PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Tinjauan Botani Rumput Teki
- Klasifikasi Tumbuhan Rumput Teki
- Sinonim Tumbuhan Rumput Teki
- Morfologi umbuhan Rumput Teki
- Ekologi dan Penyebaran Tumbuhan Rumput Teki
- Tinjauan Kimia Rumput Teki
- Kandungan Kimia Rumput Teki
- Monografi Minyak Atsiri
- Identifikasi Minyak Atsiri
- Penetapan Kadar Minyak Atsiri
- Isolasi Minyak Atsiri
- Tinjauan Farmasetika
- Lip Balm
- Komponen Lip Balm
- Fungsi dan Manfaat Lip Balm
- Persyaratan Lip Balm yang Baik
- Evaluasi Lip Balm
- Tinjauan Umum
- Kulit Kering
- Mekanisme Kerja Pelembab
- Metode Penentuan Daya Pelembab
- Uji In Vitro
Dalam perdagangan, minyak atsiri dari biji herba dikenal dengan nama minyak cyperiol atau minyak cyperus. Minyak atsiri juga dikenal sebagai minyak atsiri atau minyak atsiri yang diproduksi oleh tanaman. Minyak atsiri dapat diperoleh dari bagian tumbuhan manapun yaitu daun, bunga, buah, biji, batang, kulit dan akar (Ketaren, 1985).
Setelah distilasi, diamkan minimal 15 menit, catat jumlah minyak atsiri dalam buret. Cara pemurnian minyak atsiri dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu penyulingan air, penyulingan uap, dan penyulingan air dan uap. Prinsip ekstraksi ini adalah minyak atsiri dilarutkan dalam bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap.
Ekstraksi pelarut organik umumnya digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri yang mudah rusak akibat pemanasan uap dan air, seperti ekstraksi minyak bunga. Kelopak bunga terus menjalankan proses kehidupannya dan terus menghasilkan minyak atsiri, dan minyak yang dihasilkan pada bunga akan menguap dalam waktu singkat. Bahan aktifnya adalah minyak atsiri rimpang alang-alang (Cyperus rotundus L.), dan bahan dasarnya adalah minyak kakao.
Kelarutan: praktis tidak larut dalam air, sedikit larut dalam etanol (95%) P, larut dalam kloroform P, dalam eter P hangat, dalam minyak lemak dan minyak atsiri.
METODOLOGI PENELITIAN
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Alat dan Bahan
- Alat
- Bahan
- Prosedur Penelitian
- Identifikasi Sampel
- Isolasi Minyak Atsiri Rimpang Rumput Teki dengan Destilasi Air dan
- Pemeriksaan Minyak Atsiri Rimpang Rumput Teki
- Formula Lip Balm
- Formula Lip Balm Minyak Atsiri Rimpang Rumput Teki
- Pembuatan Lip Balm
- Evaluasi Lip Balm Minyak Atsiri Rimpang Rumput Teki
- Uji Daya Pelembab secara In Vitro
Rimpang rumput pinang segar sebanyak 8,6 kg digiling kemudian disuling menggunakan alat destilasi uap dan air. Distilasi uap dan air memisahkan minyak atsiri yang dihasilkan dari air, namun minyak atsiri harus dibebaskan dari sisa air. Rendemen minyak atsiri dihitung dengan membandingkan berat minyak atsiri yang diperoleh dengan berat rimpang aslinya.
Tipe Abbe dengan kisaran indeks bias 1,3 -1,7 digunakan untuk analisis rutin minyak atsiri dan keakuratan alat ini cukup untuk keperluan praktis. Piknometer yang kosong kemudian diisi minyak atsiri rimpang biji rumput, kemudian ditutup rapat lalu ditimbang (W3), pastikan tidak ada ruang udara di dalam piknometer (Guenther, 1987). Dasar pembuatan pada penelitian ini adalah lemak coklat yang dicairkan dalam penangas air dengan suhu leleh sekitar 31-34⁰C.
