II. MODEL PERHITUNGAN KERUGIAN EKONOMI AKIBAT PMK
Oleh:
Prof. Dr. drh. Bambang Sumiarto, SU, M.Sc
Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan UGM
2023
Sistem Analisis dan Modelling
1. Sistem pendekatan
- Produksi hewan dipengaruhi oleh interaksi faktor biologi, iklim, ekonomi, sosial, dan kultur
- Sistem thinking 2. Tipe model (Gambar 1)
- model fisik (model struktur) dan deskriptif (diagram)
- model simbolik: matematik, deterministik, Linear/logistik regresi, linear programing
- model simulasi
o Binomial: investigasi epidemik model Reed-Frost, o Markov: Probabilitas (0,1), analisis B/C
o Stochastic: model deterministik, Monte Carlo sampling pengaruh dari perubahan (angka random)
Model Agrikultur
Simbolik (matematik, deterministik)
Simulasi Fisik (struktur)
dan deskriptif (misal, diagram atau
chart)
Non- optimis
Optimis (misal, linear programing)
Stochastic (misal, model
sistem produksi Probabilitas
(misal, Model Reed Frost)
(binomial)
Gambar 1. Klasifikasi model agrikultur
Penyakit Mulut Kuku
• Epidemiologi penyakit → terkait dengan ekonomi veteriner
• Insidensi dan prevalensi penyakit
• PMK dampak terhadap perdagangan nasional dan internasional kerugian ekonomi
• Eropa Barat
- menurunkan 40% konsumsi daging
- embargo terhadap perdagangan ternak 40 negara
• Indonesia
mengancam kelestarian populasi ternak di dalam negeri,
dan mengakibatkan hilangnya peluang ekspor ternak dan
hasil ternak,
Kerugian ekonomi PMK
Langsung
Tidak Langsung
Sistem Produksi Peternakan
Pengeluaran Ekstra
Pengaruh thd Ekonomi dlm Negeri
-Pe↓ berat badan -Pe↓produksi susu -Kematian hewan
-Kehilangan tenaga kerja
-Depopulasi -Vaksin
-Tindak karantina
-Pembersihan/desinfeksi -Disposal
-Kehilangan tenaga kerja -Ggn thd industri utama & pendukung
-Kehilangan peluang ekspor -Dampak thd sektor lain
Gambar 2. Bagan model kerugian ekonomi akibat PMK
Berdasar parameter tsb dpt dihitung dg suatu rumus masing-masing jenis kerugian yg ada sesuai dg pertimbangan teknis dan ekonomis.
DAMPAK LANGSUNG:
1. Penurunan produksi susu
2. Pengaruh PMK thd infertilitas 3. Pengaruh PMK thd keguguran
4. Pengaruh PMK thd angka kematian 5. Penurunan berat badan
6. Penurunan produktivitas tenaga kerja
DAMPAK TIDAK LANGSUNG
1. Biaya pemotongan dan pemusnahan 2. Biaya kompensasi
3. Biaya pengawasan lalu lintas dan tindak karantina
4. Biaya surveillance 5. Biaya vaksinasi
6. Pengaruh PMK thd ekspor dan pariwisata
V. MODEL PERHITUNGAN KERUGIAN EKONOMI AKIBAT PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Media Kedokteran Hewan, 2002
Tabel 1. Parameter Epidemiologi sebagai Dasar Perhitungan Kerugian Akibat Penyakit Hewan Menular
P A R A M E T E R E P I D E M I O L O G I S I M B O L S A P I KERBAU
Proporsi hewan terkena PMK pd keadaan wabah (%) R 30 30
Presentase kehilangan hasil laktasi (%) L 15 -
Rata-rata produksi susu per tahun (liter) Z 1.200 -
Indeks kelahiran (bulan) I 15 -
Kelambatan pada kebuntingan berikutnya (bulan) W 3 -
Rata-rata hasil laktasi (liter) Y 1.440 -
Angka keguguran (%) A 10 -
Angka kematian sapi/kerbau dewasa/muda (%) K 5 5
Angka kematian anak sapi/kerbau (%) F 10 10
Rata-rata penurunan berat badan setahun (kg) S 10 10
Lama seekor ternak tertular PMK tak dpt bekerja (hari) T 5 5
Tingkat depopulasi (%) P 95 95
Proporsi sapi/kerbau yang disurveilans (%) Q 10 10
Proporsi sapi/kerbau yang divaksinasi (%) X 20 20
Tabel 2. Parameter Ekonomi sebagai Dasar Perhitungan Kerugian Akibat Penyakit Hewan Menular
P A R A M E T E R E K O N O M I SIM BOL
S A P I KERBAU
Harga susu per liter (Rp) M 3.500 -
Harga sapi/kerbau dewasa per ekor (Rp) V 4.000.000 4.500.000
Harga sapi/kerbau muda per ekor (Rp) D 2.500.000 2.750.000
Harga sapi/kerbau anak per ekor (Rp) C 900.000 1.200.000
Harga sapi/kerbau per kg (Rp) J 12.500 12.500
Biaya sewa tenaga kerja ternak (Rp/hari) O 5.000 5.000
Biaya operasional pemot./pemusnnahan sp/kb per ekor (Rp) B 18.000 18.000 Biaya pembersihan dan desinfeksi per ekor (Rp) E 4.000 4.000
Biaya kompensasi (Rp) N 1.500.000 1.750.000
Biaya pengawasan lalu lintas dan tindak karantina (Rp) G 2.500 2.500
Biaya surveilans per ekor (Rp) U 8.000 8.000
Harga vaksin (Rp/dosis) H 20.000 20.000
NO JENIS KERUGIAN RUMUS FAKTOR POPULASI BIAYA
1 2 3 4 (ekor) (juta)
1 Pengaruh PMK thd sis -
. tem prod.ternak .
