PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Guru masih mengandalkan metode ceramah dalam proses pembelajaran Al-Quran dan Hadits sehingga menimbulkan kebosanan terhadap minat belajar siswa.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan minat siswa dalam belajar Al-Qur'an Hadits di MTs Muhammadiyah Kota Bengkulu. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTs Muhammadiyah Kota Bengkulu. Nur Intan “Pengaruh Kreativitas Guru Al-Qur’an Hadits terhadap Prestasi dan Minat Belajar Siswa di Mts Gois Campalagian Kabupaten Polewali Mandar”.
Dalam penelitian ini, penulis mendeskripsikan kurangnya minat siswa dalam mempelajari hadits Al-Quran di MTs Muhammadiyah Kota Bengkulu. Apa faktor pendukung dalam meningkatkan minat siswa? Upaya Guru Meningkatkan Minat Siswa Dalam Pembelajaran Hadits Al-Qur'an Di MTs Muhammadiyah Bengkulu.
Berdasarkan penelitian penulis, minat siswa dalam pembelajaran Al-Quran Hadits di MTs Muhammadiyah Kota Bengkulu dapat dirangkum sebagai berikut.
Tujuan Penulisan
Manfaat Penelitian
Secara teoritis, hasil penelitian ini bermanfaat agar pelajaran agama diatur sedemikian rupa sehingga dapat dipahami dengan penuh perhatian oleh anak-anak, sehingga siswa memiliki minat terhadap pelajaran agama, pelajaran harus disampaikan dalam sebaik mungkin. untuk mereka.
LANDASAN TEORI
Minat belajar
Oleh karena itu, guru harus mampu membuat siswa senang saat belajar. Faktor dari dalam diri siswa (internal) merupakan faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa dan berasal dari diri siswa itu sendiri. Mata kuliah Hadits Al-Qur’an merupakan mata kuliah yang membekali mahasiswa dengan bekal untuk memahami al-Qur’an dan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam serta mengimplementasikan kandungan al-Qur’an dan hadits dalam kehidupan sehari-hari.
Sehingga dapat dipahami bahwa pembelajaran hadis Al-Qur’an merupakan proses pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk memahami Al-Qur’an dan Hadits Nabi serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan antara penelitian ini dengan peneliti yang akan dilakukan terdapat pada judul penelitian, peneliti sebelumnya meneliti “upaya guru al-Qur’an dan Hadits dalam meningkatkan minat baca Al-Qur’an bagi siswa kelas X jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di MAN 2 Lombok Tengah, adapun penelitian yang akan penulis selidiki adalah minat siswa dalam mempelajari Al-Quran Hadits di MTS Muhammadiyah Kota Bengkulu Minat membaca Al-Quran pada siswa MTsN Model Banda Aceh” sedangkan penelitian yang penulis lakukan akan diteliti, apakah minat belajar Al-Quran siswa di MTS Muhammadiyah Kota Bengkulu dan terdapat perbedaan tujuan, peneliti sebelumnya bertujuan untuk mengetahui upaya sekolah dalam meningkatkan minat membaca Al-Quran pada siswa MTsN Model Banda Aceh, sedangkan Penulis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa Al Quran dan Hadits di MTS Muhammadiyah Kota Bengkulu.
Untuk mendapatkan data dari kepala madrasah tentang kondisi nyata di MTs Muhammadiyah dan proses pembelajaran di madrasah serta upaya peningkatan minat belajar siswa, sedangkan untuk mendapatkan data dari siswa tentang minat siswa dalam bidang pendidikan. pembelajaran hadits Al-Qur'an di MTs Muhammadiyah. Selain itu, metode wawancara ini juga digunakan untuk memperoleh informasi dari guru bidang kajian Hadits Al-Qur'an tentang upaya apa saja yang dilakukan untuk meningkatkan minat siswa dalam mempelajari Hadits Al-Qur'an dan proses pelaksanaan pembelajaran yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tahapan, dan evaluasi./evaluasi. Menurut guru bidang studinya, Deesi Arisanda, minat siswa dalam mempelajari Al-Qur'an Hadits di MTs Muhammadiyah Bengkulu masih minim dan masih minimnya minat belajar, ada 3 yang paling sering ditemui seperti berikut.
Oleh karena itu, ketika mengajar pelajaran, guru harus bisa membuat siswa senang dengan belajar dan tidak memaksanya. Menurut Ibu Dessi, salah satu faktor pendukung peningkatan minat belajar siswa di MTs Muhammadiyah adalah kesesuaian tenaga pengajar untuk semua bidang studi, khususnya bidang studi Al-Qur'an Hadits, sehingga pembelajaran Al-Qur’an Hadits dapat berjalan sesuai rencana dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Menurut penulis, faktor pendukung minat siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran salah satunya adalah memiliki tenaga pengajar yang cukup sehingga dapat membuat pembelajaran Al-Quran Hadits berjalan dengan lancar.
Sarana dan prasarana sekolah yang memadai menurut penulis merupakan salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan minat siswa untuk memperlancar pelaksanaan proses pembelajaran. Menurut penulis peran orang tua dan organisasi sangat penting sebagai faktor pendukung untuk meningkatkan minat siswa dalam terwujudnya proses pembelajaran. Karena pengaruh tersebut dapat membuat siswa malas dalam mempelajari Al-Qur'an dan Hadits, maupun dalam bidang studi lainnya.
Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dalam mempelajari Al-Quran Hadits terlebih dahulu untuk menyiapkan metode yang membuat siswa senang belajar.
