• Tidak ada hasil yang ditemukan

model pembelajaran blended learning

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "model pembelajaran blended learning"

Copied!
191
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Konteks Penelitian

Dalam hal ini sekolah SMP Negeri 01 Licin tetap mengupayakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti secara terbatas. Jadi, dengan adanya perpaduan antara pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka penggunaan model pembelajaran Blended learning ini menjadi lebih efektif dari sebelumnya.

Fokus Penelitian

Sesi yang pertama diawali mulai jam 07.00 sampai dengan 09.00 sedangkan sesi kedua dilanjutkan mulai dari jam 10.00 sampai dengan 12.00. Berdasarkan permasalahan diatas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian di lembaga pendidikan tersebut dengan judul Model Pembelajaran Blended Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Era Pandemi Covid-19 Di Smp Negeri 01 Licin Banyuwangi.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini nantinya dapat menambah wawasan dan dijadikan sebagai pengalaman serta memberikan inspirasi rentang bagaimana sebagai calon pendidik dalam mengatasi beberapa permasalahan peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Sebagai bahan evaluasi untuk sekolah dalam mengembangkan model pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sesuai dengan kondisi pendidikan pada masanya.

Definisi Istilah

Pada saat pembelajaran tatap muka pembagian kelompok belajar akan dibagi menjadi dua sesi, yang disesuaikan dengan absen peserta didik. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah salah satu mata pelajaran yang memiliki peran sebagai gerbang utama dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik.

Sistematika Pembahasan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

18 Ahmad Khoiruddin,“Implementasi Blended learning Dalam Pembelajaran PAI (Studi Kasus di SMP Negeri 13 Surabaya)" (Tesis, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2019). Teknologi Digital Pada Blended learning Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Di SMP Negeri.

Kajian Teori

Beberapa penelitian mengatakan bahwa model pembelajaran Blended learning mampu meningkatkan semangat siswa dalam belajar yang akan berpengaruh baik pada hasil belajar. Selain memiliki kelebihan seperti yang telah penulis paparkan di atas, model pembelajaran Blended learning juga memiliki kekurangan.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Penerapan model pembelajaran Blended learning dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti era pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. Model pembelajaran Blended learning dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti era pandemi Covid- 19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. Faktor pendukung dan faktor penghambat model pembelajaran Blended learning dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti era pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi.

Tahap wawancara dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam lagi mengenai data-data yang diperlukan oleh peneliti. Tahapan model pembelajaran blended learning pada saat tatap muka dan pembelajaran jarak jauh di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. Model pembelajaran blended learning dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam dan budi pekerti di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi.

Analisis Data

Kesimpulannya bahwa proses kondensasi data ini diperoleh setelah peneliti melakukan wawancara dan mendapatkan data lapangan berupa data yang tertulis, yang nantinya hasil wawancara tersebut dipilah-pilah untuk mendapatkan fokus penelitian yang dibutuhkan oleh peneliti.61. Dalam kondensasi data dijelaskan proses analisis mengacu pada proses memilih data, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi dan mentransformasikan data yang diperoleh pada catatan lapangan maupun transkip dalam penelitian. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap seleksi data, yang mana peneliti hanya melakukan pembatasan data yang berdasarkan dengan rumusan masalah penelitian.

Data yang telah terkumpul dievaluasi, jika data yang diperoleh sudah dianggap cukup, maka data tersebut digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Penyajian data yaitu tampilan data yang berisi kumpulan informasi yang terorganisir dan terkompresi yang kemudu merujuk pada kesimpulan dan tindakan selanjutnya.63 Dengan penyajian data, maka akan memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan tahap selanjutnya bedasarkan apa yang sudah dipahami. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data dengan mencatat rincian keteraturan dalam penjelasan, yang pada tahap akhirnya keseluruhan data yang diperoleh oleh peneliti akan disimpulkan.

Keabsahan Data

Dalam model analisis ini yang paling sering digunakan dalam penyajian data adalah dengan teks yang bersifat naratif “The second major flow of analysis activity is data display. Miles, Huberman dan Saldana memaparkan pada bukunya “The third stream of analysis is conclusion drawing and verification. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak dikemukakan dengan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.

Bagian ini memuat bagaimana usaha-usaha yang hendak dilakukan peneliti untuk memperoleh keabsahan data-data temuan di lapangan. Triangulasi sumber berguna untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi teknik berguna untuk menguji kredibilitas data yang diperoleh dari sumber yang sama akan tetapi dengan teknik yang berbeda.65.

Tahap-tahap Penelitian

Penerapan Model Pembelajaran Blended learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Era Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. Faktor Penghambat Model Pembelajaran Blended learning Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Era Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. 1 Bagaimana penerapan model pembelajaran blended learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti era pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi.

Pelaksanaan model pembelajaran Blended learning dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada saat tatap muka secara terbatas. 3 Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran blended learning dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti era pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti era pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi memilih model pembelajaran Blended learning dalam proses kegiatan pembelajarannya.

Faktor-Faktor Penghambat Model Pembelajaran Blended learning Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. Dalam menerapkan model pembelajaran Blended learning di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi mampu berjalan dengan baik dan efektif. Penerapan model pembelajaran blended learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti era pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi.

Hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti setelah penerapan model pembelajaran blended learning di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian

Penyajian Data dan Analisis

Hasil penelitian yang sudah peneliti lakukan di lapangan, secara berurutan akan disajikan dengan data-data hasil penelitian mengenai model pembelajaran Blended learning dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti era pandemi covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan, awal mula diterapkannya model pembelajaran Blended learning di SMP Negeri 01 Licin ini saat pandemi. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah SMP Negeri 01 Licin menggunakan model pembelajaran Blended learning sebagai solusi yang tepat dalam pembelajaran saat ini.

