Metodologi Kerja
Pekerjaan Jasa
Contract Service Perawatan Area Steam Field dan Pengangkatan Silika Sumur Produksi PLTP Dieng Unit 1
I. Latar Belakang
Lapangan Panas Bumi Dieng dikelola oleh PT Geodipa Energi (GDE) Unit Dieng, terletak di Jawa Tengah, Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di dua wilayah Kabupaten, yaitu wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, saat ini mempunyai satu unit pembangkit listrik panas bumi dengan kapasitas terpasang 60 MW yang telah beroperasi komersial sejak tahun 2002.
PT.Geodipa Energi (GDE) Unit Dieng merupakan perusahaan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan tenaga uap untuk menggerakkan turbin, sumur produksi yang digunakan untuk pemasok uap ke pembangkitan adalah sebanyak 7 sumur produksi (HCE-30, HCE-30A, HCE- 28A, HCE-31, HCE-7B, HCE-7C, dan HCE-29) dan brine yang dihasilkan 2.250 GPM yang harus dapat diinjeksikan ke 8 sumur injeksi (HCE-33, DNG-10, DNG-9, DNG-5, DNG-15, DNG-14, DNG-17, dan HCE-17A).
PT. Geodipa Energi mengelola Lapangan Panas Bumi Dieng yang mencakup wilayah Area Gathering System, Area Pond & Open Canal, dan Area Well Pad. Area yang tersebar di lapangan terbuka yang alami harus mampu ditangani dengan baik untuk menjaga kebersihan dan kerapihan.
Lapangan Panas Bumi Dieng memiliki tipe reservoir dominasi air (liquid dominated). Dengan ratio rata-rata tiap sumur uap (30%) brine (70%) dan konsentrasi silika yang cukup tinggi.
Untuk menjaga kehandalan operasional Dieng dan terpeliharanya peralatan, maka diperlukan strategi pemeliharaan area dan pemanfaatan silika.
Daerah Operasi Unit Dieng berada tidak jauh dari lingkungan warga local. Sebagai bentuk komitmen PT. Geodipa Energi dalam memajukan masyarakat local, diperlukan sebuah wadah penyalur dan peningkatan tenaga local.
Kondisi alam pada daerah operasi Unit Dieng berpotensi longsor tanah yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan. Hal ini perlu ditangani dengan rutin dan baik sehingga dapat menjaga peralatan operasional Unit Dieng beroperasi dengan aman.
Disamping itu petensi keluaran gas H2S dapat menyebabkan peralatan produksi mengalami korosi sehingga harus rutin dipelihara demi menjaga kehandalan peralatan.
Pekerjaan serupa juga diperlukan juga untuk membantu berjalanya program pekerjaan dari pusat (Work Over, Well Logging, TFT, dan lain-lain).
Berdasar dari latar belakang di atas, tentu saja dalam operasional pekerjaan PT Geodipa Energi Unit Dieng di lapangan membutuhkan banyak sekali divisi pekerjaan yang terkait dengan teknis pekerjaan di setiap masing departemen. Dari surat tender dokumen yang ditujukan ke Koperasi Pekerja PT. Geodipa Energi (Kodipa), Kodipa telah mempelajari dan memahami maksud dan tujuan, serta term dan kondisi Tender Pekerjaan House Keeping PLTP Unit Dieng yang terdiri dari 3 jenis pekerjaan yaitu,
1. Area Gathering System 2. Area Pond dan Open Canal 3. Area Well PAD
Untuk dapat terlaksana pekerjaan dengan baik, aman, dan tepat waktu maka Koperasi Pekerja PT. Geodipa Energi (Kodipa) yang didukung oleh staf-staf ahli yang berpengalaman dibidangnya dan sudah terbiasa dengan project pekerjaan yang serupa sebelumnya di wilayah Kerja Panas Bumi, terutama di PLTP Geodipa Energi Unit Dieng.
