunakan.

(11)

Kontruksi armatur dijelaskan oleh P. Van Harten dkk (1981:23) hendaklah diperhatikan sebagai berikut:

1. Cara pemasangan pada dinding atau langit-langit;

2. Cara pemasangan fitting-fitting dalam armatur;

3. Perlindungan sumber cahaya;

4. Penyesuaian bentuknya dengan lingkungan;

5. Penyebaran cahayanya.

Beberapa peraturan dan persyaratan pada instalasi listrik 1. Instalasi penerangan satu kelompok, jumlah titik cahaya tidak

boleh lebih dari dua puluh (PUIL 2000 pasal 4.4.1.2). Untuk instalasi penerangan yang memiliki kotak-kontak dengan jumlah titik cahaya kurang dari 20 sedapat-dapatnya dibagi dalam dua kelompok.

(12)

2. Instalasi rumah tinggal pasangan tetap, hantarannya harus memiliki luas penampang tembaga sekurang-kurangnya 1,5 mm2. Penampang hantaran minimum sebesar 1,5 mm2 berlaku hanya jika instalasi tersebut tanpa kotak kontak biasa. Jika pada instalasi terdapat KKB maka luas penampang hantaran minimum 2,5 mm2.

3. Menurut Peraturan Instalasi Listrik (PIL) 1978 pasal 2 ayat 11, pada ruangan tertutup dengan luas 9 mm2, harus ada sekurang-kurangnya satu titik cahaya, dan jika luas ruangan sampai 20 mm2, harus terdapat sekurang- kurangnya 2(dua) titik cahaya. Nilai sambungan tap titik cahaya diperhitungkan 60 Volt Amper (VA) dan untuk stop kontak 200 VA.

(13)

4. Menurut SPLN 3 – 1978 penampang minimum hantaran hubung atau yang menghubungkan kotak alat pembatas atau pengukur dengan PHB utama adalah tembaga dengan penampang 4 mm2 tembaga. Khusus untuk listrik pedesaan, dimungkinkan menggunakan luas penampang 2,5 mm2Jika instalasi hanya satu kelompok.

5. Penghantar untuk pentanahan pada PHB utama, luas penampangnya harus sama dengan luas penampang hantaran hubungnya dan minimum harus 6 mm2 dari bahan tembaga dan tidak perlu lebih dari 50 mm2.

6. Selanjutnya menurut PIL 1978 pasal 2 ayat 4, pada instalasi penerangan, jumlah kelompok yang diperbolehkan adalah sebanyak-banyaknya 6 kelompok dan jumlah titikcahaya pada satu kelompok tidak boleh lebih dari 15 titik.

(14)

Jenis penghantar yang digunakan sesuai peraturan

Jenis penghantar yang sering digunakan untuk instalasi rumah tinggal pasangan tetap kabel NYA, NYM dan NYY.

Ketentuan penggunaan NYA antara lain adalah:

1. Untuk pemasangan tetap dalam jangkauan tangan, kabel NYA harus dilindungi dengan pipa instalasi, kecuali pada ruangan tertutup atau di luar jangkauan tangan.Misalnya dalam alat listrik, lemari pembagi dan penghubung, pasangan terbuka pada isolator di atas plafon;

2. Kabel NYA boleh dipasang di ruang lembab jika dipasang di dalam pipa PVC atau pipa baja yang tertutup dan berulir;

3. Kabet NYA tidak boleh dipasang di dalam atau pada kayu dan tidak boleh langsung dipasang di dalam atau di bawah plesteran;

(15)

4. Untuk pemasangan NYA pada rol isolator, maka jarak minimum antara kabel dengan dinding atau bagian bangunan, konstruksi, rangka dan sebagainya 1 cm;

5. Jarak batas antara kabel satu dengan kabel lainnya, pada pemasangan di dalam gedung dan pada rol isolator sekurang-kurangnya harus 3 cm, kecuali jika kabel-kabel tersebut merupakan cabang paralel dari polaritas atau phasa yang sama yang tidak dapat diputuskan sendiri-sendiri;

6. Pada setiap rol isolator tidak diperbolehkan dipasang lebih dari satu kabel, kecuali merupakan cabang paralel dari polaritas atau phasa yang sama yang tidak dapat diputuskan sendiri-sendiri;

(16)

7. Jika kabel dipasang pada rol isolator, jarak titik tumpu kabel tidak boleh lebih dari 1 meter dan jarak nominalnya 80 cm. Untuk kabel dengan penampang minimal 4 mm2 atau lebih, maka jarak titik tumpu dapat diperbesar maksimal menjadi 6 meter;

8. Kabel rumah tidak boleh dipasang dengan dibelitkan pada isolator, kecuali pada ujung tarik regangan; dan

9. Kabel NYA tidak boleh dipasang pada ruang yang basah, di alam terbuka atau gudang yang berpotensi terjadinya bahaya kebakaran atau ledakan.

