• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modernisasi Desa; Strategi, Kebijakan dan Problematikanya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Modernisasi Desa; Strategi, Kebijakan dan Problematikanya"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

:J.f sArFuDbir+'s*ioi ure, Ph.

D

tt sTRUKTUR.PARANAD{:n MASYARAKA

{ onlaM KEHTDUF+u sostAl

\"j

,r

ffifrrinfi,Blqffi,

EDIA KOMUNIKKASI

r$

$

PENSPEKTIF MUL RidwantHasanrPh.D JARTNGax il,l+gRNET DALAM

U (Behavioui -Cligirge) Masya

URGENSI;

PU

KING

PADA

leh, MA

MODERN

: STRATEGI,

,TIKANYA

Tafsir Tsmatik T6rhadap Kata Muhammad Aminullah, MA TEKNOLOGI KOMUNIKA$I: Lemah

!.

Edisi

Sebuah .NBkgetaF Dadakwah Abdul Mugni;;MA

n

,$ ;.

ll Volume lll Juli' Desember

2O13

15*\

(2)

ru

Jurnal Komunikasi, Dalorah dan pemikiran lslam

furnal

Iliterbitkan OIeh

:

Jurusan Dalcwah STAIN Malikussaleh

Lhokseumarrye

(3)

tiwa 'ul Dakwah

Daftar lsi

,,

=DIA KOMUNIKKASI DAKWAH DAI-AM PERSPEKTIF .,.;LTIMEDIA

- :h: Ridwan Hasan,ph.D...

- :'npak Jaringan lnternet Dalam perubahan prilaku ienaviour Change) Masyarakat Desa

?GENSI; PUBLIC SPEAKING PADADAI

eh. Muhammad

Saleh,...

35

- RATEGI M EDIA KOM U N I KASI BADAN NARKOTI KA NASIONAL ] TA LHOKSEUMAWE DALAM MENSOSIALISASI KAN

i rN C G PEREDARAN GELAP RAM PENC EGAHAN P NARKOBA(P4GN)EM BERANTASAN PE NYALAHG U NAAN

: R BAL LINGUISTIK INTELIGENCE

:i:

Yuliza, S.Ag,

M.Si. ..

gT

] DERNISASI DESA: STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PROBLEMAT

.J NYA

3eh: SAIFUDDIN, S. pdt, MA, ph.

D...

...103 :

-

(A KOMUNIKASI DALAM AL-QUR,AN

:'-Ji Pendekatan Tafsir Tematik Terhadap KataAs_Srdgu)

='r Muhammad Aminullah, MA...,_.:...

.

..."...121 -? U KTUR PARANANTAMASYARAKAT DALAM KEHIDUPAN

- SIAL

:^

Muhammad lkhsan,

MA...

141

. ?AN INFORMASI DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI - RMAL DIJURUSAN DAKWAH STAIN MALIKUSSALEH

* ]KSEUMAWE

=^

Nurmala, S. Kom.

1...

....163

-:<NOLOGIKOMUNIMSI;

-= - ah Lembut Sebuah Kekuatan Datevah

-

:^

Abdul Mugni,

MA...,...

... .,.185

- -RA PEREMPUAN DALAM IKLAN DAN ISLAM

-

=-

Nilda, S. Kom.

I...

..._...202

;i

II

Ilolume

III

Juli-Desember 2Al3

(4)

Liwa 'ul Dakwah

Dosen pada Fakultas IImu Sosial dan Ihnu Politik Universitas

Malikussaleh,

Lhokseumawe,

Aceh. Indonesia.

Email:

saifu ddin-my@Yahoo -com

1.

PENGENALAN

Secara sosiologis

desa

merupakan embrio b^g

terwujudnya masyarakat Politilr ekonomi,

budaya dan

bahkan

peradaban manusia. Desa telah

lama

menjadi

institusi

Penting dalam kehidupan masyarakal

Desa

sebagai

temPat

Liwa'ul

Dakwah

pembenfukan nilar, Uu merupakan safu sisteur

tonteks paradigma m

"desa" merupakan ist terdapat kantong-kant ginggiran.

Kehidupan masy

pada lingkungan sekita lilua laut

ba$

rur$ytlri

&nia

ketiga lebih dari Fedesaan dan kebanyak

&tifitas pertanian atau pertanian (Mohd Sukri I Ada juga masya puJau-pulau

kecil

di k

meka

banyak berganh rml:y211. Yang menaril lehidupan masyarakat

e€at

beragam. Kebe

ftlror

lingkungan dan r

Dalam sistem ek<

tradisional. Mel diperkenalkan der tertenfu merek

II

Yolume IIIJuli- De

MODERNISASI DESA: STRATEGI, KEBIJAKAN DAI\

PROBLEMATIKAI{YA SAIFT]DDIN

ABSTRAK

Dalcm kantek lc*fuian desa telahmeniadi suattt konxp yangmenggamborlatt ,""oro

u*u*

eksistensi masyarakat ilalam suafu ruang tertenfu. Anggapan

iito"g

Cnto selalunya dihubungkan dengan suatu konitisi masyaraknt simplei *adisional dnn"terbelakang. N amun sicara sosiolo gis _ desa merup aknn

;fr;

Uiiitnu"judnya masyiraknt palitik, ekonomi,WaoVo ilan ba]*an irradobar"manusii. eemaang;nan hnnya boleh dicapai dengan

-memodenkmt

it ti

ioto"ian seperti penigunarn tiknologi mailern, modal besar, benih yn"g UL;X dan lain-lain. !;bsf;h dni_ asunrci-sLyerti itu akan muncul pendapat botiuo upaya peningkaian hidup rakya-t pedesaan hnrus dilaksanakan dengan

ioaerniiali plrtaniin. Modernisasi iektor pertmriay mgman-g lenianjilan

dan *embeilrnn peluang untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian.