Sebagai usaha untuk terlaksana pekerjaan dengan baik, Koperasi Pekerja PT. Geodipa Energi Unit Dieng (Kodipa) telah mempersiapkan alat-alat dan mobilisasi lapangan yang sudah siap di lokasi pekerjaan guna mendukung seluruh kegiatan di lapangan dalam melaksanakan perkerjaan House Keeping PLTP Unit Dieng.
II. Teknis Pekerjaan
Untuk terlaksananya seluruh pekerjaan House Keeping PLTP Unit Dieng dengan baik, sesuai mutu, dan tepat waktu, maka dengan ini Koperasi Pekerja PT. Geodipa Energi Unit Dieng (Kodipa) telah membuat langkah-langkah kerja disesuaikan dengan masing jenis-jenis pekerjaan sebagai berikut:
1. Area Gathering System
Teknis dalam pelaksanaan kegiatan Pekerjaan Pembersihan Gathering System pada sepanjang jalur pipa uap dalam rangka pemeliharaan dan menjaga kebersihan lingkungan agar semua jalur bisa dimonitoring dengan jelas, sehingga apabila terjadi kerusakan bisa segera diatasi. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembersihan rumput, perapihan tanah, dan pengecatan pipa brine.
1.1.Prosedur Pekerjaan Persiapan
Tahap pekerjaan ini dilakukan persiapan dan pemeriksaan, antara lain:
1. Pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan PM (Schedule yang telah ada)
2. Mempersiapakan JSA dan Work Permit (memberikan informasi ke HSE dan Operasi akan dilakukan pekerjaan)
3. Tool box meeting sebelum memulai pekerjaan 4. Memastikan APD lengkap dan sesuai telah digunakan 5. Teknisi menyiapkan peralatan yang diperlukan, seperti:
- Mesin potong rumput - Cangkul
- Alat potong
- Peralatan Pengecatan
1.2.Pelaksanaan Pekerjaan
Tahap pekerjaan yang dilakukan, antara lain:
1. Pembersihan rumput :
- Pengecekan area yang akan dibersihkan, dan pastikan area aman dari tebing, bebatuan dan area gas
- Pemotongan rumput dilakukan dengan mesin potong rumput dan alat potong manual
- Rumput hasil potongan dikumpulkan agar rapi dan tidak mengganggu area kerja - Lakukan pekerjaan roundup (menggunakan bahan kimia) untuk menghambat
pertumbahan rumput 2. Pembersihan tanah :
- Pengecekan area yang akan dibersihkan, dan pastikan area aman dari tebing, bebatuan dan area gas
- Galian/pemerataan tanah dilakukan dengan konvensional/galian dengan cangkul ataupun alat berat
- Tanah dirapikan dan diratakan pada area urugan
- Tanah urugan dilakukan pemadatan agar bisa dilalui dengan aman 3. Pengecatan Pipa Brine dan Pipe Support
- Mempersiapkan alat pengecatan (manual maupun menggunakan kompresor/spray)
- Sikat brush/amplas pipa yang akan dicat, hingga lapisan korosif dan kotoran hilang
- Lakukan pengecatan, dan hindari mata dan cat spray ke hidung - Lakukan pengecatan hingga merata seluruhnya
- Pastikan pengecatan tidak tercecer dan menyebar pada area lainnya
2. Area Pond dan Open Canal
Pekerjaan Pembersihan Pond dalam rangka Pemeliharaan dan menjaga kehandalan pengaturan Brine Management yang merupakan faktor pendukung dalam operasional PLTP Dieng untuk mencapai beban target produksi dalam memaksimalkan pengelolaan brine terproduksi disalurkan ke sumur-sumur injeksi dengan ruang lingkup menjaga kondisi Open Channel karena endapan silika.
Pekerjaan Konstruksi Drainase / Open Channel dalam rangka pengadaan drainase dan open channel pada area sumur sebagai penunjang fasilitas / pendukung operasional PLTP Unit Dieng.
