• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN PERTANIAN - Repository UPY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "METODOLOGI PENELITIAN PERTANIAN - Repository UPY"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

METODOLOGI PENELITIAN

Komponen Metode Penelitian

Sebaliknya pemberian ekstrak gulma Ageratum conyzoides pada saat tanam memberikan pengaruh negatif terhadap jumlah malai dan berat kering gabah. Pengaruh berbagai jenis ekstrak gulma dan lama pemberian terhadap tinggi tanaman (a), jumlah tebu (b), berat kering tanaman (c), jumlah malai (d), berat kering gabah per tandan 10.7.

Gambar 1.1.  Bagan cara-cara tindakan pasti dan terarah  1.2.3.  Tujuan mencari jawaban yang benar dari masalah
Gambar 1.1. Bagan cara-cara tindakan pasti dan terarah 1.2.3. Tujuan mencari jawaban yang benar dari masalah

PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN

Pengertian Pengetahuan

Manusia mengetahui mana yang baik dan buruk, mana yang indah dan mana yang tidak indah, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak. Pengetahuan non-ilmiah merupakan hasil penyerapan panca indera dari pengalaman hidup sehari-hari, yang tidak diperlukan dan tidak mungkin dibuktikan kebenarannya.

Ilmu Pengetahuan

Ekstrak Cyperus rotundus yang diaplikasikan tujuh hari sebelum tanam dan alang-alang cylindrica yang diaplikasikan pada saat tanam mampu memberikan jumlah malai dan berat kering gabah yang lebih baik. Pengaruh jenis ekstrak gulma dan waktu aplikasi terhadap jumlah individu, jenis gulma dan berat kering gulma.

PENELITIAN

Pengertian Penelitian

Pemberian ekstrak Cyperus rotundus tujuh hari sebelum tanam dan pemberian ekstrak alang-alang cylindrica pada saat tanam menghasilkan jumlah malai dan berat kering gabah yang lebih tinggi pada budidaya padi. Pemberian ekstrak Cyperus rotundus tujuh hari sebelum tanam dan pemberian ekstrak alang-alang pada saat tanam dapat menghasilkan jumlah malai dan berat kering gabah yang lebih banyak pada budidaya padi.

Gambar 3.1. Bagan hubungan hasrat ingin tahu dan penelitian  3.3. Pendekatan Ilmiah dan Non Ilmiah
Gambar 3.1. Bagan hubungan hasrat ingin tahu dan penelitian 3.3. Pendekatan Ilmiah dan Non Ilmiah

Sejarah Penelitain

Pendekatan Ilmiah dan Non Ilmiah

Pendekatan saintifik dilakukan dengan cara dan urutan tertentu sehingga diperoleh pengetahuan yang benar dan logis. Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu permasalahan, yang dapat berupa fakta, konsep, generalisasi, dan teori.

Peran dan Fungsi Penelitian

W1 = Berat kering tanaman pengamatan pertama (g) W2 = Berat kering tanaman pengamatan kedua (g) La1 = Luas daun pengamatan pertama (dm²). W1 = Berat kering tanaman pengamatan pertama (g) W2 = Berat kering tanaman pengamatan kedua (g) T1 = Waktu pengamatan pertama (minggu).

Jenis Penelitian

PENELITI

Alasan Melakukan Penelitian

Mental Peneliti

Syarat Peneliti yang Baik

Kalau data diambil dari orang lain maka harus diambil sumbernya (hak cipta = hak cipta, paten, royalti = uang capek). Kejujuran menghargai hasil karya orang lain (rekan penulis = orang yang membantu menuangkan ide dan pemikirannya, terima kasih bagi yang membantu), kejujuran mengakui kelemahan yang ada pada diri peneliti. 10) Peneliti harus gemar membaca, selalu berusaha belajar dan merasa bodoh, juga gemar berkomunikasi dan gemar menulis.

Bekal yang Harus Dimiliki Peneliti

Hasil analisis ragam (Lampiran 1, 2 dan 3) menunjukkan bahwa jenis ekstrak gulma dan waktu pengaplikasian berpengaruh nyata terhadap jumlah spesimen, jumlah jenis dan berat kering gulma per polibag. Jenis ekstrak alang-alang cylindrica yang diaplikasikan tujuh hari sebelum tanam dan saat tanam juga mempunyai bobot kering gulma paling rendah.

METODE ILMIAH

Pengertian Metode Ilmiah

Tidak semua ilmu dapat disebut ilmu, karena ilmu adalah ilmu yang harus memenuhi syarat-syarat tertentu (Swantara, 2015). Metode ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan ilmuwan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapinya.

