Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa model peningkatan keselamatan pasien berbasis Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management terbukti efektif dalam menurunkan kejadian ulkus dekubitus di ruang rawat inap RSU Haji Surabaya. Perilaku kewarganegaraan organisasi (OCB) dapat didefinisikan sebagai perilaku terkait pekerjaan ekstra di luar tugas rutin yang ditentukan dalam deskripsi pekerjaan atau diukur dalam evaluasi formal (Bateman dan Organ, 1983).
Rumusan Masalah
Pendekatan manajemen pengetahuan yang digunakan dalam pencegahan ulkus dekubitus adalah manajemen pengetahuan.Manajemen pengetahuan menurut Gasik (2011) merupakan pengembangan dari manajemen pengetahuan dari konsep Nonaka dan Takeuchi (1995). Manajemen pengetahuan memiliki 7 tahapan diantaranya identifikasi pengetahuan, perolehan pengetahuan, penciptaan pengetahuan, penerapan pengetahuan, transfer pengetahuan, pertukaran pengetahuan, dokumentasi pengetahuan. Keunggulan model ini adalah data diubah menjadi informasi yang diolah melalui pengumpulan, klasifikasi dan pengelompokan, pengolahan data sehingga mereka mengubah bentuk dan sifat sesuai dengan penggunaannya, interpretasi data, dll. penyimpanan data, penerusan data kepada pengguna dan penggunaannya untuk mendukung kepentingan organisasi. Upaya pencegahan ulkus dekubitus yang berbasis pada Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang merupakan peran tambahan diharapkan dapat menjadikan perawat lebih terampil, tanggap, waspada, empati, dan bertanggung jawab dalam penanganan ulkus dekubitus. Pendekatan manajemen pengetahuan merupakan suatu teknik untuk menciptakan keselarasan pengetahuan guna mencapai kinerja yang optimal. Organizational citizen behavior dan pendekatan manajemen pengetahuan merupakan gabungan dua konsep untuk memaksimalkan peran extra-role dan in-role perawat dalam mengelola pengetahuan. diperoleh agar dapat diterapkan dalam praktek sesuai dengan ilmu yang telah diperoleh dan tercermin dalam kinerja seorang perawat sehingga kejadian yang tidak diharapkan (ulkus dekubitus) dapat diminimalisir.
Tujuan Penelitian .1 Tujuan Umum
Tujuan Khusus
Adakah pengaruh faktor organisasi (kepemimpinan, pengambilan keputusan) terhadap terjadinya kejadian tidak terduga (ulkus dekubitus) di RSU Haji Surabaya. Apakah ada pengaruh penerapan model peningkatan keselamatan pasien berbasis Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan manajemen pengetahuan tentang kejadian tak terduga (luka tekan) di RSU Haji Surabaya?
Manfaat teoritis
Manfaat praktis
Konsep Organizational Citizenship Behaviour
Dimensi Organizational Citizenship Behaviour
Alturism
Civic virtue
Conscientiousness
Sportsmanship
Courtesy
Manfaat Organizational Citizenship Behaviour
Pegawai yang menampilkan perilaku sopan terhadap rekan kerja akan mengurangi konflik dalam kelompok, sehingga waktu yang digunakan untuk menyelesaikan konflik manajemen menjadi berkurang. Karyawan yang menunjukkan perilaku teliti akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan.
Faktor yang Mempengaruhi Organizational Citizenship Behaviour
Greenberg dan Baron (2000) mengemukakan bahwa karakteristik pribadi seperti masa kerja dan gender mempengaruhi perilaku kewarganegaraan organisasi. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa masa kerja berhubungan dengan Organizational Citizenship Behavior, pegawai yang sudah lama bekerja pada suatu organisasi akan mempunyai kedekatan dan keterikatan yang kuat terhadap organisasi tersebut.
Konsep Knowledge Management .1 Pengertian Knowledge Management .1 Pengertian Knowledge Management
- Tujuan Knowledge management
- Strategi Penerapan Knowledge management
- Konsep Teori Model Knowledge management
Sedangkan model yang dikembangkan oleh Tiwana (2000) menyatakan bahwa proses manajemen pengetahuan terdiri dari perolehan, pembagian, dan pemanfaatan pengetahuan. Berikut penjelasan setiap tahapan proses manajemen pengetahuan yang diambil dari berbagai model manajemen pengetahuan saat ini.