Model pembelajaran Blended learning di SMP Negeri 01 Licin sudah digunakan sedari awal munculnya pandemi covid-19 sampai dengan era pandemi covid-19 sekarang ini. Semenjak sekolah menerapkan model pembelajaran Blended learning salah satu dampak yang terlihat adalah meningkatnya hasil belajar siswa terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dari adanya faktor-faktor inilah yang nantinya akan menentukan berhasil atau tidaknya model pembelajaran Blended learning di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. . a.

Faktor pendukung dari penerapan model pembelajaran Blended learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi ini merupakan hal-hal yang mendorong selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan model pembelajaran Blended learning. Pelaksanaan model pembelajaran Blended learning dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada saat online dilakukan dengan melalui berbagai bentuk aplikasi online.

Pembahasan Temuan

Berdasarkan hasil temuan dan teori yang berkaitan dapat dipahami bahwa hasil penelitian tentang model pembelajaran blended learning dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti era pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi adalah berdampak baik atau positif. Laboratorium komputer termasuk dalam salah satu faktor pendukung dari terlaksananya pembelajaran dengan model pembelajaran Blended learning. Salah satu penunjang terlaksananya pembelajaran dengan model pembelajaran Blended learning ini adalah kepemilikan android siswa.

Selain itu dukungan orang tua terhadap pendidikan anak juga menjadi salah satu bentuk terlaksananya model pembelajaran Blended learning di SMP Negeri 01 Licin Banyuwangi. Penerapan model pembelajaran Blended learning era pandemi Covid-19 ini berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. 34;Pengaruh Model Pembelajaran Blended learning Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas 8 SMPN 37 Jakarta.".

PENUTUP

Kesimpulan

Penerapan model pembelajaran Blended learning di SMP Negeri 01 Licin era pandemi Covid-19 diawali dengan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan terlaksananya model pembelajaran dengan Blended learning, seperti mengikuti diklat atau seminar tentang model pembelajaran Blended learning, perangkat pembelajaran, media atau aplikasi yang digunakan pada saat pembelajaran online, fasilitas komputer atau handphone, internet data, materi inti, modul, dan bahan ajar lainnya. Seperti: hasil belajar pada aspek kognitif, dapat diketahui peningkatannya melalui seberapa besar pengetahuannya dalam menjawab soal-soal yang diberikan, pemahaman siswa pada saat presentasi atau diskusi kelompok, serta tanya jawab seputar materi yang telah tersampaikan. Selanjutnya hasil belajar afektif, dapat dilihat peningkatannya dari kebiasaan siswa selama mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, sikap siswa dalam menghargai pendapat antar siswa yang lainnya pada saat diskusi kelompok berlangsung, dan lain sebagainya.

Sedangkan hasil belajar psikomotorik, dapat dilihat dari kreativitas siswa, kesesuaian antara materi dengan kehidupan nyata, dan hasil pengamatan siswa. Baik itu hasil belajar siswa pada aspek penilaian kognitif, penilaian afektif maupun penilaian psikomotorik mengalami peningkatan pada masing-masing nilai. Sedangkan untuk faktor-faktor penghambatnya adalah kurangnya pemahaman guru, siswa dan orang tua terhadap model pembelajaran Blended learning, keterbatasan kepemilikan android, dan internet paket data.

Saran

  • Kajian Terdahulu
  • Data Guru
  • Data Siswa
  • Data Ruang
  • Matrik Temuan Penelitian

34;Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) Di Sekolah Berbasis Blended learning." At-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 34;Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Dengan Menggunakan Blended learning dan Dampaknya Terhadap Hasil Belajar Di SD Negeri 32 Andalas." Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran 4, no. 34;Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami." Edumaspul - Jurnal Pendidikan 2, no.

34;Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti : Pengertian, Tujuan, Dasar dan Fungsi." Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 17, no. 34;Hubungan Antara Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Dan Perilaku Siswa Di SMP Negeri 4 Bajo Kabupaten Luwu.". Implementasi Blended learning Dalam Pembelajaran PAI (Studi Kasus di SMP Negeri 13 Surabaya)." Tesis, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2019.

Referensi

Dokumen terkait

dan pengembangan ini dilakukan dengan mengikuti langkah penelitian Borg and Gall.. sampai langkah ke tujuh karena penelitian ini masih berskala kecil. Data diperoleh dengan

Dan saya sangat suka dengan media online yang diterapkan oleh guru mbak, karena lebih menarik dan mudah dipahami” (NM, 16 Th ) Skor kemandirian belajar siswa

Berdasarkan hasil penelitian menemukan tiga anak yang kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh, pertama ada dua anak yang memiliki kendala pada jaringan internet,

Sitem pembelajaran online/ daring disekolah menggunakan media whatsapp aplikasi berbasis internet pembelajaran daring di sekolah menggunakan media WhatsApp aplikasi

mahasiswa belajar mandiri di rumah dengan melihat video tutorial dan lain-lain berkaitan materi tutorial, sebelum ditutonkan pada pertemuan perkuliahan online. Dalam

Hasil temuan peneliti, model blended learning memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihannya: a pembelajaran terjadi secara mandiri, dimana saja dan kapan saja; b umpan balik antara

Diperoleh informasi bahwa : 1 guru merasa kesulitan untuk berinteraksi langsung dengan siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang mengharuskan guru untuk memancing anak

Flipped classroom menekankan siswa telah mempunyai pengetahuan awal sebelum mereka mengikuti proses pembelajaran, baik secara langsung di dalam kelas maupun secara online dengan