1.1 Pe↓ prod.susu RxLxZxM R = 0,30 L = 0,15 Z = 1200 M = 3500 189.000 37.105,80
1.2 Infertilitas (12/I-12(RxW)+IxYxM W = 3 I = 15 Y = 1440 R = 0,30 196.327 2.440.737,26
1.3 Keguguran (12/I-12/(I+RxAx13,5) A = 0,10 196.327 20.811,04
xYxM 1.4 Kematian hewan:
1.4.1+1.4.2 (sp / kb RxKxV+RxKxD K = 0,05 V = 4000000S 2.986.196 111.962,35
dws + md)
V = 4500000K D = 2500000S
D = 2750000K 612.624 25.270,74
1.4.3 (anak sp / kb) RxCx(A+F) F = 0,01 C = 900000S 6.184.559 371.073,54
C = 1200000K 1.337.616 90.302,58
1.5 Pe↓ berat badan RxSxJ S = 10 J = 12500
2.191.516 118.341,88 454.838 16.374,17
1.6 Pe↓ prod.kerja RxTxO T = 30 . 11.121.195 417.044,81
O = 5000 7.316.271 329.232,19
Sub total (1.1 +….+ 1.6) 3.978.278,36
2 Biaya Pemberantasan
2.1 B. pemotongan / RxPx(B+E) P = 0,95 B = 18000 E = 4000 N=1500000S 11.121.195 69.729,89
pemusnahan N=1750000K 6.174.782 2.639.719,30
2.2 B. kompensasi RxPxN 1.337.616 867.235,73
2.3 B. lalulintas&tindak ka- (1-R)xG G = 2500 7.622.375 13.164,16
rantina
2.4 B. surveilance (1-R)xQxU Q = 0,10 U = 8000 7.622.375 4.212,53
2.5 B. vaksinasi (1-R)xXxH X = 0,20 H = 20000 11.121.195 31.139,36
Sub total (2.1 +….+ 2.6) 3.425.200,96
Komoditi 2002
Volume ekspor Nilai ekspor (Rp juta)
Ternak babi 801.300,00 332.933,00
Hasil ternak (daging babi, daging domba/kambing, susu, kulit, tanduk, dll dan nabati (jagung, kedelai, pucuk tebu)
- 1.663.621,00
Total 1.996.554,30
3. HILANGNYA PELUANG EKSPOR
4. DAMPAK INDUSTRI PARIWISATA
a. Pendapatan sebelum wabah Rp 26,25 trilyun b. Pendapatan Sesudah wabah Rp 23,95 triyun
4. Dampak industri pariwisata = 26,25 – 23,95 = Rp 2,3 trilyun
Kerugian Ekonomi PMK
• Jika terjadi outbreak PMK di Indonesia, total kerugian diperkirakan Rp 11,59 trilyun (Sudrajat, 2002) :
A. Kerugian langsung
1. Sistem produksi peternakan Rp 3,9 trilyun
2. Pengeluaran ekstra (pemberantasan) Rp 3,4 trilyun B. Kerugian tidak langsung
3. Kerugian peluang ekspor Rp 1,99 trilyun 4. Kerugian industri pariwisata Rp 2,3 trilyun
Batas untuk hiperlink
PENURUNAN PRODUKSI SUSU
Apabila dikonversikan ke dalam bentuk ekonomi adalah :
R = proporsi hewan terkena PMK pada keadaan wabah
L = presentase hasil kehilangan laktasi Z = rata-rata produksi susu per tahun M= harga susu per liter
R x L x Z xM…..1.1
PENGARUH PMK THD INFERTILITAS
Pengaruh PMK thd infertilitas dapat dihitung dengan rumus :
I = index kelahiran
R = proporsi hewan terkena PMK pd keadaan wabah W = terjadinya kelambatan 3 bulan pd kebuntingan berikutnya pd hewan yg tertular PMK
Y = rata-rata hasil laktasi M = harga susu per liter
(12/I – 12/(R x W) + I x Y x M…..1.2
PENGARUH PMK THD KEGUGURAN
Untuk keguguran, kerugian ekonomi dapat dirumuskan sbg berikut :
A = angka keguguran, tu pd hwn bunting tua I = index kelahiran
R = proporsi hwn terkena PMK pd kead.wabah Y = rata-rata hasil laktasi
M = harga susu per liter
(12/I-12/(I + R x A x 13,5) x Y x M ….
