• Tidak ada hasil yang ditemukan

model penanganan dan pelayanan eks psikotik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "model penanganan dan pelayanan eks psikotik"

Copied!
111
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Definisi Operasional

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, penanganan adalah “proses, cara atau tindakan menangani budidaya”. 12 Sedangkan pelayanan berarti “cara melayani”. Martani Cilacap Psikotik. Berdasarkan definisi di atas, maka maksud dari judul penelitian ini adalah model pengobatan dan pelayanan terhadap eks psikotik yang diterapkan di Panti Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap.

Rumusan Masalah

Bagaimana proses yang dilakukan dalam penanganan dan pelayanan eks psikotik di Panti Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap. Bagaimana model penanganan dan pelayanan eks psikotik di Panti Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

Tujuan penelitian ini diarahkan pada psikotik/gangguan jiwa, sedangkan penulis ditujukan pada eks psikotik/orang yang pernah mengalami psikosis. Penelitian ketiga dilakukan oleh Murti Sari Puji Rahayu dengan penelitian berjudul “Bimbingan spiritual bagi mantan penderita psikotik di Panti Sosial Bina Karya Yogyakarta” yang bertujuan untuk “menggambarkan kegiatan Panti Sosial Bina Karya Yogyakarta dalam memberikan bimbingan spiritual kepada mantan penderita psikotik. dan untuk mengetahui kendala yang mereka hadapi dalam memberikan bimbingan spiritual kepada mantan penderita psikotik.” 18 Penelitian ini mempunyai perbedaan dan persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis.

Sistematika Kepenulisan

EKS PSIKOTIK DAN PENANGANANNYA

Penanganan dan Pelayanan Eks Psikotik

Menurut Iyus Yosep, penanganan eks psikosis dilakukan dengan menjalani perawatan hingga sembuh di rumah sakit jiwa atau Panti Laras. 36 Ruswanto, dkk., “Peran Pekerja Sosial Dalam Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Eks Psikotik di Panti Sosial Bina Laras “Phala Martha” Sukabumi,” Jurnal.

Prinsip Penanganan dan Pelayanan Eks Psikotik

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga setiap individu mempunyai hak untuk memperoleh kesehatan yang sama dalam pelayanan kesehatan. Profesional dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia, holistik dalam pandangan kemanusiaan dan humanistik atau menjadikan diri sendiri sebagai alat dalam penyembuhan.45. Pengakuan bahwa setiap orang mempunyai martabat, harga diri, dan kehormatan yang harus dihormati dan dijunjung tinggi.

Artinya semua orang mempunyai keterbatasan, baik ekonomi, pribadi, maupun sosial, dan mereka berhak menentukan sendiri kekurangan tersebut dan cara mengatasinya. Pengakuan bahwa semua orang mempunyai hak dan kesempatan yang sama, namun peluang tersebut dibatasi oleh kemampuan masing-masing individu. Pengakuan bahwa penghargaan terhadap diri sendiri dan kesempatan yang adil berkaitan erat dengan tanggung jawab sosial terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

Proses Penanganan dan Pelayanan Eks Psikotik

Prinsip ini digunakan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya agar dapat menjalankan tugas kehidupan dan fungsi sosialnya dengan baik serta menunjang terwujudnya ambisi dan nilai-nilai yang ingin diwujudkannya. Penilaian permasalahan dilakukan untuk memperoleh data dan informasi mengenai latar belakang permasalahan klien mengenai bakat, minat, kemampuan dan harapannya. Penilaian vokasi digunakan untuk menempatkan klien pada program pelatihan keterampilan yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.

Kegiatan ini dilakukan setelah mempelajari dan memahami hasil penilaian, dilanjutkan dengan membuat kajian dan merencanakan pelayanan yang tepat sesuai kebutuhan klien. Dalam hal ini pekerja sosial melaksanakan perencanaan dengan tindakan dan tujuan yang konkrit, serta mengoordinasikan pelayanan. Dalam menjalankannya klien harus bisa mandiri, jika klien tidak bisa mandiri maka pekerja sosial akan membantunya.

Jika tujuan tidak dapat dicapai atau belum tercapai, maka pekerja sosial dan klien memutuskan untuk kembali ke awal atau mengakhiri proses.

