Mini drama “What’s Up With Love 2014” Ad Version LINE Indonesia (Monroe Breadsley Aesthetic Studies)” sebenarnya adalah karya sendiri kecuali isinya sudah dikreditkan dan belum pernah diserahkan ke lembaga lain dan tidak plagiat. -drama yang dikenal dengan judul “Ada Apa Dengan Cinta 2014”, dari segi pembuatan film dan promosi melalui media sosial. Mini drama “Ada Apa Dengan Cinta 2014” yang diproduksi oleh LINE memiliki keistimewaan yang dapat menarik perhatian penonton.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan pengambilan gambar setiap karakter dalam mini drama “What’s Up With Love 2014”, dan untuk mengetahui teknik promosi film feature terbaru “Find Alumni” pada aplikasi LINE, yang disebarluaskan kepada masyarakat melalui media sosial. Tema percintaan juga menjadi daya tarik salah satu sutradara di Indonesia yaitu Mira Lesmana yang memproduksi mini drama What's Up with Love 2014 dengan durasi 10 menit 24 detik. Mini drama “What’s Up with Love 2014” memiliki daya tarik tersendiri bagi penontonnya, karena aktor yang digunakan masih sama dengan pemeran filmnya.
Cerita dalam mini drama tersebut sepertinya melanjutkan ending dari “What’s Up With Love”, namun tidak untuk sekuel lainnya. Penyajian mini drama dikemas dengan menarik, disebarkan melalui pesan media sosial, yang memudahkan pengguna LINE untuk menonton mini drama “Ada Apa Dengan Cinta 2014” dengan kualitas gambar yang baik. Penelitian ini membahas objek mini drama “What’s Up With Love 2014” melalui pendekatan sinematografi dari sudut pandang pembuatan film, dianalisis.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul Minidrama Ada Apa Dengan Cinta 2014 Line Ads Versi Bahasa Indonesia (Studi Estetika Monroe Breadsley).
PENDAHULUAN
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Penelitian Terdahulu
- Kerangka Teori
- Mini Drama
- Mini Drama “AADC 2014”
- Sajian Mini Drama Oleh Line Indonesia
- Sinematografi
- Estetika Monroe Breadsley
- Kerangka Alur Pemikiran
Dalam mini drama What's Up with Love 2014, LINE tetap menggunakan pemeran film AADC tahun 2002 yaitu Cinta yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo dan Rangga yang diperankan oleh Nicholas Saputra. Minidrama “Ada Apa Dengan Cinta 2014” yang akan berjudul “AADC 2014” memiliki teknik syuting yang sangat menarik. Selain nilai estetika, peneliti juga akan memaparkan bagaimana mini drama “AADC 2014” dihadirkan oleh LINE Indonesia dalam ranah media sosial.
Untuk mengetahui nilai estetika mini drama “Ada Apa Dengan Cinta 2014” versi iklan LINE Indonesia, khususnya dalam penyajian sinematografinya. Seperti yang dipaparkan dalam artikel atjehpost.co berjudul “Proses Pembuatan What’s Up With Love Line” yang menjelaskan bahwa mini drama “AADC 2014” yang berdurasi 10 menit 24 detik ini menghabiskan waktu 2 hari dalam pembuatannya di Seoul. Korea Selatan. Mini drama “AADC 2014” mampu membangkitkan emosi penonton karena keinginan mereka terhadap film “AADC” yang sangat populer di tahun 2002.
Akhir cerita film ini mengikuti mini drama “AADC 2014” yang berdurasi 10 menit 24 detik, namun tidak untuk sekuel kedua dari film “AADC”. Minidrama “AADC 2014” diunggah melalui akun media sosial LINE Indonesia pada tanggal 7 November 2014 dan tayang perdana di Kompas TV pada hari Minggu, 9 November 2014 pukul 20.30 WIB setelah penayangan film “AADC”. Minidrama AADC 2014 meyakinkan para pengguna alat bahwa mereka kini bisa bersatu kembali sebagai Rangga dan Cinta.
Mini drama “AADC 2014” pertama kali tayang perdana pada 7 November 2014 melalui akun media sosial LINE Indonesia. Pengguna aplikasi LINE akan menerima pesan video berupa mini drama “AADC 2014” berdurasi 10 menit 24 detik. Iklan mini drama “AADC 2014” versi iklan LINE Indonesia disajikan dengan bahasa audio dan visual berkualitas tinggi, karena sudah ada beberapa adegan yang siap syuting dalam produksi film tersebut.