PENGARUH PMK THD ANGKA KEMATIAN
Angka kematian akibat PMK adalah :
Sedangkan pd anak sp/kb harga seekor anak sp/kb ( C ) digunakan utk menghitung kerugian kematian anak & keguguran akibat PMK.
Angka kematian akibat PMK anak sp/kb (F) adalah 10% dan angka keguguran (A) adalah 10%.
Rumus yang digunakan adalah :
R x K x V untuk sapi / kerbau dewasa…..1.4.1
R x K x D untuk sapi / kerbau muda…..1.4.2
R x C x (A + F)…..1.4.3
PENURUNAN BERAT BADAN
Penurunan berat badan sebagai dampak langsung PMK dihitung dg rumus :
R = proporsi hewan terkena PMK pd keadaan wabah
S = rata-rata penurunan berat badan dlm setahun J = harga sapi/kerbau per kg
R x S x J…….1.5
PENURUNAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
Penurunan oroduktivitas tenaga kerja karena ternak yang menderita PMK tidak dapat bekerja sedikitnya satu bulan. Sehingga rumus kerugian
akibat penurunan produktivitas tenaga kerja ternak adalah :
R = proporsi hewan terkena PMK pada keadaan wabah
T = ternak yang tidak dapat bekerja selama sedikitnya satu bulan
O = harga sewa ternak pengganti / hari selama ternak menderita PMK R x T x O …..1,6
BIAYA PEMOTONGAN DAN PEMUSNAHAN
Untuk kerugian pengeluaran ekstra sbg akibat PMK mencakup biaya pemotongan dan pemusnahan dg perhitungan sebagai berikut :
R = proporsi hewan terkena PMK pd keadaan wabah
P = tingkat depopulasi yang dapat dilakukan smp 90-100% thd hewan terkena PMK dan hewan terdedah
B = biaya operasional pemotongan / pemusnahan sapi/kerbau E = biaya pembersihan dan desinfeksi ternak
R x P x (B + E)……2.1
BIAYA KOMPENSASI
Semua hewan yang dimusnahkan mendapatkan kompensasi dari pemerintah. Biaya kompensasi tsb dihitung dg rumus :
R = proporsi hewan terkena PMK pd keadaan wabah
P = tingkat depopulasi yg dpt dilakukan smp 90-100% thd hewan terkena PMK dan hewan terdedah
N = biaya kompensasi per ekor
R x P x N …….2.2
BIAYA PENGAWASAN
LALU LINTAS DAN TINDAK KARANTINA
Biaya pengawasan lalu lintas dan tindak karantina, rumus yang digunakan adalah :
R = proporsi hewan terkena PMK pd keadaan wabah
G = biaya pengawasan lalu lintas dan tindak karantina
(1 – R) x G …….2.3
BIAYA SURVEILANCE
Biaya surveilance yg t.u setelah stamping out dilaksanakan baik di daerah wabah maupun di luar daerah wabah yang berbatasan.
Biaya tsb dihitung dg menggunakan rumus :
R = proporsi hewan terkena PMK pd keadaan wabah
Q = proporsi hewan yang dilakukan surveilance scr sampling U = biaya surveilance per ekor
( 1 - R ) Q x U …….2.4
BIAYA VAKSINASI
Biaya vaksinasi diperhitungkan jenis, jumlah peralatan dan dana operasional. Vaksinasi dilakukan dengan jalan
membentuk daerah ring vaksinasi.
Perhitungan dilakukan dg menggunakan rumus :
R = proporsi hewan terkena PMK pd keadaan wabah X = proporsi sapi / kerbau yg divaksinasi
H = harga vaksin per dosis
( 1 – R ) x X x H ……2.5
PENGARUH PMK THD EKSPOR DAN PARIWISATA
Selain kerugian-kerugian ekonomi
tersebut, maka kerugian penting lain yang terkait dengan sektor lain adalah hilangnya peluang ekspor dan
dampaknya terhadap industri pariwisata
serta industri pendukung peternakan.
Kesimpulan
• Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan metode penghitungan kerugian langsung dan tidak langsung ditaksir kerugian yang ditimbulkan akibat brucellosis pada ternak diperkirakan mencapai sekitar Rp.
3.516.401.986.082 per tahun.
vs
• Total kerugian akibat brucellosis tersebut diperkirakan mencapai 1,8% dari nilai total aset ternak di Indonesia.
Harga eksternalitas = 3.637.773.925.000