MODUL 4
PEMILIHAN KONSEP 4.1 Tujuan
Menyaring konsep dan memilih alternatif konsep produk yang dapat mewakili seluruh spesifikasi produk.
4.2 Teori
Konsep adalah abstark, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan. Istilah konsep berasal dari bahasa latin conceptum, artinya sesuatu yang dipahami.
Aristoteles dalam "The classical theory of concepts" menyatakan bahwa konsep merupakan penyusun utama dalam pembentukan pengetahuan ilmiah dan filsafat pemikiran manusia. Konsep merupakan abstraksi suatu ide atau gambaran mental, yang dinyatakan dalam suatu kata atau simbol. Konsep dinyatakan juga sebagai bagian dari pengetahuan yang dibangun dari berbagai macam karakteristik.
Konsep produk adalah sebuah gambaran atau perkiraan mengenai teknologi, prinsip kerja, dan bentuk produk. Sasaran dari penyusunan konsep adalah menggali lebih jauh mengenai konsep-konsep yang lebih sesuai dengan kebutuhan pekerja. Sehingga pada prosesnya penulis akan menyusun konsep–konsep yang disesuaikan dengan tahap–tahap sebelumnya. Tahap Screening konsep bertujuan untuk mempersempit alternatif konsep yang telah disusun oleh penulis berdasarkan hasil proses–proses yang dilakukan pada tahap sebelumnya. Tahap Scoring konsep merupakan tahap lanjutan dari screening konsep. Pada tahap ini bertujuan untuk memilih konsep-konsep terbaik dalam mewujudkan fasilitas kerja usulan.
Penyaringan konsep didasarkan pada metode yang dikembangkan oleh Stuart Pugh pada tahun 1980-an dan seringkali disebut seleksi konsep Pugh (Pugh, 1990). Tujuan tahapan ini adalah mempersempit jumlah konsep secara cepat dan untuk memperbaiki konsep. Ada 5 dalam proses penyaringan konsep, yaitu : 1) Menyiapkan matriks seleksi; 2) Menilai konsep; 3) Meranking konsepkonsep; 4) Menggabungkan dan memperbaiki konsep; 5) Memilih satu atau lebih konsep
4.3 Prosedur
1. Ciptakan beberapa konsep produk (minimal 2 konsep yang berbeda) dengan melihat modul sebelumnya.
a. Konsep Dekomposisi Produk
No Nama Konsep Keterangan
1 Patient Facial Detection (PFD) 1 Patient Facial Detection (PFD) merupakan alat pendeteksi wajah yang bermanfaat untuk membantu pencarian
administrasi
mengenai rekam medis dan akan dikembangkan
tambahan informasi mengenai daftar riwayat penyakit serta alergi pada
pasien. Alat
pendeteksi tersebut sinkron dengan data administrasi,
sehingga ketika sensor mendeteksi wajah seorang pasien dapat otomatis terdeteksi mengenai data administrasi serta rekam medis yang dimiliki oleh pasien tersebut.
Output berupa data atau file mengenai pasien tersebut.
2 Patient Facial Detection (PFD) 2 Patient Facial Detection (PFD) merupakan alat pendeteksi wajah yang bermanfaat untuk membantu pencarian
administrasi
mengenai rekam medis dan akan dikembangkan
tambahan informasi mengenai daftar riwayat penyakit serta alergi pada
pasien. Alat
pendeteksi tersebut sinkron dengan data administrasi,
sehingga ketika sensor mendeteksi wajah seorang pasien dapat otomatis terdeteksi mengenai data administrasi serta rekam medis yang dimiliki oleh pasien tersebut yang outputnya berupa gambar ataupun
bagan.
Produk Biasa
Deskri
psi PFD 1 Deskrip
si PFD 2 Deskrip
si
Gamb ar disam ping merup akan alat pendet eksi suhu tubuh yang berada di pasara n pada saat ini.
Produ k terseb ut hanya memili ki fungsi sebaga i pengu kur suhu tubuh yang mengg unaka
Gambar disampi ng merupak an alternati f desain pertama dari Patient Facial Detectio n.