Kriteria Metode Ilmiah

Langkah-langkah Metode Ilmiah

Metode Penelitian

Variabel pertumbuhan gulma yang diamati pada 35 HST meliputi jumlah individu, jumlah jenis dan berat kering gulma. Hasil DMRT taraf signifikan 5% terhadap jumlah individu, jumlah jenis dan berat kering gulma dapat dilihat pada Tabel 1. Ekstrak alang-alang yang mengandung senyawa alelokimia berupa flavonoid dapat menghambat pertumbuhan jumlah gulma. rem gulma. individu dan berat kering gulma.

Bobot tunggul gulma tertinggi terdapat pada kontrol, sedangkan bobot tunggul gulma terendah terdapat pada pemberian ekstrak Ageratum conyzoides dan Chromolaena odorata pada saat penanaman. Hasil analisis ragam (Lampiran dan 8) menunjukkan bahwa jenis perlakuan ekstrak gulma dan waktu aplikasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, berat kering tanaman, jumlah malai dan berat kering gabah per tanaman. gumpalan. Pengaruh jenis ekstrak gulma dan lama pemberian terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, berat kering tanaman, jumlah malai dan berat kering gabah.

Namun jenis ekstrak alang-alang yang digunakan pada saat tanam meningkatkan jumlah anakan dan bobot kering tanaman lebih tinggi, meskipun tidak berbeda nyata dengan beberapa perlakuan lainnya.

Gambar 6.1. Cara berpikir masyarakat  6.2. Penalaran
Gambar 6.1. Cara berpikir masyarakat 6.2. Penalaran

PENALARAN

Hakekat Penalaran

Penalaran

Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk menarik kesimpulan umum. Logika induktif merupakan cara berpikir yang menarik kesimpulan umum dari beberapa kasus individual. Secara induktif, dapat disimpulkan dari berbagai pernyataan yang bersifat umum bahwa pernyataan-pernyataan itu lebih bersifat umum.

Gambar 6.2.  Bagan premis (pangkal pendapat) dan premis minor  (kesimpulan)
Gambar 6.2. Bagan premis (pangkal pendapat) dan premis minor (kesimpulan)

Korelasi Penalaran Deduktif dan Induktif

Kegiatan analisis dilengkapi dengan kesimpulan yang mendukung atau menolak hipotesis, yaitu hipotesis yang telah dirumuskan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada tahap sebelumnya, diambil suatu kesimpulan yang diyakini mengandung kebenaran. Konstruksi dan isi kesimpulan pengujian hipotesis di atas tidak hanya berupa teori, konsep dan metode yang hanya berlaku pada kasus tertentu saja, tetapi juga kesimpulan yang secara umum dapat diterapkan pada kasus lain di tempat lain yang memiliki kesamaan tertentu. dengan kasus-kasus yang terbukti untuk saat ini dan untuk masa depan.

Perkembangan Penalaran

Berat kering tanaman (kg), termasuk berat kering akar dan pucuk, diukur dengan timbangan digital setelah dioven kering secara konstan. Jenis ekstrak ganja tersebut terdiri dari Ageratum conyzoides (babadotan), Cyperus rotundus (teki), Chromolaena odorata (kirinyuh) dan Imperata cylindrica (alang-alang). Pengaruh jenis ekstrak gulma dan lama pemaparan terhadap jumlah individu (a), dan berat kering gulma per polibag (b).

Gambar 6.3. Bagan metode daur-empirik
Gambar 6.3. Bagan metode daur-empirik

KEBENARAN

Pengertian Kebenaran

Rasionalisme merupakan paham yang mengajarkan bahwa sumber pengetahuan yang paling benar adalah rasio atau akal sehat. Empirisme merupakan paham yang mengajarkan bahwa sumber pengetahuan yang sebenarnya hanyalah pengalaman yang diperoleh melalui panca indera. Setiap orang dapat melihat kebenaran dari sudut pandang dan metode yang berbeda-beda, sehingga setiap orang dapat mengemukakan pendapatnya masing-masing tentang kebenaran tersebut.

Macam-macam Kebenaran

Kebenaran tersebut diperoleh melalui perenungan mendalam oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi dan hasilnya diterima serta dijadikan acuan oleh masyarakat luas.

Hakekat Kebenaran

Pencarian Kebenaran

Trial and error yaitu dengan menggunakan suatu perusahaan banyak kesalahan yang timbul dari usaha tersebut. Di sini dilakukan upaya aktif dan berulang-ulang agar tindakannya berbeda dari sebelumnya. Kebenaran dicapai melalui proses berpikir dan prosedur ilmiah, mulai dari merumuskan masalah, mengembangkan kerangka kerja, membuat dan menguji hipotesis, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan.

