PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Diharapkan penelitian ini dapat membawa manfaat dan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan permasalahan secara bijaksana dan lebih lanjut khususnya yang berkaitan dengan permasalahan tata letak pabrik dan penjadwalan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan literatur dan wawasan bagi para akademisi dan masyarakat, sehingga penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
Landasan Teori
- Layout/Tata Letak
- Penjadwalan Produksi
- Proses Produksi
Menurut Zulian Yamit, ia menyimpulkan tata letak fasilitas pabrik merupakan suatu rencana pengelolaan seluruh fasilitas produksi untuk melancarkan proses produksi yang efektif dan efisien. Pada dasarnya tujuan perencanaan tata letak adalah agar proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Dengan menerapkan tata letak yang baik, maka Anda akan mendapatkan kinerja operasional atau fleksibilitas yang baik dalam proses produksi.
Dengan cara ini penumpukan yang terjadi pada mesin produksi yang dapat menghambat proses produksi (waktu tunggu) dapat diminimalisir. Mengurangi Proses Penanganan Material atau Pergerakan Material Sebagian besar proses manufaktur yang terjadi pada perusahaan yang paling sering mengalami perpindahan adalah bahan baku. Memperpendek jarak antar mesin produksi dan kemampuan mengurangi waktu tunggu akan mempersingkat proses produksi perusahaan sehingga proses produksi dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Dan tata letak yang buruk dapat menurunkan kualitas bahan baku dan barang jadi karena adanya benturan antar produk atau bahan yang mungkin terjadi pada saat proses produksi. Industri Proses Intermiten adalah proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur secara unit demi unit. Jobbing Shop Production merupakan suatu proses produksi yang mempunyai berbagai jenis barang dengan volume produksi yang rendah.
Produksi batch adalah proses produksi yang melibatkan batch atau batch kecil dengan pekerjaan yang dilakukan pada setiap tahap untuk keseluruhan batch sebelum memulai tahap pemrosesan berikutnya. Produksi massal merupakan suatu proses produksi yang variasi barangnya sedikit atau tidak ada sama sekali, namun mempunyai volume produksi yang relatif besar.
Kerangka Pemikiran
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian
- Definisi Penelitian dan Definisi Operasional
- Populasi dan Sampel
- Metode Pengumpulan Data
- Telnik Pengumpulan Data
- Skala Pengukuran
- Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
- Uji Asumsi Klasik
- Pengujian Hipotesis
- Koefisiensi Determinasi
Rata-rata tanggapan menunjukkan bahwa menurut responden tingkat kelancaran proses produksi yang dilakukan PT Cokrojoyo Mitra Tani adalah karyawan bekerja dengan baik. Ketidakefisienan dan ketidakefisienan ini menjadi indikasi bahwa proses produksi tidak berjalan lancar. Hasil penelitian menunjukkan bukti empiris bahwa perencanaan produksi dapat mempengaruhi kelancaran proses produksi.
Artinya apabila perencanaan produksi dilakukan dengan benar maka proses produksi akan berjalan efektif dan efisien. Dengan cara ini dapat dikatakan proses produksi berjalan efektif dan efisien karena adanya perencanaan produksi yang baik. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap variabel perencanaan produksi dan struktur fasilitas produksi terhadap variabel kelancaran proses produksi di PT Cokrojoyo Mitra Tani adalah sebagai berikut.
Dari hasil analisis diketahui bahwa penjadwalan produksi dengan kelancaran produksi memberikan pengaruh positif terhadap kelancaran proses produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penjadwalan produksi dan tata letak fasilitas produksi dapat mempengaruhi kelancaran proses produksi sebesar 53,7%, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Proses produksi yang dilakukan PT Cokrojoyo Mitra Tani berjalan efektif dan efisien.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Analisa Statistik Deskriptif Responden Terhadap Variabel Penelitian
Pertanyaan yang diajukan mengenai cara pandang responden terhadap variabel perencanaan produksi, tata letak produksi dan kelancaran produksi yang terjadi pada Perusahaan PT Cokrojoyo Mitra Tani. Dari tabel diatas secara umum responden setuju terhadap pernyataan yang termasuk dalam variabel X1 dengan rata-rata sebesar 3,73. Rata-rata respon tersebut menunjukkan bahwa jadwal produksi yang dilakukan oleh PT Cokrojoyo Mitra Tani menurut karyawan dilakukan dengan cara yang benar.
Wujud dari sistem penjadwalan produksi yang dijalankan dengan baik adalah target produksi yang selalu terpenuhi dan tepat waktu. Dari tabel diatas secara umum responden setuju terhadap pernyataan yang terdapat pada variabel X2 dengan rata-rata sebesar 3,50. Respon rata-rata menunjukkan bahwa menurut karyawan, tata letak fasilitas produksi yang dilakukan oleh PT Cokrojoyo Mitra Tani telah dilakukan dengan baik atau sesuai dengan postingan.