(17)

Ketentuan penggunaan kabel NYM

1. Kabel NYM boleh dipasang langsung pada, di dalam atau di bawah plesteran baik di dalam ruangan kering maupun di dalam ruangan lembab;

2. Kabel NYM juga boleh dipasang langsung pada bagian dari bangunan, konstruksi, kerangka dan lainnya asalkan lapisan pelindung isolasi tidak menjadi rusak akibat pelaksanaan pemasangan; dan

3. Kabel NYM tidak boleh dipasang di dalam tanah.

Ketentuan penggunaan kabel NYY adalah:

Kabel NYY dapat diperlakukan seperti kabel NYM, tetapi kabel NYY dapat dipasang dalam tanah dengan perlindungan jika ada kemungkinan terjadi kerusakan mekanis.

(18)

Penanaman kabel NYY pada tanah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Minimum 0,8 m di bawah permukaan tanah pada jalan yang dilewati kendaraan,

2. Minimum 0,6 m di bawah permukaan tanah pada jalan yang tidak dilewati kendaraan, dan

3. Kabel NYY jika diperlakukan seperti kabel tanah, maka kabel tersebut harus diletakkan di dalam pasir atau tanah lembut, bebas dari batu-batuan. Tebal lapisan pasir atau tanah halus tidak kurang dari 5 cm di sekeliling kabel. Untuk menambah perlindungan di atas urukan pasir dapat dipasang beton, batu atau bata pelindung.

(19)

Perlengkapan instalasi Listrik 1. Pengaman (sekring)

Pengaman atau sekring digunakan untuk mengamankan kabel instalasi dari gangguan. Besarnya pengaman yang digunakan untuk penampang penghantar (q) = 1,5 mm2 adalah 16A. Jika beban pada kelompok hanya sebesar 9 Ampere maka dapat digunakan pengaman 10 A, kecuali jika pengaman tersebut putus dapat diganti tetapi maksimal 16 A.

Gambar Konstruksi Sekering Patron

(20)

Bagian-Bagian Sekring Otomatis

• Tombol tekan penutup, berfungsi untuk memfungsikan sekring dan menghubungkan kembali

jika sekring

terjadi pemutusan dan jika terjadi gangguan maka posisi tombol tekan penutup ini akan keluar atau menonjol keluar

• Pemutus elektromagnit, jika arus melebihi kemampuan secara thermis maka terjadi magnit dan panas dan sakelar ini bekerja sehingga terjadi pemutusan tenaga listrik atau arus listrik

(21)

2. Stop kontak

Stop kontak berfungsi untuk penyedia sumber listrik yang sumber utamanya berasal dari sumber listrik PLN atau sumber lainnya. Jenis stop kontak bermacam-macam, ada stop kontak dengan konstruksi terbuka dan tertutup. Pemasangannya juga dapat ditanam pada tembok dan ditempelkan pada dinding atau kayu.

(22)

3. Kontak tusuk

Kontak tusuk berfungsi untuk menghubungkan sumber listrik dari stop kontak ke beban listrik.

Sistem Indonesia Sistem internasional

(23)

4. Fiting lampu

Kapasitas aruspada fiting lampu minimal 6 Amper. Jenis dan kegunaan fiting lampu antara lain adalah: (1) fiting plafon, digunakan pada pemasangan lampu yang menempel ada plafon; (2) fiting gantung, digunakan untuk memasang lampu yang digantung dengan ketinggian tertentu; (3) fiting menyudut, fiting yang dipakai untuk memasang lampu yang membentuk sudut atau kemiringan tertentu.

(24)

5. Pipa instalasi

Pipa instalasi yang banyak digunakan adalah pipa besi dan pipa PVC (Poly Vinyl Clorida) dan bentuknya bulat lurus dan spiral (khusus untuk PVC).

Kelengkapan pipa instalasi antara lain terdiri dari:

a. Knie, sambungan dengan belokan kecil dengan sudut 90o,

b. Boch, sambungan dengan belokan besar dengan sudut 90o,

c. Sok, sambungan lurus,

d. Kotak sambung, dengan bentuk 2 jalur, 3 jalur, dan 4 jalur,

e. Klem, dan

f. Tule, cincin penutup ujung pipa.

(25)

6. Lampu

Lampu yang

digunakan untuk instalasi

penerangan

bentuk dan

jenisnya bermacam-

macam, termasuk merek produksi.