Model Penanganan dan Pelayanan Eks Psikotik

49 Ruswanto,dkk, “Peran Pekerja Sosial dalam Rehabilitasi Sosial kepada Orang dengan Disabilitas Mental Eks Psikotik di Panti Sosial Bina Laras “Phala Martha” Sukabumi”,…., hlm. Panti Sosial Bina Laras Phala Martha Sukabumi merupakan salah satu contoh model pelayanan rehabilitasi sosial berbasis panti. Penanganannya dengan memberikan pelayanan melalui berbagai program yang berorientasi pada pemenuhan hak dasar dan pemberian kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan menuju keberfungsian sosial eks psikotik.

Unit Informasi dan Pelayanan Sosial Rumah Kita Jakarta merupakan salah satu contoh pusat rehabilitasi yang melibatkan keluarga dan masyarakat dalam memberikan pengobatan dan pelayanan kepada eks psikosis. Konsep pengobatan dan pelayanannya dilakukan secara rawat jalan, yaitu penerima manfaat dijadwalkan selama seminggu untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi mantan psikotik tanpa menginap di pusat rehabilitasi. Keluarga penerima manfaat dan masyarakat berkolaborasi dalam memberikan pengobatan dan layanan kepada eks psikotik dengan mengikutsertakan beberapa keluarga penerima manfaat sebagai instruktur keterampilan.

Ketiga model tersebut merupakan model pengobatan dan pelayanan terhadap mantan psikotik yang pada hakikatnya bertujuan untuk membangun kembali keberfungsian sosial sehingga mantan psikotik siap menyesuaikan diri kembali dengan keluarga dan masyarakat.

METODE PENELITIAN

Sumber Data

Data primer atau data tangan pertama adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan instrumen pengukuran atau alat pengumpul data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari. 59 Sedangkan sumber primer adalah “sumber yang diperoleh langsung dari lapangan atau website penelitian”.60 Data tersebut peneliti gunakan untuk memperoleh informasi langsung mengenai model pengobatan yang diterapkan di Panti Sosial Psikotik Eks Martani Cilacap. Kepala Panti Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap, Kepala Bagian Pendampingan, Kepala Bagian Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial. Data sekunder atau data bekas adalah data yang diperoleh pihak lain, yang tidak diperoleh peneliti secara langsung dari subjek penelitian. 61 Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari sumber pelengkap dan sumber bacaan.

Sumber pelengkap terdiri dari penerima manfaat atau warga binaan yang merupakan komunikator yang baik, sedangkan sumber bacaan terdiri dari catatan harian, dokumen resmi dari berbagai instansi dan lain-lain.

Teknik Pengumpulan Data

Winarni selaku kepala pelayanan dan rehabilitasi untuk mengetahui proses dalam pengobatan dan pelayanan eks psikotik. Wawancara dilakukan kepada penerima manfaat untuk mengetahui kondisi penerima manfaat di Panti Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap. Penelitian ini akan dilakukan setelah memperoleh data-data yang berkaitan dengan objeknya untuk memperkuat dan memvalidasi kebenaran bukti-bukti tersebut.

Kegunaan observasi ini adalah untuk mengetahui secara langsung proses yang dilakukan dalam penanganan dan pelayanan terhadap mantan psikotik. Dokumen dapat berupa catatan pribadi, surat pribadi, catatan harian, laporan kerja, risalah rapat, catatan kasus, rekaman kaset, rekaman video, foto, dan lain-lain.67 Data yang peneliti peroleh dari buku. Data berupa foto atau gambar akan digunakan sebagai alat bukti, dan data berupa rekaman wawancara akan digunakan sebagai bukti bahwa penulis telah melakukan wawancara langsung dengan narasumber, dan data berupa dokumen akan digunakan untuk memperkuat alat bukti.

Sedangkan data yang berasal dari buku atau website hukum digunakan sebagai penjelasan dan penegasan keterkaitannya dengan objek tersebut.