Tambahkan lemak coklat ke dalam evaporator cup sambil diaduk hingga semua lemak coklat meleleh seluruhnya. Cera alba dan cera flava dicairkan pada suhu leleh kurang lebih 62-64⁰C. Nipagin, nipasol dan BHT dilarutkan dalam air panas sampai larut lalu ditambahkan ke dalam lelehan basa. Kemudian tambahkan gliserin ke dalam bahan dasar leleh sambil diaduk. Minyak atsiri dan sari lemon ditambahkan terakhir setelah suhu tidak terlalu tinggi (40-45⁰) sambil diaduk.
Setelah itu dimasukkan ke dalam cetakan yang sudah dilapisi gliserin dan didiamkan pada suhu ruang hingga mengeras (Ratih dkk, 2014). Pengamatan dilakukan terhadap bentuk, warna dan bau secara visual sebelum dan sesudah didiamkan pada suhu ruangan selama 6 minggu (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979). Masing-masing sediaan sebanyak 0,5 gram dimasukkan ke dalam kaca arloji, kemudian dimasukkan ke dalam oven bersuhu 50⁰C, didiamkan lalu diamati apakah sediaan mulai meleleh.
Uji iritasi kulit dilanjutkan dengan uji tempel tertutup pada kulit manusia dimana sediaan dioleskan kurang lebih 0,1 g pada pangkal lengan bagian dalam dengan diameter aplikasi 3 cm kemudian ditutup dengan perban dan tempelan, dibiarkan selama 72. jam Cara pembuatan membrannya adalah semua bahan cairan Spangler dicampur dan dicairkan dalam penangas air dengan suhu 80⁰C, lalu diaduk hingga homogen. Larutan dibuat sebanyak 150 ml dengan cara mengencerkan 50 ml H2SO4 pekat, menambahkan air destilat sebanyak 150 ml, dimasukkan ke dalam wadah, dimasukkan ke dalam mesin pengering (Liandari, 2015).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil 30
- Hasil Isolasi Minyak Atsiri Rimpang Rumput Teki dengan Metode
- Hasil Pemeriksaan Minyak Atsiri Rimpang Rumput Teki
- Hasil Evaluasi Lip Balm
- Hasil Uji Daya Pelembab secara In Vitro
Pembahasan
Hasil identifikasi minyak atsiri menunjukkan minyak menguap sempurna tanpa meninggalkan bercak, dan hasil pengukuran indeks bias diperoleh sebesar 1,51. Formulasi dibuat dengan konsentrasi minyak atsiri yang berbeda-beda, dimana F0 tidak mengandung minyak atsiri (kontrol), F1 mengandung minyak atsiri lalang 3% b/b, F2 mengandung minyak atsiri lalang 5% b/b, F3 mengandung rimpang. minyak atsiri sawgrass 7% b/b. Tujuan penggunaan cera alba dan cera flava adalah untuk mendapatkan sediaan dengan konsistensi lip balm yang sesuai.
Bahan pengawet yang digunakan pada formula lip balm ini adalah nipagin dan nipasol, penggunaan kombinasi bahan pengawet ini bertujuan untuk mengoptimalkan efek antimikroba. Hasil evaluasi organoleptik lip balm minyak atsiri rimpang kenari untuk seluruh formula seperti terlihat pada Tabel 5 meliputi kestabilan bentuk, warna dan bau selama 6 minggu penyimpanan. Berdasarkan hasil pengamatan, sediaan semi padat berwarna putih untuk F0, putih hingga kuning untuk F1, F2 dan F3, serta lip balm ini beraroma lemon.
Hasil evaluasi homogenitas menunjukkan sediaan lip balm berbahan dasar minyak atsiri rimpang rumput pekcin mempunyai komposisi yang homogen selama penyimpanan 6 minggu. Hasil uji kestabilan 6 siklus menunjukkan bahwa sediaan lip balm rimpang alang tidak mengalami pemisahan atau perubahan fisik pada siklus freeze-thaw selama 6 siklus. Hasil evaluasi uji suhu leleh minyak atsiri rimpang alang-alang untuk lip balm dalam oven menunjukkan sediaan meleleh pada suhu 61⁰C.
