L/O/G/O
MIKROORGANISME
DALAM PANGAN
Jamur benang
Dapat tumbuh pada pH rendah, A
1
w rendah dan tekanan osmotik tinggiBanyak jenis menyebabkan kerusakan pangan Beberapa jenis menghasilkan toksin
Beberapa jenis digunakan dalam bioproses pangan Beberapa jenis menghasilkan bahan enzim dan bahan tambahan makanan
Aspergillus bersepta/bersekat
konidia berwarna hitam banyak yang bersifat
xerofilik, dapat tumbuh di A
wrendah
menyebabkan kerusakan
pangan misalnya selai,
buah, sayur
Menghasilkan aflatoksin: karsinogenik terutama menyebabkan kanker hati, dapat menyebabkan
kematian pada hewan Aspergillus flavus
Aspergillus oryzae
Aspergillus niger
Menghidrolisis pati dengan menghasilkan α-amilase;
untuk pembuatan kecap
Digunakan untuk menghasilkan asam sitrat dari glukosa;
menghasilkan amilase, selulase, lipase Aspergillus ochraceus
Menghasilkan ochratoxin (nefrotoksin, karsinogenik)
Aspergillus flavus
Onion + A. niger
Text in here
i
Penicillium
Bersepta,
Menghasilkan konidia berwarna hijau-biru
Penicillium roqueforti dan P. camemberti digunakan dalam pembuatan keju
Banyak species menyebabkan kebusukan pada buah dan sayur, daging, roti, padi-padian,
Beberapa species menghasilkan ochratoxin
Penicillium requeforti
Keju requeforti Keju camemberti
Text in here Text in here
Rhizopus
Hifa tidak bersepta,
Membentuk sporangiospora dalam sporangium
Menyebabkan kerusakan pada buah dan sayur
Rhizopus stolonifer merupakan jamur roti yang berwarna hitam
Rhizopus oryzae, R. oligosporus: untuk pembuatan tempe
Tidak bersepta, menghasilkan sporangiospora dalam sporangium
Menghasilkan koloni seperti kapas
Beberapa species digunakan dalam fermentasi makanan dan sebagai sumber enzim (amilase, protease)
Dapat menyebabkan kerusakan pada sayuran
Mucor rouxii: untuk proses sakarifikasi pati
Mucor
Mucor
Text in here
Bersepta
Membentuk koloni seperti kapas, konidia berbentuk sabit
Menyebabkan kebusukan misalnya busuk kering pada kentang (F. coeruleum)
Beberapa spesies menghasilkan toksin ATA
(alimentary toxin aleukia), menyebabkan kerusakan membran mukosa mulut, kerongkongan,
lambung (F. sporotrichoides, F. poae) Fusarium
Fusarium
Khamir
• Beberapa species menyebabkan kerusakan pangan
• Beberapa species digunakan dalam bioproses
→ pembuatan etanol, misalnya Saccharomyces cerevisiae
• Beberapa species dapat menghasilkan bahan
tambahan makanan → pewarna makanan, misalnya Phaffia rhodozyma dan Xanthophyllomyces
dendrohous yang dapat memfermentasi glukosa menghasilkan carotenoid astaxanthin pink- orange
Sel bulat, oval atau memanjang
Saccharomyces cerevisiae: untuk pembuatan roti dan alkohol
Dapat menyebabkan kerusakan pangan dengan menghasilkan alkohol dan CO2
Saccharomyces
Banyak spesies dapat menyebabkan kerusakan pada makanan berkeasaman tinggi, garam dan gula
Membentuk pelikel (biofilm) di permukaan cairan misalnya sirup
C. lipolytica (Yarrowia lipolytica): menyebabkan ketengikan pada mentega dan produk susu
Candida
Rhodotorula
Berwarna-warni (merah, pink, kuning, orange),
menyebabkan diskolorisasi bahan makanan misalnya daging, ikan, sauerkraut
Dapat tumbuh di freezer
Virus
Dapat menyebabkan penyakit jika terbawa dalam makanan
Virus hepatitis A, polio, echovirus (Enteric Cytopathic Human Orphan)