Teknik Analisis Data

  • Visi Misi
  • Profil Eks Psikotik
  • Sumber Daya Manusia
  • Sarana dan Prasarana
  • Program Pelayanan
  • Prosedur Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial

Kemudian mulai tahun 2017, Unit Rehabilitasi Sosial Eks Psikotik "Martani" Cilacap diubah menjadi Panti Sosial Eks Psikotik Martani Kroya Cilacap. Terdapat 80 penerima manfaat di Panti Sosial Psikotik Eks Martani Cilacap setiap tahunnya. Penerima manfaat di Panti Sosial eks psikotik Martani Cilacap adalah laki-laki/perempuan yang telah dinyatakan sembuh atau sehat dari Rumah Sakit Jiwa yang dibuktikan dengan surat keterangan dan membawa obat.

Penerima manfaat di eks Panti Sosial Martani Cilacap yang psikotik ini sebagian berasal dari Dinas Sosial, dan sebelum masuk juga harus ke rumah sakit jiwa terlebih dahulu untuk diperiksa kondisinya. Sumber daya manusia di Panti Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap saat ini berjumlah 18 orang. Program pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan sosial penerima manfaat yang diselenggarakan oleh Eks Panti Sosial Psikotik Martani Cilacap adalah sebagai berikut.

Penyajian data model penanganan dan pelayanan eks psikotik di panti sosial eks psikotik di Martani Cilacap.

Penyajian Data Model Penanganan dan Pelayanan Eks Psikotik di

Model pengobatan dan pelayanan eks psikotik di Balai Pelayanan Sosial eks psikotik Martani Cilacap dilihat dari Proses Pengobatan dan Pelayanannya. Berdasarkan tabel tersebut proses pengobatan dan pemberian pelayanan eks psikotik di Balai Pelayanan Sosial eks psikotik Martani Cilacap sudah sesuai dengan prosedur pelaksanaan, namun dalam pelaksanaannya ada beberapa kegiatan yang tidak dilakukan. , seperti resosialisasi. . Martani Cilacap Mantan Model Psikoterapi dan Pengobatan Psikotik dilihat dari aktivitas mingguan dan hariannya.

Jika dilihat dari petugas yang melaksanakan kegiatan di Rumah Dinas Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap, mereka bekerja atas dasar pengabdian diri. Kemudian jika dilihat dari model bakti sosialnya maka dapat dikatakan bahwa Panti Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap merupakan model dari sistem panti asuhan yaitu proses pelayanan kesejahteraan sosial yang diberikan oleh panti asuhan dalam satu pondok/guest house. /asrama . lokasi secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu agar penerima manfaat dapat menerima bantuan layanan manfaat untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan perbandingan ketiga model rehabilitasi, sistem kelembagaan di Panti Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Analisis data proses pengobatan dan pelayanan eks psikotik di panti sosial eks psikotik di Martana Cilacap.

Analisis Data Proses Penanganan dan Pelayanan Eks Psikotik di

93 Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 14 Juni 2017. Kegiatan psikososial tidak masuk dalam rencana kegiatan penerima manfaat. Hal ini menunjukkan bahwa penerima yang bermental baik mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Dilihat dari model pelayanannya, Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap Martani dapat dikatakan sebagai model sistem panti asuhan karena pengelolaannya dilakukan dengan memenuhi kebutuhan penerima manfaat.

PENUTUP

Rekomendasi

Peningkatan kompetensi dengan melibatkan petugas di Balai Pelayanan Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap dalam pelatihan terkait layanan eks psikotik. Memaksimalkan anggaran terutama untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dan fasilitas eks psikotik yang nantinya menunjang kelancaran kegiatan rehabilitasi. Koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pelayanan eks psikotik perlu ditingkatkan melalui pertemuan-pertemuan terjadwal dan diskusi umum.

Pihak keluarga memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan rehabilitasi di Balai Pelayanan Sosial Eks Psikotik Martani Cilacap. Eks Psikotik Martani Cilacap Program Rumah Pelayanan Sosial Kegiatan seperti penyuluhan sosial dan konseling psikososial hendaknya kembali dilaksanakan, tidak hanya memberikan bimbingan keterampilan untuk dapat mencapai tujuan dalam program rehabilitasi satu tahun. Peran pekerja sosial dalam rehabilitasi sosial eks penyandang gangguan psikotik di Panti Sosial Bina Laras.

Evaluasi Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial di Panti Sosial: Pasca Rehabilitasi Sosial Tahun 2012, Jakarta: P3KS Press.

Referensi

Dokumen terkait