• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL – 8

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MODUL – 8"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PONDASI BETON BERTULANG

MODUL – 8

Capaian Pembelaharan Matakuliah:

Mahasiswa mampu memahami konsep

keruntuhan geser pada pelat pondasi beton bertulang

Mahasiswa mampu menganalisis &

mendesain pondasi beton bertulang akibat

Oleh

Ir. Darmansyah Tjitradi, ST., MT.

(2)

2

Pengertian pondasi

Pondasi adalah suatu konstruksi

pada

bagian dasar struktur yang berfungsi

untuk menyalurkan beban struktur atas ke lapisan tanah pendukungnya, yang biasanya terletak di dalam permukaan tanah.

Beban struktur atas yang bekerja pada

pondasi dapat berupa beban vertikal,

horisontal, momen atau kombinasi dari

ketiganya.

(3)

Secara umum, menurut kedalamannya pondasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Pondasi dangkal: pondasi yang dasarnya terletak dekat dengan permukaan tanah, misal: pondasi telapak

Pondasi ini untuk kondisi yang lapisan tanah kerasnya terletak dekat permukaan, dan

beban yang relatif kecil.

Pondasi dalam: pondasi yang dasarnya

terletak jauh di bawah muka tanah, misal:

pondasi tiang pancang, sumuran, dll.

Pondasi ini untuk kondisi yang lapisan tanah kerasnya terletak jauh dari permukaan, dan

(4)

4

Jenis-jenis pondasi dangkal/tapak

Menurut Terzaghi:

Apabila perbandingan antara kedalaman dan lebar pondasi lebih kecil atau sama, maka dapat dinamakan pondasi

dangkal.

Bisa juga dapat dilihat secara fisik dan

bentuknya

(5)

Jenis-jenis pondasi dangkal/tapak

Pondasi tapak setempat, di bawah kolom tunggal.

Denah pondasi ini berbentuk bujur sangkar, persegi, atau bulat

Pondasi tapak menerus, yang memikul banyak kolom atau struktur pemikul yang memanjang seperti

dinding.

Pondasi tapak gabungan, yang mendukung dua atau lebih kolom.

Struktur pondasi ini dapat dilengkapi dengan balok penguat.

(6)

6

Stabilitas pondasi dangkal

Kriteria stabilitas pondasi dangkal dapat dipenuhi, jika:

Kapasitas/daya dungkung batas tanah lebih besar dari tegangan kontak yang diakibatkan oleh beban total pada pondasi.

Penurunan pondasi yang terjadi akibat beban kerja lebih kecil dari pada penurunan yang

diisyaratkan

(7)

DAYA DUKUNG TANAH

Cara menghitung besarnya kapasitas (daya

dukung) pondasi dangkal, antara lain: Terzaghi, Mayerhof, Hansen, Bala, dll.

Daya dukung perkiraan dari berbagai lapisan tanah

(8)

8

TEGANGAN KONTAK

Tegangan kontak (contact pressure): tegangan yang bekerja tepat dibawah dasar pondasi

(9)

TEGANGAN KONTAK

Rumus Tegangan kontak:

Iy Y My Ix

X Mx

A N

tn

 

 

 =

Dimana:

tn= tegangan kontak (MPa) N = beban aksial (N)

A = luas bidang pondasi (mm2), A = BxL Mx = Momen terhadap sumbu x (N.mm) My = Momen terhadap sumbu y (N.mm)

X, Y = jarak dari titik berat pondasi ke titik dimana tegangan kontak dihitung sepanjang sumbu x dan y.

Untuk penampang persegi: X = L/2, dan Y = B/2

Ix = momen inersia thd sumbu x (mm4), Ix = (1/12)BL3 Iy = momen inersia thd sumbu y (mm4), Ix = (1/12)LB3

(10)

10

TEGANGAN KONTAK

Mx L

B

My

tn

Mx L

B

My

tn min

tn max

(11)

TEGANGAN KONTAK

Persamaan

Iy Y My Ix

X Mx

A N

tn

 

 

 =

hanya berlaku selama eksentrisitas yang

dihasilkan: ex = Mx/N, dan ey = My/N tidak keluar dari inti/kern.

Untuk nilai eksentrisitas:

ex ≤ L/6, dan ey ≤ B/6 persamaannya menjadi:

 

 

 

 

= B

ey L

ex A

N

tn

6 1 6

= N

Beban yang bekerja adalah beban aksial saja dan

(12)

12

PENURUNAN PONDASI

Penurunan pondasi pada umumnya merupakan superposisi dari dua hal berikut:

Penurunan elastis/seketika, yaitu: penurunan yang langsung terjadi begitu pembebanan

diberikan

Penurunan akibat konsolidasi, yaitu: penurunan yang merupakan fungsi waktu.

Nilai penurunan pondasi adalah jumlah dari keduanya.

Nilai ini biasanya tidak boleh dari 25 mm.