Bakteriofag dapat menyebabkan
kegagalan fermentasi, dapat merusak biakan starter, misalnya pada bakteri asam laktat
Bakteri
Bakteri pembentuk asam
Text in here
Kelompok bakteri dalam bahan pangan
Menghasilkan sejumlah relatif besar asam laktat dari karbohidrat
Merusak susu
Dapat dimanfaatkan untuk membuat minuman fermentasi, contohnya yogurt
Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus Contoh: bakteri asam laktat
Dapat menghidrolisis protein karena menghasilkan proteinase ekstraseluler
Contoh: Micrococcus, Staphylococcus, Bacillus, Clostridium Bakteri proteolitik
Bakteri lipolitik
Dapat menghidrolisis trigliserida karena menghasilkan lipase ekstraseluler
Contoh: Micrococcus, Staphylococcus, Pseudomonas Bakteri sakarolitik
Dapat menghidrolisis gula/karbohidrat
Contoh: Bacillus, Clostridium, Aeromonas, Pseudomonas Bakteri hidrolitik
Bakteri termofilik
Dapat tumbuh pada suhu 50°C atau lebih
Contoh: Bacillus, Clostridium, Pediococcus Bakteri psikrotrofik
Dapat tumbuh pada suhu refrigerator (< 5°C)
Contoh: beberapa spesies dari Pseudomonas, Alteromonas, Alcaligenes, Bacillus
Bakteri dengan ketahanan terhadap lingkungan tertentu
Bakteri termodurik
Dapat bertahan setelah dipasteurisasi
Contoh: beberapa spesies dari Micrococcus, Enterococcus, Lactobacillus, Pediococcus
Bakteri halotoleran
Bertahan hidup pada konsentrasi garam tinggi (> 10%)
Contoh: beberapa spesies dari Bacillus, Micrococcus, Staphylococcus, Pediococcus
Bakteri asidurik
Dapat bertahan pada pH rendah (<4.0)
Contoh: beberapa spesies dari Lactobacillus, Pediococcus, Lactococcus, Enterococcus
Bakteri osmofilik
Tumbuh pada lingkungan dengan tekanan osmotik lebih tinggi dari pada yang dibutuhkan oleh bakteri lain pada umumnya
Contoh: beberapa spesies dari Staphylococcus, Leuconostoc, Lactobacillus
Kurang osmofilik dibandingkan jamur benang dan khamir
Menghasilkan gas (CO2, H2, H2S) selama metabolisme nutrien
Contoh: beberapa spesies dari Leuconostoc, Propionibacterium, Escherichia, Enterobacter Bakteri penghasil gas
Bakteri penghasil lendir
Dapat menghasilkan lendir dengan mensintesis karbohidrat
Contoh: beberapa spesies atau galur dari Xanthomonas, Leuconostoc, Alcaligenes, Enterobacter
Kelompok bakteri lain
Menghasilkan spora
Contoh: Bacillus, Clostridium, Desulfotomaculum
Dapat dibedakan: aeobik, anaerobik, flat sour, termofilik, penghasil sulfida
Bakteri berspora
Bakteri aerob
Membutuhkan oksigen untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan
Contoh: Pseudomonas, Bacillus, Flavobacterium
Tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen
Contoh: Clostridium Bakteri anaerob
Bakteri anaerob fakultatif
Tumbuh dengan atau tanpa oksigen
Contoh: Lactobacillus, Pediococcus, Leuconostoc Patogen enterik
Menyebabkan infeksi gastrointestinal
Contoh: Salmonella, Shigella, Campylobacter, Escherichia
Indikator pencemaran fekal
Escherichia coli
Bakteri koliform fekal
Digunakan sebagai indek sanitasi
Contoh: Escherichia, Enterobacter, Citrobacter, Klebsiella
Anaerob fakultatif, gram negatif, tidak membentuk spora, memfermentasi laktosa menghasilkan gas dalam waktu 48 jam
Bakteri koliform
L/O/G/O
Thank You!
w w w . t h e m e g a l l e r y . c o m