-f;br*i"

sxte;

irig;i,

bbit unggul danrypuk membertuan iiungkinnnmasyaTakat'per:tanian-mendrpqtkanhasilyangberhpatgandS..

a*o" fiupl tre.ny aiaan ini' tiit"ak tni,

li

xnni den gry W fp on,.. keny ataan ini n :iyn Uertatcu "di n"g*o-n gorn

ialu

seperti.petini.di Amerika.Srikot dan Ieoins. Sementma d7 neXai-rugara-dunia ketiga modernisasi sektor pertanian

lri"yi

setengah hnti s{hingga- menimbulkan problcm dan trauma A?ng

ittip

aatni Aagi para {itani kecil yang akhirnya menurunkankualitas hiduo mereka.

'

Keywords: Desa danModernisasi

r03 Edisi

II

llolume

III

Juli - Desember

20Il

(5)

1..

,iti,

Liwa'ul

Dokwah

rembentukan nilai, budaya,

dan

sistem adat paling

orijinal

yang ,erupakan satu sistem hidup bersama. walaupun demikian, dalam xonteks paradigma

modern

yang menitik beratkan pembangunan desa" merupakan istilah yang kaya akan misteri. Karena di desa ::rdapatkantong-kantong kemiskinan, kebodohan

dan

budaya :nggiran.

Kehidupan masyarakat desa kebanyakan

hidup

berganttrng

::da

lingkungan sekitar terutama tanah untuk lahan pertanian dan :ga laut

bagi

masyarakat nerayan. secara umum di negara-negara

:;nia

ketiga lebih dari dua pertiga penduduknya tinggar dikawasan :=cesaan dan kebanyakan daripada

mereka sat

dalam berbagai

. r rfitas pertanian atau aktifitas lain yang berkenaan dengan sektor

- =:tanian (Mohd Sukri Abdultah, lggg).

Ada

juga

masyarakat yang

ti.ggal

di pesisir

pantai

dan

- --au-pulau

kecil di

kawasan

Asia tenggara

aktifitas ekonomi :'::eka banyak bergantung

pada

raut atau lebih tepatnya sebagai - : r-\'?r1' Yang menarik

justru

pada level masyarakat pertanian,

'--:dupan masyarakat

pertanian

mempunyai aspek sosiar yang

-:at

beragam. Keberagaman mereka sangat dipengaruhi oleh

:'r

lingkungan dan sistemsosialyang berlaku dalam komunitas

"::fUt.

Dalam sistem ekonomi masyarakat desa masih mengamarkan

:r-r

tradisional- Meskipun sistem

pertanian

masyarakat rdesa

- -

'-

diperkenalkan dengan modernisasi pertanian akan tetapi pada

-:

qkat tertenfu mereka mengalami rnasalah.

il

Volume IIIJuli- Desember 2013

rc4

(6)

Liwa 'ul Dakwah

Industrialisasi

kawasan

perkotaa:

, memberikan

implikasi ekonomi yang

- - r -

bertambahnya lapangan pekerjaan yang

m._

-

kerja.

Sehingga

kota

meniadi tempat

"'ii.

mendapatkan pekerjaan dan upah yang iurt--' Kondisi ini menyebabkan banyak mas-'': : i ' bondong datang ke kota untukmengadu na-c:: ' terutama mereka yang berasal

dari

desa-dt."' penduduk kemudian menjadi masalah utar,:

masalah sosial baru.

Selain itu

Pembangunan

Yang ti:

' '

pembangunan

sektor

perkotaan

dan per

:

pedesaan meniadi punca utama dari lahirr." ;

lni

adalah efekdarikecacatan

orientasipemb-

-

selama ini.

Sehingga tercipta kesenjangan

yans

:

masyarakat kota dan

desa

dari segala aspe' ' tersebut

dapat

memberi kesadaran kepa;:

memberikan fumpuan kepada kawasan ped'- ' '

Akan

tetapi hal

ini

tidak mudah

unhi

- kawasan pedesaan

itu

sudah jauh tertinggai' -'

tempat

yang msih kuat

entitas

btdaya,

ir-':

Oleh karena

itu

perlu kehati-hatian dalarn m€:

'

pembangunan yang dilakukan.

t05 Edisi

II

Yolurue !;

(7)

Liwo 'ul

Dakwah

2,

LANDASAN KONSEPTUAL

Istilah

desa

pada

awarnya diamb,, dari bahasa sanskerta

-''a,,g berasal dad kata

"deca"

yang lazimnya dulu sering dipahami :ahwa masyarakat yang bercocok tanam padi di sawah yang disebut rasyarakat desa. Akan tetapi daram makna yang sebebnarya dan :a-lam perkembangan

waktu

yang merentasinya desa mempunyai :rakna yang

lebih

luas, masyarakat yang peladangan

pun

disebut :'asyarakat desa sampai akhirnya

istilah

d.esa pun menjadi razim

rng digunakan orang ramai

untuk menunjukkan kehidupan --"asyarakat

bukan

kota (Koentjaraningrat, 1964).

