PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pembelajaran Tahfidzul Quran dapat dipandang sebagai salah satu upaya mendidik Al Quran. Selain itu, penelitian dengan judul “Metode Pembelajaran Tahfidzul Qur’an” belum pernah dilakukan di SDIT Salsabila Jetis Bantul Yogyakarta.
Rumusan Masalah
Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam pembelajaran Tahfidzul Quran di SDIT Salsabila Jetis Bantul Yogyakarta. Program unggulan di SDIT Salsabila Jetis adalah: Tahfidzul Qur'an (Menghafal Al-Qur'an), MABIT (Malam Membangun Iman dan Takwa), Outbounds Kids, Rihlah Ilmiah (Excursion), Ilmu dan Teknologi Komputer, Ritual Story Day, Habit Formasi, Kecakapan Hidup, Kecakapan Belajar (Abacus), Bahasa Internasional (Inggris dan Arab),.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Kajian Pustaka
Tesis Saudara Khalimatul Mar'ati (2002) Jurusan PAI Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga dengan judul “Pembelajaran Tahfidzul Al-Qur'an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Luqman Al-Hakim Yogyakarta”. Penelitian di atas lebih fokus pada proses dan permasalahan Tahfidzul Qur'an serta metode pemeliharaan Al-Qur'an di pesantren.
Landasan Teori
Menghafal Al-Qur'an sudah menjadi kebiasaan umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Di antara beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum seseorang memasuki masa menghafal Al-Qur'an adalah:
Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mencoba memahami makna peristiwa dan hubungannya dengan proses pembelajaran khususnya perilaku belajar siswa dan guru dalam proses penerapan metode pembelajaran Tahfidzul Quran dan hasilnya. Sumber data dalam penelitian adalah subjek-subjek yang datanya diperoleh, jadi subjek penelitian dapat berarti orang atau apa saja yang menjadi sumber penelitiannya.39 Sebagai penelitian kualitatif, sumber data utama penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan, sisanya adalah data tambahan. seperti dokumen dll. Yang akan diwawancarai oleh peneliti adalah kepala sekolah, pendidik atau guru mata pelajaran Tahfidzul Qur’an, dan siswa itu sendiri.
Observasi diarahkan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala-gejala yang diselidiki.43 Teknik observasi yang digunakan adalah jenis observasi partisipatif, yaitu pengamat ikut serta dalam kegiatan, ia tidak sekedar berperan tetapi turut serta dalam kegiatan tersebut. 44 Metode ini digunakan untuk meneliti dan mengamati metode pembelajaran Tahfidzul Quran di SDIT Salsabila Jetis, Bantul, Yogyakarta serta pengamatan dan pencatatan keadaan yang ada, meliputi: letak geografis dan prasarana yang dimiliki madrasah dalam rangka memperkuat yang sudah ada. situasi. data dari wawancara dan dokumentasi. Metode dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara mencari data mengenai suatu hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, dan lain-lain.45 Teknik pengumpulan data ini digunakan untuk memperoleh data mengenai kurikulum, satuan pembelajaran. , struktur organisasi, jumlah guru dan pegawai, jumlah siswa dan lain-lain yang berkaitan dengan penelitian.
Sistematika Pembahasan
Bab ini nantinya akan membantu penulis dan pembaca skripsi untuk mendapatkan gambaran deskriptif tentang keadaan SDIT Salsabilla Jetis apa adanya, sehingga tidak timbul kesalahpahaman mengenai tempat dilakukannya penelitian. Bab III membahas tentang metode pembelajaran Tahfidzul Quran di SDIT Salsabilla Jetis, Bantul, Yogyakarta.
GAMBARAN UMUM SDIT SALSABILA JETIS BANTUL
Letak dan Keadaan Geografis
Sejarah Berdiri dan Proses Perkembangannya
YPDP-SPA merumuskan 5 Pilar Pendidikan Islam Terpadu yang dijadikan landasan dalam melaksanakan pembelajaran selanjutnya. Kurikulum di sekolah yang menggunakan Kurikulum Islam Terpadu tidak selalu menggunakan kurikulum yang berbeda dengan sekolah lainnya. Di sekolah yang menggunakan pendekatan Islam terpadu, seluruh materi pembelajaran dan pembentukan lingkungan benar-benar berpusat pada nilai-nilai Islam.