2.1. Prosedur Pekerjaan Persiapan 1. Pembersihan Area
- Menyediakan pekerja yang memadai untuk melakukan pembersihan area ataupun melakukan pembongkaran pada bangunan apabila diperlukan.
- Apabila dilakukan pembongkaran bangunan, maka harus mendapat ijin dari Pengawas Lapangan untuk memudahkan dalam tahap pengukuran berikutnya.
2. Material
- Pasir, pasir yang digunakan harus bersih dari lumpur, bahan organik, atau kotoran lainya, serta tidak mengandung garam asam.
- Batu kerikil, batu kerikil yang digunakan rata-rata berukuran diameter 20 sampai 30mm dengan kualitas jenis batu tidak rapuh dan harus mendapat persetujuan untuk dipakai dari Pengawas Lapangan terlebih dahulu.
- Batu Kali, untuk pekerjaan dengan pemasangan batu kali, digunakan batu kali berukuran rata-rata diameter 10 sampai 20cm.
- Air, Air untuk adukan beton dan perawatan beton harus bersih, bebas dari bahan- bahan yang merusak atau campuran-campuran yang mempengaruhi daya lekat semen, seperti asam dan garam.
3. Pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan PM (Schedule yang telah ada)
4. Mempersiapakan JSA dan Work Permit (memberikan informasi ke HSE dan Operasi akan dilakukan pekerjaan)
5. Tool box meeting sebelum memulai pekerjaan 6. Memastikan APD lengkap dan sesuai telah digunakan 7. Teknisi menyiapkan peralatan yang diperlukan, seperti:
- Pompa Submersible - Flexible House
- Truck Tangki (kapasitas 5 m3) -
2.2. Pekerjaan Tanah 1. Galian Tanah
- Semua pekerjaan penggalian tanah harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Pengawas Lapangan terutama tentang ukuran galian.
- Semua penggalian harus dikerjakan sesuai dengan panjang, kedalaman, kemiringan, lokasi serta lingkungan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan disetujui oleh Pengawas Lapangan.
- Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih ditemukan lapis tanah yang jelek, maka perlu konsultansi dengan Pengawas Lapangan untuk mendapatkan pengarahan tindak lanjutnya.
- Bahan-bahan sisa galian yang tidak digunakan tidak boleh ditempatkan berserakan. Tanah-tanah galian yang tidak diperlukan lagi supaya disingkirkan.
2. Urugan dan Pemadatan Tanah
- Tanah hasil kupasan yang berupa humus harus dipisahkan dari lapisan tanah dibawahnya.
- Setelah lapisan permukaan dikupas dan sebelum urugan dilaksanakan, daerah bangunan harus dipadatkan dengan alat pemadat yang sesuai.
- Urugan harus dilakukan lapis demi lapis dengan ketebalan tidak melebihi dari 20cm.
2.3.Pekerjaan Pondasi/Pasangan
1. Pondasi/pasangan batu kali digunakan untuk dinding dan pagar.
2. Campuran semen untuk pengisi spesi batu kali adalah 1 PC : 3 pasir pasangan dalam perbandingan volume pada area yang bersentuhan dengan air tanah, sedangkan pada area yang tidak bersentuhan dengan air tanah menggunakan campuran 1 PC : 5 pasir pasangan.
3. Pemasangan spesi batu kali tidak boleh berongga.
4. Diatas pondasi pasangan batu kali diberi sloof untuk meratakan penyebaran beban dari atas.
5. Ukuran dari pada balok sloof disesuaikan.
2.4.Pekerjaan Sanitasi Pemasangan Instalasi Air
1.
Kesalahan pemasangan yang berakibat tidak berfungsinya peralatan sanitair atau salurannya, atau adanya bagian sanitair yang cacat, maka perlu dilakukan perbaikan agar berfungsi normal kembali.