(26)

7. Sekrup

Pemasangan semua perlengkapan listrik yang menempel pada kayu memakai skrup. Ukuran skrup yang bayak dipakai pada instalasi listrik adalah 1” untuk sakelar, ½” untuk klem KKB, dan untuk fiting lampu ¾”.

8. Kabel

Kabel yang digunakan pada instalasi banyak jenisnya, contoh macam-macam kabel yang banyak digunakan untuk keperluan instalasi rumah tinggal

(27)

9. Peralatan kerja

Peralatan kerja yang banyak dipakai pada pekerjaan instalasi listrik antara lain adalah:

a. Tang b. Obeng c. Palu

d. Gergaji tangan

e. Pisau tangan (cutter)

f. Uncek (jara)

(28)

Dasar penyambungan instalasi listrik

1. Sambungan saklar satu kutub dengan 1 lampu dan stop kontak tanpa penghantar pengaman.

Gambar bagan Gambar Pelaksanaan

(29)

2. Sambungan saklar satu kutub dengan 1 lampu dan stop kontak dengan penghantar pengaman

Gambar bagan Gambar Pelaksanaan

(30)

3. Saklar dua kutub dengan satu lampu

Jika dikehendaki ke dua kabel (phasa dan nol) sama-sama dihubungkan dan diputus melalui saklar, maka jenis saklar yang digunakan adalah saklar berkutub dua atau berkutub ganda

Gambar bagan Gambar Pelaksanaan

(31)

4. Saklar seri dengan 2 lampu

Penggunaan saklar seri dapat dipakai untuk menyalakan 2 buah lampu yang berdiri sendiri-sendiri atau dapat digunakan untuk menyalakan lampu kelompok.

Gambar bagan Gambar Pelaksanaan

(32)

Penyambungan kabel

Sebelum melakukan penyambungan maka harus dilakukan pengupasan isolasi. Mengupas kabel adalah menghilangkan sebagian isolasi yang melekat pada penghantar

Sambungan cabang tiga

Sambungan cabang empat Mata sambungan

(33)

Membuat sambungan bentuk ekor babi

1. Kupas isolasi bagian ujung kabel NYA ± 3 cm;

2. Bersihkan kotoran yang melekat pada penghantar;

3. Pegang kedua ujung kabel dengan jarak terhadap ujung kabel

± 4 cm yang dikupas dengan tangan kiri dengan sudut ± 30o; 4. Dengan kanan memegang tang kombinasi, puntir pada tangan

kanan puntir kedua ujung penghantar (kabel) searah jarum jam, sehingga didapatkan sambungan bentuk ekor babi

(34)

Membuat sambungan puntir dan lillit (datar) 1.Kupas isolasi kabel NYA bagian ujung ± 4 cm;

2.Bersihkan kotoran yang menempel pada penghantar;

3.Letakkan bagian tengah kedua kupasan kabel secara menyilang 4.Puntirlah bagian tengah dengan tangan dengan jumlah 3 puntir;

5.Kuatkan puntiran sehingga kokoh dan tahan terhadap gangguan mekanis; dan

6.Potong sisa penghantar yang telah dipuntir sehingga tampak rap

(35)

Memasang kabel pada rol isolator

Cara memasang atau mengikat kabel (penghantar) pada rol isolator dapat dilakukan menggunakan kabel dan benang.

menggunakan kabel sendiri menggunakan kabel lain

Menggunakan Benang atau Tali

(36)

Pemasangan rol isolator dan kabel pada rol isolator

cara mengikat kabel pada rol isolator

Jarak pemasangan antar rol isolator paling panjang atau jauh adalah 100 cm dan jarak melebar antar isolator adalah sejauh diameter rol isolator

Cara Memasang Rol Isolator dan Menarik Kabel

(37)

Gambar Bagan Instalasi Penerangan

(38)

Lakukan praktik dengan bimbingan instruktur/teknisi dan laboran Buat laporan hasil praktik yang telah anda lakukan dan dikumpulkan pada waktu praktik berikutnya (satu minggu)

36

(39)

Pemasangan Instalasi Penerangan Menggunakan Pipa

Tujuan

1. Mahasiswa dapat menjelaskan ketentuan yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam memasang kabel NYA pada papan kayu dengan pipa PVC.

2. Mahasiswa dapat menjelaskan ketentuan yang harus

diperhatikan dan dilakukan dalam memasang kabel NYA pada boks sekring

Teori pengantar

Memasang pipa PVC adalah menempelkan pipa kayu dengan klem dan disekrup sesuai dengan percabangan yang dibutuhkan.