Dalam

kontek

-:iarangini

desa telahmenjadi suatu konsep yangmenggambarkan

'::ara umrun

eksistensi masyarakat daram suafu ruang tertenfu, :- qgapan tentang desa selarunya dihubungkan dengan suatu kondisi

-

.svarakat simple, tradisional dan terbelakang.

Konsep Modernisasi sebagaimana yang dikatakan oreh wilbert

':cre

adalah

suatu

transformasi secara menyeluruh masyarakat

- ' 'lisional

atau

masyarakat pramodern menjadi masyarakat yang

:,k

teknologinya beserta dengan organisasi sosiar berkaitan yang -' .:r'erupai apa

y*tg

ada di neg.ua_negara dunia barat yang maju

-'

'':nur dari

segi ekonomi dan secara reratifnya

stabil dari

segi

-r-k (Norman Long,

D9n

Max weber adarah salah satu teoritikus modernisasi d.an ia

:r'

rreflfusun beberapa konsep kunci modernisasi yang dibangun

''

dasar konsep rasionalisasi.

]adi

moderniti adalah dampak dari

"

:=misasi yang

ruma

dunia

sosiar di bawah dominasi estetisme,

I

Yolume III Juli- Desember 2013 106

$

(8)

Liwa 'ul Dakwah

sekularisme,klaim

universal tentang rasionaliti,

instrumental, diferensiasi berbagai lapangan kehidupan dunia, birokrasi ekonomi, praktek-praktek politik dan militer, serta moneterisasi nilai-nilai yang sedang berkembang (Briyan trurler, 2001).

Modernisasi pada awalnya akan mengakibatkan disorganisasi dalam masyarakat. Modernisasi menyangkut nilai-nilai masyarakat

dan

norruFnorllur masyarakat Modernisasi

tidak

saIIMI dengan

reformasi

yang menekankan

pada faktor-faktor

rehabilitasi- Modernisasi bersifat

preventif

dan konservatif,

dan

proses tersebnrt

tidak

mengarah pada angan-iu:tgan, sebaiknya modernisasi harm dapat memproyeksikan kecenderungan yang ada dalam masyarak*

kemasa depan.

Paket-paket pemodenan desa memang memperbaiki taraf

penduduk

desa. Pemodeman

pertanian

misalnya memberi kesempatan pada kelompok sasaran untuk mengefesienkan dan modal yang dimilikinya. Akan tetapi selama 20 tahun terakhir terjadi perubahan, dan kemajuan yang sangat pesat di desa-desa,

dalam bentuk fisiknya, mauPun

visi

dan persepsi masyarakat

tentang

kehidupannya.

:

Gambar tentang desa sebagai komunitas yang tenang, yang

dari gejolak perubahao telah berubah. Banyak desa yang tidak merupakan komunitas yang berorientasi pada kegiatan pe subsisten, tetapi telah berubah menjadi komunitas yang berori komersial. Perkembangan

positif tersebut

dapat mem peningkatan kesejahteraan petani di desa-

r07 Edisi IIYolume

III

Juli - Desember 2013

Liwa

,ul Dakwah

3.

KEBIIAKAN DAN S

Konsep modernis:

ini. Sebenarnya

ini

merul

di

negara -negzrra dunia

antara

pembangunan c

rehingga di pusat

kota

I

Erkawal.

Di

Negara_neg;

Sangladesh dan Indonesia nmgat kental dan

ini

mer

lryara-negara

dunia

keti

;Eurpunyai

dua

tujuan

gunan

supaya tic idupkan kembali se.

upaya untuk mendongl tangkah

yang

dilak

mengatasi kesenjan terjadi pada brhunl9 {)4

Participation (BLpp).

petani membuka isola

lima tahun

progran

Bolivia adalah sal dalam proses pemba Sekarang semua oran untuk meningkatkan tar

\bltme III Juli_ Desembc

(9)

J:

Liwa

,ul Dakwah

3.

KEBIIAKAN DAN STRATEGI MODERNISASI DESA Konsep modernisasi desa

rni. sebenarnya

ini

merupakan

""JIX ffi:ffi:ffiH

'1i negara -negara

dunia kefiga.

Kesenjangan

yang

begifu besar

aatara

pembangunan

di kawasan

pedesaan

dan kota

telah

nenyebabkan

migrasi

penduduk secara

besar_besaran ke kota

;:hingga di pusat

kota terludi

kesesakan

penduduk

yang tidak

=rkawal.

Di

Negara_negara

dunia kefiga

seperti Bolivia, peru,

::ngladesh dan Irrdonesia kesenjangan antara di pedesaan dan kota

':ngat

kental dan

ini

menjadi probrem

yang harus di

atasi

oleh -:gara-negara

dunia

kefiga. Secara

filosofis

modernisasi desa

T#""r*:J'""" paya fidak

vang

terjadi in$n

di capai; pertama, pemerataan

kesenjangan sosial. Kedua,

: ::r

=nghidupkan kembali sektor upaya unfuk mendongkrak keperluan Agraria,

hal ini

merupakan salah

bahan

makanan pokok.