Pembentukan kebiasaan yang mengacu pada kepribadian Islam yang unggul (Syakhsiyyah Islamiyah), dari aspek kecil hingga besar, mendapat perhatian khusus dalam konsep pendidikan Islam terpadu. YPDP-SPA mempunyai beberapa cabang Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan salah satunya adalah SDIT Salsabila yang terletak di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul sendiri, SDIT tersebut ada dua yaitu di Jetis dan di Banguntapan.
Dasar dan Tujuan Pendidikannya
Hanya ada 1 guru yang pertama kali ditugaskan karena guru tersebut mempunyai kepentingan yang tidak dapat digantikan. Gedung yang saat ini ditempati oleh SDIT Salsabila Jetis dulunya adalah gedung SD 2 Sumberagung dan beberapa waktu digunakan sebagai tempat kegiatan belajar masyarakat. Bangunannya tidak banyak mengalami perubahan, hanya ada yang diubah dan diperbaiki seperti pengecatan dinding dan kini dipenuhi dengan gambar-gambar kreatif dan beberapa karya kreatif anak-anak yang sering dipajang di dinding.
Struktur Organisasinya
Selain struktur organisasi yang dibentuk, SDIT Salsabila Jetis juga mempunyai Visi dan Misi yang jelas dan akan berusaha melaksanakannya sesegera mungkin untuk mencapai apa yang diharapkan di masa depan. Seluruh elemen di sekolah berusaha mewujudkan visi dan misi yang ada, baik guru dan siswa serta orang tua/wali siswa. Salah satu cara guru dan kepala sekolah dapat mewujudkan visi dan misi tersebut adalah dengan melaksanakan tugas-tugas berikut.
Guru mata pelajaran bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan bertugas menyampaikan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kegiatan di SDIT Salsabila Jetis terbagi menjadi 1 program unggulan dan dua kegiatan pendukung.
Keadaan Guru, Siswa, dan Karyawan
Bisa dibilang semua guru di SDIT Salsabila Jetis tergolong masih muda, namun semuanya sudah memiliki gelar sarjana, sehingga walaupun masih muda mereka sudah sangat memahami masalah pendidikan, dan meskipun latar belakang mereka bukan dari sebuah program pendidikan, para guru SDIT Salsabila Jetis merupakan tenaga pelatih yang akrab dengan dunia pendidikan dan pelatihan. Metode yang mereka gunakan bukanlah metode memberi melainkan memfasilitasi, sehingga siswa benar-benar bisa aktif dan banyak mengungkapkan apa yang dilakukannya. ada di pikiran mereka. Meski SDIT Salsabila Jetis terletak di tengah pemukiman warga, namun siswa yang mendaftar di sana ternyata berasal dari berbagai daerah, termasuk Kecamatan Pundong dan sekitarnya. Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SDIT Salsabila Jetis juga cukup tinggi, hal ini terbukti dengan jumlah siswa yang pertama kali berpartisipasi sudah cukup banyak.
Siswa yang tidak dapat bersekolah harus memberitahukan kepada guru sebelum kembali. Sekolah menyediakan simpanan siswa yang dapat ditarik setiap akhir tahun, siswa dianjurkan untuk menabung setiap hari, simpanan tersebut berbentuk buku biru dan akan dibagikan (dibawa pulang) setiap hari 9.
Keadaan Sarana dan Prasarana
Syarat utama dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an adalah mendengarkan hafalan baru kepada guru. Standar nilai yang digunakan di SDIT Salsabila Jetis untuk pembelajaran tahfidzul Quran adalah: Selain tujuan, hal yang dapat menunjang proses penerapan metode menghafal Al Quran adalah minat.
Metode pembelajaran Tahfidzul Quran yang digunakan di SDIT Salsabila Jetis sudah baik dan efektif. Apakah metode atau metode yang digunakan di SDIT Salsabila Jetis dalam menghafal Al Quran efektif atau tidak?
Prestasi Yang dicapai
METODE PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN SDIT
Metode Pembelajaran Tahfidzul Qur’an di SDIT Salsabila Jetis
Pada awal proses pembelajaran tahfidzul Quran, anak-anak diminta berdiri di lantai membentuk lingkaran mengelilingi guru yaitu Bpk. Wahid, untuk berkumpul. Dari observasi dan wawancara terhadap proses pembelajaran tahfidzul Qur’an yang dilakukan di SDIT Salsabila Jetis kelas III, berdasarkan uraian yang penulis berikan diatas dapat digolongkan sebagai metode yang diterapkan oleh guru tahfidz yang sekaligus menjadi wali kelas. Cara ini digunakan oleh Pak Wahid selaku guru tahfidz setiap kali berkumpulnya pelajaran tahfidzul Quran di awal pertemuan pelajaran.
