AGILE
NAMA KELOMPOK :
• DEBORA REVANA
• DENI THEO
• DEFIMAN
PENGERTIAN AGILE
Agile adalah metode pengembangan software yang kian populer karena sering digunakan dalam dunia teknologi. Metode ini banyak digunakan oleh para pengembang aplikasi perangkat lunak karena
dapat membantu meningkatkan efisiensi sehingga lebih mudah untuk menyesuaikan dengan
kebutuhan kostumer .
PRINSIP2 AGILE
• Dalam mengembangkan software menggunakan metode agile, terdapat 12 prinsip utama yang perlu diperhatikan. Prinsip ini dikenal sebagai Agile Manifesto, berikut ini rinciannya:
• 1. Agile menempatkan kepuasan pelanggan di urutan teratas selama proses pengembangan perangkat lunak dari awal hingga akhir.
• 2. Agile selalu terbuka terhadap modifikasi apapun selama fase pengembangan perangkat lunak.
• 3. Perangkat lunak yang dikembangkan dengan metode Agile menjalani uji kualitas dalam rentang waktu minimal 2 minggu hingga maksimal 2 bulan.
• 4. Terdapat sinergi positif antara pengembang dan pemilik proyek sepanjang durasi
proyek.
• Agile memerlukan keterlibatan individu-individu yang memiliki motivasi tinggi untuk menyelesaikan proyek dengan cara yang efisien dan efektif.
• 6. Komunikasi langsung merupakan hal esensial dalam proses pengembangan perangkat lunak Agile.
• 7. Ukuran kemajuan proyek Agile diukur berdasarkan produksi perangkat lunak yang berkualitas dan berhasil.
• 8. Metode Agile memfasilitasi pengembangan perangkat lunak yang berkelanjutan dengan dukungan dari semua stakeholders seperti pengguna, sponsor, dan pengembang.
• 9. Metode Agile menekankan pada keunggulan teknis selama fase pengembangan perangkat lunak.
• 10. Kesederhanaan sangat dihargai dalam metodologi Agile untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada.
• 11. Manajemen tim dalam proyek Agile memiliki peran penting dalam menentukan kebutuhan arsitektural dan perangkat lunak.
• 12. Setiap tim pengembang dalam proyek Agile melakukan introspeksi untuk meningkatkan efektivitas kerja dan menciptakan pola kerja yang positif.
JENIS-JENIS METODE AGILE
Metode Agile memiliki berbagai varian atau framework yang dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan konteks proyek yang
berbeda. Berikut adalah beberapa jenis metode Agile dan contohnya:
• Scrum:
• Scrum adalah framework Agile yang paling populer dan sering
digunakan, yang menekankan pada iterasi (sprint) berdurasi pendek
dan pengelolaan proyek yang terstruktur. Dalam Scrum, peran seperti
Scrum Master dan Product Owner menjadi penting.
• Kanban:
• Kanban adalah metode yang menekankan pada aliran kerja visual dan pengelolaan waktu untuk meningkatkan efisiensi. Papan Kanban digunakan untuk melacak
progres pekerjaan.
• Lean Software Development:
• Lean menekankan pada pengelolaan hambatan dan peningkatan berkelanjutan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dengan efisiensi maksimal.
• Extreme Programming (XP):
• XP adalah metode yang menekankan pada kepuasan pelanggan dan kemampuan
untuk beradaptasi terhadap perubahan. Ini melibatkan praktik seperti pengkodean
berpasangan dan pengembangan berkelanjutan.
• Feature Driven Development (FDD):
• FDD fokus pada pengembangan berdasarkan fitur dan membangun sistem dengan pendekatan iteratif dan inkremental.
• Dynamic Systems Development Method (DSDM):
• DSDM adalah metode yang menekankan pada kecepatan pengiriman dan kualitas produk, dengan fokus pada kolaborasi antara stakeholder.
• SAFe (Scaled Agile Framework):
• SAFe adalah kerangka kerja untuk menerapkan prinsip-prinsip Agile pada skala organisasi yang lebih besar, dengan struktur dan panduan untuk bekerja di tingkat tim, program, dan portofolio.
• Less (Large-Scale Scrum):
• Less adalah framework yang mengadaptasi prinsip-prinsip dan praktik Scrum untuk digunakan dalam proyek skala besar dengan banyak tim.
• Crystal:
• Crystal adalah keluarga metodologi Agile yang menekankan pada komunikasi dan interaksi antar individu, serta adaptasi terhadap kebutuhan proyek.
TUJUAN AGILE
• High Value & Working App System: Tujuan utama metode agile adalah untuk menciptakan perangkat lunak berharga dengan biaya produksi minimal, sambil menjaga kualitas produk sebagai prioritas.
• 2. Iterative, Incremental, Evolutionary: Agile adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang iteratif dan fleksibel, cocok untuk proyek IT jangka pendek dan dapat disesuaikan seiring berjalannya waktu.
• 3. Cost Control & Value Driven Development: Proses pengembangan dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengguna, dengan kontrol atas biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan perangkat lunak.
• 4. High Quality Production: Meski biaya dijaga seminimal mungkin, kualitas produk perangkat lunak tetap terjaga.
• 5. Flexible & Risk Management: Fleksibilitas dalam jadwal pertemuan dengan klien membantu menjaga kualitas perangkat lunak dan mengurangi risiko kesalahan sebelum peluncuran aplikasi.
• 6. Collaboration: Kolaborasi tim dalam membahas umpan balik dari klien sangat penting, membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang baik antar anggota tim.
• 7. Self Organizing, Self Managing Teams: Tujuan akhir Agile adalah memberi kebebasan kepada developer dalam mengelola pengembangan perangkat lunak, dengan manajer sebagai penghubung antara developer dan klien untuk mengurangi kemungkinan mis-komunikasi.