Langkah

yang

dilakukan oleh ':-rasir mengatasi

kesenjangan

ini. #HT* ;"-,tr" ri1J;

''

: ular

g

terjadi pada Participation hhun (BLPP). Program 1gg4 d.engan ini program The memberi kemudahan Bolivian Law of

kepada

'::

petani membuka isotasi desa

melalui partisipasi aktif. Dalam

;ffi#:.

program

ini

terah memberi perubahan yang --.an daram

,,.,":I#m T:**

vang dapat dijadikan

Sekarang semua orang berfikir

':

urtuk meningkatkan taraf hidup

#Xr:il".'r*;:rT

,7 Volume IIIJuli- Desember 2013

108

(10)

Liwa 'ul Dakwah

yang pertama dilalukan dengan asumsi bahwa keterbelakangan di daerah pedesaan karena belum menggunakan teknologi modern.

Dalam sejarah masyarakat desa di negara

-

negara perindustrian

yang telah maju

terutama di Barat, kewujudan petani dianggap

suatu

kemunduran

dan

penghalang

proses

pemodenan dan

pembangunan.

Pembangunan

hanya

boleh

dicapai

dengan memodenkan sektor pertanian seperti penggunaan teknologi modem, modal besar, benih yang baik dan lain-lainnya.

Jelaslah dari asumsi seperti

itu

akan muncul pendapat bahu'a upaya peningkatan hidup rakyat pedesaan harus dilaksanakan dengar.

modenisasi pertanian. Para ahlipun meranctrng berbagai strategi yang

akan diterapkan didaerah pedesaan, seperti : Strategi modernisas.

pertanian, strategi anti kemiskinan, strategi pola baru pertumbuhar.

dan strategi land reaform. Dari berbagai evaluasi yang dilakukan pake:- paket tersebut ada yang dinilai berhasil, tetapi ada juga yang dinilai gaga- Diagnosa kegagalan pendekatan

ini

sebahagan besar ditujukan pac:

kesalahan atau ketidak sungguhan dalam pelaksanaan.

Modernisasi sektor

pertanian

memang

menjanjikan

d-- memberikan

peluang

untuk meningkatkan

produktifitas

has-

pertanian, masyarakat desa dengan perkembangan teknologi ya: a

menyokong sektorini. Pembuatan sistem irigasi, pengembangan bi-

unggul dan

pupuk

memberikan kemungkinan masyEuakat pertan:.-- mendapatkan hasil yang berlipat ganda. Akan tetapi kenyataanr.', i

tidak sebanding

dengan

harapan, kenyataan

ini

hanya berlaku * negara-negara

maju

seperti petani di Amerika Sarikat dan jepa:.

109 Edisi

II

Volume

III

Juli - Desember 2r

Liwa 'ul

Dakwah

Di

negara-negara

dr

dilaksanakan setenga,L, hauma yang cukup

;

menurunkan kualitas h-;

Ada

beberap : pertanian

di

negara_ne:

-:ertanian merupakarL :emerintah. Inten en-s:

:

suafu pendekatan yan_t

::tani.

Seperti di lndor,

--:1run

60-an sampai 7Ga:

:.erugikan petani. peme

:':nanamkan safu

kc::

,=ringga petani

tidat ;

:

-n

pada

hal tanam

:

* rdernisasi pertanian n-r.

,:anyak

petani

di

des .--ngga menguntungka;

,

':r.

Ketiga, rendahar.a

,:.r

tingkat pedesaan.

PEMBANGUNAN SE

Pembangunan seb,a;

-,-.r kehidupan masvaran ::.puh oleh semua barl,

lI

Yolume IIIJuli- Des.

(11)

di

IIIL rnm BFP

ilan ran

FrrL

nfir

P q rri tr, b t

*

Liwa

,ul Dakwah

Di

negara-negara

dunia ketiga

modernisasi

sektor

pertanian dilaksanakan setengah

hati

sehingga menimbulkan

problem

dan

trauma yang cukup daram

bagi

para petani kecil yang akhimya menurunkan kualitas hidup mereka.

Ada

beberap

faktor

yang menyebabkan kegagalan sektor pertanian

di

negara-negara dunia ketiga, antara rian: pertama, sektor

pertanian

merupakan korban dari

kebijakan

ekonomi

poritik

pemerintah. Intervensi pemerintah dalam sektor

pertanian

d.engan

suatu pendekatan yang

tidak

tepat justeru banyak merugikan para petani. seperti di trdonesia

kita

masih ingat proyek revolusi hijau tahun 60-an sampai 70_an yang merupakan salah

satu

proyek yang merugikan petani. pemerintah ketika itu mengarahkan petani untuk nenanamkan

safu

komoditas

yang

ditentukan oleh pemerintatu

*hingga

petani

tidak

diberikan

pilihan

untuk menanam tanaman rain

pada hal

tanam tersebut harganya sangat

murah.

Kedua, nodernisasi pertanian memerlukan

biryu

yang sangat besar dan lebanyak petani

di

desa tidak mempunyai

modal yang

cukup

*hingga

menguntungkan sekorompok orang yang memiliki modal

@sar'

Ketiga

rendahnya

kuaritas

sumberdaya manusia yang ada

pJa

tingkat pedesaan.