Meskipun tata letak pabrik sudah baik, namun perlu adanya perbaikan seperti penambahan conveyor belt pada saat memindahkan bahan jadi ke gudang karena pemindahannya masih dilakukan secara manual. Selain itu, timbangan digital juga harus ditambah karena perusahaan hanya memiliki satu timbangan untuk menimbang jumlah karung pupuk yang tersedia. Tabel diatas menunjukkan bahwa responden secara umum setuju terhadap pernyataan pada variabel Y dengan skor rata-rata sebesar 3,80.
Hasil Uji Validitas
Kelancaran produksi tersebut diwujudkan dengan meningkatkan kinerja karyawan dan hasil produksi perusahaan yang mampu menghasilkan produk jadi sesuai target dan tepat waktu. Atau 0,05. Penentuan tingkat 𝛼 sebesar 5% terjadi karena hasil korelasi atau hubungan setiap item dengan nilai total seluruh item harus membuahkan hasil yang signifikan (bukan kebetulan) berdasarkan ukuran statistik tertentu. Melihat tabel diatas terlihat bahwa sebanyak 20 item atau item pada variabel penjadwalan produksi (X1) dinyatakan valid.
Jika dilihat pada kolom nilai signifikansi (sig.(2-tailed)) seluruh item mempunyai nilai signifikansi yang lebih kecil. Jika dilihat pada kolom nilai signifikansi (sig. (2-tailed)), seluruh item mempunyai nilai signifikansi kurang dari 0,05 atau 5%, sehingga dapat dikatakan seluruh item pada variabel X1 dinyatakan valid. Jika dilihat pada kolom nilai signifikansi (sig.(2-tailed)), seluruh item mempunyai nilai signifikansi kurang dari 0,05 atau 5%, sehingga dapat dikatakan seluruh item pada variabel X1 dinyatakan valid.
Hasil Uji Reliabilitas
Seluruh data pada variabel X1 dinyatakan kredibel atau reliabel karena nilai koefisien alpha Cornbach (𝛼) lebih besar dari 0,6 yaitu 0,889. Seluruh data pada variabel X2 dinyatakan kredibel atau reliabel karena nilai koefisien alpha Cornbach (𝛼) lebih besar dari 0,6 yaitu 0,887. Seluruh data pada variabel Y dinyatakan kredibel atau reliabel karena nilai koefisien alpha Cornbach (𝛼) lebih besar dari 0,6 yaitu sebesar 0,806.
Hasil Uji Asumsi Klasik
Koefisien regresi penjadwalan produksi sebesar 0,407 dan nilai sig sebesar 0,028 < 0,05 artinya penjadwalan produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelancaran proses produksi. Koefisien regresi tata letak fasilitas pabrik sebesar 0,522 dan nilai sig sebesar 0,008<0,05 sehingga tata letak fasilitas pabrik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelancaran proses produksi.
Hasil Uji Hipotesis
Hasil penelitian memberikan bukti empiris bahwa pengaturan tata letak fasilitas pabrik yang tepat dapat menjamin kelancaran dalam proses produksi. Tata letak fasilitas produksi mempunyai pengaruh positif terhadap kelancaran proses produksi. Jadi jika tata letaknya sesuai dengan kebutuhan karyawan, maka produktivitasnya akan meningkat. Produktivitas ini akan mempercepat proses produksi, namun jika tata letak fasilitas pabrik tidak sesuai dengan kebutuhan karyawan. berjalannya proses produksi akan terganggu karena berkurangnya produktivitas, misalnya jika suatu fasilitas pabrik mempunyai sirkulasi udara dan suhu yang buruk maka akan membuat pekerja merasa tidak nyaman dan produktivitasnya menurun sehingga proses produksi tidak dapat berjalan. efisien. Selain itu, jika proses perpindahan bahan baku dari satu proses ke proses lainnya terlalu berjauhan dan dilakukan secara manual, maka akan meningkatkan risiko barang terjatuh sehingga membuat proses produksi menjadi tidak efektif dan efisien.
Proses produksi dikatakan lancar apabila proses produksi yang dilakukan dapat berjalan secara efisien dan efektif dari segi waktu dan biaya. Namun proses pembuatan jadwal produksi masih dilakukan secara manual, sehingga sangat disarankan agar jadwal tersebut terkomputerisasi agar proses produksi dapat berjalan lebih efisien. https://businessjargons.com/fixed-order-quantity.html. Peran perancangan tata letak dan pemeliharaan fasilitas produksi untuk menunjang kelancaran proses produksi Raja Mie Cokro Kota Probolinggo.
