• Tidak ada hasil yang ditemukan

MIKROBIOLOGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MIKROBIOLOGI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

rssN 0853-358X Volume 9, Nomor 2 September 2044

JUNNAL

MIKROBIOLOGI

INEDC'NESIAN JC)URNAL F()R MIGRC)BIOLOGY

PEMLITIAN

Potensi Isolat Bakteri Penghasil IAA dalam

Peningkatan Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau pada Kondisi

Hidroponik

Pemanfaatan

Lumpur

Instalasi Pengolahan

Air

Limbah:

Studi Pendahuluan terhadap Pertumbuhan Vegetatif Jagung Manis dan

Mikrob

Tanah

Isolasi dan

Uji

Kepekaan Isolat

Klinis

ORSA dan nonORSA terhadap Vankomisin dan

Antibiotik

Lainnya

Pectinesterase Synthesis

by Aspergillus niger Using

Sugar

Alcohol

and Organic

Acid

Substrates

Isolasi dan Penapisan Bakteri

Xilanolitik Mesofil

dari Rayap

Kemampuan Bakteri Galur

Lokal

Tunggal dan Galur Campuran

untuk Merombak

Metidation

Produksi Senyawa

Antimikrob

dari Mobe dan

Aplikasinya

sebagai Bahan Pengawet Pangan

KOMUNIKASI

SINGKAT

Deteksi

Dini

Infeksi Virus Nipah dengan

Uji

Enzyme Linked Immunoassay pada Babi

di

Indonesia

IITITONHSIA

I Nyoman P. Aryantha, Dian P.

Lestari & Nurmi Puri

Dwi

Pangesti

Reginawanti H indersah, Marthin Kalay

&Barti

Setiani

Muntalif

Hera Noviana

Triwibowo Yuwono &, Komaryati Diat Anggerawati Tresnawati Purwad aria, Puji Ardiningsih, Pius P. Ketaren

& Arnold

P. Sinurat Eddy Jusuf

Sedarnawati Yasni, Yenny Elisabeth, Elvira Syamsir

&

Adolf

Parhusip

434r/

Indrawati Sendow,

Chris Morrissy, Tatty Syafriati, Darminto

&

Peter Daniels

73-75 47-50

5l-54

55-58

s942

6347

68-72

lndeks Penulis Indeks Subyek

*oun*

lt{/tr\

nf o.*,K ffi* " 6

,i;Tily.,r

T7

78

Media Komunikasi

Mikrobiologi & Bioteknologi

Terbit

dua

kali

setahun

(2)

JURNAL MIKROBIOLOGI INDONESIA

(TNDONESTAN JOURNAL FOR MTCROBTOLOGY)

ISSN 0853-3s8X

Terakreditasi dengan Nilai A sampai dengan Januari 2005 No. 02lDIKTllKepl2002

PENERBIT (PUBLISHER)

Perhimpunan Mikrobiologi Indone

sia

(Indone

s

ian

Soci ety

for Microbiolo gt)

Penanggung Jawab: Haryanto Dhanutirto; Ketua Editor (Chief Editor): Agustin Wydia Gunawan;

Dewan Editor (Editorinl Board Members): Betty Sri Laksmi Jenie, Fera Ibrahim , Koesnandar, Lucky Hartati Moehario, Tresnawati Purwadaria, T.W. Darmono, Tedja Imas, Supriadi, Novik Nurhidayat; Editor Pelaksana (Managing Editors)t Nisa Rachmania Mubarik; Sirkulasi (Distributioz): Ferry Budhi Cahyono; Koresponden (Corespondence)zKet:uaCabangPerhimpunan Mikrobiologi Indonesia di Indonesia

NamatEditor

d.a. Departemen Biologi FMIPAIPB Jalan Raya

Paj

ajarun Bogor L6I44

Tel .

+62-251-328837.

E-mail

: j .perm

i@fr"ipa.

ipb. ac.

id http

: I lbima. ipb .ac .td/

joumaUmikrobio

1o

gi

PENGURUS PUSAT PERHIMPUNAN MIKROBIOLOGI INDONESIA

2001-2005

Dewan Penasehat: Prof.Dr.dr. Sujudi, Sp.M.K.; Prof.Dr.lng. Wardiman Djojonegoro; Prof.Dr.lr. Joedoro Soedarsono; Prof.Dr.lr. Wisjnuprapto; Dr.

Susono Saono; Prof.Dr. lndrawati Gandjar; Ketua Umum: Prof.Dr. Haryanto Dhanutirto; Ketua

I

(Pengabdian Profesl): dr. Amin Soebandrio, Ph.D.,Sp.M.K.; Ketua

ll

(Publlkasi dan Hubungan Luar Negeri): Prof.Dr.lr. Betty Sri Laksmi Jenie, M.S.; Ketua lll (Pengembangan Profesi & SDftl):

dr. Pratiwi Sudarmono, Ph.D.,Sp.M.K.; Ketua lV (Pengembangan Organisasi): Dr.lr. A. Saefudin Noer; Sekretaris Jenderal: Dr.lr. Koesnandar, M.Eng.; Wakil Sekjen

l:

Dr. Marlia Singgih; l rakil Sekjen

ll:

dr. Mardiastuti H.W.,M.Sc.,Sp.M.K. Bendahara

l:

Dra. Yenni Bakhtiar, M.Ag.Sc.;

Bendahara ll: Drs. Nuki Bambang Nugroho, M.Si.; Bidang Pengabdian Profesi: Dr.lr. Siswa Setyahadi (Koordinator): Dr.h. RoyA. Sparringa, M.App.Sc.; Dr.