Pembelajaran Quran Hadits
Penelitian Terdahulu
Kerangaka berpikir
METODE PENELITIAN
Tempat Dan Waktu Penelitian
Sumber data primer adalah data yang disajikan sebagai data utama dalam penelitian ini Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru di bidang kajian hadits Al-Qur'an, untuk memperoleh data tentang gambaran umum minat siswa dalam mempelajari Al-Qur'an. anic hadits, dan upaya guru dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam belajar hadits Al-Qur'an serta faktor pendorong dan penghambat dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa dalam belajar hadits Al-Qur'an di MTs Muhammadiyah Kota Bengkulu. Pada saat guru menyampaikan materi dengan metode ceramah, masih ada siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru, siswa lebih mementingkan aktivitasnya masing-masing seperti pergi ke bangku temannya, mengganggu temannya yang sedang belajar, dan lain sebagainya. . Pada saat guru memberikan materi pelajaran ada siswa yang tidak bersemangat mengikutinya, ada diantara siswa yang melamun, berbicara dengan temannya, ada juga diantara siswa yang mengantuk, sehingga pada saat guru memberikan materi dengan menggunakan pertanyaan dan metode respon dengan siswa, diantara siswa ada yang kurang memahami materi yang telah disampaikan dan tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru.
Dalam mengikuti proses pembelajaran ketika guru menggunakan ceramah, siswa masih dapat fokus mendengarkan penjelasan guru, namun setelah beberapa saat pelajaran berlangsung, siswa mulai kehilangan fokus. Namun ketika pembelajaran dilanjutkan dengan diskusi, siswa mulai kehilangan fokus, ada siswa yang malas dalam mengikuti diskusi, hanya sedikit siswa yang dapat berpartisipasi dengan serius dan fokus dalam diskusi. Kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis adalah minat siswa MTs Muhammadiyah Kota Bengkulu masih tergolong kurang tertarik untuk mengikuti pembelajaran hadits Al-Qur’an, dilihat dari sikap siswa yang manifestasi siswa. kurangnya minat belajar, seperti siswa tidak memperhatikan penjelasan guru, siswa melamun, siswa tertidur, siswa malas, dll.
Menurut penulis upaya guru untuk meningkatkan minat siswa yaitu guru mencarikan metode yang menyenangkan seperti memutar video pengajaran, dan tidak terlalu memaksakan dalam pembelajaran siswa, karena hadits Al-Quran terkadang mendapat ayat dan ayat. hadits yang perlu dihafal. , karena kalau dipaksakan akhirnya tidak masuk kelas karena belum hafal. Menurut Ibu Dessi, salah satu bentuk dukungan untuk meningkatkan minat siswa jika sekolah sangat mendukung, seperti disediakan dan dipinjamkan buku, dan sekolah juga menyediakan jaringan internet seperti Wifi, dan sesekali bisa membawa ponsel sehingga Anda dapat menelusuri dan menambah wawasan siswa. 48. Ibu Dessi menyatakan bahwa “siswa kurang memperhatikan orang tuanya di rumah, kalau tinggal di panti asuhan kurang diperhatikan, sehingga terkadang anak tidak mengerjakan tugas yang diberikan di sekolah dan minatnya dalam pembelajaran masih kurang.
Dari pemaparan diatas oleh penulis dapat disimpulkan bahwa diantara faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut memang sangat berpengaruh, selain pengaruh dari dalam diri siswa, juga pengaruh dari luar terhadap diri siswa karena jika ada kesalahan dalam lingkungan atau orang tua yang kurang mementingkan mereka. anak-anak mereka menjadi anak-anak yang malas. Hal ini harus diperhatikan oleh para pendidik agar dapat meningkatkan minat siswa dalam mempelajari ilmu yang diberikannya, karena jika tidak ada perubahan untuk mengubahnya, maka kedepannya tidak akan berkembang seperti yang diharapkan. Setelah memaparkan hasil penelitian di atas, maka penulis menawarkan analisis sebagai berikut: Minat siswa dalam mempelajari Hadits Al-Qur'an di MTs Muhammadiyah, menurut Dessi Arisandi bahwa minat merupakan salah satu unsur kepribadian manusia atau individu yang berperan. peranan penting dalam pengambilan keputusan, dimana minat akan mengarahkan tindakan individu terhadap suatu objek berdasarkan kesenangan atau ketidaksenangan.Untuk melakukan suatu kegiatan diperlukan motivasi atau perhatian yang tinggi terhadap kegiatan tersebut, yang disebut minat. Jika minat tidak ada maka sulit bagi seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan.
Untuk meningkatkan minat mahasiswa, maka harus ada faktor pendukung dan penghambat, dari hasil wawancara dengan penulis, faktor pendukung tersebut seperti tenaga pengajar yang mencukupi untuk semua bidang studi, khususnya bidang kajian Hadits Al-Quran. , serta sarana dan prasarana dari sekolah telah mendukung untuk meningkatkan minat siswa. Siswa kurang memperhatikan orang tuanya di rumah, jika tinggal di panti asuhan kurang mendapat perhatian dari panti asuhan, sehingga terkadang anak tidak mengerjakan tugas yang diberikan di sekolah dan minat belajarnya menurun. Berdasarkan data di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mempelajari bidang studi Al-Qur'an Hadits antara lain kurangnya motivasi dari orang tua siswa, guru dan sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai seperti kurangnya persediaan buku di sekolah. perpustakaan, tidak tersedianya media pembelajaran dan sebagainya.
Bahwa minat siswa di MTs Muhammadiyah Kota Bengkulu masih tergolong kurang berminat untuk mengikuti pembelajaran hadits al-qur an dapat dilihat dari sikap siswa yang merupakan wujud dari kurangnya minat siswa dalam belajar, seperti siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, siswa melamun, siswa tertidur, siswa malas, dll.