O PM{BANGUNAN

SEBAGAI PROSES

TRANSFORMASI Pembangunan sebagai safu proses transformasi daram segala

gek kehidupan masyarakat telah dianggap sebagai satu yang harus oleh semua bangsa atau negara. Rahimah Abd

Aziz

dan

i

II

Yolume III Juli- Desember 2AI3

110

(12)

Liwa 'ul Dakwah

Muhamed Yusoff Ismail (z}}z)berpendapat persoalan pembangunan

itu

send"iri dapat ditinjau dari dua sudut. Pertama, dari sudut falsafah yang berkaitan dengan pemahaman tentang kemaiuan atau evolusi, yang akhimya melahirkan berbagai teori sosial tentang perubahan sosial. Dalam hal

ini

teori

evolusi

merupakan

teori

yang sangat

berpengaruh dalamperbincangan

tentang

kemajuanmasyarakat.

Teori evolusi berpijak atas gagasan bahwa ada semacam ketenfuan

atau arah

yang bersifat unilinier (satu arah) dalam perkembangan kebudayaan manusia, yang berjalan melalui tahap-tahap tertentu.

Dalam teori evolusi juga muncul gagasan bahwa

evolusi itu tidak semestinya bersilat satu arah akan tetapi mungkir.

juga

bersifat

multilinier (banyak

arah),

dengan

kata

lain sebua-l^

masyarakat

itu

tidak semestinya terlibat dalam satu proses evolus- universal tetapi sesebuah masyarakatitu boleh mengalami perubaha:

yang bersifat khusus sesuai dengan keadaan masing-masing (schoor-

1988). Sementara Ralph Linton (1945) menyatakan bahwa tahapa:- tahapan perkembangan dalam sejarah umatmanusia dalam asp=, perubahan teknologi menganggap bahwa sesebuah masyarakat r:-

tidak

perlu melalui semua

tahap

perkembangan yang telah dila-- masyarakat lain.

Kedua, dari sudut praktikal atau kenyataannya yang meru'*"

kepada kemajuan yang dicapai di eropa. Kemajuan

ini

bertitik tc,:' dariapda berlakunya kemajuan sains dan teknologi yang akhin-.- : mencorakkan semua hubungan antara manusia dengan alam seki:-- Berdasarkan kemajuan sains dan

teknologi

masyarakat

di

eI.: -

1t1 Edisi

II

Yolume

III

Juli - Desember 2A13

Liwu 'ul

Dakwoh

mulai mencari cara u:

mengumpulkan kekar a:

ialah

penggantian :.

menggunakan tenag,

menggunakan mesiri. l

Britain

pada abad k=_

sebagai revolusi indu_.:

Pembangunan

I

:apat

hidup

layak

d;

laling

tidak setara der-.

-:an

usaha

yang dr1a.

,

=pada setiap

indir :

,=nakmuran dalam kei_

=senjangan sosial pada

.nbangunan hari iru

.:.gat

kurang memiki:

.:nan, 2004).

Keadilan sosial a;

::gang sebagai tujua:r

.:it_\'a bahwa seluruh sh-.

-;

dipilih haruslah me

,:apkan mzrmpu menr.:

'-"

-usia

terutama masl.a

-:r

dari lingkaran ker

'

r

lr?fl dalam

keseha:

ll

Volume

IIIJuli-

Des,

(13)

'r

Liwu'ul

Dakwah

nulai mencari cara untuk mengatasi

alam

sekitar

dan

berusaha ..1engumpulkan kekayaan. Aspek yangmenonjol dalam Proses tersebut

-_Lah

penggantian

teknik

produksi

dari

cara

tradisional

yad"|tg

:renggunakan

tenaga hewan kepada

tenaga

modern

yang

:renggunakan mesin. Manifestasi proses

ini

pertama kali muncul di

-

ritain

pada abad ke- 18, semasa berlakunya

apa

yang disebut

.:bagai revolusi industri (schoorf 1988)'

Pembangunan

pada

hakikatnya adalah bagaimana manusia

.:pat

hidup

layak

dan mempunyai

kemampuan untuk

hidup

:,ling

tidak setara dengan orang

lain. Artinya

bahwa segala daya

,:n usaha

yang dilakukan adalah bagaimana memberi peluang

.pada setiap ind.ividu,

masyarakat

dan negara

mencapai

.nakmuran dalam kehidupan dengan maksud untuk mengurangi

.senjangan sosial pada setiap kelompok masyarakat'

Akan

tetapi

-,nbangunan

hari

ini

dinilai

lebih

cenderung pertumbuhan dan

,:.gat

kurang memikirkan pemerataan pembangunan (Sunyoto r:nan, 2004).

Keadilan sosial adalah merupakan salah satu

idiolos

yang

::gang sebagai tujuan akhir dari proses pembangunan (ekonomi) '.-:rva bahwa seluruh strategi dan kebijakanpemabangunan ekonomi

-; dipilih

haruslah menuju kemaslahatan bersama. Pembangunan

::apkan mampu memberikan

titisan bug

mengangkat derajat

:;sia

terutama masyarakat tani dipedesaan agar mereka dapat

-:r

dari lingkaran kemiskinan, kebodohan

yang

telah menjadi

I

lrdfr dalam

keseharian mereka. Dengan

adanya

pemertan

ll

Volume IIIJuli- Desember 2013 1t2

(14)

Liwa 'ul Dakwah

pembangunan

di

harapkan mereka mendapat

pendidikan

yang

Iayak,

tempat tinggal yang

baik,

ekonomi yang

biak dan

dapat mengakses informasi yang

cepat

sehingga

mereka

benar-benar dapat keluar

dari

kondisi terisolir.