Edwan Kardena; Dr.lr. Agustian; Prof.lr. Wayan Redi Aryanta, M.Sc.,Ph.D.: Bldang Publlkasi dan Hubungan Luar Negerl: Prof.Dr.lr, Antonius Suwanto, M.Sc.

(Koordinator); lr. Agustin \A/ydia Gunawan, M.S.; Dr.lr. Retno Dumilah Esti Widjayanti; Dr.lr. Dwi Retno Lukiwati, M.S.: Dr. Debbie S. Retnoningrum; Bidang Pengembangan Profesi & SDM: dr. Fera lbrahim, M.Sc.,Ph.D. (Koordinator); Dr.lr. Eni Harmayani, M.Sc.; Drs. Achmad Marasabessy, Apt.M.tech.; Dr.lr.

Robert D.M. Simanungkalit; dr. Eddy Mudihardi, Sp.M.K.; Bidang Pengembangan Organisasi: dr. Abu Tholib Aman M.Sc.,Ph.D. (Koordinator); Drs. lman Santoso, M.Phil.; dr. T. Mirawati Sudiro, Ph.D.; Drs. Bambang Sukmadi, M.Si.; dr Dahlan Darip, Sp.M.K.

Percetakan: CV Sinar Jaya

Harga Langganan Satu Thhun

(terbit

Februari dan September)

Pelanggan (subscriher); Rp60 000.-;

Institusi/Perpustakaan (lnstitution/library): Rpl20

000.

(3)

TJCAPAI{ TER.IMA KASIH

Ucapan terima kasih

dan

penghargaan diberikan

kepada

para pakar yang telah diundang

sebagai

penelaah oleh Jurnal Milrrobiologi

Indonesia dalamVolume 9.

Berikut ini

adalah daftar nama pakar yang berpartisipasi:

Agus

Syahrurachman,

Bagian

Mikrobiologi,

FK, Universitas Indonesia, Jakarta

Agustin Wydia

Gunawan, Departemen Biologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Antonius

Suwanto, Departemen

Biologi,

FMIPA, Institut Pertanian Bogor,

Bogor Aris Tri Wahyudi,

Departemen

Biologi,

FMIPA, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Betty

Sri Laksmi Jenie,

Departemen Teknologi Pangan dan Gizi, Fateta, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Bibiana

W.

Lay,

FKH, lnstitutPertanian Bogor, Bogor

Budiman

Bela, Bagian

Mikrobiologi,

FK, Universitas Indonesia, J akarta

Dwi

Suryanto, Biofrop Tajur, Bogor

Dyah

Manohara,

Balitbio Tanaman Pangan, Bogor

Edi Jusuf,

Puslit Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Cibinong

Iman

Rusmana, Departemen B iologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor, B o gor

IswandiAnas,

Departemen Tanah, Faperta, Institut Pertanian Bogor,

Bogor Iwan

Saskiawan, Puslit

Biologi,

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bogor

Koesnandar,

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta

Lisdar I. Sudirman,

Departemen

Biologi,

FMIPA, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Lucky Hartati Moehario,

Bagian

Mikrobiologi,

FK, Universitas Indonesia, Jakarta

Nisa Rachmania

Mubarik,

Departemen Biologi, FMIPA, Institut Pertanian, Bogor

Novik Nurhidayat,

Puslit

Biologi,

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bogor

Pratiwi

Sudarmono, Bagian

Mikrobiologi,

FK, Universitas Indonesia, Jakarta R. D.

M. Simanungkalit,

Balitbio TanamanPangan, Bogor

Rasti

Saraswati,

Balitbio

Tanaman Pangan, Bogor

Sulistiyani,

Departemdn

Kimia,

FMIPA, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Supriadi,

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat,

Bogor

T. W.

Darmono,

Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan, Bogor Tedja Imas, Departemen

Biologi,

FMIPA, Institut Pertanian Bogor,

Bogor

Ttesnawati

Purwadaria,

Balai Penelitian Ternalg Ciawi, Bogor

Utut Widyastuti,

Departemen

Biologi,

FMIPA, Institut Pertanian

Bogol Bogor Wellyzar Sjansuridzal,

Jurusan

Biologi,

FMIPA, Universitas Indonesia, Depok

Widodo,

Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Faperta, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Yulin Lestari,

Departemen

Biologi,

FMIPA, Institut Pertanian Bogor,

Bogor

Ralat halaman 36 Volume

9

Nomor I tahun2004

Tertulis:

Berlandaskan fakta tersebut perlu dilakukan

uji

kepek aan

kloramfenikol, siprofloksasin, gatifloksasin, eritromis

Yang Benar:

Berlandaskan fakta tersebut perlu dilakukan

uji

kepekaan H.

pylori

terhadap antibiotik ampisilin, amoksisilin, tetrasiklin,

kloramfenikol, siprofloksasin, gatifloksasin, eritromisin,

klaritromisin, dan metronidazol

secara

in vitro.

