• Tidak ada hasil yang ditemukan

(1)MORFOMETRIK STOMATA TUMBUHAN TREMBESI (Samanea saman Jacq.) DI SEKITAR PT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(1)MORFOMETRIK STOMATA TUMBUHAN TREMBESI (Samanea saman Jacq.) DI SEKITAR PT"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

MORFOMETRIK STOMATA TUMBUHAN TREMBESI (Samanea saman Jacq.) DI SEKITAR PT. SEMEN PADANG

Yurike Yolanda, Lince Meriko, Elza Safitri

Program Studi Pendidikan Biologi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat

e-mail: yolanda.yurike @yahoo.com

ABSTRACT

Plants have an anatomy and fisiology adaptation to stay alive in which can be an indicator for changing of environment’s condition arround them. One of this changes is air pollution. The source of this pollution increased of PT. Semen Padang activities, that opporated arround Indarung, Padang, West Sumatera. This smoke of industry can be seen of burning dust that cover of plants leaf arround industry. One of them is trembesi plant (Samanea samanJacq.). To know the condition of Trembesi stomata arround PT. Semen Padang, the researcher do a research about morphometric stomata of trembesi plants (Samanea samanJacq.) around PT. Semen Padang, used descriptive methode at April- Mei 2016 in Laboratorium Botany, STKIP PGRI West Sumatera. The result showed that the type of trembesi stomata is anomosytic, that distribution unregularly in under leaf (abaxial) with the distribution type is apple (hypostomatic). The greatest stomata can be found at stasiun 2 (polluted soft area) these are 46 stomatas with density 8,13 ± 0,79 stomata/mm² and stomata index 5,41 ± 2,09 %.

The size of longest and widest stomata found at stasiun 1 (polluted hard area) is 20,86 ± 2,53 μm and 12,03 ± 2,12 μm. The gap of longest and widest stomata found at stasiun 1 (polluted hard area) is 12,58 ± 1,98 μm and 5,25 ± 1,35 μm. That concluded of the research is found a changes of morphometric stomata of trembesi plants (Samanea saman Jacq.) at polluted hard area and polluted soft area arround PT. Semen Padang.

Key Word : Morphometric, Stomata, Samanea saman Jacq.

PENDAHULUAN

Tumbuhan mempunyai adaptasi anatomi dan fisiologi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya yang dijadikan sebagai indikator terhadap perubahan kondisi lingkungan di sekitar tumbuhan. Salah satu bentuk perubahan lingkungan yang terjadi yaitu pencemaran udara.

Sumber pencemaran udara sebagai hasil aktifitas industri yaitu asap pabrik PT. Semen Padang yang beroperasi di kawasan Indarung, Sumatera Barat. Asap pabrik yang ditimbulkan terlihat dari banyaknya debu yang menempel pada permukaan daun tumbuhan yang tumbuh di sekitar pabrik, salah satunya tumbuhan trembesi (Samanea samanJacq.).

Debu yang menempel pada vegetasi dapat menutupi stomata daun yang sedang menutup atau terbuka. Partikel debu yang menempel

pada helaian daun dapat merusak jaringan tumbuhan tertentu (Rosenberg, 1974).

Wardhana (1994) menyatakan bahwa partikel yang paling berpengaruh terhadap tanaman adalah dalam bentuk debu, dimana jika debu semen bergabung dengan uap air ataupun air hujan gerimis akan terbentuk lapisan kerak pada permukaan daun. Lapisan ini terbentuk karena debu semen mengandung kalsium silikat yang dapat menggangu proses fotosintesis pada tanaman karena menghambat masuknya sinar matahari dan terhalangnya pertukaran CO₂ dengan atmosfer melalui stomata.

Stomata merupakan celah dalam epidermis yang dibatasi oleh dua sel epidermis khusus, yaitu sel penutup (Hidayat, 1995).

Stomata terletak di permukaan daun dan berperan dalam proses pertukaran udara.

(2)

Ukuran stomata dipengaruhi oleh kondisi lingkungan disekitar tumbuhan.

Berdasarkan hal tersebut maka telah dilakukan penelitian tentang “Morfometrik Stomata Tumbuhan Trembesi (Samanea saman Jacq.) Di Sekitar PT. Semen Padang”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan morfometrik stomata tumbuhan trembesi (Samanea samanJacq.) di sekitar PT.

Semen Padang.

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilakukan pada bulan April – Mei 2016. Sampel diambil di sekitar PT. Semen Padang, Indarung, Sumatera Barat.