Dalam mini drama “AADC 2014” salah satu adegan yang menampilkan Extreme Close Up adalah adegan dimana Rangga khawatir, wajah Rangga terlihat jelas secara detail seperti mata dan telinga pada detik 00:08. Dalam mini drama "AADC 2014", ada salah satu adegan yang memperlihatkan sudut kamera datar Rangga berbicara dengan rekan kerja di kantor. Dalam mini drama “AADC 2014”, salah satu adegan menampilkan angle kamera yang rendah saat Rangga tiba di bandara.
Pendekatan menggunakan teori Monroe Breadsley digunakan untuk menganalisis unsur sinematik dalam mini drama “AADC 2014”. Alasan peneliti menggunakan teori Monroe Breadsley adalah karena ketiga aspek tersebut dapat mendukung penilaian estetik dari sebuah teknik film, karakter dari masing-masing karakter dan koherensi cerita dalam mini drama “AADC 2014”.
METODE PENELITIAN
- Subjek dan Objek Penelitian
- Jenis Penelitian
- Sumber Data
- Data Primer
- Data Sekunder
- Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
- Studi Pustaka
- Teknik Analisis Data
- Analisis Data
- Reduksi Data (Data Reduction)
- Penyajian Data (Data Display)
- Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Data primer yang digunakan adalah mini drama “AADC 2014” versi iklan LINE Indonesia yang diamati langsung oleh peneliti. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian mini drama “AADC 2014” berasal dari sumber tertulis berupa buku dan penelitian sebelumnya, artikel atau website. Buku-buku di media sosial juga digunakan peneliti sebagai sumber tertulis untuk memahami sajian mini drama yang dibagikan kepada pengguna gadget melalui pesan media sosial.
Sumber video yang digunakan peneliti adalah mini drama “AADC 2014” yang berdurasi 10 menit 24 detik dan diunggah melalui akun Youtube LINE Indonesia. Peneliti juga melihat film produksi LINE lainnya yaitu serial mini drama LINE Indonesia “Nic and Mar” yang dijadikan referensi dan pembanding dengan mini drama “AADC 2014”. Reduksi data dalam penelitian adalah dengan memilih beberapa shot yang akan diteliti kemudian screenshot dan dijelaskan secara detail, selain itu peneliti juga merangkum jalan cerita dalam mini drama “AADC 2014”.
Film “AADC 2014” dalam iklan LINE layak disebut mini drama karena memiliki dua kriteria yaitu durasi kurang dari 15 menit dan bergenre drama romantis. Mini drama “AADC 2014” yang diproduksi oleh LINE memiliki keistimewaan yang dapat menggugah minat penonton, yaitu menggunakan aktor dan aktris yang sama dalam film tersebut. Aplikasi LINE yang memproduksi mini drama “AADC 2014” ini bertujuan untuk memperkenalkan fitur baru yaitu “Cari Alumni”.
Pembuatan minidrama ini juga bertujuan untuk mengedukasi pengguna agar bisa kembali bertemu dengan teman lama melalui media sosial seperti Rangga dan Cinta yang dipertemukan kembali menggunakan fitur “Cari Alumni”. Penyajian mini drama tersebut akan dikomunikasikan kepada pelanggan dalam bentuk pesan media sosial “Line For Android” yang mengajak pengguna untuk menonton mini drama “AADC 2014” yang juga dapat dilakukan dengan mengetik “AADC” di kolom pesan.mengetik. Mini drama “AADC 2014” muncul di layar ponsel, siap ditonton pengguna melalui gadget.
Peneliti melalui proses penelitian, observasi, teori dan metode untuk menganalisis mini drama versi iklan LINE “AADC 2014” dengan menggunakan data dan fakta. Hasil penelitian analitik dengan judul “Drama Mini Ada Apa Dengan Cinta 2014” Versi Iklan Baris Indonesia (Studi Estetika Monroe Breadsley)” merupakan permasalahan dalam melihat makna sinematografi dari sudut pandang estetika dalam sebuah film. Hasil penelitian penelitian juga menemukan permasalahan lain pada mini drama versi iklan LINE “AADC 2014”, namun karena keterbatasan waktu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian dari sudut pandang yang berbeda.
Proposal pertama untuk peneliti masa depan dari ilmu yang sama, yaitu televisi dan film, menemukan bahwa dalam mini drama “AADC 2014” terdapat penyuntingan, pewarnaan, cerita, make-up dan fashion, serta aransemen artistik yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Saran lain bagi peneliti dari disiplin ilmu lain untuk mengkaji temuan animo masyarakat yang tinggi terhadap mini drama “AADC 2014”.