Dengan

(4)

Jurnal Mikrobiologi Indonesia, September 2A04, hlm. 47-50 rssN 08s3-3s8x

Instalasi pengolahan air limbah

(IPAL)

Perusahaan Daerah

Air Minum Kota

Bandung menghadapi masalah sedimentasi dalam kolam aerob. Lumpur mengandung unsur C organik, N,

P, K,

Ca, Mg, Na, S, Fe,

Zn,Al,

dan

Mn

dalam

jumlah

nyata

yang

dapatdigunakan sebagai sumber nutrisi bagi pembibitan tanaman sayuran (Kalay

&

Hindersah 2003). Lumpur tersebut juga mengandung logam berat Cu, Cd, Cr, Hg,

Ni,

dan Pb yang menjadi kendala dalam produksi pertanian. Logam Pb dan Cd

tidak berperan dalam proses fisiologi tanaman

sehingga berpotensi untuk meracuni tanaman.

Logam

berat

juga merupakan inhibitor mikrob

tanah.

Pengaruh limbah berupa lumpur yang mengandung logam berat terhadap komunitas bakteri telah

diteliti

oleh Baath et al. (1998) dan terhadap cendawan mikori

za

vesikular arbuskular oleh Del Val et al. ( I 999). Dampak pen cemaran logam berat dapat ditekan bila logam tersebut berad a dalambentuk tidak tersedia.

Serapan logam berat oleh tanaman dapat diturunkan dengan menambahkan bahan

organik yang

akan

mengkelat

logam

(Brown et al. 20a4), menghindari kondisi tergenang

(Kurniawansyah

et a\.2001),

dan meningkatkan

pH

tanah (Sukreeyapon gse et al. 2002).

*Penulis

untuk korespondensi, Tel./Fax . +62-22-7796316, E-mai I

:

regi naw anti@yahoo. com

Vol. 9, No. 2

Konsentrasi logam berat dalam lumpur IPAL masih berada

di

bawah ambang batas sesuai

SK Menteri

Pertanian nomor 09/Kpts/TP.26All12003 mengenai logam berat di dalam pupuk anorganik. Konsentrasi

Pb

dan Cd mendekati ambang batas sehingga

perlu diketahui

pengaruhnya

bagi

pertumbuhan vegetatif tanaman, kandungan Pb dan Cd tanah, serta populasi mikrob tanah dalam produksi pertanian.

BAHAN DAI\ METODE

Rancangan Percobaan.

Percobaan rumah

kaca

untuk menguji lumpur kering IPAL, dirancang dalam rancangan acak kelompok. Konsentrasi lumpur yang

diuji

yaitu

0,25,

50, 75, dan 100%

(v/v) di

dalam media tanam. Media

tanam terdiri

atas campuran tanah Inceptisols Jatinangor

(pH HrO

5.4, C 2.54oA,N 0.I9yo, PrO, I

.l

mg&g, K-dd 0.22 cmoVkg, kapasitas tukar kation atau

KTK

sedang, kejenuhan basa atau KB Z3 ,37oA, Pb I 9.87 mg/kg, Cd 0" 14 mglkg), dan pupuk kandan gayam (Pb

17 .65 mg&g,

cd

0. 12 mgkg) dengan nisb ahz:

I

(v/v). Sebanyak 100 gram media tanam yang telah dicampur dengan lumpur

kering

dengan konsentrasi sesuai perlakuan ditempatkan di dalam pot.

Benih jagung manis dibersihkan dari pestisida

yang menempel, didesinfeksi

di

dalam etanolT0% selama 5 menit,

hidrogen peroksida

18% selama

25 menit,

dan selanjutnya

Pemanfaatan Lumpur Instalasi Pengolahan Air Limbah:

Studi Pendah uluan terhadap Pertumbuhan Vegetatif Jagung Manis dan Mikrob Thnah

Utilization of Sludge from Waste Water Treatment:

Preliminary Study on the Vegetative Growth of Sweet Corn and Soil Microbes

REGINAWANTI HINDERSAHI" MARTI{IN KALAY' & BARTI SETIANI

MUNTALIF3 IJurusan Thnah, Faperta, Universitas Padjadjaran, Jalan Raya Jatinangor Km. 21, Bandung 40600

2furusan Budi Daya Pertanian, Faperla, Ilnivercitas Pattimara, Kampus Poka, Ambon 97233 sDepartemen Tbknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,

Institut

Tbknologi Bandung,

Jalan Ganesha 10, Bandung 40132

Waste water treatment plant

in

Bandung faced a problem

of dry

sludge accumulation. This sludge contains some

plant nutricents. However,

its utilization

as media growth

for

crops production

is limited by

high concentration of heavy metals (Pb and Cd). Preliminary study has been carried out to ssses

its

influence on the vegetative growth of sweet corn, the growth

of

total soil bacteria and N, fixing bacteria Azotobact$ sp., and the colonization of vesicular- arbuscufrr mycorrhiza (VAM). The pot experiment demonstrrted that adding

dry

sludge

until

75o/o increased sweet corn vegetative growth, however, the 50% addition increased the soil concentration of Pb and Cd more than Inceptisols.

The soil reondition depresed the growth of either total soil bacteria or Azitobacter sp., and decreased the ability of soil fungi to form VAM.