Masyarakat modern

dan industri lahir malalui

proses

transisi

yang setiap saat mengalami evolusi yang sistematik bug mencapai tujuan

yang

akan

dituju. Dunia

industrialisasi yang bergantung pada teknologi yang dina:rris dan bersifat mekanistis

dalam suatu sistem yang baku

dan

telah menyeret manusia kt dalam alam baru dan sekaligus terlibat dalam berbagai aturan yarrg menjaga

sistem

terus berputar secara dinamis (Rokiah Haji Ismai- 2002). Pengetahuan dan keterampilan adalah merupakan syarat yar.:

diharapkan mampu bekerja

dan

menjalankan industrialisasi ya:^ a

fiagungkan munusia saat ini.

Peran pemerintah sangat diharapakan dalam hal pengawas- dan pelaksanaan industrialisasi. Hal

ini

bermaksud bahwa perhat:- pemerintah yang cukup

besar

dalam melihat

realitas ini

mar.: -

menjaga agar industrialiisasi dapat berjalan

tanpa lari

garis ;.--

koridor serta garis-garis kehidupan masyarakat. Seperti rl€ngd.', *

dan

merancang penggunaan tanah

masyarakat

serta menga. ..

sektor-sektor

yang terlibat dalam

pelayanan

publik

s€?:-ri

pendidiakn

dan

kesehatan.

Rokiah Haji Ismail (2002) menyebutkan

masyarakat ind:::t dan modern

mepunyai ciri-cfui sebagai

berikut

Pertama, S,1r ,

mementingkan pengetahuan dan keterampilan terutama

sains *r

II3

Edisi

II

Volume

III

Jult - Desember 20]3

Liwa

,ul Dqkwoh

teknologi. Kedua,

hui

industrialisasi sangat

i:

dan berspesialisasi. per sehingga telah mendor-- Kelima peran pemerinta:

ru-lai-nilai baru yang cir_..

':ndang yang disepakafi

:ldustri

dan

modern

:

ljmana

teknologi terkr::

.

PROBLEMATIKA

PE

pada zaman per:, --:ubah dari upaya merl.

::erluan

ekspor. Rakr.a

,:kebunan teh, karet, ki;

:cdohan,

dan keiapa:

:

,:t-ebabkan perlawanan ,.

" -' nesia, seperti Balten. i, -jiaan senasiblah yang a

:" :-leka. Jutaan nyawa

p.:

- .:rbanan ini seharusn_r-a -

"

_ petani setelah kemerde Setelah kemerdekaan

' .:intah

unfuk

mensejai

" "-ifi

hhan

hanya sebatas .

^-I Lblume IIIJuti_ Desem,)

(15)

Liwo'ul

Dakwah

teknologi. Kedua,

hubungan antara sistem pendidikan

dan industrialisasi sangat dekat. Ketiga, struktur pendidikan berperingkat dan berspesialisasi. Penghijrahan ke kota terjadi secara besar-besaran

sehingga telah mendorong berkembangnya pusat

kota

yang padat.

Kelima pera-n pemerintah makin besar dan luas. Keenam, berkembang

dai-nilai

baru yang dikawal

oleh

jaringan peraturan dan undang- '-rndang yang disepakati bersama danberwibawa. Ketujuh, masyarakat -:rdustri dan

modern

berintegrasi dalam sistem yang mendunia

mana

teknologi

terkini

memainkan perarum penting.

PROBLEMATIKA PE"TANI

DI

INDONESIA

Pada zalr.arL penjajahan, orientasi pertanian

di

Indonesia

=rubah dari upaya memenuhi keperluan pangan domestik menjadi

"=perluan ekspor. Rakyat dipaksa untuk membuka hutan menjadi ..rkebunan teh, karet, kina, kopi, kakau dan lainnya. Kemiskinan,

=bodohan,

dan

kelaparan yang menimpa

petani di

pedesaan

'

=nvebabkan perlawanan yang keras dari petani diberbagai daerah di

- : rnesia, seperti Banten, jawa tengah, jawa timur hingga luar jawa.

:lsaan senasiblah yang akhirnya menjadikan Bangsa Indonesia ini :leka. Jutaan nyawa petani melayang selama proses penjajahan.

- iorbanan ini seharusnya dibayar oleh pemerintah dengan perbaikan

,,:

petani setelah kemerdekaan.

Setelah kemerdekaan, belum terlihat upaya yang serius dari

:.:rintah

untuk mensejahterakan petani. Harapan petani untuk :'-rliki lahan hanya sebatas diakomodir dalam uuPA N0 5 tahun 1960.

II

Lblume IIIJuli- Desember 2013

tt4

(16)

Liwa 'ul Dakwah

Namun

tru

ini belum pemah dilaksanakan. Gelombang revolusi hijau semakin meluluhlantakkan semangat petani dalam memperbaiki

nasibnya. Dengan kepemilikan lahan yang sangat sempit petani terpaksa

mengikuti

kebijakan pemerintah khususnya petani

padi

untuk

menggunakan bahan kimia dan bibit hibrida agar produksinya maksimal.

Memang benat, petani bisa panen tiga kali setahun tetapi petani tetap tak berdaya dikarenakan harga yang jatuh setiap kali panen.

Hingga kini, setelah reformasi berjalan

lebih

10 tahun. nasii petani tetap sama seperti zaman penjajahan dulu. Bahkan adanr, berbagai perjanjian perdagangan internasional seperti WTO, Free Tra.i.