Memasang kabel di dalam pipa PVC adalah memasukkan kabel ke dalam pipa sesuai dengan jumlah yang diperlukan dari tempat yang memiliki sambungan

(40)

Bahan praktik

(41)

Peralatan yang digunakan

(42)

Tekno logi dan Rekay asa

Teknologi dan

Rekayasa 39

(43)

Langkah kerja

1. Gambar bagan instalasi di papan kerja saudara;

2. Tentukan tempat sekring kas, saklar, kotak-kontak, dan fiting lampu;

3. Ambil pipa PVC atau potong pipa PVC dengan panjang sesuai dengan perencanaan saudara;

4. Pasang pipa bersama dengan T-dos, boch dengan diperkuat menggunakan klem;

5. Siapkan kabel dengan panjang, jumlah dan warna sesuai rencana;

6. Masukkan kabel NYA ke dalam pipa dengan jumlah, diameter dan warna sesuai rencana;

7. Kupas ujung-ujung kabel yang keluar dari ujung pipa mennuju kas sekring, saklar, fiting dan kotak-kontak;

(44)

Teknologi dan Rekayasa Teknologi dan Rekayasa 40

(45)

8. Pasang sekring kas, sakelar, fiting, dan kotak-kontak pada tempat yang telah digambar atau ditentukan;

9. Periksa sambungan dengan megger, jika sudah benar periksa besar nilai tahanan isolasi antara penghantar kabel phasa dan kabel nol dan antara kabel phasa dengan kabel pentanahan;

10. Tutup sekring kas, saklar, fiting, dan kotak-kontak jika instalasi instalasi sudah benar, Laporkan hasil pekerjaan yang telah selesai saudara kerjakan kepada instruktur;

11. Beri tegangan pada instalasi yang telah saudara kerjakan.

dengan menghubungkan tegangan;

12. Bongkar pekerjaan saudara yang telah dicoba dengan hati-hati;

13. Buat laporan hasil pekerjaan saudara dan hasilnya diskusikan bersama teman dengan didampingi instruktur dan atau laboran

(46)

Teknologi dan Rekayasa Teknologi dan Rekayasa 41

(47)

Keselamatan kerja

1. Jangan mengupas kabel isolasi dengan posisi pisau tegak lurus karena dapat menggores permukaan logam kabel atau penghantar; (Jangan ceroboh)!

2. Luruskan kabel sebelum dipasang karena dapat mempermudah masuknya kabel pada pipa;

3. Sambungan puntiran atau ekor babi tidak boleh terlalu panjang karena dapat menyebabkan lasdop tidak dapat menutupi semua permukaan sambungan;

4. Tidak diperbolehkan memasang sekrup dengan dipukul dengan palu karena kepala sekrup bias aus dan jika kayu sulit disekrup dapat dibuat lubang bantuan untuk sekrup menggunakan jara;

5. Gunakan baju kerja pada saat melakukan pekerjaan instalasi,

(48)

Thank’s

Good Luck

(49)

Tekno logi dan Rekay asa

Teknologi dan

Rekayasa 43

Referensi

Dokumen terkait

Pemasangan instalasi listrik penerangan menggunakan pipa. 1) Tata-letak atau penempatan komponen-komponen instalasi listrik, seperti : sakelar, fitting (dudukan lampu)

Pemasangan kabel NYA dalam pipa instalasi mempunyai beberapa keuntungan, yaitu: memberikan perlindungan penghantar terhadap pengaruh mekanis yang rusak, melindungi

1) Judul ditulis dibaris paling atas dengan jarak dari tepi kertas atas sekurang- kurangnya 3 cm. Judul yang panjang ditulis menjadi dua baris dengan jarak

Instalasi listrik pada sebuah bangunan komersil atau industri seperti pabrik, hotel, rumah sakit membutuhkan daya listrik yang cukup besar sekurang-

414.4.2 Pemisahan proteksi sistem perkawatan sirkit SELV dan PELV dari bagian aktif sirkit lain, yang sekurang-kurangnya mempunyai insulasi dasar, dapat diperoleh dengan salah satu

Kesimpulan Hasil simulasi dan perhitungan kondisi eksisting pada Gedung Teknik Kimia Universitas Diponegoro didapatkan terdapat drop tegangan pada kabel Stop Kontak B2 sebesar

20 2 Memahami diagram pengawatan 20 3 Pemasangan pipa dan kabel 20 4 Memahami kerja rangkaian 20 5 Mencari kesalahan troubleshoting 20 Jumlah 100 Hasil evaluasi akhir seperti yang