Gambar 7.1. Proses penemuan dan pengujian kebenaran filsafati  Kebenaran filsafati memiliki proses penemuan dan pengujian:
Gambar 7.1. Proses penemuan dan pengujian kebenaran filsafati Kebenaran filsafati memiliki proses penemuan dan pengujian:

Kebenaran Ilmiah

Ageratum conyzoides (babadotan), Cyperus rotundus (tengkorak), Chromolaena odorata (kirinyuh) dan Imperata cylindrica (alang-alang) dan diaplikasikan tujuh hari sebelum tanam dan pada saat tanam padi. Disarankan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya menggunakan ekstrak Cyperus rotundus yang diaplikasikan tujuh hari sebelum tanam atau ekstrak alang-alang cylindrica yang diaplikasikan pada saat tanam pada budidaya padi. Pengaruh jenis ekstrak gulma dan waktu aplikasi terhadap jumlah individu gulma (a) dan berat kering gulma (b) dapat dilihat pada Gambar 1.

Pemberian ekstrak Cyperus rotundus tujuh hari sebelum tanam dan ekstrak alang-alang cylindrica dapat menghambat pertumbuhan gulma sehingga persaingan dengan tanaman padi dapat dihindari. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya gunakan ekstrak Cyperus rotundus yang diaplikasikan tujuh hari sebelum tanam atau ekstrak Imperata cylindrica yang diaplikasikan pada saat tanam saat menanam padi.

Gambar 8.1.  Bagan tahapan penelitian ilmiah
Gambar 8.1. Bagan tahapan penelitian ilmiah

RENCANA PENELITIAN

Sistematika Rencana Penelitian

Tahapan Penelitian Ilmiah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gulma apa saja yang berpotensi sebagai bioherbisida dan waktu pengaplikasian yang tepat untuk menekan pertumbuhan gulma pra tumbuh. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru dari peran ekstrak gulma dan waktu pengaplikasian yang tepat terhadap peningkatan hasil padi. Faktor pertama adalah jenis ekstrak gulma konsentrasi 30% yang terdiri dari empat spesies yaitu: Ageratum conyzoides (babadotan), Cyperus rotundus (teki), Chromolaena odorata (kirinyuh) dan Imperata cylindrica (alang-alang). diterapkan 7 hari sebelum tanam padi, dan pada saat tanam padi.

Tabel 8.1. Jadwal pelaksanaan penelitian dengan tabel Barchart.
Tabel 8.1. Jadwal pelaksanaan penelitian dengan tabel Barchart.

PELAKSANAAN PENELITIAN

Pengertian Pengamatan

Goethe berkata, “Kami hanya melihat apa yang kami ketahui,” artinya apa yang Anda lihat hanyalah apa yang Anda ketahui.

Gambar 9.2. Sudut pandang panca indra terhadap gambar
Gambar 9.2. Sudut pandang panca indra terhadap gambar

Teknik Pengamatan

Macam Pengamatan

Berat curah (BV) adalah perbandingan antara berat tanah kering oven dengan volume tanah (g/cm³) atau (g/cc) dengan cara sadap. Berat jenis (BJ) adalah perbandingan antara berat butir tanah dengan berat air suling dengan kandungan yang sama pada suhu 40⁰C dengan menggunakan Piknometer. Tinggi tanaman (cm) diukur dari pangkal batang sampai ujung batang dengan menggunakan pita pengukur.

Alat Pengamatan

Penentuan Sampel, Penyajian dan Analisis Data

Untuk memperoleh perlakuan yang optimal dan hasil yang maksimal maka dilakukan uji regresi non linier dengan rumus Y = a + b1 X + b2 X2. Untuk mengetahui pola hubungan antara komponen pertumbuhan dengan hasil panen cabai yang diamati, dilakukan analisis jalur. Interpretasi adalah menjelaskan atau mengartikan rangkuman angka-angka dari hasil analisis data untuk pembahasan lebih lanjut.

Tabel 9.1.  Kadar  Lengas Tanah pada Kedalaman Tanah 3 cm
Tabel 9.1. Kadar Lengas Tanah pada Kedalaman Tanah 3 cm

LAPORAN PENELITIAN

Sistematika Laporan Penelitian

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ekstrak gulma Imperata cylindrica, Cyperus rotundus, Chromolaena odorata, Ageratum conyzoides mampu menghambat pertumbuhan gulma pada konsentrasi 20-25%. Oleh karena itu, penyelidikan langsung terhadap media tanah harus dilakukan untuk mengetahui khasiat bioherbik ekstrak gulma terhadap pertumbuhan gulma dan hasil padi. Pemberian ekstrak Ageratum conyzoides pada saat tanam dan Chromolaena odorata tujuh hari sebelum tanam menghasilkan jumlah bunga mawar yang lebih sedikit.