2. Saluran-saluran pembuangan air terbuat dari pipa PVC diameter 2” ke tempat pembuangan selanjutnya.
3. Saluran-saluran pembuangan air terbuat dari pipa PVC diameter 2” ke tempat pembuangan selanjutnya
4. Sebelum saluran ditutup/ditimbun, harus ada koordinasi dengan Pengawas Lapangan
5. Saluran-saluran pembuangan harus dibuat dalam garis lurus dan gradasi
6. Memasang dan menentukan level harus dilaksanakan dengan seksama dan pekerja harus menyediakan alat-alat yang sesuai seperti papan bidik, mistar T, titik tetap duga dan sebagainya yang mendukung pekerjaan tersebut.
2.5.Pelaksanaan Pekerjaan
Tahap pekerjaan yang dilakukan, antara lain:
1. Menentukan lokasi parkir truck tangki yang aman
2. Prepare dan setting submersible dan peralatan pendukung 3. Setting flexible house dari pompa submersible ke truck tangka 4. Memastikan power pompa submersible aman
5. Melakukan penyedotan silika kedalam truck tangka lalu di buang ke TPA Karang Tengah atau TPA Sileri yang telah disediakan oleh PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng 6. Memastikan tidak ada silika yang tercecer ke tanah
3. Area PAD
Dalam pelaksanaan kegiatan Pekerjaan Pembersihan Area pada Lokasi Pad dalam rangka pemeliharaan dan menjaga kebersihan lingkungan agar semua jalur bisa dimonitoring dengan jelas, sehingga apabila terjadi kerusakan bisa segera diatasi. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembersihan rumput, perapihan tanah, pengecatan pipa brine dan pemasangan insulation pipa gathering.
3.1.Prosedur Pekerjaan Persiapan
Tahap pekerjaan ini dilakukan persiapan dan pemeriksaan, antara lain:
b. Pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan PM (Schedule yang telah ada)
c. Mempersiapakan JSA dan Work Permit (memberikan informasi ke HSE dan Operasi akan dilakukan pekerjaan)
d. Tool box meeting sebelum memulai pekerjaan e. Memastikan APD lengkap dan sesuai telah digunakan f. Teknisi menyiapkan peralatan yang diperlukan, seperti:
- Mesin Potong Rumput - Cangkul
- Alat Potong
- Peralatan Pengecatan
- Rock Woll dan Cladding 3.2.Pelaksanaan Pekerjaan
Tahap pekerjaan yang dilakukan, antara lain:
i. Pembersihan rumput :
- Pengecekan area yang akan dibersihkan, dan pastikan area aman dari tebing, bebatuan dan area gas
- Pemotongan rumput dilakukan dengan mesin potong rumput dan alat potong manual
- Rumput hasil potongan dikumpulkan agar rapi dan tidak mengganggu area kerja
- Lakukan pekerjaan roundup (menggunakan bahan kimia) untuk menghambat pertumbahan rumput
ii. Pembersihan tanah :
- Pengecekan area yang akan dibersihkan, dan pastikan area aman dari tebing, bebatuan dan area gas
- Galian/pemerataan tanah dilakukan dengan konvensional/galian dengan cangkul ataupun alat berat
- Tanah dirapikan dan diratakan pada area urugan
- Tanah urugan dilakukan pemadatan agar bisa dilalui dengan aman iii. Pengecatan Pipa Brine dan Pipe Support:
- Mempersiapkan alat pengecatan (manual maupun menggunakan kompresor/spray)
- Sikat brush/amplas pipa yang akan dicat, hingga lapisan korosif dan kotoran hilang
- Lakukan pengecatan, dan hindari mata dan cat spray ke hidung - Lakukan pengecatan hingga merata seluruhnya
- Pastikan pengecatan tidak tercecer dan menyebar pada area lainnya iv. Penggantian Cladding:
- Mempersiapkan peralatan dan APD lengkap (sarung tangan tahan panas) - Melepas insulation eksisting, dan ditempatkan pada area aman
- Memasang rock woll dan diikat dengan kawat baja
- Pemasangan ini dilakukan hingga 2 lapis dengan total ketebalan 10 cm - Pastikan kawat terikat sempurna
- Memasang kembali cladding baru (menggunakan cladding lama jika masih layak digunakan)
- Pastikan cladding terpasang kuat dengan menggunakan paku rivet dengan jarak tiap 15 cm
- Sambungan cladding baru dan eksisting harus terpasang rapi agar air tidak merembes ke dalam insulation
- Setelah pemasangan/penggantian selesai, rock woll bekas dikumpulkan dan dibuang ke area pembuangan
-
III. Mobilisasi Lapangan
Dalam teknis pekerjaan di lapangan, mengingat lokasi kerja antara area satu dengan yang lain terkadang berjauhan, diperlukan mobilisasi yang mendukung untuk terlaksana pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, maka pihak Koperasi Pekerja PT.