Kegiatan menghafal Al-Qur’an di SDIT Salsabila Jetis Bantul secara umum tidak jauh berbeda dengan metode di rumah-rumah Islam khusus program tahfidz. Tes ini dilakukan pada saat ujian tengah semester dan akhir semester, sedangkan yang bertindak sebagai penguji adalah guru tahfidzul Quran sendiri.
Prestasi yang dicapai oleh Siswa SDIT Salsabila Jetis Bantul
Pelajaran Tahfidzul Qur'an untuk siswa SDIT Salsabila Jetis Bantul tidak dimaksudkan untuk menghafal Al-Qur'an secara keseluruhan (30 juz), karena di SDIT Salsabila Jetis orientasi dasarnya adalah siswa mampu membaca Al-Qur'an. Namun penghafalan Alquran di SDIT Salsabila Jetis merupakan langkah awal pembinaan hafalan sejak dini, yang diarahkan pada kebutuhan menunaikan shalat dan kebutuhan masyarakat. Mereka berhasil mendapat nilai 8 karena hafalan surat-surat Al-Qur’an sesuai ketentuan yaitu jelas dan teratur, tidak terburu-buru, hafal sesuai kaidah ilmu tajwid, gale dan makhorijul surat.
Mereka mendapat nilai 7 karena bisa menghafal Al Quran dengan jelas dan teratur, namun menghafalnya masih terburu-buru, huruf tajwid, mad dan makhrojul masih belum benar, namun lancar. Siswa tersebut sudah bisa membaca Al-Quran namun masih banyak mengalami kesalahan membaca, huruf tajwid, mad dan makhrojulnya tidak benar dan bacaannya masih kurang lancar dan terkadang dengan bantuan guru.
Faktor Pendukung dan Penghambat Tahfidzul Qur’an
Dari pertanyaan “Apa tujuan anda menghafal Al-Qur’an?” Apa yang penulis berikan dalam kuisioner hanyalah sekedar ibadah. Kemudian hanya 1 anak yang menjawab ingin bergabung dan 10 anak menjawab ingin hafal. Ketertarikan ini merupakan suatu dorongan dari dalam diri siswa tentang apa yang dirasakannya ketika menghafal Al-Qur’an.
Siswa hendaknya selalu tabah dalam menghafal dan memelihara Al-Qur’an untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan Terjemahannya, Jakarta: Proyek Pengadaan Al-Qur'an, 1982.
PENUTUP
Saran-saran
Di akhir tugas ini, izinkan peneliti memberikan beberapa saran atau saran sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas metode pembelajaran tahfizdul Quran di SDIT Salsabila Jetis. Kepala sekolah hendaknya dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas siswa Tahfidzul Qur'an dengan memberikan atau melatih pengajaran materi Tahfidzul Qur'an kepada setiap guru khususnya yang mengajar mata pelajaran Tahfidzul Qur'an. Guru tahfidzul Al-Qur'an hendaknya belajar dari kesalahan dan kekurangan masa lalu dalam mengajarkan materi hafalan Al-Qur'an dan memperbaikinya dengan baik agar kedepannya menjadi lebih baik dimana masih ada anak yang belum tuntas hafalannya dan mempunyai nilai yang rendah.
Perlu dikembangkan metode pembelajaran Tahfidzul Quran, yaitu dengan menerapkan metode yang belum ada dan mudah serta bervariasi untuk Tahfidzul Quran, agar siswa tidak bosan dan cepat menghafalnya.
Kata Penutup
Abdul Aziz AR, Tips Sukses Menjadi Hafidz Da'iyah Al-Qur'an, Jakarta: Insan Qur'ani Press, 1990. Pertemuan dengan Ibu Numri sebagai bagian kurikulum dan Ibu Yanti sebagai bagian administrasi sekolah , peneliti kurikulum SDIT Salsabila Jetis Bantul khususnya kajian Tahfidzul Quran. Melihat langsung proses belajar mengajar pelajaran tahfidzul Quran yang diajarkan oleh Pak Wahid sebagai guru kelas tiga.