Kawasan permukiman etnis Cina (Pecinan) selalu ada di hampir semua kota-kota di Jawa. Walaupun sekarang lingkungan ini sudah semakin kabur sejalan dengan perkembangan lingkungan perkotaan, namun di beberapa kota di Jawa bekas kehadirannya masih sangat terasa. Suasana lingkungannya yang khas, diperkuat dengan kehadiran kelenteng sebagai pusat ibadah dan sosial, serta bentuk-bentuk bangunan yang khas pula sangat mudah untuk ditengarai. Di beberapa kota di dunia seperti San Fransisco, Manila dan sebagainya daerah Pecinan ini justru diperkuat kehadirannya. Bahkan daerah tersebut bisa dijadikan sebagai daerah tujuan wisata kota. Selama
Orde baru,
karena alasan sosial dan politik,
kehadiran Pecinan di kota-kota Indonesia, mulai dihapuskan.
Pecinan Malang adalah salah satu kawasan Pecinan yang sampai saat ini masih terasa hidup,
walaupun tidak terlihat Oriental lagi. Batas Pecinan semakin kabur seiring pertumbuhan perekonomian kawasan sekitarnya, lingkungannya kini berubah menjadi kawasan perdagangan dengan bangunan- bangunan berupa ruko. Studi ini mencoba untuk menelusuri
daerah “Pecinan” di Kota Malang khususnya morfologi fisiknya sehingga dapat lebih dipahami keberadaannya.
Berdasar latar belakang di
atas, maka
permasalahan yang dapat dirumuskan adalah bagaimana morfologi fisik kawasan Pecinan Malang? Kemudian
tujuan dilakukannya studi ini adalah untuk mengidentifikasi morfologi fisik kawasan Pecinan Malang.
Latar Belakang
Morfologi Kawasan Pecinan di Kota Malang
Pembimbing:
Prof. Ir. Antariksa, MEng., PhD Dr. Ir. Galih Widjil Pangarsa, DEA Ema Yunita Titisari, ST., MT
ANDIKACITRANINGRUM NIM. 0510650006 MARTHA AGENG R. NIM. 0510650040 HALE RAMIA A. NIM. 0510650034 ABDILLAH AJI NIM. 0510653001
Perkembangan permukiman kawasan Pecinan Malang Sumber : Peta Kota Malang, 2008
Kawasan Pecinan
Perkembanga n kawasan
Pecinan
Pola umum dari kota bawah daerah pelabuhan dari propinsi Fujian dan Guangdong di Cina.
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
A r s i t e k t u r A s i a T i m u r d a n T e n g g a r a
Rumah- toko pada kawasan Pecinan Malang tempo dulu.
Sumber: digilib.malangkota.go.id/mlg_tempo_doloe/index.htm, 2008
1930 1940
Banner pada fasad ruko
Pola pusat kota-tempat tinggal dan pasar- klenteng pada Pecinan Malang
Daerah tempat tinggal orang Cina (Pecinan)
Alun-alun Pasar Klenteng
sirkulasi
Letak daerah Pecinan pada skala kota Sumber: Handinoto (1996)
Penelitian dilakukan
d i
k a w a s a n P e c i n a n , Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen,
M a l a n g . K a w a s a n P e c i n a n yang di s t u d i meliputi Jl.
Pasar Besar, Jl. Sersan Harun, Jl. Kopral Usman, Jl. Sutan Syahrir, Jl.
Martadinata, Jl. Kyai Tamin, dan Jl. Wiro Margo.
P e n e l i t i a n m e n g g u n a k a n pendekatan kualitatif, objek penelitian adalah morfologi Pecinan kota Malang. Data diperoleh dengan cara survey langsung ke lapangan.
PAGE 2
Metode Penelitian
MORFOLOGI KAWASAN PECINAN DI KOTA MALANG
Suasana Daerah Pecinan tahun 1900-an Sumber : http://www.samm-media.org/2008 Lokasi Pecinan terhadap permukiman Eropa
dan pribumi. Sumber: Handinoto (1996) Pasar
Daerah tempat tinggal Daerah tempat tinggal orang Eropa
Daerah tempat tinggal pribumi
Daerah Pecinan tahun 1900-an (Sumber: Handinoto
Data yang didapatkan berupa dokumentasi visual kawasan Pecinan.
Data sekunder diperoleh melalui pustaka-pustaka yang relevan dengan penulisan. Analisis data menggunakan metode d e s k r i p t i f u n t u k menggambarkan dan menceritakan kondisi m o r f o l o g i k a w a s a n Pecinan Kota Malang
.Pola morfologi fisik perkotaan Pecinan Malang Sumber: Handinoto (1996)
Alun-alun
Pasar Klenteng Daerah tempat tinggal
ANDIKACITRANINGRUM NIM. 0510650006
Kawasan Pecinan Malang mengalami perkembangan dari masa ke masa. Beberapa perubahan terjadi pada kawasan, antara lain berupa perubahan fungsi dari hunian menjadi kawasan perdagangan yang ditandai dengan banyaknya rumah toko, semakin lebarnya badan jalan, dan bertambahnya elemen-elemen penunjang sebagai daya tarik kawasan.
Pecinan Malang
memiliki pola morfologi yang serupa dengan kota di Cina dengan digunakannya pola pusat kota – permukiman dan pasar – klenteng. Morfologi Pecinan juga dipengaruhi oleh kondisi politik, ekonomi, dan sosial budaya. Pengaruhnya secara berturut-turut berupa pemadatan kawasan, orientasi pengembangan
permukiman yang berpusta pada pasar dan munculnya rumah toko, serta perubahan filosofi dengan tidak digunakannya prinsip feng shui pada kawasan.
Orientasi dan tata massa bangunan pada kawasan Pecinan Malang tidak menjadikan kaidah feng shui atau unsur tradisi dan budaya Cina sebagai p e r t i m b a n g a n perencanaannya, melainkan rancangan pemerintahan kolonial sebagai kawasan hunian bagi masyarakat Cina yang kemudian bergeser fungsinya menjadi kawasan dagang yang ramai. Orientasi yang ada akhirnya berujung pada kegiatan dagang yang ada pada kawasan Pecinan Malang ini yang tampak pada fasad bangunan ruko yang berderet-deret di sepanjang jalan yang m e n o n j o l k a n i m a g e
p e r t o k o a n d a r i p a d a langgam Cina
PAGE 3
Hasil Studi
Klenteng yang terletak di sisi timur
Utara (yin)
Timur Barat
Selatan (yang) Klenteng
Pecinan