Geodipa Unit Dieng menyediakan unit-unit kendaraan yang sesuai dengan teknis pekerjaannya masing-masing, diantaranya:
1. Mini Dam Truck 2 Unit
2. Truck Tangki 4 Unit 3. Truck Dam 1 Unit 4. Double Cabin 1 Unit 5. MPV 1 Unit
Unit-unit kendaraan tersebut di pergunakan untuk monitoring lapangan, pembuangan silika baik yang berupa bentuk padat ataupun cair untuk dibuang di area yang sudah disediakan oleh PT. Geodipa Energi, pengangkutan material yang dibutuhkan di area kerja, dan lain-lain diseuaikan dengan jenis pekerjaan dan kebutuhan di lapangan pekerjaan.
IV. Jadwal Perekrutan dan Penempatan Tenaga Kerja
Jadwal perekrutan dan penempatan tenaga kerja akan dilakukan segera setelah pelaksanaan MCU dan orientasi keselamatan kerja dilakukan, dalam hal ini diperlukan pendampingan dari Departemen HSE dari PT. Geodipa Energi Unit Dieng, adapun jadwal penempatan tenaga kerja akan dilakukan sesuai dengan pengalaman pekerja di ranah pekerjaan sebelumnya yang masing-masing kuasai.
Pihak Koperasi Pekerja PT. Geodipa Unit Dieng (Kodipa) pun memahami bahwa untuk menjaga hubungan baik dengan tenaga kerja dan pengusaha setempat di wilayah PT.
Geodipa Energi Unit Dieng, oleh karena itu untuk terlaksananya pekerjaan dengan baik dan menjaga keberlangsungan hubungan baik dengan penduduk setempat maka Pihak Koperasi Pekerja PT. Geodipa Unit Dieng (Kodipa) akan melakukan perekrutan tenaga kerja yang berasal dari daerah setempat ( Wonosobo dan Banjarnegara ).
V. Laporan – laporan Kegiatan
Koperasi Pekerja PT. Geodipa Unit Dieng (Kodipa) akan membuat laporan-laporan kegiatan yang meliputi progress pekerjaan, volume yang tercapai, serta melamprkan foto- foto kegiatan dan hasil yang tercapai.
Laporan kegiatan akan dilakukan sebagai berikut:
a. Laporan Kegiatan Mingguan, yang meliputi kumpulan dari seluruh kegiatan harian dari jenis pekerjaannya masing-masing, termasuk progress kegiatan pekerjaan yang dicapai setiap harinya dan perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan pekerjaan.
b. Laporan Kegiatan Bulanan, yang meliputi kumpulan dari seluruh kegiatan mingguan dari jenis pekerjaannya masing-masing, termasuk progress kegiatan pekerjaan yang dicapai setiap minggunya dan perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan pekerjaan. Laporan kegiatan bulanan ini nantinya yang akan dilaporkan kepada pihak PT. Geodipa Energi Unit Dieng disetiap bulannya.
.