Key words: dry sludge, sweet corn, soil microbes

(5)

48

HINDERSAFI ET AL.

dicuci empat kali dalam larutan kalsium sulfatjenuh (Von Wiren et

al.

1993). Benih dikecambahkan di dalam inkubator (30 oC,

48 jam)"

Setiap

pot ditanami dengan

satu kecambah dan dipelihara di rumah plastik sampai 23 harisetelah tanam (HST) tanpa

diberi

pupuk anorganik.

Pengamatan. Respons yang

diamati

ialah

tinggi

pupus, kandungan

Pb

dan

Cd total

tanah dengan metode oksidasi basah menggunakan campuran asam HCIO4,

HNO'

dan HCI;

akumulasi Pb dan Cd akar dengan metode oksidasi basah HCI 6N (Clesceri et

al.

1998) dan diukur dengan atomic absorption spectrometry;populasi bakteri total dan Azotobacter sp. dalam rizosfer. Bakteri total dihitung dengan metode cawan total pada media agar-agar nutrien (Clesceri et

a|.1998)

dan Azotobacter

sp.

dengan

media Ashby (Subba Rao 1982),

selanjutnya kolonisasi cendawan mikori za arbuskular pada j agung dengan metode

Kormanik (Schenck

1982).

Data dianalisis

dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan

uji

bedanyataterkecil.

HASIL

Pertumbuhan Tanaman. Tinggi

pupus tanaman yang mendapatkan

lumpur kering tidak berbeda nyata

dengan tanaman

kontrol

pada 7 HST. Saat berumur 23 hari, tanaman

yang diberi lumpur 25, 50,

dan 7

5% lebih tinggi

daripada tanaman

kontrol

dan yang

diberi lumpur l0A%

(Gambar 1).

Pertumbuhan tanaman menurun sampai mendekati

z}%jika

konsentrasi lumpur ditingkatkan dari 75 ke 100%. Media tanam

yang tidak mengandung lumpur kurang mendukung

perkembangan akar. Peningkatan perkembangan akar hanya terjadi sampai aplikasi lurnpur kering sebany ak 50o/o. Meskipun tidak diukur secara kuantitatif, secara visual volume akar pada lumpur

L}}%paling

kecil.

Kandungan Pb dan Cd Total Thnah. Kandungan Pb dan Cd

total

dalam media tanam

rneningkat

dengan nyata sejalan dengan peningkatan persentase lumpur di dalam media tanam (Tabel

l).

Kandungan Pb dan Cd yang tidak melebihi kandungan Pb dan Cd Inceptisols sebelurn percob aanhanya terdapat pada perlakuan kontrol dan pemberian lurnpur 25%.

Populasi

Bakteri.

Pada semua perlakuan termasuk kontrol,

populasi bakteri total dan Azotobacter sp. lebih tinggi

80

25 50 75

Konsentrasi lurnpur kering (%) Gambar

l.

Pengaruh konsentrasi lumpur ke ring di tanam terhadap tinggi jagung manis pada 7

HSI l4

HST,

J. Mikrobiol. Indones.

dibandingkan

dengan

yang

ada

di

dalam tanah Inceptisols

sebelum percobaan. Peningkatan konsentrasi lumpur

berpotensi menurunkan

populasi bakteri total kecuali

pada

pemberian 25%. Populasi Azotobacter sp.

dengan nyata menurun pada pemberian lumpur ke dalam media tanam (Tabel 2).

Kolonisasi Mikoriza.

Pada akar yang tumbuh

di

media tanam tanpa lumpur, kolonisasi cendawan mik orizamencapai 70% dan meningkat menj adigAo/opada perlakuan lumpur (Tabel 3). Penurunan drastis kolonisasi cendawan mik orizaarbuskula

terjadi

pada

perlakuan lumpur 50% dan

cendawan

tidak

menginfeksi akar pada lumpur 7 5 dan 100%.

PEMBAHASAN

Tanaman berumur

7 HST tidak

dipengaruhi oleh lumpur

karena tanaman masih mendapatkan unsur hara dari

endospenna. Sampai

23 HST,

tanaman pada media dengan lumpur 25, 50, dan 7 5% lebih

tinggi

daripada

kontrol

karena

Tabel

I,

Kandungan Pb dan Cd total tanah dan akar jagung manis pada 23 hari setelah tanam

Perlakuan Pb (ppm) cd (ppb)

Tanah

Akar

Tanah

Akar

Kontro I

Lumpur kering 25%

Lumpur kering 5A%

Lumpur kering 75%

Lumpur kering I0A%

Data yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT 5%. Tanah Inceptosols mengandung Pb 19.87 dan Cd 0.14 ppm; pupuk kandang ayam mengandung Pb 17.65 dan Cd 0.12 ppm)

Tabel 2. Pengaruh lumpur kering pada media tanam terhadap populasi bakteri total dan Azotobacter sp. di rizosfer jagung manis pada 23 hari setelah tanam

Perlakuan Total bakteri Azotobacter sp.