Identifikasi pengetahuan (Knowledge identification)
Berdasarkan model manajemen pengetahuan yang dilaporkan pada penelitian-penelitian sebelumnya sebagaimana disebutkan di atas, model manajemen pengetahuan terdiri dari beberapa fase kegiatan. Tahapan proses manajemen pengetahuan pada model ini merupakan pengembangan dari model manajemen pengetahuan yang dikemukakan oleh Nonaka (1995).
Akuisisi pengetahuan (Knowledgeacquisition)
Konsep Ulcus Decubitus .1 Pengertian ulcus decubitus .1 Pengertian ulcus decubitus
- Etiologi
- Skala pengkajian faktor resiko decubitus 1. Skala Norton
- Tahapan dekubitus berdasarkan gambaran kedalaman jaringan yang rusak
- Klasifikasi luka berdasarkan fase penyembuhan 1. Luka Hitam : Luka nekrotik
- Tiga elemen dasar penyebab ulcus decubitus 1) Intensitas tekanan
- Manifestasi klinis
- Pemeriksaan diagnostik (1) Kultur
- Pencegahan
- Penatalaksanaan (1) Non medikamentosa
- Komplikasi (1) Skin abscess
- Prognosis
Bagian tubuh mana pun dapat terkena luka tekan, namun bagian tubuh yang paling sering terkena luka tekan adalah area yang tertekan dan taji tulang. Bagian tubuh yang sering terkena ulkus dekubitus adalah tuberositas iskia (30%), trokanter mayor mayor (20%), sakrum (15%), tumit (10%), lutut, malleolus, siku, jari kaki, skapula, dan prosesus spinosus. tulang belakang. Peningkatan status gizi pasien akan meningkatkan daya tahan tubuh pasien sehingga mempercepat penyembuhan ulkus dekubitus.
Terapi rehabilitasi medis yang diberikan untuk menyembuhkan ulkus dekubitus adalah radiasi infra merah dan diatermi gelombang pendek. Tujuan terapi ini adalah untuk mencapai efek peningkatan vaskularisasi sehingga dapat mempercepat penyembuhan tukak. Sementara itu, penggunaan terapi USG terus diteliti manfaatnya dalam terapi ulkus dekubitus. Intervensi terbaru untuk ulkus dekubitus adalah Terapi Luka Tekanan Negatif, yang memberikan tekanan negatif lokal pada luka.
Kerangka Konseptual
Deskripsi Kerangka Konsep
7 tahapan manajemen pengetahuan meliputi identifikasi pengetahuan, perolehan pengetahuan, penciptaan pengetahuan, penerapan pengetahuan, transfer pengetahuan, berbagi pengetahuan, dokumentasi pengetahuan. Model ini didasarkan pada model tradisional kualitas dan keunggulan, sehingga terdapat hubungan yang sangat kuat antara proses manajemen pengetahuan dan hasil organisasi yang diharapkan. Upaya pencegahan ulkus dekubitus didasarkan pada manajemen pengetahuan, dimana pendekatan manajemen pengetahuan merupakan suatu teknik untuk menciptakan keselarasan pengetahuan guna mencapai kinerja yang optimal dalam pencegahan ulkus dekubitus.
Model ini juga menggunakan 5 level perilaku kewargaan organisasi pada setiap level manajemen pengetahuan, yang terdiri dari: altruisme (membantu orang lain), teliti (hati-hati, mengikuti aturan, datang lebih awal, tepat waktu, bekerja sesuai SOP), sportif (kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan, mengurangi keluhan, sikap terhadap tujuan organisasi), civic kebajikan (berpartisipasi penuh dan lebih memperhatikan organisasi), sopan santun (menghormati, menjaga hubungan baik, mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya masalah). Pencegahan ulkus dekubitus yang berbasis pada Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management diharapkan dapat mengurangi dan mencegah kejadian ulkus dekubitus serta meningkatkan efektifitas perawat melalui peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Terdapat pengaruh model peningkatan keselamatan pasien berbasis Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management terhadap Kejadian Tak Terduga (KTD) ulkus dekubitus di RSU Haji Surabaya.