2020). Dampak tata letak fasilitas terhadap efisiensi proses produksi pada UMKM Tohu Srijaya Kota Malang. FE, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. 2018). Pengaruh Perencanaan Pabrik dan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku (MRP) Terhadap Kelancaran Proses Manufaktur Pada Perusahaan Tahu Suryadi Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Universitas Panca Marga Probolinggo. 10 Proses produksi dilakukan tepat waktu dan sesuai dengan kapasitas mesin. 11 Jadwal produksi dapat dikomunikasikan.
Hasil Koefisien Determinasi
Pembahasan
Dalam penelitian ini berdasarkan statistik deskriptif yang diperoleh berdasarkan jawaban pernyataan responden memberikan bukti bahwa penilaian tata letak yang dilakukan perusahaan telah dilakukan dengan baik atau sesuai dengan kebutuhan para pekerja. dari volume dan waktu produksi, walaupun sudah baik namun perlu perbaikan lebih lanjut seperti penambahan conveyor belt, karena menurut karyawan masih banyak proses perpindahan produk yang masih dilakukan secara manual dan jarak yang terlalu jauh. , terutama saat bergerak. barang jadi ke gudang. Misalnya, jika jadwal produksi disusun secara akurat dan jelas, maka volume produk dan waktu produksi akan berjalan sesuai rencana. Dalam penelitian berdasarkan statistik deskriptif yang diperoleh berdasarkan jawaban pernyataan responden menunjukkan bahwa penjadwalan produksi yang dilakukan PT Cokrojoyo Mitra Tani secara umum berjalan dengan baik.
Hal ini terbukti dengan keselarasan rencana produksi yang selalu sesuai dengan kenyataan di lapangan.Meski berjalan dengan baik, namun proses penulisan jadwal produksi tetap dilakukan secara manual. Rata-rata responden yaitu karyawan berpendapat penempatan fasilitas produksi dan penjadwalan produksi yang dilakukan PT Cokrojoyo Mitra Tani sudah dilakukan dengan baik. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah penggunaan kuesioner dalam pengumpulan data yang terkadang membuat jawaban yang diambil sampel tidak sesuai dengan kenyataan atau keadaan sebenarnya di lapangan.
Hal ini didukung dengan keadaan lokasi atau tata letak fasilitas produksi dan sistem perencanaan produksi yang telah dilakukan dengan cukup baik. Namun masih diperlukan perbaikan lebih lanjut dari segi tata letak fasilitas produksi seperti penambahan conveyor untuk memindahkan produk dari satu proses ke proses lainnya, karena perpindahan produk masih banyak dilakukan secara manual dan jarak yang menurut karyawan terlalu jauh. . Hal ini dibuktikan dengan jumlah bahan baku dan barang jadi sesuai rencana dan waktu yang direncanakan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Keterbatasan Penelitian
Saran
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah penggunaan kuesioner dalam pengumpulan data yang terkadang membuat jawaban yang diambil sampel tidak sesuai dengan kenyataan atau keadaan sebenarnya di lapangan. https://businessjargons.com/fixed-order-quantity.html. Pengertian Multikolinearitas dan Dampaknya, Artikel Statistik, Dilihat 26 Maret 2021. https://www.statistikian.com/2016/11/multicollinearitas.html#Definisi_M multikolinearitas. Untuk memahami dan menggunakan skala Likert (Likert Scake). Kurnal Tenkik Elektronik. Dilihat 18 Maret 2021. https://teknikelektronika.com/pengertian-scale-likert-likert-scale-gunakana-skala-likert/. 2020). Implementasi Tata Letak.
Peran efisiensi dan efektivitas penerapan tata letak mesin pabrik dalam meningkatkan produktivitas kerja di PT Cool Clean Malang. 2019). Arti koefisien regresi dalam analisis regresi berganda. https://www.spssindonesia.com/2017/04/makna-kode-determination-r-square.html. 2017). Pengaruh Tata Letak Mesin Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Produktivitas Karyawan Bagian Produksi Pada PT.
2016). Metodologi penelitian untuk bisnis. Salemba Empat. Jakarta. Buku 1. Edisi 4. 2014). Metodologi penelitian untuk bisnis. Salemba Empat,. Jakarta. Buku 2. Edisi 4. 2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Nasabah PT Bank Bukopin Cabang Yogyakarta Universitas Islam Indonesia. 11 Penyimpanan bahan baku dan produk jadi dalam satu gudang atau ruangan 12 Beban kerja pada setiap mesin mampu. 13 Perusahaan menyediakan dua gudang atau membagi ruang gudang untuk penyimpanan bahan baku dan produk jadi.