(media agar-agar nutrien) (x l0?) (media Ashby) (x l0a) Kontrol

Lumpur kering 25%

Lumpur kering 50%

Lumpur kering 7 5%

Lumpur kering rcA%

Data yang Ciikuti oleh huruf yang sama nyata pada taraf uji BNT 5%

menunj ukkan tidak berbeda 12.46a

16 78b 2l .22c 20"73c

3 0.96d

1.55a

l

6lb

1.69c

r

72d 1.90e

0

.l2a

0.14a 0 l7b 0.2t c 0.32d

0.02a 0.02a 0.0s b

0.12c

0.1 5d

87e 90d 49b 56c 42a

14.7 c 7.9ab

9.lb

7.7a

7 .2a 70

?60

o

;so g40

'Fo

i: S30

20

Tabel 3. Pengaruh lumpur kering kolonisasi cendawan mikoriza arbuskula 23 hari setelah tanam

pada media tanam terhadap di rizosfer jagung manis pada Perlakuan Derajat infeksi mikoriza (%)

10

Ko ntro I

Lumpur kering Lumpur kering Lumpur kering Lumpur kering 100

dalam media dan 23 HST.

25%

s0%

7s%

t00%

70d 90c 30b 0a 0a Data yang diikuti oleh huruf yang sama nyata pada taraf uji BNT 5%

me nunjukkan tidak berbeda

(6)

Vol. 9,,2004

lumpur juga mengandung bahan organik dan unsur hara yang

mampu memperbaiki struktur tanah dan mendukung

ketersediaan unsur hara. Jadi, tanaman jagung manis umur 23

HST toleran terhadap lumpur 25-75%. Peningkatan

pertumbuhan juga terjadi pada tomat, selada dan pakcoi yang ditumbuhkan pada media mengandung lumpur 25-7 5% (Kalay

&

Hindersah 2003).

Aplikasi lumpur dengan konsentrasi lebih dari

7 5%

menurunkan jumlah fraksi mineral dalam media karena lumpur yang mengandung banyak partikel liat dapat memadatkan tanah

(Imhoff

et al. 2004). Dengan demikian, penyerapan unsur hara dan perkembangan

akar

terhambat. Pertumbuhan tanaman kontrol terhambat karena kekurangan unsur hara, sedangkan pada perlakuan

lumpur

100% menurun karena pertumbuhan akarnya terhambat.

Mobilitas

dan aktivitas serta ketersediaan logam berat di dalam tanah bergantung pada sifat tanah. Tanah dengan pH di

bawah 5.0, KTK dan kandungan bahan organik

rendah mendorong ketersediaan logam berat unfuk tanaman (Juwarkar et

al.

1992). Kandungan Pb dan Cd tanah Inceptisols ini berada pada kisaran batas normal

untuk

tanah dengan bahan induk abu volkan

(Alloway

1995). Peningkatan kandungan Pb dan

Cd total tanah setelah aplikasi lumpur disebabkan

oleh konsentrasi Pb dan Cd lumpur yang lebih

tinggi

dibandingkan dengan tanah Inceptisols atau pupuk kandang. Pada percob aan

pot, tidak

ada pencucian logam

berat

sehingga terakumulasi dalam daerah perakaran. Akumulasi logam berat tidak terjadi jika lumpur diaplikasikan di lapangan(Karboulewsky et a1.2002).

Peningkatan akumulasi

Pb dan Cd

dapat meningkatkan serapan oleh tanurtan. Tanah Inceptisols pada percobaan ini

memiliki pH

5,4, kandungan bahan organik sedang (4 .24o ),

KTK

sedang ( 15.87%) yang dapat menahan mobilisasi logam berat ke dalam tanaman. Pada percobaan

ini

serapan Pb dan Cd pada daun tidak diukur. Dengan menggunakan lumpur yang sama, bagian atas tanaman

hiperakumulator logam

seperti pakcoi mengakumulasi Pb dan

Cd

dalam

jumlah

yang

tidak

meracuni (Qodaryah 2004). Penambahan

lumpur

dan pupuk kandang

sapi

pada tanah Inceptisols tidak menyebabkan

blji

jagung manis tercemar Pb dan Cd

(Maryani2004).

Lumpur kering

meningkatkan kandungan bahan organik (Karboulewsky et

a|,2002)

dan menyediakan sumber karbon bagi Azotobacter sp. dan bakteri lainnya dalam rizosfer seluruh perlakuan. Peningkatan populasi bakteri dan Azotobacter sp.

juga terjadi

pada

rizosfer pakcoi yang

ditanam pada tanah Inceptisols dengan lumpur kering, namun populasi cendawan

dan aktinomisetnya menurun (Hindersah 8. Kalay

2AA3).

Penurunan populasi bakteri total dan Azotobacter sp. di

rizosfir

setelah aplikasi lumpur

(Tabel2)

disebabkan oleh penurunan konsentras i oksigen akibat p ad atnya med ia tanah, peningkatan konsentrasi Pb dari 16.8 ke 3 0.96

ppm

dan Cd dari 0. 14 ke 0.32 ppb yang mengakibatkan kegagalan pertumbuhan kecambahan sel bakteri dan perkembangan akar

(Brais

2001).

Akar

yang

terhambat tumbuh akan berkurang eksudatnya yang

merupakan sumber nutrisi bagi bakteri.

J. Mikrobiol.

Indones.

49

Logam

berat dapat menjadi kendala bagi aktivitas

biologi

sel. Tqleransi bakteri rizosfer akan menurun pada konsentrasi Pb 500- 1500 ppm,

Cd

5- 100 ppm, Z;n20-150 ppm dan Cu 200- 750 ppm (Shilev et

a|.2000).

