Arsitektur Berbasis Layanan
Nama : Mohammad Luthfi Zefrio Faizin NIM : 20210801134
Jawaban UAS
1. XML atau Extensible Markup Languange adalah sebuah bahasa markup yang di rancang untuk menyimpan, mengirimkan, dan membagikan data secara struktural dan hierarki.
Fungsi XML untuk mendefiniskan struktur data dan memfasilitasi pertukaran informasi antara berbagai sistem yang berbeda.
Proses integrasi XML dengan database:
● Data diambil dari sumber aplikasi atau basis data terstruktur.
● Data diubah ke dalam format XML sesuai dengan definisi skema XML yang telah ditentukan.
● Data XML dimasukkan ke dalam tabel atau kolom yang sesuai dalam basis data.
● Menggunakan metode CRUD atau Create, Read, Update, Delete untuk menyimpan data dari dokumen XML ke tabel database.
2. API atau Aplication programming Interface adalah serangkaian aturan dan protokol yang menmungkinkan berbagai aplikasi dan sistem untuk berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain. API menyediakan cara bagi pengembang perangkat lunak untuk mengakses dan
menggunakan fungsi layanan yang disediakan oleh aplikasi atau platform tertentu tanpa perlu mengakses kode dari sumber aplikasi tersebut.
Jenis-jenis API:
● API Web
● API Sistem Operasi
● API Perangkat Lunak
● API Perangkat lunak Manfaat dari API:
● Reusabilitas
● Interoperabilitas
● Pemisahan Kode
● Security
3. .Perbedaan: Arsitekrtur Monlitik
● Seluruh aplikasinya dikembangkan sebagai kesatuan atau unit tunggal.
● Semua komponen dan logika aplikasi berjalan bersama dalam satu proses kode basis Perbedaan: Arsitektur Microservices
● Aplikasi terdiri dari beberapa layanan kecil yang berdiri sendiri.
● Setiap layanan dapat di deploy dan maintain secara independen.
● Layanan ini berkomunikasi satu sama lain melalui API.
Kelebihan Arsitektur Monolitik:
● Penegmbangan lebih cepat
● Sederhana untuk pengujian
● Deployment tunggal
Kelemahan Aristektur Monolitik:
● Skalabilitas terbatas
● Ketergantungan komponen
● Pembaharuan terbatas
Kelebihan Aristektur Microservices:
● Skalabilitas dan performa
● Pembaharuan mudah
● Fleksibilitas teknologi
Kelemahan Arsitektur Microservices:
● Kompleksitas pengembangan
● Ketergantungan jaringan
● Manajemen transaksi
4. Tipe-tipe Microservices:
● Data Microservices : Layanan ini bertanggung jawab untuk mengelola data dan menyediakan API untuk mengakses dan memanipulasi data.
● Busines Logic Microservices: Layanan ini mengandung logika bisnis utama dari aplikasi.
● Authentication dan Authrization Microservices: Layanan ini menyediakan mekanisme autentikasi dan otorisasi untuk pengguna dan aplikasi yang ingin mengakses sumber daya aplikasi.
● Notification Microservices: Layanan ini digunakan untuk mengelola pengiriman notifikasi, baik ke pengguna atau layanan lainnya.
Komunikasi Microservies dengan database (NoSQL)
● RESTFul API: Layanan ini dapat melakukan permintaan HTTP ke API ini untuk mengakses dan memanipulasi data dalam basis data NoSQL.
● Message Queue: Layanan ini akan menerbitkan pesan ke antrian dan layanan lain yang membutuhkan informasi tersebut akan mengambil pesan antrian dan mengambil data dari basis data.
● Event Sourcing: Dalam pendeketan ini, setiap perubahan dalam basis data NoSQL direpresentasikan sebagain kejadian (event) yang terjadi pada domain tertentu.
● Caching: sering diakses dapat disimpan dalam cache untuk mengurangi permintaan langsung ke basis data.