Hal ini sesuai dengan Ditjen Badan POM (1985) mengenai suhu leleh ideal lip balm yang sebenarnya diatur pada suhu mendekati suhu bibir yaitu antara 36-38⁰C. Evaluasi uji iritasi kulit dilakukan pada lengan 20 anggota panel untuk setiap formula dengan cara uji tempel tertutup pada setiap formula lip balm minyak atsiri rimpang sycamore. Setelah mengevaluasi minyak esensial lip balm dari rimpang sycamore, kemudian diuji secara in vitro untuk mengetahui kekuatan pelembabnya.
Hal ini dikarenakan konsentrasi minyak atsiri rimpang biji rumput pada F3 paling tinggi yaitu (7% b/b) sedangkan F2 (5% b/b), F1 (3% b/b) dan F0 tidak. mengandung hal-hal penting. minyak rimpang rumput shurra (kontrol). Minyak atsiri dengan konsentrasi besar mampu menahan penguapan air yang disiapkan pada membran, namun tidak lebih baik dalam menahan penguapan air yang disiapkan pada membran dibandingkan perbandingannya dan jika dilihat dari segi lama penyimpanannya maka semakin lama. . semakin lama waktu penyimpanannya, semakin kurang efektif efektivitas pelembab dari semua formula tersebut. Berdasarkan hasil analisis statistik Repeated Measures ANOVA yang menguji efektivitas sediaan pelembab bibir minyak atsiri rimpang Cyperus rotundus L., terdapat perbedaan yang signifikan efektivitas sediaan pelembab bibir minyak esensial rimpang. minyak rimpang rumput payet berdasarkan perbedaan konsentrasi minyak atsiri rimpang rumput payet pada sediaan (p < 0,05).
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran 39
Formulasi sediaan lip balm minyak atsiri rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) dan pengukuran nilai faktor perlindungan matahari. T., 2018. Formulasi dan evaluasi sediaan lip balm berbahan dasar minyak bunga matahari sebagai pelembab bibir. Tambahkan minyak atsiri dari rimpang rumput alang-alang dan sari lemon, serta tambahkan Nipagin, Nipasol, BHT dan Gliserin.
Menguji khasiat pelembab bibir Minyak atsiri dari rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) secara in vitro. Skema kerja pengujian khasiat pelembab bibir dengan minyak atsiri Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) secara in vitro. Skema kerja: Uji efektivitas pelembab bibir dengan minyak atsiri rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) secara in vitro.
W15 : Berat sediaan setelah penyimpanan 15 menit W30 : Berat sediaan setelah penyimpanan 30 menit W45 : Berat sediaan setelah penyimpanan 45 menit W60 : Berat sediaan setelah penyimpanan 60 menit. Hasil uji statistik ANOVA pengukuran berulang dari uji efektivitas pelembab formula lip balm secara in vitro untuk rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Tabel 15.
United States Testing Company (USTC) dan Skala Evaluasi Eritema
Kategori Respon dan PII
Kompsisi Cairan Spangler
Hasil Evaluasi Lip Balm Minyak Atsiri Rimpang Rumput Teki (Cyperus
Hasil Pemeriksaan Minyak Atsiri Rimpang Rumput Teki (Cyperus
Hasil Evaluasi Organoleptis Lip Balm Minyak Atsiri Rimpang Rumput
Hasil Pemeriksaan Homogenitas
Hasil Pemeriksaan Stabilitas dengan Metode Freeze and thaw
Hasil Pemeriksaan Stabilitas pada Suhu Kamar
Hasil Pemeriksaan Suhu Lebur
Hasil Evaluasi Pemeriksaan Uji Iritasi Sediaan Lip Balm
Hasil Uji Daya Pelembab secara In Vitro
Data Rata-Rata Pengurangan Berat Sediaan pada Masing-Masing Waktu 60
Tanaman Rumput Teki
Rimpang Rumput Teki
Minyak Atsiri Rimpang Rumput Teki
Sediaan Lip Balm
Alat Pengatur Kelembaban Udara (Higrometer)