Area dan seienisnya, semakin melemahkan petani Indonesia. Banjimr, produk impor denganhargayanglebih murah seakan menjadi Pertan;, petani indonesia sedang sekarat. perlu revolusi pertanian bukan

h-

sekedar evolusi. Pemerintah kurang memperhatikan nasib petan -

Indonesia. Nasib petani saat

ini

sudah sampai taraf sengsara' Pe::-

Indonesia

dibiarkan begitu saja oleh pemerintah untuk menga:i masalahnya

fi

lapangan. Padahal pengetahuan petani di Indonesia ri-'-' '

minim dan dananya sangat terbatas.

Sementara di Thailand petani sangat bergairah berusaha k.:: ' mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. Setiap Fi, - yang dihasilkan jelas harga dan pasarnya. Perkembangan dan irLfc.:

harga komoditas per periode waktu

diikuti

secara terbuka, seh' mereka tidak dirugikan.

Di

Thailand peran pihak ketiga (teng. -

tidak

memili.ki r:uat:rg, panen

hasil

pertanian benar-benar - dirasakan langsung oleh

petani

bukan seperti yang yang c-:

115 Edisi IIVolume

III

Jtili - Desember 201-.

Liwa

,ul Dakwah

oleh petani desa di

lr,:

kemukakan

sedikit rrembandingkan baga-

:atangga.

Dari kawasan ,r,.-.

'.ampir tak dijumpaj ta-i..,-

- ahan-Iahan tersebut tel:_

.lapa sawit, karet, da:-.

.:anam berdasarkan pE:

--:oklimat setempat darl

;

Thailand Selatan u:

. ,.,'it, beras, dan karer .

:satkan

di

provinsi l,

.

:rburi,

dan seterusn-..

:Lan ini didukung

fu

-,,'al seperti pelabuh::

:nd juga menjaga pr,

. :bsidi kepada petar.i.

,nfaatkan lahan kosi:

'J

tanaman

yang

n^.

Saat

ini

Thailand t=,

i

pertanian dunia

;si-hr pemerintah

-

akanRaja Bhumibol Th.l, :- -.nvadari aspek ska:.

ume IIIJuli- Deser,t,

ll:1

ii

(17)

Liwa'uI

Dokwoh

rleh petani desa di Lrdonesia terutama di Aceh. HaI

ini

perlu saya

<emukakan

sedikit

sebagai

perbandingan agr kita

dapat nembandingkan

bagaimana petani di

Indonesia dan

di

negara :atangga.

Dari kawasan wisata Phuket ke Provinsi surathani rhailand '.ampir tak dijumpai tanah kosong dan telantar seperti halrrya di Aceh.

-ahan-lahan tersebut telah dimanfaatkan masyarakat

unfuk

menanam , :1apa sawit, karet, dan tanaman komersial lainnya. Tanaman

ini

:rianam berdasarkan pengelompokan

jenis

tanaman sesuai dengan

:roklimat setempat dan didukung pula dengan industri prosessingnya.

Thailand selatan umumnya menjadi wilayah penghasil kelapa

, ,',vit, beras, dan karet rakyat. Sementara

untuk

buah-buahan ..:usatkan

di

Provinsi Nalochitara, sayur-sayur dikembangkan di

: .,:urburi, dan seterusnya. Pengembangan pengelompokan jenis r-:aman

ini

didukung pula dengan industri pengolahan dan sarana

.:ulya, seperti pelabuhan untuk mendukung ekspor. pemerintah

- -'-iiand juga menjaga produk pertanian dengan memberikan insentif

:

subsidi kepada petani. Kebijakan ini telah mendorong masyarakat .:ranfaatkan lahan kosong dan tak produktif

untuk

menanam

::agai tanaman

yang

mempunyai prospek untuk fiekspor.

saat

ini rhailand telah

menjadi negara pengekspor terbesar

"

.iuk pertanian

dunia

dan petani Thailand

hidup

makmur.

.erhasilan Pemerintah Thailand di sektor pertanian ini adalah akibat --,lpihakan Raja Bhumibol Abuljadey memproteksi para petani. Negara -at menyadari aspek strategis produk pertanian yang menjadi hajat

II Volume III Juli- Desember 2013 116

(18)

Liwa 'ul Dakwah

hidup sebagian besar penduduk bumi. oleh sebab itu, negara mengelola sektor

ini

secara sangat serius, bahkan didukung riset dan rekayasa teknologi dengan melibatkan para ahli dan pakar dunia'

Melalui hasil riset dan rekayasa teknologi ini Pemerintah Thailand telah mengambil kebijakan untuk mengembangkan satu produk pada satu wilay ah (one oill^age ofle commodity) dengan memperhatikan aspek

keterkaitan dengan sektor larn (back wotd and fonuard linkage), skala ekonomi dan hubungannya dengan outlet (pelabuhan). Akibatnya, tumbuh kelompok-kelompok bisnis, sehingga masing-masing wilayah memiliki kekhususan sesuai dengan potensi wilayalrnya'

6.