Pengamatan morfometrik stomata dilakukan di Laboratorium Botani STKIP PGRI Sumatera Barat.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: gunting tanaman, plastik sampel, pisau, pisau silet, kaca objek, kaca penutup, mikroskop binokuler, lensa mikrometer okuler dan objektif, gelas kimia, kamera digital, label dan alat tulis. Bahan yang digunakan yaitu sampel daun Samanea saman Jacq. dan aquades.

Metode

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif.

Pengambilan Sampel

Sampel daun Samanea saman Jacq. di ambil pada dua lokasi berbeda berdasarkan radius penyebaran debu dari pabrik. Stasiun 1 diambil disekitar pabrik Indarung II (daerah terpolusi berat) dan stasiun 2 diambil di sekitar lapangan utama PT. Semen Padang yang berjarak ± 300 m dari pabrik Indarung II (daerah terpolusi ringan). Daun yang diambil

Pembuatan Preparat Stomata

Sampel daun yang telah diambil disayat secara paradermal pada permukaan atas dan bawah daun. Kemudian diletakan diatas kaca objek dan ditetesi dengan aquades. Selanjutnya, preparat ditutup dengan kaca penutup.

Pengamatan Preparat Stomata

Preparat diamati dibawah mikroskop binokuler dengan perbesaran 10 x 40 pada lima bidang pandang kemudian difoto sebagai dokumentasi penelitian.

Analisis Data

Data yang dikumpulkan berupa panjang stomata, lebar stomata, panjang celah stomata, lebar celah stomata, jarak antar stomata, jumlah stomata, jumlah sel tetangga, kerapatan stomata dan indeks stomata. Untuk pengukuran panjang, lebar, panjang celah, lebar celah dan jarak antar stomata digunakan mikrometer dan dilakukan penghitungan rata- rata dari lima bidang pandang. Sementara untuk jumlah stomata dan jumlah sel tetangga dihitung per bidang pengamatan. Untuk indeks stomata, terlebih dahulu dihitung luas permukaan daun dan penghitungan menggunakan rumus (Wilmer, 1983 dalam Jaya 2014) sebagai berikut :

% / 100 ) (

/ x

L E S

L IS S

 

Keterangan :

S : Jumlah Stomata E : Jumlah Sel Epidermis L : Satuan Luas Daun IS : Indeks Stomata

Sementara itu, untuk penghitungan kerapatan stomata digunakan rumus :

pandang bidang

Luas

stomata Stomata

Kerapatan 

(3)

Gambar 1. Penampang paradermal daun Samanea saman Jacq. (a) Permukaan atas/adaxial stasiun 1 (daerah terpolusi berat); (b) Permukaan bawah/abaxial stasiun 1 (daerah terpolusi berat); (c) Permukaan atas/adaxial stasiun 2 (daerah terpolusi ringan);

(d) permukaan bawah/abaxial stasiun 2 (daerah terpolusi ringan); (e) trikoma; (f) kelenjar minyak; (ep) epidermis; (st) stomata; (tr) trikoma; (Km) kelenjar minyak.

a b

c d

e f

(4)

Tabel 1. Pengukuran Morfometrik Stomata Tumbuhan Trembesi (Samanea saman Jacq.) di Sekitar PT. Semen Padang

No Parameter Polusi Berat

(μm) Polusi Ringan

(μm)

1 Jumlah Stomata 32 46

2 Panjang Stomata 20,86 ± 2,53 20,11 ± 2,09

3 Lebar Stomata 12,03 ± 2,12 11,85 ± 1,69

4 Panjang Celah Stomata 12,58 ± 1,98 12,07 ± 1,55

5 Lebar Celah Stomata 5,25 ± 1,35 5,82 ± 1,10

6 Jarak Antar Stomata 24,22 ± 11,42 16,14 ± 5,53

7 Kerapatan Stomata (/mm²) 7,03 ± 1,57 8,13 ± 0,79

8 Jumlah SelTetangga Tidak tentu Tidak tentu

9 Indeks Stomata (%) 3,80 ± 1,30 5,41 ± 2,09

10 Tipe Stomata Anomositik Anomositik

11 Penyebaran Stomata Tidak Beraturan Tidak Beraturan 12 Tipe Penyebaran Stomata TipeApple

(Hipostomatik) TipeApple (Hipostomatik)

Tabel 2. Sel Epidermis Tumbuhan Trembesi (Samanea samanJacq.)

No Karakteristik Deskripsi

1 Tipe Sel Epidermis Poligonal

2 Susunan Sel Epidermis Agak beraturan

3 Dinding Sel Epidermis Rata

PEMBAHASAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tipe stomata tumbuhan trembesi (Samanea saman Jacq.) yaitu tipe anomositik, dimana sel tetangga yang mengelilingi sel penutup tidak dapat dibedakan dengan sel epidermis yang ada disekitarnya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Jaya (2014), bahwa tipe stomata tumbuhan trembesi yaitu tipe anomositik.