Penelitian Tahap Pertama .1 Desain Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
- Analisa Data
- Kerangka Analisis
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan (Nursalam, 2013). Populasi adalah sekumpulan karakteristik atau satuan hasil pengukuran yang menjadi subjek penelitian (Sugiyono, 2007). Populasi dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan melakukan penelitian kuesioner kepada seluruh perawat praktik di ruang rawat inap RSU Haji Surabaya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan keselamatan pasien khususnya pada ulkus dekubitus. teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pencegahan ulkus dekubitus berdasarkan Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management. X1.2 Informasi Pengetahuan terkait kompetensi perawat dalam pencegahan luka baring menurut keperawatan terdiri dari pendekatan keperawatan.
Implementasi pencegahan ulkus dekubitus dengan menerapkan Organizational Citizenship Behavior (OCB: Altruism, Conscientiousness, Sportmanship, Civic Virtue, Courtesy; dan KM: Knowledge Identification, Knowledge Application, Knowledge Transfer and Exchange, Knowledge Repositioning). Analisis data dalam penelitian ini adalah menemukan isu-isu strategis dari hasil pengumpulan data, yang kemudian dilakukan diskusi ahli dalam Focus Group Discussion (FGD). Model surveilans klinis berdasarkan Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management Kejadian Tak Terduga (KTD) ulkus dekubitus. Analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini.Teknik yang digunakan adalah model persamaan struktural berbasis varians atau berbasis komponen yang dikenal dengan PLS.
Lokasi penelitian
Waktu penelitian
Penelitian Tahap Kedua .1 Desain Penelitian
- Populasi, sampel dan teknik sampling
- Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel independen
- Prosedur Pengumpulan data
Memberikan pelatihan bagi praktisi perawat tentang peningkatan keselamatan pasien berdasarkan Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management mengenai kejadian ulkus dekubitus (CTDs). Memberikan rekomendasi model peningkatan keselamatan pasien berdasarkan Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management Kejadian Tak Terduga (KTD) ulkus dekubitus 3.2.7 Cara menganalisis data. Melakukan uji coba model peningkatan keselamatan pasien berbasis Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management pada kejadian ulkus dekubitus (KTD).
Analisis hasil evaluasi model peningkatan keselamatan pasien berbasis Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management terhadap Kejadian Tak Terduga (KTD) ulkus dekubitus. Pengembangan model peningkatan keselamatan pasien berdasarkan Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management Kejadian Tak Terduga (KTD) luka dekubitus. Membuat modul peningkatan keselamatan pasien berbasis Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management terhadap Kejadian Tak Terduga (KTD) ulkus dekubitus.
Reliabilitas
Gambaran Lokasi Penelitian
RSU Haji Surabaya melayani seluruh lapisan masyarakat umum dan jamaah haji dengan motto “Menebar salam dan senyuman dalam bekerja”. Dengan fasilitas yang tersedia, RSU Haji Surabaya ikut serta dalam pendidikan mahasiswa kedokteran dan keperawatan serta pelaksanaan pelatihan pascasarjana bagi dokter. Pelayanan subspesialis yang diberikan RSU Haji Surabaya meliputi fertilitas, endoginekologi reproduksi, fetomaternal, trauma, nefrologi, tumbuh kembang, dan respirologi.