Logam Pb menghambat urease

dan Zn menghambat dehidrogenase dan fosfatase

tanah

(Stuczynski et a|.2003). Kepadatan sel

Pseudomonas

aeruginosa

pada

kultur yang ditambahkan 0.125 ppm

Pb menurun dibandingkan dengan kultur yang mendapatkan 0.03 ppm Cd

(Teitzel&

Parsek

2003).

Tanah yang mengandung Cu

rendah

mengandung

C-mikrob

99.0 Vglg atau hampir 2

kali lipat

dari tanah dengan Cu

tinggi

(Baath et

al,

1998). Dalam suatu

mikrokosmos, bakteri

tanah menunjukan penurunan resistensi pada konsentrasi Pb tanah I 50

pM

dan Cr tanah

l0 mM (Shi et al. 2A0D. Ralstonia metallidurans

resisten

terhadap Cd, Co, Zn, Ni, dan Cr (Nies 2003)

dengan menghasilkan

polimer

polisakarida ekstraseluler (Zhou et al.

2004). Sehubungan dengan polimer ini, menarik untuk

diteliti

kemampuan

Azotobacter sp. untuk beradaptasi di

tanah tercemar logam berat dan melakukan biodegradasi logam berat mengingat bakteri ini

memiliki

kapsul.

Tanaman

memiliki

mekanisme seluler untuk detoksifikasi logam berat

Cu,

Pb,

Cd,

Cr, Co,

Zn,

dan toleransi terhadap kondisi tanah dengan kandungan logam tinggi (Salt et

al.

1998;

Regvar & Voge I 20 00). Mekanisme tersebut me libatkan miko riza, suatu struktur khusus yang dibentuk oleh akar dan cendawan

mikoriza'arbuskula yang bersifat mutualistik.

Cendawan mikori za arbuskul a meme rl ukan karb oh idrat dari taj uk tanam an

untuk pertumbuhan

b

iomassanya dan tanaman

sehat melepaskan

fotosintat melalui akar. Kolonisasi

cendawan mikorizaarbuskula pada akar terlihatjelas (Tabel 3). Pada media dengan lumpur di atas 50% terjadi reduksi distribusi fotosintat, yang juga dapat dijelaskan oleh penurunan volume akar, akan mengganggu asupan

karbohidrat dan

eksudasi

akar

untuk pertumbuhan cendawan dan

proses

kolonisasi. Konsentrasi Pb akar sebesar I .72-1 .90 ppm dan Cd akar sebesar 0. I 2-0.15 ppb menyebabkan akar tidak bermikoriza(Tabel 3). Peningkatan konsentrasi

logam di

dalam media tanam akan menurunkan

infeksi mikoriza.

Konsentrasi Cd,

Cr,

Cu, Pb, dan

Zn

tanah yang mencapai masing-masing 3 7 ,317

,264,

173, dan 530 ppm dapat menurunkan jumlah spora tanah (Pawlowska et a|.2000), sebaliknya peningkatan diversitas cendawan terjadi

jika

lumpur diberikan dengan dosis yang tidak

tinggi

(Del Yal et

al.

1999).

Tanaman bermikoriza mampu menahan translokasi logam berat tanah ke tanaman padi

(Nurbaity

2000) yang tergolong dalam famili yang sama dengan jagung. Tidak adanya kolonisasi cendawan

mikortza

arbuskulapada perlakuan lumpur 75 dan 100% (Tabel

2)

dapatmenurunkan fungsi akar dalam menahan

penyerapan logam berat seperti yang diperlihatkan

oleh peningkatan kandungan Pb dan Cd akar (Tabel I ).

Hasil percobaan ini belum memberikan

gamb

aran

menyeluruh mengenai pengaruh logam berat di dalam lumpur terhadap dinamika populasi mikrob sehingga diperlukan kajian mengenai

mikrob

rizosfer yang lebih baik terutama diversitas

mikrob

dan mikrob yang toleran terhadap logam berat.

(7)

50

HINDERSAH ET AL.

UCAPAN

TERIMAKASIH

Terima kasih disampaikan kepada

Betty

Wediawati dari

Divisi Air

Kotor Perusahaan Daerah

Air

Minum Kota Bandung atas informasi lumpur endapan kolam anaerob IPAL.

DAFTAR PUSTAKA

Alloway BJ. 1995. The origin

of

heavy metals

in

soils.

Di

dalam:

Alloway BJ (ed). Heavy Metals

in

Soil. London: Blackie Academic

&

Professional. hlm 38-57.

Baath E, Draz-Ravina M, Frostegard A, Campbell CD. 1998. Effect on

metal-rich sludge amendments on soil microbial community. Appl Environ Microbiol 64:238-245.

Brais S. 2001. Persistence of soil compaction and effects on seedling growth in Northwestern Quebec. Soil Sci .Soc Am

J

65:1263-1271.

Brown S, Chaney R, Hallfrisch J, Ryan JA, Berti WA. 2A04. In situ treatments to reduce phyto-and bioavailability of lead, zinc, and cadmium . J Environ Qual 33:5 22-531 .

Clesceri LS, Greenberg AE,, Eaton AD. 1998. Standard methods for the

examination

of

water and wastewater. Ed ke-20. Maryland.