KESIMPULAN

Dalam sejarah masyarakat desa di

negara

- negilir

perindustrian

yang

telah maju terutama di Barat, kewujudan petaii dianggap suatu kemunduran

dan

penghalang proses

dan

pembangunarl Pemodeman pertanian memberikan pad.a kelompok sasaran untuk mengefesienkan prasarana dan yang dimilikinya. Upaya peningkatan hidup rakyat pedesaan dilaksanakan dengan modernisasi pertanian. Para ahlipun mer berbagai strategi yang akan diterapkan

di

daerah pedesaan,

strategi modemisasi pertanian, strategi anti kemiskinan, strategi baru pertumbuhan, dan strategi land reform'

Dari berbagai evaluasi yang dilakukan paket-paket tersebut

yang dinilai berhasil, tetapi ada juga yarrg

dinilai

gagal'

kegagalan pendekatan

ini

sebahagian besar ditujukan pada

Edisi

II

Yolume

III

Juli - Desember

117

Liwa 'ul

Dakwah

atau ketidak sungguha:

pertanian memang mer meningka&an produktif Dengan perkemt menikmati fasilitas sister

pupuk

memberikan mendapatkan hasil yang

tidak sebanding dengan regara-negara

maju

sep

Di negara-negara (

Eektor pertanian filaksaft

;roblem

dan trauma y

yang akhirnya menurunl mrgat di sayangkan teria

lawasan pertanian telah

AR PUSTAKA

an Turner.20A0. Teor l-akarta. Pustaka pelaia

i Ahmad.

2A00. Indt Pelajar.

1964.Mas Universitas Indonesi

II

kblume IIIJuli- Dese

(19)

Liwa

,ul

Dakwah

atau ketidak sungguhan dalam pelaksanaan. Modernisasi sektor pertanian memang menjanjikan dan memberikan

peluang

untuk

meningkatkan produktifitas

hasil

per&anian.

Dengan perkembangan

teknologi

masyarakat

desa

dapat

menikmati fasilitas sistem irigasi, pengembangan

bibit unggul

dan

pupuk memberikan kemungkinan masyarakat

pertanian

mendapatkan hasil yang berripat ganda. Akan tetapi kenyataannya tidak'sebanding

dengan

harapan, kenyataanini hanya berlaku di

rregara-negara

maju

seperti petani di Amerika sarikat dan jepang.

Di negara-negara dunia ketiga seperti dirndonesia modernisasi

ektor pertanian dilaksanakan setengah

hati

sehingga menimbulkan

problem

dan trauma yang cukup dalam

bagi

para

pehni

kecir

ymg

akhirnya menurunkan kualitas hidup mereka. satu

har

yang

rngat

di sayangkan terjadi

pada

era modernisasi

adalah

banyak

&awasan pertanian telah berubah fungsi menjadi kawasan industri.

DA}TAR PUSTAKA

an Turner

'

20a0-

Teori-teori

sosioragi Modenitas posmod.enitas. ,r

rrakarta. pustaka pelajar.

i

Ahmad'

zo0o- Industriarisasi pinggiran. yogyakarta: pustaka

Pelajar.

uanrngrat' 1964. Masyarakat Desa di Indonesia Masa,ri. ]akarta:

Universitas Indonesia.

i II Yolume IIIJuli_ Desember 2013

118

(20)

Liwa 'uI Dakwah

Linton, R. 1945. Present Word Conditions in Cultural perspective' Dalam The science of man in thc word^ cisis. Suntingan LintorU R. New York Columbia Universiti Press-

Morner, Magnus & svensson, Thommy. ("d.) 1991'. The Transformasion

of

The Rural society

ln

T'he Thirdword. London: Routledge.

Mohd Sukri Abdullah. 1989. Sttategi Pembanguwn Desa Duni'a Ketig*

Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka'

Mohd

saleh

lamry &

Hasan Mat Nor (ed.) 1993. Masyarakat dan Perubahan. Bangl; Universiti Kebangsaan Malaysia'

Murai Li, Tania, (ed.) 2002. Proxs Transformasi Daerah Pedalaman ili

Indonesia. ]akarta: Obor Indonesia.

Neil Webter & Pederseru Lars Engbers (ed.) 2002.

ln

The Name

Of

Tln

Poor. London: Zed Book.

Norman Long. 1984. Pengenalan sosiologi Pembangunan Luar Baniln-

Kuala Lumpur. Dewan Bahasa

dan

Pustaka'

Purwo santoso (ed,.) 2003. Pembaharuan Desa secara Partisipatif Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahimah Abd. Aziz

&

Mohammed Yusoff Ismail' 2042'

Bucl*ya dm Perubahan. Bmgl. Universiti Kebangsaan Rokiah haji Ismail

.

zo0z. Industialisasi dsn Modernisasi di Mab;sia

Inilonesia: Pengalaman, Perrnasalahan dan

Arah

Translo

Malaysia: Prentice Hall.

sunyoto umar. 2004. Pembangunan dan Pemberdayaan Masy Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Edist

II

Yolume

III

Juli - Desember t19

Liwa 'ul Dakwoh

Schoorl, I.I4f. 19SS.

M&,

,flegara Sedang

h

i

II

Yolume IIIJuli- Desen

(21)

am bw

*n

B

ir

ilm

rdt Tb

b-

ry-

T

iL

L i.

E.

Liwa 'ul Dakwah

schoorl I.w. 19ss. Modernisasi: pengantar sosiotogi pembangunan Negara_

.flegara Sedang

Berkembang. Terj. ]akarta:

pI. Gramedia.

,i.,i!

t

II

Yolume IIIJuli- Desember 20l'3

120

Referensi

Dokumen terkait