RSU Haji Surabaya terletak di Surabaya Timur di Jalan Manyar Kertoadi, Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Visi RSU Haji Surabaya menjadi Rumah Sakit pilihan masyarakat, unggul dan Islami dengan pelayanan berstandar internasional, didukung oleh pendidikan dan penelitian yang berkualitas. Misi RSU Haji Surabaya: 1) meningkatkan mutu pelayanan kesehatan menuju standar internasional, didukung oleh pendidikan dan penelitian yang berkualitas;
Hasil Penelitian Tahap 1
- Karakteristik demografi responden
- Faktor individu perawat terhadap pelaksanaan pencegahan ulcus decubitus di ruang rawat inap RSU Haji Surabaya
- Faktor organisasi terhadap pelaksanaan pencegahan ulcus decubitus di Ruang Rawat Inap RSU Haji Surabaya
- Pelaksanaan pencegahan ulcus decubitus di Ruang Rawat Inap RSU Haji Surabaya
- Kejadian Ulcus Decubitus di ruang rawat inap RSU Haji Surabaya Kejadian ulcus decubitus di ruang rawat inap RSU Haji Surabaya
Implementasi pencegahan ulkus dekubitus berdasarkan Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management di ruang rawat inap RSU Haji Surabaya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor individu terhadap pelaksanaan pencegahan ulkus dekubitus. Kemudian memberikan pelatihan model peningkatan keselamatan pasien berbasis Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management untuk kejadian tak terduga Ulcus Decubitus kepada Caru, ketua tim dan perawat pelaksana.
Untuk mengimplementasikan model peningkatan keselamatan pasien yang berbasis pada Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management pada kejadian tak terduga, maka dilakukan Pressure Ulcer di 5 ruangan RS RSU Haji selama 4 minggu, menerapkan pencegahan ulkus dekubitus dan kejadian tak terduga (pressure ulcer) yang diamati. . ). Manajemen perilaku dan pengetahuan mengenai kejadian tak terduga ulkus dekubitus, peneliti menilai pelaksanaan pencegahan ulkus dekubitus berdasarkan persepsi perawat serta mengamati dan mendokumentasikan kejadian tak terduga (ulkus dekubitus) di ruangan rumah sakit. Perawat ruangan di 5 ruang rawat inap (Marwah 3, Marwah 4, Shofa 3, Shofa 4 dan ICU) mendapatkan pelatihan dan modul penerapan untuk meningkatkan keselamatan pasien berbasis Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management untuk kejadian ulkus dekubitus yang tidak terduga.
Kesimpulan
- Bagi RSU Haji Surabaya
Perawat pelaksana hendaknya meningkatkan pengetahuannya khususnya tentang keselamatan pasien, baik melalui pendidikan berkelanjutan maupun melalui pelatihan atau seminar. JCI, 2011, Standar Akreditasi Rumah Sakit, (G.Frelita, T. Situmorang, J. Oeswadi), edisi ke-4, PT Gramedia, Jakarta Kementerian Kesehatan RI, 2010, Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien. Jiwanto, AE 2015, Standardisasi proses pelayanan terkait keselamatan pasien dengan pendekatan lean Hospital di RS Petrokimia Gresik, skripsi, Universitas Airlangga Surabaya.
Nurwidia, 2012, Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Asuhan Keperawatan Dalam Upaya Keselamatan Pasien Di Ruang Rumah Sakit RS Bhayangkara, Skripsi, Jakarta, Program Pascasarjana Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, FIK-UI. Sebagai bagian dari kegiatan penelitian, saya membagikan kuesioner penelitian tentang “Model Peningkatan Keselamatan Pasien Berdasarkan Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management pada Ulkus Kejadian Tak Terduga (KTD)”. Penelitian tersebut diberi judul “Model Peningkatan Keselamatan Pasien Berdasarkan Organizational Citizenship Behavior dan Knowledge Management Pasien Ulkus Dekubitus Pada Kejadian Tak Terduga (KTD).
Kuesioner kepemimpinan
Komitmen
Periksa kembali kondisi ulkus dekubitus, pengobatan yang diberikan dan pengobatan ulkus dekubitus sesuai saran/lembar observasi. 4. Rumah sakit mempunyai format dan petunjuk teknis pendokumentasian perawatan luka baring. Penerapan OCB pada tahap pengkajian. Saya senang membantu rekan-rekan yang tidak terlibat dalam evaluasi ulkus dekubitus tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
Saya merasa senang bisa membantu rekan-rekan dalam perencanaan perawatan luka ulkus dekubitus tanpa mengharapkan imbalan apa pun 17. Rumah sakit mempunyai SOP perawatan luka ulkus dekubitus dan mendokumentasikannya dalam format perawatan luka ulkus dekubitus. Perawat kembali mengamati efektivitas dan efek samping pengobatan dan pengobatan yang diberikan pada luka ulkus dekubitus Fase transfer dan berbagi pengetahuan.