(13)

JENIS KERUNTUHAN PONDASI

Jenis keruntuhan pondasi akibat beban-beban terpusat (Moe, 1959):

Keruntuhan Geser Tekan Karena a/d kecil

Keruntuhan tarik diagonal Karena a/d ≤ 2,5

Keruntuhan Lentur

Karena a/d besar (a/d >6)

Dalam perencanaan pondasi, diusahakan agar keruntuhan geser tidak terjadi

sebelum pelat mencapai kekuatan

lenturnya.

(14)

14

JENIS KERUNTUHAN PONDASI

(15)

PENAMPANG KRITIS GESER

PADA PONDASI TELAPAK

(16)

16

KEKUATAN GESER

PADA PONDASI TELAPAK

Kontrol kekuatan geser: Vn ≥ Vu Vn = Vc + Vs

Dalam perencanaan pondasi kekuatan geser hanya oleh beton, maka Vs=0

Vn = Vc

Beton Baja

(17)

Kekuatan geser beton tanpa tulangan geser:

- Untuk Aksi Satu Arah:

d b

fc

Vc = '  w  6

1

- Untuk Aksi Dua Arah:

d b

fc

Vc = ' 

o

 3

d 1

b fc

Vc  

o

 

 +

= 2 '

6 1 1

<

Dimana:

bw =lebar pondasi yang ditinjau(mm)

bo = keliling daerah kritis semu (mm), bo = 4.(a+d)

(18)

18

Kekuatan dan Penulangan Lentur Kontrol kekuatan lentur: Mn ≥ Mu

Lokasi penampang kritis momen

(19)

Penyebaran Tulangan Lentur Syarat penyebaran tulangan lentur:

Pada pondasi telapak bujur sangkar, tulangan harus tersebar merata pada seluruh lebar pondasi

Pada pondasi telapak segi empat, tulangan harus tersebar sbb.:

Tulangan pada arah panjang harus tersebar merata pada seluruh lebar pondasi

Tulangan pada arah pendek, tulangan dalam jalur

tengah (AsJalur tengah) harus tersebar merata dalam jalur tengah yang mempunyai lebar sama dengan lebar

pondasi arah panjang. Sisa tulangan yang dibutuhkan dalam arah pendek harus disebarkan merata di luar jalur tengah.

( )

hitunganarah pendek

tengah

Jalur

As

As 2

= +

(20)

20

Penyebaran Tulangan Lentur

(21)

TULANGAN LENTUR MINIMUM Struktur pondasi dianggap sebagai struktur pelat dua arah.

MPa fy

untuk h

b As

MPa fy

untuk h

b As

300 002

, 0

400 0018

, 0

min min

=

=

=

=

fy 4 , 1

min

=

Lebih aman

(22)

22

PEMINDAHAN BEBAN KOLOM KE PONDASI

Kekuatan tumpuan nominal maksimal yang dapat dipikul oleh dasar kolom:

Ag fc

Pn =   0 , 85  ' 

Karena bidang tapak lebih luas dari kolom, maka beban dapat didistribusikan dengan

kemiringan 1:2, sehingga Pn dapat dinaikkan dengan faktor pengali b yang besarnya

berkisar 1 dan 2, yaitu:

1 2 A A

b

=

Dimana:A1 = luas kolom

A2 = luas maksimum dari permukaan pendukung

(23)

PEMINDAHAN BEBAN KOLOM KE PONDASI

(24)

24

PEMINDAHAN BEBAN KOLOM KE PONDASI

Bila pemindahan beban dilakukan dengan

dukungan beton (Pn> Pu), maka tulangan

memanjang harus diteruskan sampai ke tapak penumpu atau menggunakan pasak.

Luas minimum tulangan memanjang atau pasak:

Pada kolom, As≥ 0,005.Ag

Pada dinding,

As≥ 0,0012.Ag untuk D≤16 mm dan As ≥ 0,0015.Ag untuk D>16 mm

(25)

PEMINDAHAN BEBAN KOLOM KE PONDASI

Tulangan memanjang atau pasak ini harus

diteruskan ke dalam tapak dengan jarak lebih besar atau sama dengan panjang penyaluran tekan Ld, yaitu:

' 25

, 0

fc d Ldfy

p

=

d

p

fy Ld  0 , 004  

mm Ld  200

d

p

ut ds

h

L 1 = − − 2   −

dp

h

ut

ds

Referensi

Dokumen terkait

xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Jenis-jenis pondasi dangkal 7 Gambar 2.2 Daya dukung batas tanah untuk kondisi dangkal 8 Gambar 2.3 Bentuk keruntuhan daya dukung pondasi dangkal 8

WORKSHEET Start: * Complete: Ratio R Enter mLs of AgNO3 mls of AgNO3 Enter mLs of KSCN mls of KSCN Enter Normality of AgNO3 ILN # Serial # Sample Weight g Titrate