Menurut Hidayat (1995), tipe anomositik adalah tipe stomata dimana sel penutup dikelilingi oleh sejumlah sel yang tidak berbeda ukuran dan bentuknya dari sel epidermis.

Posisi stomata tumbuhanSamanea saman Jacq. tersebar tidak beraturan karena tumbuhan ini memiliki pertulangan daun menjala. Hal ini

kedua stasiun pengambilan sampel. Hasil analisis data pada Tabel 1 menunjukan bahwa jumlah stomata terbanyak terdapat pada stasiun 2 (daerah terpolusi ringan), yaitu ± 46 stomata. Menurut Haryanti (2010), jumlah stomata yang demikian tergolong sedikit. Hal ini terjadi karena kondisi lingkungan tempat tumbuh suatu tumbuhan akan mempengaruhi struktur anatomi tumbuhan tersebut (Dickison, 2010).

Pada Tabel 2 terlihat bahwa stomata terpanjang dan terlebar terdapat pada stasiun 1 (daerah terpolusi berat). Begitu pula celah stomata terpanjang dan terlebar juga terdapat pada satsiun 1 (daerah terpolusi berat). Hal ini dikarenakan panjang dan lebar stomata berbanding lurus dengan panjang dan lebar celah stomata. Hasil yang diperoleh sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh

(5)

ukuran stomata juga dipengaruhi oleh tekanan turgor (Fahn, 1991).

Stomata pada stasiun 2 (daerah terpolusi ringan) tersusun lebih rapat jika dibandingkan dengan stomata pada stasiun 1 (daerah terpolusi berat). Hal ini terlihat dari jarak antar stomata pada stasiun 1 lebih besar jika dibandingkan pada stasiun 2.

Indeks stomata daun tumbuhan trembesi (Samanea samanJacq.) tertinggi terdapat pada stasiun 2 (daerah terpolusi ringan). Hal ini sejalan dengan nilai kerapatan stomata. Jika nilai kerapatan stomata tinggi, indeks stomata juga akan tinggi, begitu pula sebaliknya (Qosim, 2007 dalam Hafiz 2013). Menurut Hafiz (2013), indeks stomata menunjukan rasio/perbandingan antara jumlah stomata dengan jumlah stomata dan epidermis.

Tabel 2 menunjukan bahwa, permukaan atas daun tumbuhan trembesi (Samanea saman Jacq.) hanya didominasi oleh sel-sel epidermis saja dengan dinding sel yang rata dan berbentuk poligonal. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Jaya (2014), bahwa sel epidermis tumbuhan trembesi (Samanea saman Jacq.) tersusun agak beraturan segi 5-8 (poligonal) dengan dinding sel yang rata.

PENUTUP

Berdasarkan peneliian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan morfometrik stomata tumbuhan trembesi (Samanea samanJacq.) pada stasiun 1 (daerah terpolusi berat) dengan stomata pada stasiun 2 (daerah terpolusi ringan).

DAFTAR PUSTAKA

Evert, Ray F. 2006. Esau’s Plant Anatomy Third Edition. America: United States of America.

Fahn, A. 1991. Plant Anatomy Third Edition.

England: Oxford OX3.

Hafiz, P. 2013. Karakteristik Anatomi Daun Dari Sepuluh Spesies Hoya Sukulen Serta Analisis Hubungan Kekerabatannya. Buletin Kebun Raya Vol. 16 No. 1

Haryati, S. 2010. Jumlah dan Distribusi Stomata pada Daun Beberapa Spesies Tanaman Dikotil dan Monokotil. Jurnal Buletin Anatomi dan Fisiologi. 2 (XVIII).

Hidayat, E. 1995.AnatomiTumbuhanBerbiji.

Bandung: ITB.

Jaya, A. B. 2014. Perbandingan Karakteristik Stomata Daun Pohon Leguminosae di

Hutan Kota Universitas

Hasanuddindan Di JalanTamalate Makassar. Jurnal FMIPA Universitas Hasanuddin.

Kimball, JW. 1983. Biologi Umum Edisi ke 5.

Jakarta: Erlangga.

Salisbury dan Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan.

Bandung: ITB.

Saputri, Novarina Windy. 2016. Struktur dan Distribusi Stomata Pada Tanaman Marga Nymphaea. Jurnal Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Referensi

Dokumen terkait

Sel-sel sklerenkim yang membentuk penguatan jaringan struktur arsitektur batang epidermis, banyak lubang korteks (ruang antar sel), xilem dan floem merupakan pusat

pneumoniae RrgB epitopes can induce a mucosal immune response by increasing the -defensin-2 concentration through upregulation of interleukin IL-22 expression.. METHODS An