American Public Health Association, American Water Works Association, Water Environment Federation.

Del Val C, Barea JM, Azcon-Aguilar C. 1999. Diversity of arbuscular mycorrhizal fungus population in heavy metals-contaminated soils.

Appl Environ Microbiol 65:718-723 '

Hindersah R, Kalay AM. 2003. The use of domestic sludge as organic

matter

for

pak-choy (Brasicca cornpestris

var.

chinensis) producti an. Proceeding on the Organic Farming and Sustainable Agriculture

in

Tropics and Subtropic. Palembang, 8-9 Okt 2003.

hlm 202-207 .

Imhoff S, Da Silva AP, Fallow D. 2A04. Susceptibility to compaction, load support capacity, and soil compressibility of Hapludox. Soil Sci ,Soc Am

J

68:17-24.

Juwarkar AS et

al.

1992. Biological and industrial waste$ as sources of plant nutrients.

Di

dalam: Tandon HLS (ed). Fertilizers, Organic Manures, Recyclable Ll/astes and Biofertilizers. New Delhi: Fertilizers Develompenet and Consultation Organtzation. hlm 72'90.

Kalay AM, Hindersah R. 20A3. Pemanfaatan lumpur kering kolam anaerob pengolahan limbah sebagai media pembibitan tanaman sayuran.

Di

dalam: Prosiding Kongres dan Seminar Nasional Himpunan Ilmu Tanah Indonesia

VIil.

Padang,

2l-23

Jul 2003.

hlm 504-510.

Karboulewsky N, Dupouyet S, Bonin G, 20A2, Environmental risks of applying sewage sludge compost to vineyards carbon, heavy metals, nitrogen, and phosphorus accumulation. J Environ Qual 31:1522- t527.

Kurniawansyah M, Sudirman, Roechan S, Emmyzar. 2001. Toleransi tanaman akar wangi (Vertiveria zizanioides L.) pada tanah tercemar logam berat Pb dan Cd. J Soirens 2:l15-125.

J. Mikrobiol. Indones.

Maryani

L.

2004. Peman faatan iumpur IPAL dan pupuk kandang sapi sebagai ameliorant pada tanaman jagung rnanis (Zea mays L. var' saccharata) pada Fluventic Eutrudepts

ISkripsi].

Bandung:

Universitas Padj adj aran.

Nies DH. 2A|[. Efflux-mediated heavy metal resistance in prokaryotes.

FEMS Microbiol Rev 27 .31 3 -3 3 9.

Nurbaity A. 2000. Kandungan logam berat Cu, Serapan N, P,

K

serta berat kering tanaman padi gogo (Ory;a sativa L.) pada tailing P.T.

Freeport Timika akibat aplikasi mikoriza vesikular arbuskular dan

Biostimulan [Tesis]. Bandung: Universitas Padjadjaran.

Pawlowska TE, Chaney RL, Chin M, Charvat I. 2000. Effects of metal

phytoextraction practices

on the

indigenous community of arbuscular myco rrhizal fungi at a metal-contaminated landfill . Appl Env iron

Miqobiol

66:2526-253 0.

Qodaryah ES. 2004. Pengaruh lumpur kering dan pupuk kandang sapi terhadap pH tanah, Pb terlarut, Pb total, akumulasi Pb pada pupus tanaman dan hasil tanaman pakc oy (Brassica chinensls L.) pada Fluventic Eutrudepts [Skripsi]. Bandung: Universitas Padj adiaran.

Regvar M, Vogel K. 2000. Mycorrhiza as an bioindicator of the polluted sites. http:lllbewww.epfl. ch/COST83 7 lintercost.pdf. [ 1 9 Okt 2003 ] .

Salt Dg, Smith R, Raskin

I.

1998. Phytoremediation. Annu Rev Plant Physiol 49'.643-668.

Schenck NS. 1982. Methods and Principles of Mycorrhizal Research.

St Paul: Phytopathology Society.

Shi W Becker J, Bischoff M, Turco RF, Konopka AE. 2002. Association

of

microbial community composition and activity

with

lead, chromium, and hydrocarbon contamination.

Appl

Environ Microbiol 68:3 859-3866.

Shilev S, Benlloch M, Puig M, Sancho ED. 2000. Rhizospheric bacteria promotes sunflower plant growth and tolerance to heavy metals.

http://lbewww.epfl.ch/COST83 7 /rntercost.pdf. I I 9 Okt 2003].

Stuczynski

TI,

McCarty GW, Siebielec G. 2003. Response

of

soil microbiologicat

activities to

cadmium, lead, and zinc salt amendments . J Environ Qual 32 1346- 13 5 5.

Sukreeyapongse O et

sl.

2A02. pH- dependent release of cadmium, copper, and lead from natural and sludge-amended soils. J Environ Qual 3l:1901-1909.

Subba-Rao. 1982. Biofertilizers in Agriculture. New Delhi: Oxford dan IBH Publ. hlm 78.

Teitzel GM, Parsek MR. 2003. Heavy metal resistance of biofilm and plankto nic Pseudomonas aeruginosa, Appl Environ Microbiol 69:23 13 -2320 .

Von Wiren A, Roemheld

V

Morel JJ, Guckert A, Marschner H. 1993.