Tabel  1.  Pengaruh  jenis  esktrak  gulma  dan  waktu  aplikasi  terhadap  jumlah  individu, jenis gulma, dan bobot kering gulma
Tabel 1. Pengaruh jenis esktrak gulma dan waktu aplikasi terhadap jumlah individu, jenis gulma, dan bobot kering gulma

Halaman Awal Naskah Penelitian

Pendahuluan

Bagian ini menjelaskan alasan mengapa topik penelitian ini penting dan membenarkan perlunya penelitian serta merangkum apa yang ingin dicapai oleh penelitian tersebut (Sachdev, 2018). Pemberian bioherbisida yang tepat waktu diharapkan efektif mengendalikan gulma dibandingkan menghambat pertumbuhan tanaman padi. Hasil penelitian ini dapat menambah teori-teori baru dalam pengembangan pertanian khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tinjauan Pustaka

Daun Chromolaena Odorata mengandung senyawa metabolit sekunder positif yaitu saponin, tanin, flavonoid, alkaloid dan fenol (Frastika et al., 2017). Konsentrasi ekstrak tebu 1% mampu menghambat pertumbuhan benih gulma yang berada di bawah tanah (Sari et al., 2017). Ekstrak Ageratum conyzoides konsentrasi 20% menunjukkan daya hambat terbesar terhadap pertumbuhan Amaranthus spinosus (100% kontrol) pada 7 hari setelah aplikasi diikuti oleh Cyperus rotundus konsentrasi 20% (kontrol 86%), Chromolaena odorata (78%), Imperata cylindrica ( 24%) dan Axonopus kompresus (13%) (Erida dkk., 2019).

Bahan dan Metode Penelitian

Sedangkan ekstrak gulma tidak diaplikasikan langsung pada lahan pertanian yang mengandung ribuan benih gulma per m2 berbagai jenis gulma. Setiap jenis gulma yang tumbuh di lahan sawah mempunyai respon yang berbeda terhadap efektivitas bioherbisida ekstrak gulma. Blender digunakan untuk menghancurkan organ gulma (akar, daun dan batang) hingga menjadi bahan ekstrak yang halus.

Hasil Analisis dan Pembahasan

Jumlah individu gulma tertinggi terdapat pada kontrol, sedangkan jumlah terendah terdapat pada jenis ekstrak alang-alang cylindrica yang diaplikasikan pada 7 hari sebelum tanam dan pada saat tanam. Pengaruh jenis gulma yang berbeda dan lama pemaparan terhadap tinggi tanaman (a), jumlah pelari (b), berat kering tanaman (c), jumlah malai (d), berat kering gabah per rumpun (e) dapat terlihat pada Gambar 2. Pengaruh jenis ekstrak gulma dan waktu aplikasi yang berbeda terhadap tinggi tanaman (a), jumlah pelari (b), berat kering tanaman (c), jumlah malai (d), berat kering gabah per rumpun.

Kesimpulan dan Saran

Daftar Pustaka

Uji khasiat ekstrak daun kirinyuha (Chromolaena odorata (L.) R.M. King dan H. Rob) sebagai herbisida alami terhadap perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) dan karuilei (Mimosa invisa Mart. Phenol). senyawa dari pucuk) biji dan umbi teki (Cyperus rotundus L.) pada umur pertumbuhan berbeda dan pengaruhnya terhadap perkecambahan gulma berdaun lebar (Senyawa fenolik dari pucuk dan umbi kacang merah (Cyperus rotundus L.) pada umur pertumbuhan berbeda. Potensi ekstrak etanol daun kirinyuha (Chromolaena odorata) L.) terhadap pertumbuhan tanaman gulma kacang-kacangan (Cyperus rotundus).

Lampiran

Uji efektivitas ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M. King dan H. Rob) sebagai herbisida alami terhadap kacang hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) dan karuilei (Mimosa invisa Mart. Identifikasi senyawa kimia ) biji pada ekstrak umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.) N-heksana dengan analisis GC-MC.

Gambar

Gambar 1.1.  Bagan cara-cara tindakan pasti dan terarah  1.2.3.  Tujuan mencari jawaban yang benar dari masalah
Gambar 1.2. Bagan tujuan penelitian
Gambar 1.3. Bagan kegunaan penelitian Tujuan Penelitian
Gambar 3.1. Bagan hubungan hasrat ingin tahu dan penelitian  3.3. Pendekatan Ilmiah dan Non Ilmiah
+7

Referensi

Dokumen terkait