Produk tersebut juga dilengka pi dengan sensor wajah yang selanjut nya akan dikonek sikan dengan monitor.
Alat tersebut sangat bermanf aat untuk memban tu pencaria n administ rasi mengen ai rekam medis
Gambar disampin g
merupak an alternatif desain pertama dari Patient Facial Detectio n.
Produk tersebut juga dilengka pi dengan sensor wajah yang selanjutn ya akan dikoneks ikan dengan monitor.
Alat tersebut sangat bermanf aat untuk memban tu pencaria n administ rasi mengena i rekam medis
c. Memilih desain yang akan dibuat
Berdasarkan kedua alternatif pada tabel di atas, maka desain yang terpilih adalah desain yang pertama. Lalu, desain tersebut akan dilakukan pengujian dan perbaikan. Berikut merupakan desain terpilih.
Gambar di atas merupakan tampilan produk Patient Facial Detection (PFD) yang menggunakan webcam sebagai sensor wajah dan di koneksikan dengan monitor untuk menampilkan hasil yang berupa data administrasi dan rekam medis pasien.
2. Buatlah matrik penyaringan konsep untuk mengidentifikasi beberapa konsep untuk dipertimbangkan lebih lanjut.
Table 4.1 Matriks penyaringan konsep Konsep
PFD 1 PFD 2
Kriteria Seleksi Beban Ratin
g Nilai Beban Ratin
g Nilai Beban Tampilan yang
simpel 15% 5 0,75 4 0,6
Dapat mempercepat
proses administrasi 35% 4 1,4 3 1,05
Terdapat sensor
wajah 50% 4 2 3 1,5
Total 100% 4,15 3,15
Rangking 1 2
Ya, dikembangkan
Tidak dikembangkan
3. Lakukan penilaian konsep oleh tim pengembang produk dengan menggunakan bobot antara 0-1 dan rating sbb:
Tingkat kepentingan Ratin g Sangat buruk dibandingkan referensi 1 Buruk dibandingkan referensi 2
Sama seperti referensi 3
Lebih baik dari referensi 4 sangat lebih baik dari referensi 5
4. Merangking konsep dengan rumus berikut Sj=
∑
i=1 n
rij, wi Dimana :
rj = nilai konsep j untuk kriteria i wj = bobot untuk kriteria i ;
∑
i=1 n
wi n = jumlah kriteria
Sj = total nilai konsep j
Konsep
PFD 1 PFD 2
Kriteria Seleksi Bobot (1)
Rating (2)
Nilai Terbobot
(1x2)
Rating (3)
Nilai Terbobot
(1x3)
Tampilan yang simpel 15% 5 0,75 4 0,6
Dapat mempercepat
proses administrasi 35% 4 1,4 3 1,05
Terdapat sensor wajah 50% 4 2 3 1,5
Total 100% 4,15 3,15
Rangking 1 2
Ya, dikembangkan
Tidak dikembangkan
5. Gabungkan dan perbaiki konsep. Pada tahap ini tim mencari pengganti atau kombinasi yang dapat memperbaiki konsep jika keputusan akhir
penyaringan konsep adalah merekomendasikan untuk “dikembangkan”.
Pilih satu atau lebih konsep lebih lanjut dengan dengan menggunakan teknik penilaian yang sama dengan prosedur 2 sampai 4.
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui fungsi-fungsi yang dihasilkan oleh produk Patient Facial Detection (PFD) yang memiliki tujuan, yaitu memudahkan pelayanan administrasi dengan menggunakan fitur sensor wajah yang akan mempercepat pencarian data dan rekam medis pasien. Serta produk tersebut juga menggunkana tampilan desain yang simpel dan sesuai dengan kebutuhan pengguna agar dapat mempermudah dan mudah dipahami oleh pengguna.
4.4 Kesimpulan
Produk Patient Facial Detection (PFD) memiliki konsep produk yang dapat mempercepat proses administrasi, desain yang simpel dan mudah dipahami serta terdapat sensor wajah. Produk ini memiliki 2 alternatif, yaitu yang pertama memiliki output berupa data atau file dari pasien. Sedangkan pada alternatif ke dua memiliki output berupa gambar atau bagan.