Influence of microorganisms on iron acquisition in maize. Soil Biol Biochem 25:37l-37 6.

Zhou LX, Zhou SG, Zhan XH. 2004. Sorption and biodegradability of sludge bacterial extracellular polymers in soil and their influence on soil copper behavior. J Environ Qual 33:154-162.

(8)

ISI

JT]RNAL MIKROBIOLOGI INDONESIA

Volume 8 Nomor

2

ISS|{ 0853 r 358X

September 2003

Coronavirus dan Sindroma Pernafasan Akut Berat. Fera Ibrahim & T. Mirawati Sudiro ...

Seleksi Bakteri Asam

Laktat

Indigenus sebagai

Galur Probiotik

dengan Kemampuan

Menurunkan

Kolesterol.

Netty Kusumawati, Betty Sri Laksmi Jenie, Siswa Setyahadi & Ratih Dewanti-Hariyadi

Growth Response

of

Rhizobacterial Isolates under Salt Osmotic Stress in the Presence of Different Carbon Sources.

Triwibowo Yuwono, Ali Ikhwan & Joedoro Soedarsono '....'...'...

produksi Massal Sel Rhizobiumdengan Teknologi Bioproses. Rasti Saraswati, Khaswar Syamsu, Dwi Ningsih Susilowati, Isolasi dan

Identifikasi

Mikroorganisme

Termofil

Isolat Kawah Wayang. Indrajaya, Fida Madayanti Warganegara possibility of Efficient Composting on Palm Oit

Mill

Fiber by Optimized Solid State Fermentation Using Thermophilic Fungus Chaetomiumsp. Nov. MS-01?. Suyanto, Takashi Ohtsuki, Shin-Ichi Yazaki, Sadaharu Ui, M. Ahkam Subroto,

Hidroponik. I Nyoman P. Aryanth4 Dian P. Lestari & Nurmi Puri Dwi Pangesti .-.'-'-.-.---.-

Pemanfaatan

Lumpur

Instalasi Pengolahan

Air Limbah:

Studi Pendahuluan terhadap Pertumbuhan Vegetatif JagungManisdanMikrobTanah.ReginawantiHindersah, MarthinKalay&BafiiSetianiMuntalif...

Isolasi dan

Uji

Kepekaan Isolat

Klinis

ORSA dan nonORSA terhadap Vankomisin dan

Antibiotik

Lainnya. Hera Pectinesterase Synthesis by Aspergillus nigerUsingSugar Alcohol and Organic Acid Substrates. Triwibowo Yuwono Isolasi dan Penapisan Bakteri

Xilanolitik

Mesofil dari Rayap. Tresnawati Purwadaria, Puji Ardiningsih, Pius P. Ketaren Kemampuan Bakteri Galur Lokal Tunggal dan Galur Campuran untuk Merombak Metidation. Eddy Jusuf ...

Produksi Senyawa

Antimikrob dari

Mobe dan Aplikasinya sebagai Bahan Pengawet Pangan. Sedarnawati Yasni, Deteksi Dini Infeksi Virus Nipah dengan IJjl Enzyme Linked Imnunocssay pada Babi di Indonesia. Indrawati Sendow,

Chris Monissy, Tatty Syafriati, Darminto & Peter Daniels ...

Volume 9 Nomor I Februari 2004

Recent Advances

in

Understanding

Soil Microbial Activity

and

Soil Quality Relationship:

a

Review.

Rasti Karakterisasi Protease Ekstraseluler Clostridium bifermentans Rl4-1-b. Julia Enggel, Anja Meryandini & Lily Natalia Study on the Degradation of

Cyclodextrin

Derivatives by Klebsiella oxytoca M5a1.

Tri

Yudani Mardining Raras Pengaruh CaCO, pada Fermentasi Asam

Laktat

oleh Rhizopus oryzae.liahjadi Purwoko

&

Idayu Ria Pramudyanti Kemampuan Rizobia Bangkuang dari Berbagai Daerah di Indonesia dalam Menambat Nitrogen dan Meningkatkan Pertumbuhan Bangkuang. Iswandi Anas &

DiniMufriah

..---..-....-..-.--.-.-.::r- Produksi dan Karakterisasi Parsial Protease Alkali Termostabil Bacillas thermoglucosidosias AF-01. Asrul Muhamad

Uji

Kepekaan Helicobacter pylori Isolat Jakarta terhadap Berbagai Jenis

Antibiotik.

Widyasari Kumal4 Aziz Rani

&

Pembentukan Magnetosom pada Bakteri. Aris Tri Wahyudi

Volume 9 Nomor 2 SePtember 2004

Potensi tsolat Bakteri Penghasil

IAA

dalam Peningkatan Pertumbuhan Kecambah Kacang

Hijau

pada Kondisi

35-38

39-43 44-46 47 -52 s3-56

57 -62 63-66

67 67

l-8

9-12 r3-18 t9-22 23-28 29-3s 36-3 8

39-42

43-46 47 -50

5l-54 55-58

59-62 63-67

68-72 73-7 5 77 78

Referensi

Dokumen terkait

Penentuan Nilai parameter Hasil dari pengujian model yang dilakukan pada bab tiga adalah penentuan nilai parameter dengan algoritma Neural Network dan algoritma Neural Network